Turns Out My Mate

Turns Out My Mate
Eps 28. Es Krim


__ADS_3

...||•🥀Happy Reading🥀•||...


..._____...


Sesampai di restoran itu, Zishu harus bersabar terlebih dahulu untuk mendapatkan Es krim. Ia harus menunggu gilirannya. Hal ini di karenakan banyak orang yang sudah lebih dulu datang dan memesan Es Krim di restoran itu. Peminatnya juga bukan terbatas pada anak-anak saja tapi orang dewasa juga. Rasanya yang enak membuat banyak orang ingin mencobanya. Awal musim panas ini juga sangat cocok menikmati dinginnya Es Krim.


Tidak heran kalau saat ini banyak yang datang untuk membelinya.


Zishu menunggu sekitar 15 menit, baru mendapatkan es krim pesanannya. Kemudian pergi dari restoran itu sembari menikmati es krimnya. Enak—kata itu memang sangat tepat untuk Es Krim yang sedang di nikmatinya. Zishu sangat menikmati es krim itu sampai habis tidak tersisa.


“Seharusnya aku beli dua. Es krim ini terlalu enak dan aku menyukainya. Mau kembali lagi masuk ke dalam, sudah terlanjur sampai ke parkiran. Hmmm lain kali saja lagi aku belinya. Sekarang pulang dulu,” ucap Zishu sembari membuka pintu mobilnya.


Ia memasukkan barang-barang belanjaan ke kursi belakang. Setelahnya ia sudah mau masuk ke dalam mobil, seseorang menghentikannya.


“Ambillah!” seru seseorang dari arah belakangnya.


Tangannya mengulurkan bungkusan berisi es krim dengan rasa yang sama. Seperti yang tadi Zishu makan. Sontak Zishu langsung membalikkan badannya.


“Kamu?” sentak Zishu terkejut melihat siapa orang itu.


“Ambillah es krim ini! Saya tadi membelinya untuk nona,”orang itu tersenyum seperti biasanya. Tangannya masih mengulur ke arah Zishu.


“Eh—kenapa tuan Lui membelikannya untukku?” tanya Zishu masih terkejut.


Lui—ialah laki-laki yang sedang mengulurkan bungkusan berisi es krim itu padanya. Laki-laki itu terlihat tampan dengan setelan formal tanpa jas. Hanya kemeja merah yang melekat di tubuh kekarnya. Lengan panjangnya pun di lipatnya. Celana dan sepatu hitam pekat di pakainya sebagai bawahannya.


“Saya membelikannya karena tahu kalau nona lagi kepanasan,” jawab Lui menyandarkan tubuhnya di mobil, di samping mobil Zishu.


“Cuacanya memang membuatku kepanasan tapi kenapa tuan Lui harus repot membelikan es krim. Saya tadi sudah membelinya,” Zishu masih tidak mengerti dengan apa yang di lakukan Lui sekarang.


“Bukan cuma cuaca tapi nona juga panas karena yang lain. Saya tebak nona panas melihat tunangan nona berselingkuh dengan sepupu nona sendiri. Benarkan?” terka Lui bersedekap dada.


Bisa bayangkan betapa coolnya ia bersandar sambil bersedekap dada. Zishu sendiri tidak bisa mengungkiri kalau dirinya terpesona melihatnya. Namun ia kembali tersadar dan terkejut lagi karena tebakan Lui.

__ADS_1


`Bagaimana ia bisa tahu?` batin Zishu


“Nona pasti bertanya bagaimana saya bisa tahu itu kan? Perselingkuhan tunangan nona sudah di ketahui, termasuk saya sendiri. Saya juga tahu kalau nona panas karena tadi melihatnya bermesraan dengan sepupu nona,” lanjutnya.


“Benarkah sudah di ketahui beberapa orang?” tanya Zishu memastikan.


Ia tidak menyangka kalau sudah ada beberapa orang yang tahu tentang perselingkuhan Chunying dan Feiyu.


“Itu benar,” jawab Lui


“Lalu bagaimana bisa tuan tahu, kalau tadi aku melihat mereka bermesraan?”tanya Zishu lagi.


“Saya tadi juga berada di sana tapi beda ruangannya. Makanya saya tahu,” jawab Lui jujur.


Ia tadi memang sedang berada di sana, saat Zishu melihat Chunying dan Feiyu bermesraan. Bukan bermaksud mengikuti Zishu tapi ini unsur ketidaksengajaan.


“Em begitu ya,” sungut Zishu mengerti.


“Sekarang ambillah ini. Saya sengaja membelikannya untukmu,” ucap Lui kembali mengulurkan bungkusan Es krim tadi pada Zishu.


“Tidak masalah. Habis ini nona langsung pulang?” tanya Lui membuat alis Zishu terangkat.


“Kenapa bertanya itu? Aku memang akan pulang,” tanya Zishu balik.


“Kalau nona tidak terlalu terburu-buru, mau tidak jalan-jalan sebentar ke Wangfujing? Suasana hati nona pasti lebih membaik di sana,” terdengar mustahil seorang Lu Zeming mengajak perempuan jalan-jalan. Namun inilah yang terjadi kali ini.


`Tuan Lui ini habis terkena apa sih? Kok bisa begini. Dari informasi yang ku dengar, tuan Lui tidak pernah seperti ini. Tidak mungkin kan menculikku?` batin Zishu


“Jangan berpikir aneh. Saya hanya mau mengajak nona jalan-jalan sebentar,” lanjutnya memperingatkan. Ia seolah tahu apa yang sedang di pikirkan Zishu.


“Ha—tuan Lui tahu apa yang sedang ku pikirkan?” Zishu melongo tidak percaya.


“Fuufft saya hanya menebak saja. Jadi mau tidak?” Lui terkekeh melihat betapa menggemaskannya putri dari tuan Jiang itu.

__ADS_1


“Wangfujing ya?” ucap Zishu mempertimbangkan ajakan Lui. “Baiklah tapi hanya sebentar saja,”


“Iya sebentar saja. Kamu nikmati saja dulu Es Krim itu. Baru setelahnya kita pergi,” sahut Lui tersenyum. Ia senang karena ajakannya tidak di tolak.


“Baiklah,” singkat Zishu tidak menolak untuk menikmati es krim yang sudah berada di tangannya. Jujur saja, es krim itu membuatnya ingin menikmatinya lagi.


Zishu membuka bungkusan Es krim itu dan mulai menikmatinya. Tidak peduli ada Lui di hadapannya, ia menikmatinya dengan lahap tanpa malu. Terkadang Lui tertawa kecil melihatnya. Ia seperti anak kecil yang sangat suka es krim.


“Nona sepertinya sangat menyukai Es krim,” ucap Lui menggeleng-gelengkan kepalanya.


“Sangat menyukai, tidak. Hanya menyukai,” Zishu sudah menghabiskan Es krimnya tanpa sisa. Bungkusannya pun juga di buang ke tempah sampah di dekatnya.


Di mana pun berada, jika ingin membuang sampah. Buanglah pada tempatnya. Sama-sama menjaga tempat agar tetap bersih.


“Aku sudah selesai. Tuan bawa mobil sendiri kan?” lanjutnya.


“Iya bawa. Kamu jalanlah lebih dulu. Nanti saya akan mengikuti dari belakang.” jawab Lui sudah tahu maksud dari Zishu. “Kamu tahu kan jalan menuju Wangfujing?”


Zishu menggelengkan kepalanya, tanda kalau ia tidak tahu. Ia pernah ke sana tapi tidak tahu jalannya. Saat itu ia masih kecil dan tidak pernah lagi ke sana.


“Ya sudah. Kalau begitu nona bisa ikuti mobil saya atau kita satu mobil. Nanti saya yang akan mengemudikan mobil nona,” lanjutnya


“Aku ikuti mobil tuan,” sahut Zishu cepat. Mana mungkin ia satu mobil dengan Lui. Bisa-bisa tambah tidak normal detak jantungnya.


“Baiklah. Kita pergi sekarang!” seru Lui dan Zishu mengangguk samar.


Lui segera berjalan masuk ke dalam mobilnya yang tidak jauh darinya. Zishu juga masuk ke mobilnya sendiri. Setelah mobil Lui melaju lebih dulu, di iringi mobil Zishu di belakangnya. Mobil mereka berdua beriringan dengan jarak dekat. Melaju dengan kecepatan sedang, meninggalkan kawasan The Place.


..._____...


...Terima kasih sudah mampir ke cerita ini🌹...


...Jangan lupa tinggalkan jejak👣...

__ADS_1


... [Like👍+Comment💬+Vote💌+Favorit❤]


...


__ADS_2