Turns Out My Mate

Turns Out My Mate
Eps 82. Terbongkar


__ADS_3

...||•🥀Happy Reading🥀•||...


..._____...


Zishu mengambil berkas berisi beberapa bukti yang baru saja di berikan Mian. Bukti tindakan tuan Bowen yang menyebabkan masalah di proyek.


“Bukalah!” titah Zishu memberikan berkas itu pada tuan Bowen.


“Apa ini, Presider?” tanya tuan Bowen seakan tidak mengerti. Nyatanya ketakutan benar-benar menyelimuti hatinya. Takut jika berkas itu benar adalah bukti yang akan membuat ia dalam masalah besar.


“Menurut, tuan?” tanya Zishu balik—Raut wajahnya datar bak tripleks.


Glek...


Susah payah tuan Bowen menelan salivanya. Ia ragu untuk membuka berkas itu. Tetapi, tuan Ming dan beberapa orang lainnya sedang menatap dengan tatapan menuntut. Ya—Menuntut untuknya membuka berkas itu.


“Jika kau tidak mau membukanya, biar aku saja!” seru tuan Ming yang terlanjur sangat penasaran.


Tuan Bowen sempat menatap kosong orang-orang di sekitarnya. Sebelum membuka berkas yang di berikan Zishu. Jantungnya seakan berhenti berdetak, padahal baru lembaran pertama. Keringat juga mulai bercucuran di dahinya. Habislah sudah—Habis dirinya hari ini. Semua tindakannya terbongkar di setiap isi lembaran berkas itu.


‘Arghhh—Bagaimana mungkin Presider bisa menemukan bukti selengkap ini!? Aku benar-benar habis kali ini,' batin tuan Bowen


Gelagat aneh tuan Bowen mencurigakan. Sontak membuat tuan Ming berpikiran buruk. Namun harus memastikannya terlebih dulu. Tanpa izin, berkas yang ada di tangan tuan Bowen di rebutnya. Satu-persatu lembaran berkas itu di baca. Semakin di baca, raut wajahnya semakin terkejut. Usai membaca semuanya, tuan Ming menatap tidak percaya ke arah tuan Ming. Reaksi tuan Ming tidak lepas dari penglihatan beberapa orang lainnya. Mereka penasaran dan langsung membaca berkas itu juga. Reaksi mereka sama seperti tuan Ming—Sangat terkejut, tidak percaya.


Beda halnya dengan reaksi Zishu yang tidak seperti mereka. Tetapi, sorot matanya tajam mengarah pada tuan Bowen. Seakan ingin melukai laki-laki paruh baya yang hampir seusia dengan kedua pamannya itu.


“Jangan tanya kenapa aku bisa menemukan bukti-bukti ini. Itu tidaklah penting. Terpenting sekarang, bagaimana tuan bisa menjelaskan semua bukti ini padaku? Oh bukan menjelaskan tapi—Memberi alasan untuk menyangkalnya kembali,” ucap Zishu seolah tahu apa yang tengah di perdebatkan tuan Bowen dalam batinnya.

__ADS_1


Entah ke mana perginya kepintaran tuan Bowen dalam bersilat lidah, sampai tidak bisa berkata apa-apa. Mulut tuan Bowen kelu untuk kembali beralasan agar dirinya selama. Identitas Zishu bukan hal yang bisa di remehkannya. Apalagi melihat bagaimana atasannya itu bisa mendapatkan bukti tindakannya, jelas membuktikan seberapa kuat kekuasaannya. Namun mengingat Chen yang berkali-kali gagal menyelidiki tindakannya, tuan Bowen berpikir kembali. Zishu bukan hanya mempunyai kekuasaan kuat tapi juga kepintaran. Jika beralasan lagi, ia yakin itu akan sia-sia.


“Nona ini—” tuan Bowen ragu untuk berucap.


Pilihan cara untuk ia selamat hari ini adalah mengakui bahwa bukti itu benar atau terpaksa menelepon orang yang menyuruhnya melakukan semua itu. Benar-benar pilihan membingungkan.


“Apa kau ingin menyangkalnya lagi? Bukti ini sudah jelas. Beralasan pun tidak akan membuat kami percaya. Sungguh aku tidak menduga hal ini dari kau!” seru tuan Ming, sebelum Zishu berucap. Raut wajahnya tampak berganti kecewa. Ya—Bagaimana pun ia dan tuan Bowen merupakan teman dekat. Selama ini tuan Ming mempercayainya dalam urusan pekerjaan dan tuan Bowen tidak pernah berbuat seperti ini.


“Kami juga tidak menduga ini darimu, tuan Bowen! Tindakan tuan telah membuat perusahaan mengalami kerugian. Sekarang beberapa pekerja terluka. Ini bukan yang kami harapkan dari tuan. Kami tidak percaya dan kecewa,” timpal orang berkemeja merah mengungkapkan kekecewaan, mewakili beberapa orang lainnya.


Tuan Bowen terdiam menatap orang-orang yang tengah kecewa terhadapnya.


“Sejujurnya tidak masalah jika perusahaan mengalami kerugian tapi satu hal yang sangat ku sayangkan. Tindakan tuan membuat beberapa pekerja terluka hari ini. Beruntung hanya terluka, lalu bagaimana jika ada yang kehilangan nyawa? Harusnya tuan memikirkan risiko terburuk itu,” kini giliran Zishu yang berucap, usai diam mendengarkan sesaat.


“Presider—Saya bisa jelaskan semua ini! Tolong dengarkan dulu!” pinta tuan Bowen penuh harap.


Tuan Ming ingin memarahi tuan Bowen yang tampak tidak mau mengakui semua itu. Tetapi, Zishu mengisyaratkannya untuk diam. Sehingga mau tidak mau, tuan Ming menurutinya.


Waktu itu singkat tapi cukup berharga bagi tuan Bowen. Apalagi saat ini situasi sedang tidak menguntungkan. Sebisa mungkin ia harus menyelamatkan dirinya.


“Ada orang yang menyuruh saya, Presider! Orang itu berjanji akan memberikan saya banyak uang,” ungkap tuan Bowen apa adanya. Hanya dengan cara itu, dirinya bisa terselamatkan.


“Siapa orangnya?” tanya Zishu langsung to the point. Padahal bisa saja ia mengetahui sendiri tapi biarkan tuan Bowen saja yang memberitahunya.


Tuan Bowen menghela nafasnya. “Tu—tuan Houcun,”


Nama itu bukan mengejutkan lagi bagi Zishu. Dirinya tampak biasa. Tidak seperti tuan Ming dan beberapa orang lainnya yang terkejut mendengar nama itu. Pasalnya mereka tahu, tuan Houcun merupakan paman dari Zishu sendiri. Apa mungkin ada masalah internal keluarga sampai tuan Houcun membuat masalah di proyek keponakannya sendiri? Pikir mereka. Namun tuan Ming tidak mudah percaya, bisa saja tuan Bowen berbohong untuk menutupi kesalahan yang telah di lakukannya.

__ADS_1


“Apa kau punya bukti!?” tanya tuan Ming datar.


“Tidak perlu bukti. Aku percaya ucapannya,” jawab Zishu, bukan tuan Bowen.


Tuan Ming, tuan Bowen dan beberapa orang lainnya tersentak. Bagaimana bisa Zishu percaya tanpa bukti. Akan tetapi, hal ini jelas membuktikan bahwa benar ada masalah internal keluarga.


“Presider—Anda yakin tidak perlu bukti? Saya punya buktinya soal ini,” ucap tuan Bowen memastikan. Yah memang ia memiliki bukti sebagai antisipasi di situasi seperti ini. Di bilang licik, tidak juga. Tuan Bowen hanya cukup pintar dalam memosisikan dirinya agar tetap aman.


‘Masa bodoh dengan sisa uangku! Aku harus bisa membuat diriku tetap aman sekarang,' batin tuan Bowen


Zishu menggelengkan kepalanya. “Lupakan soal bukti! Aku ingin tahu, apa yang akan tuan lakukan untuk bertanggung jawab atas semua ini? Terutama kejadian hari ini,”


“Saya akan mengganti semua. Termasuk biaya perawatan pekerja yang terluka tapi—” tuan Bowen menggantung ucapannya.


“Tapi kau ingin Presider memaafkan kesalahanmu. Begitukah?” sela tuan Ming asal menebak.


“Benar,” sahut tuan Bowen membenarkan.


“Apa tuan punya cukup uang untuk mengganti semua ini?”


Pertanyaan yang Zishu ajukan, sontak membuat tuan Bowen tergelak. Terdengar sedang meremehkan keuangannya tapi benar itu faktanya. Ia bisa kehilangan banyak harta hanya untuk mengganti kerugian perusahaan. Belum lagi biaya perawatan pekerja. Hartanya bisa habis semua.


“Cu—kup, Presider!” jawabnya ragu.


...______...


...Terima kasih sudah mampir ke cerita ini🌹...

__ADS_1


...Jangan lupa tinggalkan jejak👣...


...[Like👍+Comment💬+Vote💌+Favorit❤️]...


__ADS_2