Turns Out My Mate

Turns Out My Mate
Eps 45. Kamu terluka?


__ADS_3

...||•🥀Happy Reading🥀•||...


..._____...


“Sssh,” desis Zishu menyentuh luka bekas goresan pisau laki-laki itu. Tidak dalam tapi cukup perih, luka goresan itu juga mengeluarkan darah segar.


Zishu kira laki-laki itu sudah berhenti menyerangnya tapi ternyata tidak. Tendangannya yang mengenai perut laki-laki itu mungkin sangat keras dan hanya bisa membuatnya sedikit kesakitan. Namun ia masih bisa menyerang Zishu tiba-tiba. Zishu yang belum siap untuk menghindari serangan itu, hampir saja berhasil terkena. Andai tidak ada Lui yang datang membantunya dan menendang perut laki-laki itu lagi. Hingga akhirnya laki-laki itu jatuh tersungkur ke belakang.


“Berani sekali kau menyentuhnya dan melukainya!! Sudah bosan hidup?” terdengar sekali Lui meninggikan nada bicaranya. Pertanda bahwa ia sedang marah.


Melihat siapa yang telah menendangnya, laki-laki itu menjadi pusat pasi. Seketika lenyap keberaniannya tadi. Dengan sekuat tenaga, ia berusaha bangkit dan berlari dari sana. Menghadapi Lui, bukan hal yang baik untuknya.


“Kau pikir bisa pergi dari sini setelah menyentuh dan melukainya!? Aku tidak akan membiarkan kau pergi!” seru Lui ingin mengejar laki-laki itu tapi Zishu menghentikannya.


“Tidak perlu di kejar. Biarkan saja,” Zishu spontan memegang tangan Lui untuk menghentikannya.


Sontak Lui langsung menatap ke arahnya. Lebih tepatnya menatap luka goresan di tangannya.


“Kamu terluka?” nada bicara Lui kembali merendah dan lembut. Ia menyentuh lengan Zishu yang terdapat luka goresan. Raut wajahnya tampak khawatir.


“It`s okay, jangan khawatir. Ini hanya luka goresan kecil. Terima kasih sudah membantuku,” jawab Zishu seraya melepaskan tangan Lui, saat sudah menyadari apa yang di lakukannya.


“Tidak perlu berterima kasih. Seharusnya aku yang meminta maaf padamu. Aku terlambat datang membantumu, sayang. Maafkan aku,” ungkap Lui merasa sedikit bersalah.


Padahal Lui tadi sudah ingin menghampiri Zishu yang pergi ke area belakang kediaman. Keinginannya itu sempat tertunda sebab tadi Chen memanggilnya.


“Sudah ku bilang tidak apa-apa. Kamu bukan datang terlambat tapi di waktunya tepat,” ucap Zishu tidak mau membuat Lui merasa bersalah padanya.


“Ya kalau aku terlambat sedikit lagi, mungkin laki-laki itu bisa berhasil melukaimu kembali. Seharusnya kamu membiarkan aku mengejarnya. Aku akan membalasnya,” cecar Lui dengan nada yang sama.


“Tidak perlu mengejarnya sekarang. Biarkan dulu dia melaporkan kegagalannya pada kedua pamanku,” Zishu menatap intens mata Lui, berharap suaminya itu mengerti maksudnya.


“Baiklah aku mengerti, sayang. Hanya untuk malam ini. Besok ku pastikan laki-laki itu akan mendapat balasan karena berani menyentuh dan melukaimu. Kamu tidak boleh menghentikanku lagi!” seru Lui menyentuh wajah Zishu tiba-tiba.


“I—iya,” sentak Zishu terbata-bata. Ia gugup sebab Lui menyentuh wajahnya.

__ADS_1


“Tunggulah di sini sebentar! Aku akan mengambil kotak P3K untuk mengobati lukamu dulu. Setelahnya baru kita kembali ke dalam” Lui menatap hangat Zishu.


Sontak Zishu mengangguk pelan secara spontan. Mulutnya seperti tidak bisa bersuara lagi karena kegugupannya. Lui tersenyum melihat itu. Kemudian berjalan pergi meninggalkan Zishu. Ia kembali ke dalam untuk mengambil kotak.


“Huffft jantungku,” Zishu menghela nafasnya dan menyentuh dadanya. Terasa sekali detak jantungnya yang berdetak lebih kencang.


“Sepertinya aku harus memeriksa kesehatan jantungku. Mungkin saja ada masalah,” lanjutnya sembari mendudukkan diri ke kursi yang ada di sana. Tangannya masih menyentuh dadanya.


Zishu merasa jantungnya jauh lebih berdetak kencang, bila bersama Lui.


Beberapa menit kemudian...


Lui sudah kembali ke area belakang kediaman. Di tangannya membawa kotak P3K dan langsung mengobati luka goresan di lengan Zishu. Sesekali terdengar Zishu meringis pelan karena merasa perih, saat Lui mengobati luka goresannya. Namun kemudian terasa lumayan tidak perih lagi karena Lui meniup lukanya.


“Terima kasih,” ungkap Zishu, bersamaan dengan Lui yang sudah selesai mengobati dan memerban luka goresan di lengannya.


“Ini salah satu tugasku, sayang. Kamu tidak harus berterima kasih,” sahut Lui tersenyum manis. Benar-benar membuat Zishu semakin terpesona olehnya.


“Tetap saja aku harus berterima kasih,” timpal Zishu cepat.


“Iya, ayo kembali ke dalam sekarang!” ajak Zishu pada Lui.


“Iya sayang,”


Zishu dan Lui pun bergegas masuk kembali ke dalam kediaman. Beberapa novel dan bunga yang di berikan Gao, juga Zishu bawa. Setelah itu di letakkannya di meja yang ada di dalam kediaman.


Mereka berdua berjalan berdampingan menuju ke ruang acara. Selama berjalan, Zishu memikirkan cara untuk menutupi luka di lengannya yang sudah di perban. Lui tahu apa yang di pikirkan Zishu. Ia langsung melepaskan jas miliknya dan memberikannya pada istrinya itu.


“Pakailah ini sayang!” titah Lui menyerahkan jas miliknya pada Zishu.


“Eh ini—” Zishu tentu merasa terkejut akan hal itu.


“Pakai saja untuk menyembunyikan lukamu sayang. Orang-orang tidak akan mengenali jas ini milikku,” Lui membalik jas miliknya.


Ternyata jas Lui bisa di bolak-balik dan warnanya pun berbeda. Orang-orang tidak akan mengenali jas yang di pakai Zishu adalah milik Lui.

__ADS_1


“Lalu kamu?” tanya Zishu belum menerima jas itu.


“Aku memakai ini saja sudah luar biasa, sayang. Tidak perlu memikirkanku!” jawab Lui tersenyum lebar. Ia memang luar biasa meski hanya memakai kemeja biru soft di lapisi rompi. Tanpa dasi yang terpasang di kerah lehernya.


`Dan aku mengakui itu,` batin Zishu


“Em baiklah,” sungut Zishu menerima jas milik Lui dan segera memakainya. Sangat kebetulan warna jas milik Lui, cocok dengan gaunnya.


“Jasku ternyata cocok denganmu sayang,” ungkap Lui memerhatikan jas miliknya yang sudah di pakai Zishu.


Zishu hanya mengulum senyum mendengarnya. Kakinya pun terus berjalan menuju ke ruang acara. Lui juga masih berjalan berdampingan dengannya. Hingga ia dan Lui berjalan terpisah saat sudah hampir mencapai ruang acara. Mana mungkin juga mereka berjalan bersama-sama ke sana. Nantinya orang-orang akan merasa sedikit heran melihat itu dan muncul beberapa pertanyaan. Itulah yang sangat di hindari Zishu untuk saat ini. Sebaliknya, Lui hanya mengikuti keinginan Zishu saja.


***


“Syukurlah kamu sudah kembali. Padahal tadi kakak mau mencarimu. Puncak acaramu sudah tiba,” ucap Chen yang baru saja di hampiri Zishu.


“Aku tahu kak,” sahut Zishu tanpa menatap kakaknya itu. Tatapan matanya tengah melihat ke arah kedua keluarga bagian.


“Tapi kenapa sekarang kamu memakai jas? Tidak seperti tadi,” Chen tampak heran melihat Zishu memakai jas. Ia belum mengetahui kejadian yang menimpa Zishu.


“Seperti yang sudah di duga, kedua pamanku memiliki rencananya. Lenganku terluka karena rencana mereka itu,” beber Zishu pelan agar hanya Chen yang dapat mendengarnya.


“Apa??? Apa yang telah terjadi?” sentak Chen merasa terkejut tapi masih bisa mengendalikan nada bicaranya.


“Nanti aku ceritakan, kak. Sekarang fokus pada acaraku saja dulu!” seru Zishu melirik sekilas ke arah Chen.


“Baiklah,” Chen menyetujui, meski sangat penasaran untuk tahu apa yang telah terjadi pada Zishu. Padahal ia sudah memerintahkan para bawahannya untuk memantau Zishu. Namun siapa sangka, kedua paman Zishu masih bisa bertindak.


..._____...


...Terima kasih sudah mampir ke cerita ini🌹...


...Jangan lupa tinggalkan jejak👣...


...[Like👍+Comment💬+Vote💌+Favorit❤...

__ADS_1


__ADS_2