
... ||•🥀Happy Reading🥀•||...
... _____...
Setiap pasangan berdansa dengan penuh keromantisan. Terhanyut dalam alunan musik yang terdengar sangat menenangkan dan romantis.
“Aku sudah tidak sabar menikah denganmu. Membangun keromantisan yang melebihi dari ini,” ucap Chunying di sela berdansa bersama Zishu.
“Aku juga kak,” sahut Zishu tersenyum pada Chunying tapi matanya sesekali melirik ke arah Lui.
Chunying tidak menyadari lirikan Zishu pada Lui sebab sibuk memikirkan rencana liciknya. Hati dan pikirannya sudah di penuhi rencana licik yang di dorong oleh hasutan Feiyu.
“Kamu tahu tidak? Menikah denganmu akan menjadi hal terindah dalam hidupku,” Chunying menatap intens Zishu. Kakinya terus bergerak seirama dengan Zishu dan juga alunan musik.
“Serius kak?” tanya Zishu memasang raut wajah seperti sangat bahagia mendengarnya.
“Kapan aku pernah berbohong? Aku serius dengan ucapanku tadi. Menikah denganmu adalah hal terindah dan memilikimu adalah anugerah terindah dalam hidupku,” jawab Chunying pura-pura bernada serius agar dapat meyakinkan Zishu.
“Aku bahagia mendengarnya kak,” Zishu merasa muak mendengar ucapan Chunying. Terdengar menjijikkan untuknya.
`*Uc*apan menjijikkan seperti ini tidak akan membuatku luluh,` batin Zishu
Bersamaan berakhirnya ucapan Zishu, alunan musik dansa sudah berhenti. Menandakan bahwa saatnya untuk berganti pasangan.
“Nanti kita lanjut lagi sayang,” balas Chunying, sebelum melakukan gerakan memutar pada Zishu dan memberikan pada Jun. Sontak Zishu langsung merasa lega sebab sudah tidak lagi berdansa dengan Chunying.
“Hai Little Baby!” sapa Jun tersenyum lebar, setelah menerima Zishu dari Chunying. Ia langsung merangkul pinggangnya.
“Ada apakah gerangan sampai kakak terlihat sangat bahagia?” Zishu bertanya penuh selidik pada Jun, sembari mulai berdansa lagi saat musik sudah terdengar kembali
“Kakak sangat bahagia karena bisa berdansa denganmu,” jawab Jun cepat.
“Masa?” balas Zishu tampak meragukan jawaban Jun. “Kenapa aku merasa tidak yakin ya!?”
“Beneran deh. Kakak itu senang bisa berdansa denganmu. Sudah sangat lama sekali kita tidak berdansa. Terakhir kali ya sebelum kamu berangkat ke Inggris. Itu pun juga kamu masih kecil sekali,” sungut Jun
__ADS_1
“Iya-iya aku percaya, kak. Kalau lain itu pun alasannya, juga tidak masalah. Kakak berhak bahagia,” cicit Zishu berpura-pura memasang raut wajah terpaksa.
“Kayanya ke balik deh. Bukannya kakak yang berhak bahagia tapi kamu. Kalau kakak mah udah bahagia lahir batin,” ucap Jun dengan senyuman puasnya.
“Ya bahagia lahir batin karena bisa memacari banyak perempuan kan?” celetuk Zishu asal, Jun pun terkekeh pelan.
“Hmmpph benar tapi itu hanya salah satunya,” timpal Jun membenarkan.
“Sudah aku tebak. Tidak mungkin seorang kakak Jun tidak bahagia bisa memacari banyak perempuan. Apalagi perempuan yang menjadi pacar kakak punya tubuh seksi aduhai. Pastilah bahagia,” sindir Zishu membuat Jun melongo.
“Kok kamu bisa tahu, Little Baby?” Jun melongo tidak percaya.
“Gimana gak tahu? Kakak kan playboy. Kalau playboy pastilah bahagia bisa mendapatkan perempuan seksi sebagai pacar. Hitung-hitung di jadikan sebagai pencuci mata dan penambah semangat. Benarkan?” cetus Zishu menyampaikan pendapatnya saja. Rata-rata memang seperti itulah tujuan laki-laki playboy mencari pacar yang seksi.
“Hehe 99% benar, Little Baby!” kekeh Jun sambil berhenti melakukan gerakan dansa. Musik juga sudah berhenti dan harus mengganti pasangan berdansa lagi.
Zishu menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar jawaban Jun.
“Sayang sekali harus berganti pasangan tapi ya sudahlah. Terima kasih untuk dansanya tadi, Little Baby!” lanjutnya
“Terima kasih kembali kak,” Jun pun segera melakukan putaran yang sama seperti Chunying tadi pada Zishu. Memberikan Zishu pada pasangan dansanya selanjutnya.
Termasuk Lui sendiri yang sedari tadi terus melihat pergantian pasangan dansa Zishu. Chen yang tahu bahwa Lui ingin berdansa dengan Zishu, lantas turun tangan langsung. Ya—ia harus turun tangan agar bisa membuat sepasang suami-istri yang baru menikah itu berdansa bersama.
`Tenanglah, Lui! Aku akan membantumu agar bisa berdansa dengan Zi`er,` batin Chen
Chen terus memperhatikan pergantian pasangan Zishu dan Lui, sampai akhirnya menemukan kesempatan. Ia pun segera mematikan musik tepat di saat Zishu dan Lui berdiri berdekatan. Posisi mereka yang berdekatan itu membuat Zishu di berikan oleh pasangan dansanya sebelumnya ke Lui. Zishu tidak menduga hal itu, sedangkan Lui hanya tersenyum.
Lui langsung merangkul erat pinggang Zishu dan kemudian menyapanya dengan lembut. “Selamat ulang tahun sayang!”
Seketika jantung Zishu berdetak kencang. Pipinya merah merona. Sungguh ada lembut Lui menembus sampai ke hatinya. Belum lagi panggilan sayang itu, mengejutkannya. Namun ia seperti ingin berteriak senang mendengar panggilan itu dari Lui untuk pertama kalinya.
“Te—rima kasih tuan,” saat ini Zishu merasa sangat canggung . Di tambah tubuhnya terlalu dekat dengan Lui. Yah meski sudah pernah berada dekat dengan Lui tapi tidak pernah sedekat ini.
`Seperti ini terasa sangat canggung,` batin Zishu
__ADS_1
“Sama-sama, sayang. Hmmm tapi bukankah sekarang kamu harus mengubah panggilanmu itu padaku?” Lui mengulum senyumnya, matanya menatap hangat Zishu.
“Lalu harus memanggilmu apa?” Zishu bertanya balik dengan polosnya. Otaknya tiba-tiba seolah tidak berfungsi untuk mencerna pertanyaan Lui.
“Bebas asal jangan panggil tuan. Itu terlalu formal,” jawab Lui sembari terus merangkul erat Zishu. Sampai jarak tubuh mereka berdua tinggal beberapa inci saja. “Panggil sayang juga boleh,”
“Sa—yang?” beo Zishu tergagap.
“Iya sayang. Ku rasa panggilan itu lebih nyaman di dengar,” Lui mendekatkan mulutnya ke telinga Zishu, sehingga terdengar seperti berbisik. Hembusan nafasnya pun dapat di rasakan oleh Zishu.
“Ba—ik,” sahut Zishu spontan. Apa yang di lakukan Lui barusan, benar-benar membuatnya salah tingkah.
“Setuju?” tanya Lui menjauhkan mulutnya dari telinga Zishu. Kakinya masih terus bergerak seirama alunan musik. Begitu juga dengan Zishu.
“Eh?” sentak Zishu seketika sadar akan jawabannya tadi. “A—pa tidak masalah dengan panggilan itu? Ehemmm maksudku biasanya panggilan itu di gunakan pasangan yang saling mencintai, sedangkan kita masih belum. Baru mau mencoba berusaha untuk saling mencintai,”
`Akh kenapa aku menyetujuinya tadi!` batin Zishu.
“Apa masalahnya dengan itu? Kita harus membiasakan panggilan ini mulai sekarang. Aku yakin cinta itu akan hadir seiring berjalannya waktu karena terbiasa. Kita hanya perlu berusaha untuk itu,” ucap Lui mengerti maksud Zishu barusan.
“Em baiklah,” balas Zishu sudah tidak membantah lagi.
“Jadi sudah setuju sayang?” tanya Lui memastikan.
“Iya,” jawab Zishu tidak berani terlalu lama beradu tatapan dengan Lui. Takutnya jantungnya semakin berdetak kencang dan ia tambah salah tingkah.
“Baguslah,” Lui tersenyum puas mendengarnya.
... _____...
... Terima kasih sudah mampir ke cerita ini🌹...
... Jangan lupa tinggalkan jejak👣...
... [Like👍+Comment💬+Vote💌+Favorit❤]
__ADS_1
...
... ...