Turns Out My Mate

Turns Out My Mate
Eps 38. Mengerti Seleraku


__ADS_3

...||•🥀Happy Reading🥀•||...


..._____...


“Bagaimana? Setuju tidak dengan nama ini?” Lui bertanya pendapat Zishu. “Aku bisa menggantinya sekarang kalau kamu tidak menyukainya,”


“Tidak—tidak perlu,” gagap Zishu bingung menjawab.


“Baguslah. Nanti aku hubungi. Sekarang kamu pulanglah dulu!”seru Lui bersamaan dengan mengusap pucuk kepala Zishu.


“Iya,” singkat Zishu bergegas berjalan menuju ke arah mobilnya dengan perasaan yang masih sama seperti tadi.


Lui terkekeh melihat Zishu seperti itu. Ia tetap berdiri di tempatnya, memperhatikan Zishu sampai masuk ke dalam mobil. Lui baru beranjak dari beranjar dari sana, setelah mobil Zishu melaju pergi. Para bawahannya sudah lebih dulu menunggunya di dekat mobil. Ia masuk ke dalam mobil sebab harus segera menghadiri rapat penting. Mobil Lui langsung melaju dengan kecepatan sedang. Di ikuti mobil para bawahannya.


***


Zishu, Chen dan nyonya Jia Lee sudah sampai di kediaman setelah menempuh jarak tempuh 30 menit. Ketiganya langsung masuk ke dalam. Seperti sebelum berangkat tadi, suasana kediaman masih ramai. Orang-orang kepercayaan keluarga Yan Utama tengah sibuk dengan tugas masing-masing. Tidak ada orang lain di kediaman itu. Hal ini di karenakan agar perginya Zishu untuk menikah tadi, tidak di ketahui orang luar.


Lalu bagaimana jika salah satu dari orang kepercayaan keluarga Yan Utama ada yang membocorkan hal itu keluar? Jawabannya tidak akan terjadi.


Mereka sudah bekerja bertahun-tahun pada keluarga Yan Utama. Kesetiaan mereka sudah tidak dapat di ragukan lagi. Walau di beri uang puluhan atau pun ratusan juta, mereka tidak akan berkhianat. Kenapa? Ini karena semua jasa dari tuan Jiang sekeluarga. Berapa pun nominal uang yang di berikan untuk berkhianat, mereka tidak pernah mau menerimanya. Kesetiaan mereka sudah terbukti dalam beberapa kejadian yang terjadi.


“Aku ke kamar dulu, ya nek!” pamit Zishu pada neneknya yang sudah duduk di sofa, di ruang keluarga. Sedangkan Chen sudah kembali pada tugasnya hari ini untuk memastikan tidak ada yang kurang dari semua persiapan ulang tahun nanti malam.


“Mau nenek minta pelayan di antarkan sarapan ke kamar? Tadi kamu belum sarapan. Itu tidaklah baik,” tawar nyonya Jia Lee.

__ADS_1


“Iya deh, nek. Nanti aku yang suruh pelayan sendiri. Nenek duduk saja di sini,” balas Zishu tidak menolak.


“Baguslah. Kamu bisa pergi ke kamarmu sekarang,” sungut nyonya Jia Lee.


Zishu mengangguk samar dan mulai berjalan meninggalkan nyonya Jia Lee di ruang keluarga. Sepanjang ia berjalan menuju ke kamarnya, orang-orang kepercayaan keluarganya mengucapkan selamat atas pernikahan. Zishu pun juga mengucapkan terima kasih pada mereka. Tidak lupa ia meminta salah satu pelayan untuk membawakan ke kamar, sarapan yang sempat di lewatkannya tadi pagi.


Sesampainya di kamarnya, Zishu langsung menjatuhkan tubuhnya ke kasur empuk miliknya. Di angkatnya tangan kirinya, dimana terdapat buku nikah dan cincin yang baru saja di berikan Lui padanya.


“Tidak menyangka kalau aku sudah menikah,” gumam Zishu menatap buku nikahnya.


“Menikah dengan seorang yang tidak terduga pula. Hmmm tapi di pikir-pikir, aku sudah beruntung. Tuan Lui itu sempurna di mataku dan aku mengaguminya,” pikir Zishu. Ia senyum-senyum sendiri.


“Semoga harapan kita terwujud. Bukan mustahil pasangan yang menikah tanpa cinta, tiba-tiba saling cinta. Ini hanya masalah waktu saja dan kita pasti bisa mewujudkannya,” lanjutnya tanpa berhenti menatap buku nikah di tangannya. Cincin yang tersemat sempurna di jari manisnya pun, juga tidak luput dari tatapannya.


“Cincin ini desainnya simpel tapi sangat indah. Sepertinya ia mengerti seleraku,” di lihatnya dengan teliti desain cincin itu. Sama seperti yang seperti di ucapkannya, desainnya simpel tapi sangat indah dengan berlian biru kecil di tengahnya.


Sarapan pagi ini bukan favoritnya Zishu tapi cukup di nikmatinya. Apalagi sarapan sambil menonton drama di televisi yang ada di kamarnya. Drama itu selalu di tunggu setiap tayangannya, olehnya. Benar-benar sangat tepat!


Tidak terasa sarapannya sudah habis tapi Zishu masih lanjut menonton drama. Durasi drama itu lumayan lama, sampai pukul 12 siang. Sesudah selesai menonton drama, ia memanggil salah satu pelayan lagi yang berada di dekat kamarnya untuk membawakan bekas alat makannya. Kemudian Zishu memutuskan untuk tidur siang. Ia terbiasa tidur siang.


Zishu tidur begitu nyenyaknya sampai jam 3 baru terbangun. Selepas terbangun pun, ia sudah di sibukan dengan memilih pakaian yang cocok untuk malam ini. Ada begitu banyak pilihan dan itu membuat Zishu bingung memilihnya. Belum lagi Heels yang akan di gunakannya nanti. Semua itu membuat Zishu sibuk sampai tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 9 malam.


Satu-persatu tamu undangan acara ulang tahun Zishu berdatangan. Di dominasi keluarga Yan bagian, kerabat dekat, sahabat keluarga Yan, teman-teman sekolah Zishu dan para pengusaha yang merupakan kolega dari perusahaan Yan Group. Tidak ketinggalan para awak media yang pastinya datang untuk meliput berlangsungnya acara ulang tahun dari pewaris keluarga Yan Utama. Sekaligus meresmikan Zishu sebagai pemimpin perusahaan Yan Utama.


Para awak media tentu tidak ingin melewatkan itu. Bisa di bilang liputan acara ulang tahun Zishu ini sangat berharga untuk mereka.

__ADS_1


Zishu sebagai pemilik acara juga sudah bergabung dengan mereka. Tampilannya malam ini memukau mata para tamu. Wajahnya cantik dengan polesan make up yang fresh. Rambutnya jauh lebih bergelombang daripada sebelumnya dan di biarkan tergerai. Jepit rambut berbahan berlian biru muda juga di sematkan. Begitu juga dengan anting dan kalung yang di gunakannya. Semunya terbuat dari berlian muda dan harganya tentu fantastis. Penampilan Zishu berhasil memukau semua mata juga karena gaun panjang berwarna kombinasi biru dan putih yang di pakainya. Meski model gaunnya pun tidak terlalu terbuka dan hanya sedikit ketat, Zishu tampil sempurna. Di lengkapi Heels putih terpasang sempurna di kedua kakinya.


“Sayang!” seru Chunying yang ikut terpukau melihat penampilan Zishu.


Ia ingin datang menjemput tunangannya itu tapi terlambat sebab Jun mendahuluinya.


`Awas kau, Jun!!!` batin Chunying.


“Kamu sangat sempurna malam ini, Little Baby! Kakak sampai pangling melihatmu,” puji Jun di sela menjemput Zishu.


“Lebayyy,” celetuk Zishu sambil berjalan bersama Jun.


“Kakak bukan lebay tapi inilah faktanya. Lihatlah mata mereka semua hampir keluar dari tempatnya karena melihat kecantikanmu,” bisik Jun di telinga Zishu.


“Hmmpph kakak bisa saja,”


Zishu menggeleng pelan mendengar bisikan Jun. Kakinya juga terus berjalan menuju ke tengah ruang. Di sana sudah terdapat nyonya Jia Lee dan Chen, Chunying, dan keluarga besar Yan bagian pastinya. Di lihatnya tatapan keluarga besar kedua pamannya seperti terpaksa. Ya—mereka pastinya terpaksa datang malam ini. Kemungkinan besar ada sesuatu yang ingin di perbuat mereka untuk menggagalkan acara Zishu.


`Kita lihat apa yang akan kalian lakukan untuk menggagalkan acaraku. Tidak mungkin kalau kalian tidak berbuat sesuatu,` batin Zishu


..._____...


...Terima kasih sudah mampir ke cerita ini🌹...


...Jangan lupa tinggalkan jejak👣...

__ADS_1


...[Like👍+Comment💬+Vote💌+Favorit❤]...


__ADS_2