Turns Out My Mate

Turns Out My Mate
Eps 43. Kekesalan Feiyu


__ADS_3

... ||•🥀Happy Reading🥀•||...


... _____...


Zishu menganggukkan pelan kepalanya. Kakinya pun terus bergerak seirama dengan gerakan kaki Lui dan alunan musik. Meski masih merasa canggung, Zishu sesekali beradu tatapan dengan Lui. Tangannya pun tidak beralih dari pundak Lui—suaminya itu.


“Apa aku begitu menakutkan, sampai kamu tidak berani lama menatapku?” tanya Lui sedikit bercanda. Ia tahu kalau Zishu sedang merasa canggung terhadapnya.


“Eh—tidak begitu. Aku—aku hanya canggung saja,” jawab Zishu secara spontan sebab tidak ingin membuat Lui salah paham terhadapnya.


“Fuufft aku tahu itu, sayang. Rasa canggung sudah biasa di alami orang-orang yang baru mengenal. Kamu hanya perlu waktu untuk terbiasa, begitu juga aku!” Lui tersenyum kecil mendengar Zishu gagap menjawab pertanyaannya.


`Sangat lucu!` batin Lui


“Iya, itu benar. Aku perlu waktu untuk situasi ini dan ku harap kamu—Heem bisa membantuku,” Zishu menatap dalam manik mata Lui.


“Aku pasti membantumu,” balas Lui membalas tatapan Zishu. Senyumannya tidak pernah memudar, saat menatap istrinya itu.


“Terima kasih,” tutur Zishu ikut tersenyum.


“Sayang,” lanjutnya pelan tapi masih bisa di dengar oleh Lui.


“Apa pun untukmu sayang!” seru Lui lembut, penuh kehangatan. Zishu semakin mengembangkan senyuman manisnya mendapat kehangatan itu.


Entahlah apa yang di rasakan Zishu saat ini. Jelasnya ia benar-benar mengagumi sosok Lui. Laki-laki yang tidak hanya tampan, baik, ramah tapi juga penuh kehangatan. Jujur saja, ia senang bisa mengenalnya. Walau tidak pernah menyangka akan menikah dengannya dalam waktu yang singkat. Hanya mengenalnya dari sosial media, tidak secara langsung. Mulai saat ini ia bisa mengenalnya secara langsung dan lebih dalam.


“Kamu sangat cantik saat tersenyum seperti ini,” lanjutnya menggoda Zishu. Spontan istrinya itu kembali salah tingkah dan pipinya memerah.


`Haissh dari sekian banyak godaan, kenapa hanya godaannya yang membuatku merasa salah tingkah seperti ini?` batin Zishu

__ADS_1


“Jangan menggodaku seperti itu,” pinta Zishu pelan.


“Tidak. Aku tidak hanya menggodamu tapi itulah kenyataannya,” kilah Lui, tepat di saat alunan musik berhenti.


Sontak pipi Zishu semakin memerah. Namun segera ia palingkan wajahnya dan berjalan menjauh dari Lui. Melihat itu tentu membuat Lui terkekeh. Sangat menyenangkan baginya melihat Zishu seperti itu. Chen yang sedari tadi memperhatikan keduanya pun, ikut terkekeh. Ia tahu bahwa dari gerak-geriknya saja, Zishu sedang salah tingkah.


`Fuufft sepertinya Lui berhasil membuat Zi`er salah tingkah,` batin Chen


Berbeda dengan Zishu yang di buat salah tingkah oleh Lui, Feiyu justru merasa kesal dengan Chunying. Ia kesal sebab apa yang telah di lakukan Chunying tadi pada Zishu. Sedangkan ia sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk berdansa bersama Chunying.


“Huh ini sangat mengesalkan!” umpat Feiyu seraya meminum minuman soda untuk meredam kekesalannya. Ia sudah menjauh dari ruang tengah tadi. Menepikan diri ke tempat yang tidak terlalu ramai di sana.


“Ada apa? Kenapa kamu tampak kesal?” tiba-tiba Chunying datang menghampiri Feiyu.


“Heh kamu tanya kenapa? Tanya pada dirimu itu!” Feiyu mendengus kesal. Matanya menatap sinis ke arah Chunying.


“Hmmm kamu kesal karena tidak berdansa denganku?” tebak Chunying asal.


“Cuma karena itu?” tanya Chunying tanpa merasa berbuat salah.


“Kamu tanya cuma karena itu? Mikir gak sih gimana perasaanku? Aku tidak suka melihatmu seperti itu! Sangat tidak suka!” cecar Feiyu memperlihatkan kekesalannya. Namun masih bisa mengendalikan nada bicaranya agar tidak di dengan orang lain.


“Astaga sayang. Kenapa kesal cuma karena itu? Aku tadi cuma sedang membuat citra sebagai tunangan yang romantis di hadapan semua orang. Kamu tahu kan? Mereka semua itu orang-orang berpengaruh. Sebisa mungkin aku harus membuat mereka merasa kagum terhadapku,” Chunying berusaha meredam kekesalan Feiyu padanya.


“Ya-ya, aku tahu itu tapi haruskah seperti itu? Kamu seperti tidak memikirkan perasaanku!” tuding Feiyu yang masih saja kesal. Bahkan ia menggenggam kuat gelas minuman di tangannya. Ia benar-benar sangat kesal.


“Bukan begitu sayang. Kamu harus mengerti bahwa hal seperti itulah yang bisa membuahkan hasil besar. Apa hasilnya? Pertama, Zishu semakin tergila-gila denganku dan kedua, ku dapatkan citraku sebagai tunangan yang romantis di hadapan semua orang. Kamu tahu apa artinya dua hal ini? Jika Zishu sudah tergila-gila padaku, itu akan sangat memudahkanku untuk mengendalikannya. Setelah rencana kita tercapai, aku akan meninggalkannya. Citraku sebagai tunangan yang baik dan romantis sangat berguna di sini. Orang-orang akan berpikir bahwa Zishu telah melakukan sebuah kesalahan, sampai aku meninggalkannya. Kamu paham kan itu?” jelas Chunying panjang lebar agar Feiyu berhenti kesal.


“Kamu memang ada benarnya juga soal ini,” tidak dapat di sangkal oleh Feiyu bahwa ucapan Chunying barusan, memang benar. Namun kekesalannya tidak bisa di ungkiri.

__ADS_1


“Jadi jangan lagi kesal padaku soal ini, oke!? Nanti aku belikan tas yang tadi kamu inginkan deh,” bujuk Chunying menggunakan cara andalannya.


“Huh baiklah. Aku tidak akan kesal lagi, asal kamu benar-benar membelikan tas itu!” Feiyu mau tidak mau menghentikan kekesalannya. Demi tas yang tadi siang ingin di belinya. Mana mungkin ia membiarkan tas mahal itu tidak di dapatkannya. Hanya karena kekesalannya saja.


“Iya sayang,” Chunying ingin sekali memeluk Feiyu tapi harus di tahannya. Mengingat situasi yang seperti ini, tidaklah mendukungnya.


“Mau bersulang?” lanjutnya mengangkat gelas minuman soda miliknya ke arah Feiyu.


“Bersulang,” Feiyu mengangkat gelasnya juga dan kemudian meminumnya, begitu juga Chunying. Tidak ada lagi raut kekesalan di wajahnya, ia sudah berhenti kesal. Sekarang hanya ada raut senang karena akan mendapatkan tas yang di inginkannya.


`Lupakan soal kekesalanku tadi! Terpenting sekarang aku akan mendapatkan tas yang ku inginkan. Memang menyenangkan mempunyai kekasih seperti Chunying,` batin Feiyu


Tanpa Feiyu dan Chunying sadari, ada sepasang mata yang terus memperhatikan mereka berdua. Matanya indah tapi tatapannya tampak jijik pada kedua orang yang sangat di kenalnya itu. Siapa lagi pemilik mata indah itu—selain Zishu.


“Hmmm laki-laki pengkhianat, emang cocok berpasangan dengan perempuan bangsat!” gumam Zishu pelan, tersenyum kecut menatap Feiyu dan Chunying yang berada lumayan jauh darinya.


“Zi`er!?” panggilan itu sontak membuat Zishu langsung mengalihkan tatapannya dan menemukan nyonya Jia Lee di belakangnya.


“Ada apa nek?” tanya Zishu seraya memegang tangan neneknya itu.


Selama acara berlangsung, hanya beberapa kali Zishu sempat berbicara dengan nyonya Jia Lee. Ini di karenakan neneknya itu banyak bercengkerama para tamu. Yah para tamu yang sudah sangat dekat dengan keluarga Yan utama. Sedangkan Zishu juga sibuk menyapa para tamu yang lain.


“Bagaimana rasanya setelah berdansa dengan nak Lui, Zi`er? Pasti senang kan?” tanya nyonya Jia Lee usil. Nada bicaranya pun pelan, sehingga hanya Zishu dan pelayan pribadinya yang dapat mendengar.


“Kata siapa nek? Aku merasa biasa saja,” Zishu membantah cepat. Sayangnya nyonya Jia Lee tidak percaya dengan jawaban cucunya itu.


... _____...


... Terima kasih sudah mampir ke cerita ini🌹...

__ADS_1


... Jangan lupa tinggalkan jejak👣...


... [Like👍+Comment💬+Vote💌+Favorit❤]...


__ADS_2