Turns Out My Mate

Turns Out My Mate
Eps 13. Tidak sadar


__ADS_3

...||•🥀Happy Reading🥀•||...


..._____...


798 Art Zone merupakan kawasan yang menampung komunitas artistik. Berada di Dashanzi, Distrik Chaoyang. Di dalamnya terdapat berbagai macam kesenian, mulai dari aneka patung unik, mural yang artistik dan lukisan yang indah. Di setiap sudut 798 Art Zone pun sangat menarik. Ada beberapa kafe dan restoran dengan makanan yang enak. Selain itu ada tempat Shopping yang menyediakan aneka macam baju, t-shirt dan suvenir.


Berbeda halnya dengan 798 Art Zone, Jingshan Park merupakan sebuah taman kekaisaran. Berada di sebelah utara Forbidden City. Luas areanya mencapai 23 hektar. Jingshan Park sangat asri karena banyak pepohonan. Keindahan pemandangan kawasan Forbidden City dapat di lihat dari puncak bukitnya. Walaupun tamannya tidak terlalu luas tapi keindahannya tidak berbatas. Di sekitarnya juga terdapat banyak bunga Peony yang sangat indah.


***


Zishu dan Chen segera pergi dari Beijing Zoo. Kali ini 798 Art Zone menjadi tempat selanjutnya yang akan keduanya datangi. Letaknya cukup jauh dari Beijing Zoo. Namun hal itu tidak membuat Zishu membatalkan pergi ke sana. Mengapa? Sebab 798 Art Zone bukan tempat biasa untuknya. Sewaktu orang tuanya masih hidup, mereka sering membawanya ke sana. Hal itu karena orang tuanya menyukai seni. Yah pada intinya, 798 Art Zone menjadi tempat yang penuh kenangan untuk Zishu.


#:798 Art Zone


Seperti dua tempat sebelumnya, 798 Art Zone juga ramai akan pengunjung. Tidak hanya ada pengunjung lokal tapi juga mancanegara. Mereka pastinya merasa tertarik untuk mengunjungi tempat yang terdapat komunitas Artistik. Itu terlihat jelas dari raut wajah antusias mereka.


“Tidak ada yang berubah di sini. Semuanya tetap sama seperti dulu,” ucap Zishu melihat ke setiap sudut 798 Art Zone.


“Yah di sini memang tidak ada yang berubah. Begitu juga dengan kenanganmu bersama mereka, bukan?” Chen tersenyum manis dari balik maskernya.


“Kakak benar! Kenanganku di sini tidak berubah. Apa kakak ingat? Itu adalah lukisan pertama yang ku lihat dan ku kagumi,” tunjuk Zishu pada sebuah lukisan yang berukuran lumayan besar.


“Kakak tidak pernah lupa itu. Saat itu kamu masih pendek, jadi harus mendongakkan kepala agar bisa melihat lukisan itu. Tuan Jiang merasa tidak tega melihatmu seperti itu. Sehingga langsung menggendongmu. Baru setelahnya kamu dapat melihat lukisan itu, benarkan?” Chen mengingat kejadian yang terjadi beberapa tahun lalu.


“Dan aku juga berkata pada papa. Pa, aku ingin tinggi sepertimu agar bisa melihat jelas lukisan ini tanpa di gendong papa lagi!” timpal Zishu mengulum senyum saat mengingat itu.


“Sekarang kamu sudah tinggi seperti tuan Jiang. Apa kamu tidak mau melihat lukisan itu?” tanya Chen


“Aku mau melihatnya,” singkat Zishu sembari berjalan ke arah lukisan yang di maksudkan tadi. Chen pun mengikutinya.

__ADS_1


Sesampainya di depan lukisan itu, Zishu menatapnya dengan intens. Sudah lama ia tidak melihat lukisan pertama yang di kaguminya itu. Zishu mengagumi cara pengerjaan lukisan itu. Sangat indah dan apik!


`Pa, lihatlah! Sekarang aku sudah tinggi seperti papa. Dapat melihat lukisan ini dengan jelas tanpa di gendong papa lagi. Keinginanku waktu itu sudah tercapai,` batin Zishu


“Ayo kita berkeliling, kak!” ajak Zishu ketika sudah puas melihat lukisan itu.


“Sesuai dengan keinginanmu,” sahut Chen menyetujui ajakannya.


Keduanya pergi dari tempat lukisan itu berada dan berkeliling di 798 Art Zone. Berkeliling melihat semua yang ada di dalamnya. Namun kali ini Zishu tidak lupa untuk memotretnya. Hasil semua foto yang di dapatkannya, biasanya akan ia simpan.


Sekitar 30 menit, Zishu dan Chen sudah selesai berkeliling 798 Art Zone. Kemudian keduanya pergi dari sana dan akan menuju ke tempat selanjutnya, yaitu Jingshan Park.


#:Di dalam mobil


“Oh iya, Zi! Apa kamu masih berhubungan dengan Gao?” tanya Chen sembari memasang sabuk pengaman.


Gao Dewei adalah orang yang di maksudkan Chen. Lebih tua 1 tahun dari Zishu. Gao merupakan sahabat Zishu dan sepupunya, Yan Jie. Mereka bersahabat dari masih duduk di bangku Junior High School. Sekarang Gao juga tengah melanjutkan pendidikannya ke jenjang kuliah. Gao pergi kuliah ke Stanford University, Amerika Serikat. Sehingga mereka jarang untuk bisa bertemu tapi tetap berhubungan lewat media sosial.


“Hmmm tidak apa-apa! Hanya saja kakak lihat dari dulu, Gao itu menaruh perasaan padamu.” jawab Chen mengingat benar bagaimana tatapan Gao pada Zishu. Bukanlah tatapan seorang sahabat tapi seseorang yang menyukainya.


“Gao menaruh perasaan padaku?” beo Zishu menunjuk ke dirinya sendiri.


“Haha itu tidak mungkin kak! Kakak jangan bercanda deh!” lanjutnya di sela tawa lepasnya. Ia tidak menganggap ucapan kakaknya itu serius.


“Kakak tidak sedang bercanda, Zi`er!” Chen menyentil dahi Zishu membuat empunya meringis pelan.


“Aww—kakak kenapa menyentil dahiku!?” ringis Zishu sembari mengusap pelan dahinya.


“Habisnya kamu mengira kakak sedang bercanda sih! Gao itu benar-benar menaruh perasaan padamu,” ucap Chen menatap intens Zishu.

__ADS_1


“Benarkah kak? Kenapa rasanya aku tidak percaya? Selama ini Gao berperilaku layaknya sahabat padaku. Tidak ada pun terlihat bahwa ia menyukaiku,” beber Zishu yang masih tidak percaya akan ucapan Chen.


“Itu karena kamu tidak sadar akan hal itu. Semua perlakuannya padamu itu bukan seperti seorang sahabat. Melainkan seperti seorang laki-laki yang menyukaimu,” sahut Chen menghela nafas panjang. Adik angkat sekaligus majikannya itu benar-benar susah di buat percaya, sebelum ada bukti.


“Mungkin saja rasa sukanya itu sebagai seorang sahabat. Kakak jangan berpikiran terlalu aneh deh!” cecar Zishu.


“Baiklah kamu tidak akan percaya jika tidak ada bukti. Namun cepat atau lambat, ucapan kakak pasti terbukti benar.” akhirnya Chen mengalah. Ia juga tidak bisa memaksakan Zishu untuk percaya dengan apa yang di lihatnya.


“Kamu harus tahu, kakak memberitahukan ini karena ada alasannya. Gao bukan laki-laki yang pantas untukmu. Kakak bukannya bermaksud ikut campur atau memburukkannya. Hanya saja itulah kenyataannya. Kamu sendiri sudah tahu bagaimana sifatnya, bukan? Gao terlalu suka berambisi pada sesuatu. Sebelum mendapatkannya, ia tidak akan berhenti meski harus menggunakan kegilaan. Itulah yang membuatnya tidak pantas untukmu. Kekhawatiran kakak selama ini adalah kamu nantinya akan menjadi ambisinya. Kakak tidak mau itu terjadi, Zi`er! Kakak tidak memintamu untuk berhenti bersahabat dengannya tapi sebisa mungkin kamu harus menekan perasaannya. Kamu mengerti kan, Zi`er?” ungkap Chen akan kekhawatirannya selama ini terhadap Gao.


Chen memang mengungkapkan kebenarannya. Gao adalah seorang laki-laki yang suka berambisi. Apa pun akan di lakukannya demi mendapatkan yang di inginkannya, meski itu kegilaan sekali pun. Chen sendiri melihat dengan matanya sendiri, beberapa kali kegilaan Gao.


“Aku memang belum bisa percaya akan ucapan kakak. Em tapi aku akan melakukan seperti yang di minta kakak,” sahut Zishu, ia sudah bersandar dengan nyamannya di kursinya.


“Baguslah! Kamu juga harus tahu, nona Jie menyukai Gao.” beber Chen membuat Zishu terkejut.


“Jadi bila benar Gao menyukaiku, berarti aku berada di situasi yang sulit. Ah ini sungguh menyebalkan! Aku tidak mau berada di situasi seperti itu,” decak Zishu yang tidak membayangkan akan berada di situasi sulit seperti itu.


“Ya begitulah nyatanya. Namun kamu harus melakukan seperti ucapan kakak tadi, oke Zi`er!? Ini demi kebaikanmu,” Chen menatap lagi ke arah kursi di sebelahnya yang di duduki Zishu.


Chen sudah menganggap Zishu seperti adiknya sendiri. Oleh sebab itulah ia juga menginginkan yang terbaik untuknya. Apa pun yang di lakukannya, murni demi kebaikan Zishu. Tidak ada perasaan suka sebagai lawan jenis. Melainkan rasa suka dan kasih sayang layaknya seorang kakak.


“Oke kak!” singkat Zishu.


Setelah itu pembicaraan Zishu dan Chen berakhir. Chen segera melajukan mobil menuju Jingshan Park. Mobil melaju dengan kecepatan sedang. Sama halnya dengan mobil para bawahannya di belakangnya.


..._____...


...Terima kasih sudah mampir ke cerita ini🌹...

__ADS_1


...Jangan lupa tinggalkan jejak👣...


...[Like👍+Comment💬+Vote💌+Favorit❤]...


__ADS_2