Turns Out My Mate

Turns Out My Mate
Eps 31. Apa yang terjadi?


__ADS_3

... ||•🥀Happy Reading🥀•||...


... _____...


“Tapi ini—” Zishu ingin melanjutkan ucapannya dan Lui lebih dulu menyelanya.


“Tidak ada tapi, nona. Saya akan membuktikannya malam ini juga,” sela Lui langsung menarik tangan Zishu, tanpa meminta persetujuannya lebih dulu.


“Eh—” sontak Zishu beranjak dari duduknya.


Ia tidak bisa melepaskan tarikan tangan Lui. Hal yang bisa di lakukannya adalah membiarkan tangannya di tarik dan ia berjalan mengikuti. Setidaknya hal itu dapat di lakukannya sampai ke parkiran.


“Apa kita tidak bisa bicara lagi tuan? A—ku memang meminta bukti pada tuan tapi tidak secepat ini,” bujuk Zishu sembari berjalan.


“Tidak, nona. Saya pikir lebih baik secepat ini. Daripada terlalu lama,” kilah Lui, tidak menghiraukan permintaan Zishu.


`Astaga seharusnya tadi aku tidak mengatakan meminta bukti. Bagaimana caranya aku menjelaskan pada nenek dan kakak nanti. Kalau tuan Lui saja tidak berhasil ku bujuk,` batin Zishu


Zishu bungkam tidak bersuara. Ia sendiri merutuki apa yang telah di ucapkannya beberapa detik lalu. Seharusnya ia tidak mengucapkan itu. Namun apalah dayanya sekarang, Lui sudah mutlak terhadap keputusannya. Sampai tidak bisa di ubah olehnya lagi.


Selama berjalan menuju ke parkiran mobil, tidak ada pembicaraan yang terjadi. Lui terus berjalan dengan melangkah lambat agar Zishu dapat menyamakan langkahnya. Tangannya pun sudah berhenti menarik tangan Zishu. Ia sudah melepasnya sesaat ketika menyadari bahwa bersikap tidak sopan dengan menarik tangan Zishu tiba-tiba. Tidak lupa pula meminta maaf pada Zishu.


“Saya akan mengikuti mobil nona dari belakang,” ucap Lui sebelum Zishu masuk ke dalam mobil.


“Em baiklah,” cicit Zishu mengerti.


Zishu melangkah masuk ke dalam mobilnya. Dengan pikiran yang terbilang kacau karena ulahnya sendiri. Begitu juga dengan Lui yang sudah masuk ke mobilnya. Kemudian mobil Zishu mulai melaju lebih dulu, di ikuti mobil Lui. Mobil mereka berdua melaju dengan kecepatan sedang. Menembus jalanan yang padat, menuju ke arah pinggiran kota. Di mana terdapat kediaman keluarga Yan Utama.


***


“Nona muda sudah pulang, tuan! Nona pulang bersama tuan Lui” lapor salah satu pelayan setengah berbisik pada Chen.


Saat ini Chen tengah duduk di ruang keluarga, berhadapan dengan kedua laki-laki paruh baya. Mereka tidak lain adalah paman dari Zishu, tuan Bi`an dan tuan Huocun. Di antara mereka bertiga, juga terdapat nyonya Jia Lee. Bisa di bilang nyonya Jia Lee menyambut hangat kedatangan kedua putranya. Namun tidak dengan niat dari kedua putranya itu.

__ADS_1


`Zi`er pulang bersama Lui? Hmmm apa yang sebenarnya terjadi?` batin Chen


Chen bertanya-tanya dalam hatinya. Ia bingung mendengar apa yang di sampaikan pelayannya. Daripada makin bingung, lebih baik ia segera menemui Zishu dan Lui.


“Aku pergi ke depan dulu, nek. Katanya Zi`er pulang bersama salah satu temanku,”Lui menatap hangat nyonya Jia Lee. Tidak di hiraukannya raut wajah semringah dari tuan Bi`an dan tuan Huocun.


“Zishu sudah pulang ya? Akhirnya kami akan bertemu dengannya,” sorak tuan Huocun, terlihat sangat senang.


“Bisakah kami bertemu dengannya sekarang?” tanya tuan Bi`an sangat antusias.


“Kalian akan bertemu dengannya sebentar lagi. Tunggu saja!” sahut Chen terdengar sopan. Nyatanya di terdengar sedikit kasar di telinga kedua paman Zishu tersebut.


`Bocah tengik ini!!! Huh sebentar lagi saya pasti akan membuatmu di tendang dari keluarga ini,` batin tuan Bi`an


`Sial! Dasar bocah tengik! Saya akan membuatmu menyesal atas semuanya,` batin tuan Huocun.


“Pergilah, Chen! Temui temanmu dan katakan juga pada Zishu bahwa kedua pamannya sedang menunggunya,” ucap nyonya Jia Lee hangat.


“Baik nek,” Chen beranjak berdiri dari duduknya dan kemudian berjalan pergi dari ruang keluarga. Meninggalkan nyonya Jia Lee, tuan Bi`an dan tuan Huocun.


“Benar, Bu. Kenapa tidak mengusirnya? Bocah itu tidak pantas tinggal di sini. Ia pasti hanya ingin memanfaatkan ibu dan Zishu. Jangan di butakan dengan sifat sok baiknya itu, Bu!” cecar tuan Bi`an memprovokasi nyonya Jia Lee.


“Namanya Chen, bukan bocah tengik. Ibu lihat Chen selalu bersikap sopan pada kalian. Mungkin kalian saja yang terlalu tidak menyukai Chen. Sampai apa pun yang di lakukannya, di anggap tidak baik oleh kalian!” tukas nyonya Jia Lee tegas.


Nyonya Jia Lee bukan bermaksud berpihak pada Chen daripada kedua putranya. Hanya saja kedua putranya itu di rasa sudah keterlaluan dalam bertindak untuk mendapatkan harta dari tuan Jiang, putra pertamanya. Sampai nyonya Jia Lee sendiri tidak mengerti. Bagaimana bisa kedua putranya seperti itu.


“Tapi Bu—” protes tuan Bi`an terhenti, ketika nyonya Jia Lee mengangkat tangannya.


“Cukup! Ibu minta kalian tidak perlu membahas soal mengusir Chen lagi. Chen adalah bagian dari keluarga Yan Utama. Orang kepercayaan dari kakak kalian. Jadi berhentilah mempermasalahkan keberadaannya di kediaman ini,”tegur nyonya Jia Lee yang tentunya tidak bisa di bantah lagi oleh tuan Bi`an atau tuan Huocun.


“Baiklah Bu,”sahut tuan Bi`an dan tuan Huocun secara bersamaan.


Mereka terpaksa menjawab seperti itu di depan nyonya Jia Lee. Padahal nyatanya mereka tidak akan menuruti teguran nyonya Jia Lee. Mereka tidak terima dan tidak senang akan kehadiran Chen. Rasa senang itu akan mereka dapatkan, jika Chen sudah berhasil di singkirkan dari kediaman Yan Utama dan juga jalan mereka.

__ADS_1


`Bocah itu telah berhasil membuat ibu pun memihak padanya. Ini tidak bisa di biarkan!` batin tuan Huocun.


#:Sementara itu di luar ruangan keluarga


“Zi`er, Lui!” panggil Chen ketika melihat Zishu dan Lui baru saja berjalan masuk ke dalam ke kediaman.


“Kedua pamanku sudah datang, kak?” tanya Zishu langsung. Ia berusaha menghindari pertanyaan dari Chen yang pasti mempertanyakan kedatangannya bersama Lui.


“Sudah. Mereka ada di ruang keluarga bersama nenek,” jawab Chen


“Oh baiklah. Aku akan pergi menemui mereka,” Zishu bergegas berjalan pergi menuju ke ruang keluarga.


Sebelum mendapat jawaban dari Chen. Kepergian Zishu yang tampak buru-buru membuat alis Chen terangkat. Chen mengalihkan tatapannya ke arah Lui.


“Kita ke ruang tamu!” ajak Chen sebelum bertanya hal yang ingin di tanyakannya pada Lui.


“Baiklah,” sahut Lui mengangguk setuju. Ia berjalan dengan gaya coolnya, beriringan dengan Chen.


Tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai ke ruang tamu. Chen dan Lui duduk di sofa yang ada di sana.


“Mau minum apa?” tawar Chen pada Lui.


“Apa saja,” singkat Lui


Chen mengangguk mengerti. Segera ia perintahkan salah satu pelayan yang ada di dekatnya untuk membuatkan minuman.


“Katakan padaku, apa yang terjadi? Tumben sekali kau datang ke sini, bersama Zishu pula. Tidak mungkin kalau tidak ada yang terjadi,” sosor Chen penasaran, setelah memerintahkan pelayan tadi.


“Aku ingin membicarakan sesuatu denganmu dan nyonya Jia Lee,” ungkap Lui


... _____...


... Terima kasih sudah mampir ke cerita ini🌹...

__ADS_1


... Jangan lupa tinggalkan jejak👣...


... [Like👍+Comment💬+Vote💌+Favorit❤]...


__ADS_2