Turns Out My Mate

Turns Out My Mate
Eps 34. Setuju


__ADS_3

... ||•🥀Happy Reading🥀•||...


... _____...


“Masalah persiapan pernikahan bisa saya atau Chen yang mengatur semuanya. Tinggal mau atau tidaknya nona,” timpal Lui


Dengan kekuasaan dan pengaruhnya, tidak ada yang mustahil bagi Lui untuk melakukan sesuatu meski waktunya singkat.


“Kamu dengarkan apa kata Chen dan nak Lui? Sekarang hal apa lagi yang kamu khawatirkan, Zi`er? Nenek bukannya memaksamu untuk menikah di usiamu yang muda ini. Namun kamu ingat bukan? Papa dan mamamu ingin kamu menikah di saat perusahaan sudah di bawah pimpinanmu. Makanya pada saat itu mereka menjodohkanmu dengan Chunying. Mereka ingin ada laki-laki yang bisa membantumu dalam memimpin perusahaan. Memang ada Chen yang akan selalu membantumu tapi tetap saja berbeda. Laki-laki yang akan menjadi suamimu, bukan hanya bisa membantumu dalam memimpin perusahaan. Laki-laki itu juga akan membimbing, menemani, mencintaimu, menjagamu dan membahagiakanmu sepanjang hidup. Menggantikan peran mereka dalam fase kehidupanmu selanjutnya. Kamu mengerti itu kan?” ungkap nyonya Jia Lee berusaha membuat Zishu mengerti.


Alasan kenapa dirinya setuju untuk menikahkan Zishu dengan Lui besok. Semuanya berdasarkan keinginan orang tua Zishu dan dirinya sendiri.


Andai saja Chunying tidak berselingkuh, mungkin rencana pernikahan pasti akan tetap terjadi. Ya—rencana pernikahan Zishu dan Chunying sudah di atur oleh kedua belah pihak keluarga sejak acara pertunangan. Rencananya setelah seminggu acara ulang tahun Zishu, mereka akan menikah. Sayangnya perselingkuhan Chunying merubah segalanya.


***


Zishu kembali merasa bingung untuk memberikan keputusannya mau menikah besok atau tidak. Pasalnya bukan hanya persiapan pernikahan yang menjadi bahan pertimbangannya. Melainkan tentang saling mengenal satu sama lain. Bukankah ia dan Lui harus saling mengenal lebih dulu agar dapat memahami satu sama lain. Sebelum menjalani hubungan serius seperti pernikahan.


“Kalau yang kamu khawatirkan lagi adalah karena belum terlalu saling mengenal. Kamu dan Lui bisa saling mengenal setelah menikah. Seiring berjalannya waktu, kalian bisa saling mengenal agar bisa memahami satu sama lain. Percayalah dengan ucapan nenek!” nyonya Jia Lee berucap, seperti tahu apa yang di pikirkan Zishu sekarang.


Sontak membuat Zishu kembali menatap ke arahnya. Beradu tatapan hangat, seolah sedang saling berbicara lewat tatapan. Sebelum akhirnya nyonya Jia Lee mengangguk pelan kepalanya.


`Setahuku banyak pasangan yang menikah tanpa melakukan pendekatan lebih dulu dan berakhir bahagia. Ya walau juga ada yang berakhir dengan perceraian. Hmmm tapi ucapan nenek juga tidaklah salah. Mungkin aku memang harus memberi kesempatan untuk menjalin hubungan ini dengan tuan Lui,` batin Zishu


Zishu mempertimbangkan lebih dulu keputusannya. Dalam hal ini ia tidak bisa mengambil keputusan dengan tergesa-tergesa tanpa pertimbangan.


“Saya tahu kalau nona Zishu memerlukan waktu lebih banyak untuk memikirkannya. Tidak perlu menikah besok, juga tidak apa-apa. Masih banyak waktu ke depannya. Jawaban besok hari tadi, saya jawab asal saja. Sebenarnya saya tidak berniat mendesak,” Lui mengerti bahwa Zishu perlu waktu. Di tambah lagi Zishu seorang perempuan, pastinya sangat mempertimbangkannya daripada laki-laki.


“Aku setuju,” sahut Zishu spontan, sebelum nyonya Jia Lee atau pun Chen membalas ucapan Lui.

__ADS_1


“Keputusan yang bagus. Nenek yakin kamu tidak akan menyesali apa yang telah menjadi keputusanmu hari ini,” senyuman kebahagiaan di perlihatkan nyonya Jia Lee. Entah kenapa dirinya sangat yakin terhadap Lui. Wanita tua itu—percaya bahwa bersama Lui, Zishu akan bahagia.


“Semoga saja nek,” Zishu ikut bahagia melihat senyuman kebahagiaan neneknya itu.


“Kakak juga yakin itu. Kamu pasti tidak akan menyesal karena memilih bersama Lui,” timpal Chen ikut tersenyum bahagia menatap Zishu dan Lui bergantian. “Dan Lui, tolong buktikan bahwa keyakinan kami padamu tidak salah”


“Aku tidak akan membuat kalian kecewa,” sahut Lui tersenyum tipis.


“Nona Zishu, terima kasih untuk keputusanmu ini!” lanjutnya pada Zishu.


“Sama-sama tuan. Tetapi saya setuju dengan satu syarat. Ku harap tuan dapat mengabulkan syaratku,” ucap Zishu membuat Lui, Chen dan nyonya Jia Lee mengernyitkan dahi.


“Kamu memiliki syarat?” tanya nyonya Jia Lee yang kemudian di angguki Zishu.


“Apa syaratnya nona?” tanya Lui, mewakili pertanyaan sama yang ingin di ajukan Chen.


“Aku ingin pernikahan kita di rahasiakan dari orang-orang. Setidaknya sampai aku membatalkan pertunanganku dengan Chunying. Apa tuan mau memenuhi syaratku ini?” jawab Zishu tanpa ragu.


Itu tidak terdengar baik bukan!?


“Hampir saja melupakan itu! Mengingat pertunanganmu dengan Chunying belum di batalkan, sebaiknya pernikahan kalian nantinya memang harus di rahasiakan dulu. Hal ini agar tidak ada berita bohong yang menyudutkan pihak kalian. Dari awal Chunying lah yang berselingkuh. Tetapi dengan adanya pernikahan kalian sebelum pertunangan di batalkan, bisa saja ia memutar balikkan fakta. Sehingga kamulah yang di sebutnya berselingkuh,” seloroh Chen menyampaikan rangkaian kejadian yang mungkin akan terjadi nanti. Kalau pernikahan Zishu dan Lui di ketahui orang lain. Sebelum pernikahan Zishu dan Chunying di batalkan.


“Kenapa tidak kamu batalkan pertunanganmu dengan Chunying pada saat ini juga? Supaya pernikahan kalian tidak di rahasiakan,” tanya nyonya Jia Lee belum di beritahu bahwa Zishu ingin membatalkan dengan sebuah kejutan untuk Chunying.


“Tidak seru kalau membatalkan saat ini, nek! Aku ingin memberikannya kejutan sebagai hadiah atas pernikahannya,” celetuk Zishu membuat nyonya Jia Lee mengerti. Ternyata sifat cucunya itu memang mirip menurun dari tuan Jiang.


“Heeum baiklah kalau begitu nenek akan mendukungmu,” deham nyonya Jia Lee mangut-mangut mengerti.


“Hehe terima kasih, nek!” Zishu terkekeh pelan.

__ADS_1


“Jadi tuan Lui, maukah penuhi syaratku ini!?” lanjutnya bertanya lagi pada Lui yang belum memberikan syaratnya.


“Baik saya setuju. Pernikahan ini akan kita rahasiakan. Sampai nona sendiri yang mau mengumumkannya,” jawab Lui membuat Zishu tersenyum lebar.


“Terima kasih sudah mau memenuhi syaratku, tuan!” seru Zishu dengan senyumannya yang bisa membuat Lui juga ikut tersenyum.


`Senyumannya menjadi candu untukku,` batin Lui


“Terima kasih kembali untukmu, nona!” sahut Lui balik.


“Baiklah karena sudah di putuskan pernikahan kalian akan terjadi besok. Berarti bukankah kita harus merayakan hal bahagia ini. Em mungkin dengan makan malam bersama?” usul Chen melihat ke arah semuanya.


“Usulan yang bagus, Chen. Sekarang sudah waktunya untuk makan malam. Biar sekalian saja merayakan hal bahagia ini,” nyonya Jia Lee berucap setuju dengan usulan itu.


“Tapi aku dan tuan Lui sudah makan malam,” balas Zishu spontan langsung menutup mulutnya. Bisa-bisanya ia keceplosan seperti ini.


`Gawat aku keceplosan!` batin Zishu


“Cieee ternyata kalian udah makan malam bersama,” goda Chen pada Zishu dan juga Lui.


“Ish kakak! Ka—kami tadi makan malam bersama saat berada di Wangfujing. Benarkan tuan?” cicit Zishu yang sudah tidak bisa menahan malunya.


“Iya benar,” sahut Lui membenarkan.


“Wah kalian makan malam di Wangfujing? Kalian berkencan ya!? Ayo ngaku!” Chen tidak berhenti menggoda Zishu dan Lui. Sedangkan nyonya Jia menahan tawa melihat itu.


... _____...


... Terima kasih sudah mampir ke cerita ini🌹...

__ADS_1


... Jangan lupa tinggalkan jejak👣...


... [Like👍+Comment💬+Vote💌+Favorit❤]...


__ADS_2