Turns Out My Mate

Turns Out My Mate
Eps 27. Tidak kenal tempat!


__ADS_3

... ||•🥀Happy Reading🥀•||...


... _____...


Zishu, Chunying dan Feiyu berjalan menyusuri satu-persatu tempat belanja. Tidak satu pun mereka lewatkan. Sudah ada beberapa barang yang mereka beli. Harganya pun beragam. Dari yang termurah sampai termahal. Barang dengan harga termurah itu di beli Zishu. Sebaliknya Feiyu membeli barang dengan harga termahal.


Membeli barang dengan harga murah, bukan berarti selera Zishu rendah. Melainkan memang dirinya tidak terlalu suka membeli barang mahal. Barang murah pun kualitasnya tidak kalah mewah. Asalkan memilihnya dengan pintar.


“Kamu tidak mau membeli apa pun?” tanya Zishu pada Chunying yang sedari tadi hanya menemaninya dan Feiyu berbelanja.


“Tidak. Kalian saja yang berbelanja. Aku cukup menemani,” jawab Chunying tersenyum.


Saat ini mereka bertiga sedang berada di tempat khusus sandal harian, sepatu, Heels hingga High Heels. Di sana di khususkan untuk perempuan. Tersedia berbagai macam merek, jenis, ukuran dan harga. Sehingga membuat para pembeli dengan rasa bingung untuk memilih membeli yang mana.


“Baiklah. Aku ke sana dulu. Mau cari Heels buat acara besok,” tunjuk Zishu pada area Heels.


“Aku tunggu di sini,” sahut Chunying dan di angguki oleh Zishu.


Zishu berjalan pergi menuju area Heels. Menjauhi Chunying yang duduk dengan santainya di kursi tempat menunggu. Melihat Zishu yang sudah pergi menjauh, Chunying langsung melihat ke arah Feiyu. Saat ini Feiyu tengah bingung memilih di antara dua High Heels.


“Ada apa?” tanya Chunying pelan dan hanya Feiyu yang dapat mendengarnya. Jarak mereka berdua tidak terlalu jauh.


“Aku bingung memilih di antara dua High Heels ini. Keduanya terlihat sangat indah. Aku ingin memiliki keduanya. Apa boleh?”ucap Feiyu pelan dan bernada manja. Ia ingin membeli keduanya.


“Boleh. Belilah keduanya,” jawab Chunying


“Sungguh? Ah kamu memang sangat terbaik. Aku mencintaimu,”Feiyu merasa sangat senang tapi tetap menjaga nada bicaranya. Jangan sampai ada yang mendengar ucapannya karena tempat ini cukup ramai.


Chunying membalas dengan anggukan kepala. Ia ikut merasa senang, memanjakan sang selingkuhannya itu.

__ADS_1


“Kak Chen sangat royal terhadap kak Feiyu. Biarkan sajalah. Kenapa aku harus peduli? Mending milih Heels, itu lebih penting.” gumam Zishu yang sempat melirik ke arah Chunying dan Feiyu.


Ia tidak dapat mendengar pembicaraan mereka tapi mengerti dari apa yang di lihatnya. Feiyu ingin membeli dua High Heels yang di sukainya dan Chunying membolehkannya.


***


Zishu, Chunying dan Feiyu sekarang pergi ke tempat pakaian. Setelah dari tempat sepatu dan lainnya. Tempat pakaian yang sedang mereka datangi ini, menyediakan berbagai macam jenis pakaian laki-laki dan perempuan. Dari pakaian dalam, pakaian kasual, olahraga, Dress, gaun hingga setelan formal. Tersedia juga dari berbagai macam merek ternama.


Zishu pergi ke area pakaian kasual. Feiyu ke area pakaian dalam dan Chunying ke area setelan formal. Mereka bertiga pergi ke area yang berbeda. Terlebih lagi, setiap area terbentuk sebuah ruang. Dalam artian lain, semua area tempat itu tidak tergabung menjadi satu. Melainkan di pisahkan oleh dinding ruang masing-masing.


“Beli ini aja deh,” cukup lama Zishu memilih pakaian kasual yang di inginkan. Sampai akhirnya pilihannya jatuh pada 2 set pakaian kasual berwarna Army dan kuning-hitam.


Selesai memilih, ia berniat pergi ke kasir dan menunggu Chunying serta Feiyu di sana. Namun sebelum berhasil mencapai kasir, Zishu di suguhkan pemandangan tidak terduga. Ya—pemandangan yang cukup membuat matanya ternoda. Di mana Chunying dan Feiyu sedang berciuman mesra di sudut area setelan formal.


“Kalian beruntung tempat ini sepi. Kalau ramai—mungkin kalian akan malu. Ck mau bermesraan tidak kenal tempat,” decak Zishu sembari melanjutkan berjalan.


“Apa yang bisa saya bantu, nona?” sapa perempuan si penjaga kasir dengan ramah pada Zishu. Ketika ia sudah sampai di tempat kasir.


“Berapa total harga kedua set ini? Saya mau beli,” tanya Zishu sembari meletakkan kedua set pakaian kasual yang sudah di pilihnya.


“Harap tunggu sebentar, nona!” seru perempuan itu. Zishu mengangguk mengerti.


Perempuan itu segera melakukan tugasnya sebagai kasir. Memeriksa harga per pakaian setelah di totalkan menjadi satu. Ia cukup cekatan melakukannya, sampai tidak membutuhkan waktu lama untuk mengetahui total harga kedua set pakaian kasual itu. Zishu mengeluarkan kartu miliknya sendiri dan membayar kedua set pakaian tadi.


“Apa bisa minta tolong?” tanya Zishu pada perempuan—si penjaga kasir yang tengah sibuk mengemaskan kedua set pakaian kasual tadi dan memasukkannya ke dalam sebuah paperbag.


“Minta tolong apa nona?” tanya perempuan itu balik.


“Tadi saya datang ke sini bersama tunangan dan sepupu saya. Tolong katakan pada mereka, kalau saya pergi duluan karena ada urusan mendadak. Tidak bisa mengatakan pada mereka secara langsung. Salnya saya harus pergi sekarang,” jawab Zishu berbohong. Padahal ia tidak memiliki urusan apa pun. Yah hanya saja suasana hatinya buruk setelah melihat Chunying dan Feiyu tadi bermesraan.

__ADS_1


“Baik nanti akan saya sampaikan, nona!” sahut perempuan itu tanpa bertanya lagi.


“Terima kasih,” tutur Zishu ramah


“Sama-sama. Ini milik nona,” perempuan itu menyerahkan paperbag berisi dua set pakaian kasual yang tadi di beli Zishu.


“Terima kasih sekali lagi!” seru Zishu sembari menerima paperbag itu.


“Terima kasih juga karena sudah berbelanja di tempat kami,” ucap perempuan itu tersenyum.


Zishu mengangguk pelan dan senyuman manisnya tetap mengembang di bibirnya. Ia berjalan pergi dari tempat itu. Beberapa barang yang di belikan oleh Chunying pun juga tidak lupa di bawanya. Pikirannya tidak memikirkan tunangannya bersama sepupunya. Hatinya juga tidak kecewa lagi. Mungkin karena perlahan hatinya sudah mati rasa.


“Sebaiknya aku jalan-jalan sebentar lagi di sini. Waktu juga belum terlalu sore,” gumam Zishu melirik ke arah jam tangannya yang baru menunjukkan jam 5 sore.


Ia memutuskan untuk lanjut jalan-jalan di The Place. Mengitari semua tempat yang ada di sana. Berjalan santai dan membalas sapaan dari beberapa orang yang menyapanya. The Place cukup luas sampai tidak terasa, setengah jam berlalu. Ia memeriksa ponselnya dan di sana terdapat pesan dari Chen, Jun beserta temannya yang lain. Tidak ada satu pun pesan dari Chunying dan ia juga tidak mengharapkan itu.


“Pesanku saja selama ini sering di abaikan, apalagi perasaanku. Biarlah, ini lebih baik. Setidaknya sekarang perasaanku sudah tidak ada untuknya,” ucap Zishu sembari meletakkan ponselnya kembali, setelah membalas pesan Chen dan Jun.


“Sebelum pulang, aku beli Es krim dulu ah! Hmmm tadi mereka mengatakan kalau ada Es krim enak sebagai penutup di salah restoran yang ada di sini. Aku ingin mencobanya,” lanjutnya ketika ingat rekomendasi dari salah satu orang yang menyapanya.


Tanpa menunggu lagi, Zishu kembali melanjutkan jalannya. Ia mengarah ke area khusus restoran di The Place ini. Tidak tahu restoran mana yang ingin di tujunya, Zishu memilih bertanya pada orang lain. Sampai akhirnya ia menemukan restoran yang es krimnya di rekomendasikan padanya.


... _____...


... Terima kasih sudah mampir ke cerita ini🌹...


... Jangan lupa tinggalkan jejak👣...


... [Like👍+Comment💬+Vote💌+Favorit❤]...

__ADS_1


__ADS_2