
...||•🥀Happy Reading🥀•||...
..._____...
Oh baiklah. Mian—Tolong berikan rincian jumlah kerugian dan biaya perawatan pekerja yang perlu di bayarkan tuan Bowen! Aku harus menghargai keinginannya,” titah Zishu tanpa menatap Mian yang berdiri di belakangnya.
Seperti biasa, ia memang sudah mempersiapkan semuanya. Termasuk rincian kerugian perusahaan akibat ulah tuan Bowen.
“Ya, nona!” sahut Mian mengerti, lalu berjalan maju menghampiri tuan Bowen.
“Tuan—Ini adalah rincian kerugian perusahaan. Soal biaya perawatan pekerja masih belum di ketahui. Mungkin saya perlu beberapa menit lagi untuk mengetahuinya,” lanjutnya seraya menyerahkan kertas rincian kerugian perusahaan kepada laki-laki paruh baya itu.
Tuan Bowen diam menerima kertas itu. Namun beberapa detik kemudian, ia memicingkan matanya. Seakan tidak percaya dengan rincian kerugian yang tertera di kertas itu.
“Ini—,” tunjuk tuan Bowen pada kertas itu. Matanya beralih menatap Zishu, seolah sedang memastikan rincian kerugian itu benar atau tidak.
Zishu mengangguk, lalu tersenyum. “Kenapa? Tuan terkejut karena nominalnya jauh lebih besar dari kerugian yang tuan ketahui? Hmmm seharusnya tuan tidak perlu terkejut. Di bandingkan nominal kerugian yang tuan ketahui, saya sudah memperhitungkannya lebih rinci dan nominalnya di kertas itu benar. Bagaimana? Apa tuan keberatan?”
“Saya ti—dak berani untuk keberatan, Presider!” sahut tuan Bowen tergagap. Miris sekali nasibnya hari ini. Nominal yang tertera di kertas itu setara dengan semua hartanya. Sungguh ia merutuki dirinya sendiri.
‘Arghhh—Bahkan aku tidak memperhitungkan kerugiannya akan sebesar ini. Mengelak pun juga tidak bisa. Nasibku sangat miris akibat kecerobohanku. Hartaku setara dengan kerugian ini. Lalu bagaimana aku membayar biaya perawatan para pekerja? Dan lagi, aku harus bagaimana memenuhi kebutuhan keluargaku? Apa aku hubungi tuan Houcun saja nanti untuk mengambil sisa uang bayaranku? Ya benar, setelah ini ku hubungi saja. Aku juga sudah melakukan perintahnya. Dia tidak bisa menyalahkanku karena Presider sudah berhasil membongkar tindakanku,' batin tuan Bowen
“Baguslah. Kalau begitu saya ingin tuan menggantinya sekarang!” seru Zishu yang enggan untuk menunggu. Apalagi ia tahu bahwa harta yang tuan Bowen miliki setara dengan kerugian perusahaannya. Hal yang menguntungkan bukan? Mengganti kerugian perusahaan bisa membuat tuan Bowen bangkrut. Itulah salah satu pelajaran untuknya.
“A—apa?” tuan Bowen tersentak mendengarnya. Mengganti tidak masalah tapi secepat ini? Ia bahkan belum benar-benar siap kehilangan hartanya.
Reaksi tuan Bowen, tidak berbeda jauh dengan tuan Ming dan beberapa orang lainnya. Mereka tidak menduga jika Zishu bisa seperti itu.
‘Sepertinya Presider sedang memberinya pelajaran. Ini terlalu kejam tapi juga bagus. Bowen harus tahu akibat dari tindakannya yang bahkan aku sendiri tidak tahu,' batin tuan Ming
__ADS_1
‘Nona bukan orang sabaran. Sekali bertindak, langsung bisa membuat tuan Bowen bangkrut! Menyinggungnya bukan hal bagus dan harus di hindari,' batin beberapa orang lainnya.
“Mian—Ulangi ucapanku! Sepertinya tuan Bowen tidak mendengarku dengan baik,” sindir Zishu secara halus.
Gadis yang di sebutkan namanya, langsung melakukan perintahnya. “Tuan, nona ingin Anda mengganti kerugian saat ini juga! Harap tuan untuk segera di lakukan!”
Sambil mengulang ucapan Zishu, Mian menahan tawa. Sikap Zishu seperti itu terkesan menindas dan merendahkan tuan Bowen. Apalagi sedari tadi laki-laki itu telah memasang berbagai raut wajah mendominasi. Tampak seperti orang yang menyedihkan dan perlu di kasihani.
‘Fufffft—Baru kali ini aku melihat tuan Bowen seperti ini. Nona sangat hebat!’ batin Mian
“Apa tidak bisa beri saya waktu lagi? Mak—sud saya, semua perlu proses. Ti—dak bisa secepat itu,” kilah tuan Bowen yang memang benar adanya. Bagaimana bisa ia mengganti kerugian itu dalam waktu cepat, sedangkan semua ada prosesnya. Ia harus menjual semua asetnya dulu, baru bisa menggantinya.
“Presider sudah berucap, ku seharusnya langsung melakukannya. Sekali pun itu mustahil. Inilah akibat yang harus kau terima! Lain kali berpikirlah sebelum berbuat masalah,” cetus tuan Ming menatap tajam laki-laki seusianya itu. Mereka berteman tapi tindakan Bowen telah membuatnya kecewa.
“Andaikan semudah itu melakukannya, pasti sudah ku lakukan. Kau tahu sendiri semua perlu proses. Aku harus menjual semua asetku untuk mengganti kerugian ini,” tuan Bowen mendengus kasar. Perasaannya tengah campur aduk sekarang.
‘Sial! Apa di kiranya menjual aset hanya memakan waktu beberapa menit?' batin tuan Bowen
“Aku setuju dengan ucapanmu, tuan Ming. Tuan pasti memiliki cara untuk menyelesaikan hal ini dengan cepat. Aku—Orangnya tidak suka membuang waktu hanya untuk menunggu,” timpal Zishu menyetujui apa yang di ucapkan tuan Ming barusan.
Tuan Bowen menghembuskan nafasnya secara kasar. Zishu tidak mau memberinya waktu lebih panjang dari hari ini.
“Baiklah, saya akan menggantinya sekarang!” mau tidak mau tuan Bowen menyetujuinya.
“Ini lebih baik. Aku tunggu setengah jam dari sekarang,” sahut Zishu tersenyum tipis—Ia merasa puas sekali.
“Ya, Presider! Kalau begitu saya pergi dulu!” pamit tuan Bowen tampak tidak bersemangat.
Zishu hanya mengangguk dan tuan Bowen segera pergi dari sana tanpa menatap siapa pun. Langkahnya tergesa-gesa karena waktu yang ia miliki tidak lebih dari setengah jam. Waktu yang terbilang singkat tapi mau bagaimana lagi? Zishu tidak mau memberinya waktu lebih banyak.
__ADS_1
“Mian—Ikut aku! Tuan Ming juga. Kita perlu memeriksa bahan bangunan yang belum di gunakan. Sedangkan kalian, bantu aku memeriksa bagian bangunan lain! Takutnya akan roboh lagi,” perintah Zishu, usai perginya tuan Bowen.
“Baik, nona!” Mian berbalik badan menghadap Zishu.
“Baik, Presider!” sahut tuan Ming dan beberapa orang lainnya secara bersamaan.
Kemudian Zishu, Mian dan tuan Ming berpisah dengan beberapa orang lainnya tadi.
Zishu pergi tempat penyimpanan bahan bangunan, di ikuti Mian dan tuan Ming. Mereka memeriksa bahan bangunan yang belum di gunakan. Beberapa pekerja juga ikut membantu agar tidak terlalu memakan banyak waktu. Sebagian besar dari bahan bangunan itu memiliki kualitas buruk. Zishu bisa melihat dari teksturnya yang kasar. Hal itu juga di benarkan oleh Mian, tuan Ming dan beberapa pekerja yang memang sudah berbekal pengetahuan soal bahan bangunan.
“Apa yang harus kita lakukan terhadap semua bahan bangunan ini, Presider?” tanya tuan Ming.
“Apalagi selain di buang! Tidak perlu memakai bahan bangunan ini. Pergilah membeli bahan yang baru! Proyek ini harus selesai dengan bahan bangunan berkualitas,” jawab Zishu begitu santainya. Membeli bahan baru, tidak akan membuatnya bangkrut.
“Baik, Presider! Saya akan melakukan sesuai perintah,”
“Ya—Pergilah sekarang, tuan! Jangan menunda waktu,” perintah Zishu.
Tuan Ming mengangguk mengerti dan langsung berpamitan pergi. Kali ini tuan Ming sendiri yang akan membeli bahan bangunan.
“Kau—Mian, cari tahu biaya perawatan pekerja untuk di beritahukan pada tuan Bowen! Selain itu, pastikan mereka mendapat perawatan terbaik. Mengerti!?” sambungnya pada Mian yang berdiri di dekatnya.
“Mengerti, nona!”
Mian segera menelepon pihak rumah sakit untuk menanyakan biaya perawatan pekerja dan memastikan mereka di rawat dengan baik.
..._____...
...Terima kasih sudah mampir ke cerita ini🌹...
__ADS_1
...Jangan lupa tinggalkan jejak👣...
...[Like👍+Comment💬+Vote💌+Favorit❤️]...