
...||•🥀Happy Reading🥀•||...
..._____...
Zishu bersama Jun, berjalan di antara para tamu yang sudah memberi jalan. Hingga akhirnya berhenti di tengah ruang. Tepatnya di hadapan keluarga Yan bagian. Sebelum memulai acara, tentunya Zishu harus menyapa mereka lebih dulu. Jun mengerti itu dan segera berjalan menuju ke arah Chen.
“Aku senang kalian datang,” ucap Zishu saat sudah berdiri tepat di hadapan keluarga Yan bagian.
“Kami juga senang bisa ikut mengambil bagian dalam hari besarmu ini,” sahut nyonya Liena—istri dari tuan Bi`an.
“Baguslah, tante!” seru Zishu sambil memeluk nyonya Liena. “Aku merindukan tante,”
“Tante juga merindukanmu,” nyonya Liena membalas pelukan Zishu. Senyumannya pun terlihat sangat di paksakan.
“Bagaimana kabar tante?” tanya Zishu, memeluk sesaat nyonya Liena.
“Sangat baik. Kamu?” tanya nyonya Liena balik.
“Baik juga, tan!” balas Zishu
“Baguslah kalau begitu. Selamat ulang tahun untukmu. Semoga kamu selalu baik-baik saja,” ucap nyonya Liena sedikit menekankan kalimatnya.
`Jika keberuntungan berpihak padamu malam ini,` batin nyonya Liena
“Terima kasih tan,” Zishu hanya tersenyum kecut mendengarnya. Ia tahu bahwa ucapan nyonya Liena pastinya berhubungan dengan apa yang akan terjadi.
Kemudian ia beralih memeluk nyonya Rou—istri tuan Huocun. “Bagaimana juga kabarmu, tante Rou?”
“Seperti yang kamu lihat. Tante sehat, bagaimana denganmu juga?” tanya nyonya Rou hangat.
Di antara keluarga Yan bagian, nyonya Rou saja yang baik pada Zishu. Sudah menganggapnya seperti putrinya sendiri. Jie juga sama baiknya pada Zishu. Sisanya hanya orang-orang yang mementingkan harta, daripada hubungan keluarga.
“Aku baik juga, tan!” jawab Zishu tersenyum, bersamaan dengan melepaskan pelukannya.
“Syukurlah,” ungkap nyonya Rou mengembangkan senyumnya. “Selamat ulang tahun untukmu. Semoga apa yang kamu inginkan, tercapai semuanya!”
“Terima kasih tante,” ungkap Zishu, di balas anggukan pelan kepala nyonya Rou.
Zishu kembali berjalan mengarah ke Feiyu, Jie, Kai—anak pertama tuan Huocun, Yuei—anak kedua dan Daiyu—anak bungsu dari tuan Bi`an.
“Lama tidak bertemu, Jie!” sapa Zishu pada Jie yang berdiri di sebelah Feiyu.
__ADS_1
“Ya kita sudah lama tidak bertemu dan aku merindukanmu,” sahut Jie langsung memeluk Zishu.
“Aku juga merindukan sepupu, sekaligus sahabatku ini!” Zishu membalas pelukan Jie. “Kamu semakin cantik saja sekarang,”
“Hmmm benarkah? Ku rasa yang ulang tahun hari ini, jauh lebih cantik dariku!” puji Jie balik, seraya melepaskan pelukan.
Zishu terkekeh mendengarnya tanpa membalas pujian Jie. Sepupu, sekaligus sahabatnya itu memang selalu suka memuji balik dirinya. Bahkan menurutnya terkadang Jie memujinya berlebihan.
“Btw, selamat ulang tahun ya! Gak sangka kamu sudah semakin tua saja,” lanjutnya bercanda sedikit.
“Hmmpph kamu pun sama,” timpal Zishu terkekeh pelan. “Dan terima kasih atas ucapannya selamatnya,”
“Hha sama-sama,” Jie tertawa kecilnya.
Zishu beralih memeluk Feiyu yang senyumnya terlihat di paksakan seperti lainnya. “Kakak sepupu!”
“Selamat ulang tahun adik sepupu!” seru Feiyu di sela membalas pelukan Zishu dengan malas.
“Terima kasih,” Zishu melepaskan pelukannya dengan Feiyu.
Setelahnya ia memeluk Kai, Yuei dan juga Daiyu secara bergantian. Kai membalas pelukan Zishu, di sertai ucapan singkatnya. “Selamat!”
“Selamat ulang tahun kakak sepupu!” Yuei dan Daiyu mengucapkannya secara bersamaan.
“Terima kasih,” sahut Zishu pada Kai, Yuei dan Daiyu.
“Paman juga mengucapkan selamat ulang tahun untukmu. Tidak menyangka kalau ponakan paman sekarang sudah beranjak dewasa. Dulu ponakan kita sangat kecil, benarkan kak!?” tanya tuan Hou pada tuan Bi`an.
“Benar. Hari ini kamu sudah berusia 19 tahun. Sungguh waktu sangat cepat berlalu,” jawab tuan Bi`an. “Hmmm selamat ulang tahun ponakan. Paman beserta keluarga besar kita, berharap yang terbaik untukmu!”
“Terima kasih paman,” balas Zishu sembari berjalan menghampiri tuan Bi`an dan tuan Huocun. Memeluk kedua pamannya itu secara bergantian.
“Sama-sama,”sahut tuan Bi`an dan tuan Huocun saat membalas pelukan sesaat dari Zishu.
Puas menyapa keluarga Yan bagian, Zishu menyempatkan menyapa keluarga Chunying. Acaranya pun juga masih ada beberapa menit sebelum di mulai.
“Malam pah, mah!”sapaan ramah di berikan Zishu pada orang tua Chunying, sahabat dari orang tuanya.
Zishu sedari dulu memang sangat dekat dengan orang tua Chunying. Ia sudah menganggap mereka berdua seperti orang tuanya. Panggilan papah-mamah pun juga di berikannya pada mereka. Memperlihatkan betapa besar kedekatannya dengan orang tua Chunying.
“Malam juga putriku! Selamat ulang tahun ya! Papah selalu berharap yang terbaik untukmu dalam kehidupan ini. Orang tuamu juga pasti mengharapkan hal yang sama,” ucap tuan Zhuting—Papanya Chunying. Laki-laki paruh baya yang tetap terlihat awet muda di usianya sekarang.
__ADS_1
“Makasih banyak, pah!” seru Zishu berhambur memeluk tuan Zhuting. Merasakan pelukan hangat dari laki-laki yang sudah di anggapnya sebagai papahnya. Menggantikan pelukan dari tuan Jiang.
“Sama-sama, putriku! Tetaplah bahagia,” tuan Zhuting membalas pelukan Zishu. Memeluknya dengan penuh kasih sayang dan kehangatan.
“Ehemmm mamah gak di peluk juga nih,” belum lama Zishu berpelukan dengan tuan Zhuting, nyonya Mye--Mamanya Chunying.
“Peluk juga kok, mah!” sahut Zishu segera melepaskan pelukannya dengan tuan Zhuting. Kemudian beralih memeluk nyonya Mye—Wanita paruh baya yang cerewet tapi sangat menyayanginya.
“Apa kabar, mah! Zi`er lihat, mamah tetap awet muda sekarang. Sama seperti papah,” Zishu bertanya di sela pelukannya.
“Sangat baik, sayang! Hahaha mamah awet muda dari mananya. Kulit udah mulai mengeriput nih,” nyonya Mye tertawa. Bersamaan dengan membalas pelukan Zishu. Mengelus lembut punggung putri dari sahabatnya. “Kamu sekarang sangat cantik. Hmmm orang tuamu pasti sangat bahagia melihat dari sana. Bahwa putrinya sekarang sangat cantik dan sudah tumbuh dewasa. Selamat ulang tahun ya, sayang!”
“Hihi mamah bisa saja. Makasih mah!” kekeh pelan Zishu di pelukan nyonya Mye.
“Sama-sama, sayang. Bahagialah selalu,” pesan nyonya Mye.
“Siap mah!” sahut Zishu melepaskan pelukannya dan mengangguk cepat.
Ia beralih menghampiri Chunying, tunangan. Padahal rasanya sangat malas untuk menghampirinya tapi harus mengingat keadaan sekarang. Tidak mungkin jika ia tidak menghampiri dan menyapa tunangannya. Bisa-bisa akan tersebar rumor tidak sedap tentang hubungannya, sebelum waktu yang tepat.
“Sayangku, selamat ulang tahun!” seru Chunying meraih tangan Zishu dan kemudian menciumnya.
“Iya makasih,” balas Zishu tersenyum semanis mungkin.
“Sama-sama sayang,” Chunying sempat memeluk Zishu sebentar dan melepaskannya karena Chen datang menghampiri mereka berdua.
“Waktunya untuk memulai acara, Zi`er!” beritahu Chen dan Zishu mengangguk pelan.
“Aku memulai acara dulu!” ucap Zishu pada Chunying yang terlihat tampan dengan setelan jas biru laut miliknya. Andai Zishu belum mengetahui perselingkuhan Chunying, mungkin ia akan sangat tergila-gila melihatnya. Sekarang sudah berbeda keadaannya.
“Baiklah sayang,”
Setelahnya Zishu segera berdiri tepat di antara nyonya Jia Lee, Chen, Juan dan keluarga Yan bagian.
..._____...
...Terima kasih sudah mampir ke cerita ini🌹...
...Jangan lupa tinggalkan jejak👣...
...[Like👍+Comment💬+Vote💌+Favorit❤]...
__ADS_1