Turns Out My Mate

Turns Out My Mate
Eps 56. Mempelajari


__ADS_3

... ||•🥀Happy Reading🥀•||...


... _____...


Cukup lama Zishu memejamkan matanya. Hingga panggilan Chen menyadarkannya kembali.


“Presider!” panggil Chen, sontak membuat Zishu membuka matanya.


“Iya ada apa, Kak?”


“Sebentar lagi ada metting bersama semua kepala Divisi. Metting ini bertujuan untuk Anda lebih tahu kinerja perusahaan lewat mereka. Setiap Divisi memiliki bidang masing-masing dan akan lebih mudah jika mereka sendiri yang menjelaskan,” jawab Chen secara singkat.


“Begitu ya?” Zishu mangut-mangut mengerti. “Berapa menit lagi?”


“Sekitar 20 menit lebih,” Chen melirik ke arah jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kekarnya.


“Masih lumayan lama. Kakak bisa berikan berkas-berkas penting perusahaan? Aku ingin mempelajarinya dulu. Kan gak lucu kalau aku tidak tahu apa-apa,” celetuk Zishu sambil jarinya mengetuk-ngetuk meja.


“Baik, saya ambilkan dulu!” sahut Chen bernada formal dan itu membuat Zishu merasa jengkel.


“Harus berapa kali ku ingatkan, aku tidak menyukai kakak berucap formal seperti itu!” protes Zishu spontan. Bahkan ia menunjukkan raut wajah ketidaksukaannya.


“Saya berucap formal karena harus menghormati Presider sebagai atasan saya,” beber Chen memberikan alasan.


“Ck tapi aku tidak menyukainya. Kakak bisa berucap seperti biasanya saja. Tidak perlu seformal itu,” Zishu berdecak pelan.


“Saya tidak bisa, Presider!” tolak Chen mentah-mentah tapi tidak membuat Zishu kehilangan akal.


“Baiklah begini saja. Kakak menganggapku sebagai atasan, bukan? Kalau benar begitu, anggap saja ini perintah dariku. Kakak tidak boleh seformal ini saat berdua denganku. Aku tidak menyukainya,” Zishu menatap Chen yang berdiri di hadapannya.


“Tapi—”


“Dan kakak tidak di perbolehkan untuk menolak. TITIK!” cetus Zishu penuh penegasan. Menandakan Chen harus menerimanya.


“Astaga, baiklah. Sulit kalau berhadapan denganmu yang keras kepala,” terpaksa Chen menyetujuinya.


“Nice,” sudut bibir Zishu terangkat. Ia tampak puas.


“Kakak akan ambilkan berkas-berkas yang kamu inginkan. Tunggulah sebentar!” seru Chen tanpa memedulikan senyuman puas Zishu.


“Oke, terima kasih Kak!”

__ADS_1


Chen segera beranjak pergi keluar dari ruangan itu. Ia pergi menuju ruangannya. Di sana terdapat berkas-berkas penting perusahaan.


5 menit kemudian...


“Ini berkas-berkas yang kamu minta,” Chen langsung memberikan beberapa berkas pada Zishu. Beberapa berkas itu di ambil dari ruangannya yang berada tidak jauh dari ruangan Presider.


Zishu mengangguk pelan, seraya menerima beberapa berkas itu. Ia mulai membuka satu-persatu berkas yang di pegangnya. Di bacanya dan juga di pelajarinya agar paham. Selagi menunggu Zishu selesai mempelajari beberapa berkas itu, Chen hanya diam memperhatikannya. Seperti itulah ia saat berhadapan dengan tuan Jiang dulu. Diam memperhatikan dan bicara jika di perlukan. Berbeda halnya saat berada di luar jam kerja atau posisi antara atasan dan bawahan. Ia orangnya yang ramah sekali. Tidak segan untuk menyapa.


“Aku sudah bisa mulai memahaminya sedikit tapi masih banyak yang perlu ku pelajari. Ku harap kakak tidak akan bosan untuk membantuku,” ucap Zishu, usai membaca dan mempelajari berkas terakhir.


“Membantumu sudah menjadi tugas kakak. Jadi tidak ada alasan untuk bosan,” celetuk Chen.


“Terima kasih banyak, Kak!” ungkap Zishu sungguh-sungguh.


“Tidak perlu berterima kasih,” kilah Chen, matanya menatap ke arah jam tangannya.


“Sekarang sudah saatnya metting,” sambungnya, tepat pada jam 09.30.


“Hampir saja melupakan itu. Ayo kita pergi, Kak!” Zishu beranjak dari duduknya.


“Kamu jalan lebih dulu!” seru Chen mempersilahkan Zishu.


“Baiklah Kak,”


***


Ruang rapat


Zishu baru saja memasuki ruang rapat, di iringi Chen di belakangnya. Para Dewan Divisi yang sudah lebih dulu berhadir di sana, langsung berdiri menyambutnya.


“Duduklah!” perintah Zishu pada para Dewan Divisi. Ia mendudukkan dirinya di kursi yang dulunya di duduki tuan Jiang. Di sebelah kanannya, ada Chen yang juga sudah duduk.


“Terima kasih, Presider!” ungkap para Dewan Divisi serentak. Lalu mendudukkan diri mereka di kursi yang mengelilingi meja rapat.


“Selamat pagi semuanya! Saya senang kita bisa bertemu hari ini,” sapaan ramah di berikan Zishu pada para Dewan Divisi.


“Selamat pagi juga, Presider!”


“Kami juga sangat senang bertemu Presider,”


Para Dewan Divisi antusias akan kedatangan Zishu. Mereka sudah menunggu hari ini. Hari dimana anak dari pimpinan mereka terdahulu, menjabat menjadi pimpinan baru.

__ADS_1


“Baguslah tapi sebelum itu, saya ingin mengumumkan sesuatu. Mulai hari ini kakak saya—Chen menjabat sebagai wakil Presider. Selama ini kak Chen sudah berjasa besar. Menggantikan saya untuk menjadi pemimpin sementara Yan Group. Apa ada yang keberatan? Katakan saja, kalau ada yang keberatan! Saya tidak melarang siapa pun untuk memberi pendapat,” ucap Zishu menatap Chen dan para Dewan Divisi secara bergantian.


“Tidak. Kami tidak keberatan, Presider!”


“Ya itu benar, Presider! Kami tidak ada alasan untuk keberatan,”


“Selama ini tuan Chen sudah sangat berjasa pada Yan Group. Jabatan wakil memang pantas di berikan padanya,”


“Jika saja tidak ada tuan Chen, Yan Group mungkin akan mengalami kebangkrutan. Kami bisa berhasil juga atas bantuan tuan Chen. Jadi untuk apa kami keberatan?”


“Keputusan Presider sangat benar. Tuan Chen pantas menjadi wakil Presider,”


Begitulah jawaban yang di berikan para Dewan Divisi. Mereka menjawab apa adanya. Tidak ada sedikit pun ada rasa terpaksa.


“Kalian terlalu memujiku. Aku hanya membantu mengarahkan dan kalian yang melakukan. Pujian seperti itu lebih cocok untuk kalian,” sanggah Chen cepat.


“Ini adalah faktanya, tuan Chen! Kami bicara apa adanya,” sahut salah satu Dewan Divisi dengan yakin, mewakili jawaban yang lainnya.


“Saya setuju dengan kalian. Oleh karena itu saya mengumumkan kak Chen sebagai wakil Presider Yan Group,” timpal Zishu tersenyum.


“Ya itu bagus!” sorak para Dewan Divisi, di sertai tepuk tangan.


Prok... Prok... Prok...


“Terima kasih semuanya! Saya akan lebih berusaha membantu kalian,” ungkap Chen bernada serius. Sama seperti tatapan yang di perlihatkannya.


“Kami percaya itu,”


Selesai itu, Zishu meminta para Dewan Divisi untuk memulai metting. Para Dewan Divisi langsung memulai metting dengan berbagai pembahasan yang di bahas dan di jelaskan secara terperinci. Zishu teliti mendengarkannya agar tidak terlewat satu pun hal. Perlahan-lahan Zishu mulai mengerti setiap pembahasan yang di sampaikan para Dewan Divisi atau pun Chen. Sesekali ia memberikan pendapat pada sebuah pembahasan yang isinya belum akurat menurutnya.


Metting berlangsung selama 2 jam lebih. Cukup lama karena banyak pembahasan. Metting itu berakhir tepat 20 menit sebelum jam 12 siang.


“Baiklah sampai di sini dulu. Kalian bisa pergi makan siang dan lanjut bekerja setelahnya!” seru Zishu mengakhiri rapat hari ini.


“Baik, Presider!”


... _____...


... Terima kasih sudah mampir ke cerita ini🌹...


... Jangan lupa tinggalkan jejak👣...

__ADS_1


... [Like👍+Comment💬+Vote💌+Favorit❤]...


__ADS_2