
...||•🥀Happy Reading🥀•||...
..._____...
Zishu berjalan santai sambil melihat-lihat setiap sudut The Place. Ia cukup berpakaian feminin kali ini. Tank-top orange di lapisi kemeja hitam, tanpa di kancing. Bawahannya memakai rok hitam selutut dan sneakers hitam polos. Rambutnya di biarkan terurai. Style yang di pakainya membuatnya terlihat cantik dan manis.
Sepanjang jalan, ia di tatap orang-orang yang berada di sana. Mereka tentu mengenalinya. Wajahnya sudah terlihat dimana-mana sejak berita kepulangannya tersebar. Mustahil kalau mereka tidak mengenalinya.
“Alhasil aku menjadi pusat perhatian di sini,” gumam Zishu pelan, di sela memperlihatkan senyumnya pada orang-orang yang melihatnya.
Ia memang selalu suka tersenyum. Sadar atau tidak, senyumannya itu sangat manis dan membuatnya tambah cantik. Para laki-laki yang melihatnya, mengakui itu. Begitu pula para perempuan yang merasa iri dengannya. Iri karena ia bukan hanya Good Rekening tapi juga Good Looking.
“Sayang!” seru seseorang tidak jauh darinya dan tampak melambaikan tangan pada Zishu.
Seseorang itu tidak lain adalah Chunying—tunangannya. Di sampingnya sudah berdiri perempuan berpakaian seksi dan Zishu sangat mengenalinya. Feiyu—kakak sepupunya itulah yang berdiri di samping Chunying.
Zishu membalas lambaian tangan Chunying. Ia juga tersenyum lebar, seperti sangat bahagia bertemu Chunying. Yah itu sangat bertolak belakang dengan suasana hatinya.
“Bersikap biasa saja, Zishu. Kamu tidak perlu merasa sakit hati karena mereka. Cukup kecewa sebentar saja,” ucap Zishu pada dirinya sendiri. Ia menghembuskan nafas panjangnya. Kemudian berjalan menghampiri Chunying dan Feiyu.
“Aku merindukanmu, sayang!” seru Chunying langsung memeluk Zishu ketika baru sampai di hadapannya.
“Sama kak. Aku juga merindukanmu,” sahut Zishu memainkan perannya sebagai tunangan yang tergila-gila dan belum tahu tentang pengkhianatannya.
Meski sekedar pelukan biasa, Feiyu terlihat tidak senang. Hatinya jelas saja merasa panas melihatnya. Zishu dapat melihat itu hanya dengan kepalan tangan Feiyu.
`Panas ya kak? Panas bangetlah hahaha,` batin Zishu
“Bagaimana kabarmu, sayang?” tanya Chunying lembut seperti biasanya.
“Aku sangat baik dan ku lihat kakak juga sama,” jawab Zishu masih dalam pelukan Chunying.
“Kalau begitu baguslah. Berarti selama berada di Inggris, kamu menjaga kesehatanmu dengan baik. Satu hal lagi, kamu juga bertambah cantik sekarang. Aku sampai hampir tidak mengenalimu saat menonton berita di televisi.” ucap Chunying
“Hahaha benarkah itu kak? Padahal menurutku, wajahku tetap sama seperti dulu. Tidak ada yang berubah sama sekali. Mungkin kakak hanya sudah lama tidak melihatku atau memang tidak ingin melihatku. Makanya tidak mengenaliku,” canda Zishu dengan sindiran.
“Kamu bicara apa? Mana mungkin aku tidak mau melihatmu. Kamu sih tidak pernah memposting fotomu di akun sosial mediamu. Makanya aku tidak bisa melihatmu,” kilah Chunying sembari melepaskan pelukannya.
__ADS_1
“Benar juga sih tapi kan aku selalu mengajak untuk melakukan panggilan video dan kakak selalu menolaknya,” sungut Zishu memperlihatkan kekesalannya.
“Yah maafkan untuk itu. Aku selalu sibuk saat kamu ajak melakukan panggilan video,” tukas Chunying terlihat menyesal.
“Tapi apa benar kakak sibuknya setiap hari selama 3 tahun ini? Aku merasa tidak yakin untuk itu,” cicit Zishu membuat Chunying tersentak. Ia tersenyum puas melihatnya bingung menjawab pertanyaannya.
`Bukan hanya wajahnya yang tambah cantik. Ia juga pintar bersilat lidah sekarang. Aku harus apa? Pertanyaannya akan menjebakku kalau terus di jawab. Bisa-bisa nanti ia curiga padaku. Feiyu—ya Feiyu bisa menolongku dengan mengganti pembicaraan,` batin Chunying
Di lihatnya Chunying melirik sekilas ke arah Feiyu. Zishu yakin kalau Chunying pasti meminta bantuan Feiyu itu mengganti pembicaraan dan itu benar terjadi.
“Apa hanya Chunying yang kamu rindukan, aku tidak?” tiba-tiba Feiyu membuka suara. Senyuman di bibirnya jelas di paksakannya.
`Aku sudah yakin akan hal ini. Feiyu ingin mengganti pembicaraanku dengan kak Chunying karena bingung menjawab pertanyaanku. Baiklah aku ikuti saja permainan kalian` batin Zishu
“Tentunya aku juga merindukan kakak sepupu,” jawab Zishu tetap tersenyum seperti tadi.
“Bagaimana kabarmu, kak?” lanjutnya. Kini ia memeluk kakak sepupunya itu.
“Seperti yang kamu lihat. Aku baik sekali,” jawab Feiyu membalas terpaksa pelukan Zishu.
“Baguslah. Aku senang mendengarnya, kak!” seru Zishu yang kemudian melepaskan pelukannya. Tidak perlu terlalu lama memeluk Feiyu. “Bagaimana liburan kakak tadi? Apa menyenangkan?”
“Kenapa hanya sebentar? Bukankah ku dengar kakak sedang mengambil cuti panjang pertengahan tahun?” tanya Zishu polos.
`Banyak tanya. Menyebalkan!` batin Feiyu
“Rencananya memang begitu tapi di batalkan. Papa ingin aku menyelesaikan proyek penting dalam waktu dekat. Jadi hanya bisa mengambil cuti sebentar,” jawab Feiyu sebisa mungkin. Ia tahu kalau adik sepupunya itu pasti mudah percaya padanya.
“Ternyata begitu. Yah tapi baguslah kalau liburan singkat kakak menyenangkan,” sahut Zishu pura-pura ikut senang mendengarnya.
`Iyalah menyenangkan. Tuh pergi liburannya bersama tunanganku. Ups salah—maksudnya kekasih hatimu,` batin Zishu
“Ah iya, kalian sudah lama di sini? Maaf ya aku terlambat. Soalnya di kediaman masih terlalu sibuk untuk acara besok,” sesalnya. Ia memasang raut wajah tidak enak hati.
“Tidak lama kok, sayang. Hei kamu tidak perlu minta maaf! Aku tahu kalau tunanganku ini sedang sibuk untuk acara besok. Justru aku berterima kasih karena kamu mau menyempatkan waktu untuk bertemu. Aku juga minta maaf karena tidak bisa menjemputmu,” ucap Chunying memerankan status tunangan yang baik. Namun sikapnya itu membuat Zishu merasa muak.
`Cih menjijikkan!` batin Zishu
__ADS_1
“Iya tidak masalah, kak.” Zishu menganggukkan pelan kepalanya.
“Bagaimana sebagai gantinya, aku traktir kamu belanja. Kamu bebas membeli apa pun di sini, nanti aku yang bayar!” seru Chunying dan Zishu bisa melihat reaksi tidak senang dari Feiyu. Meski reaksinya tidak di perlihatkan secara langsung.
`Chunying sudah gila ya!? Bisa-bisanya ia mau mentraktir Zishu berbelanja,` batin Feiyu
“Tapi—” Zishu ingin pura-pura menolaknya tapi Chunying memotong ucapannya.
“Tidak ada tapi. Kamu tidak boleh menolakku,”potong Chunying.
Percayalah, Zishu tersenyum penuh kemenangan mendengarnya. Dengan ini, makin panaslah hati Feiyu wk.
“Ssh baiklah, kak. Aku tidak bisa menolak lagi,” desis Zishu pasrah.
“Feiyu, kamu juga berbelanjalah. Nanti semuanya aku bayar. Anggap saja sebagai hadiahku untukmu karena sudah beberapa kali membantuku dalam perusahaan,” ucap Chunying membuat mata Feiyu berbinar-binar. Ternyata ia bisa mendinginkan Feiyu yang sedang panas hanya dengan itu.
“Sungguh?” tanya Feiyu memastikan.
“Iya” jawab Chunying singkat.
“Wah terima kasih,” tutur Feiyu senang. Kalah saja tidak ada Zishu, ia pasti sudah berhamburan memeluk manja Chunying—sang kekasih.
“Sama-sama,”
“Nah kak Chunying sudah mengatakan itu. Jadi tunggu apa lagi? Ayo kita puas-puas berbelanja,” ajak Zishu pada kakak sepupunya itu.
“Ayo!” sahut Feiyu setuju dan sangat bersemangat. Hatinya yang sempat memanas tadi, sudah berhasil di dinginkan.
`Kakak sepupu, kamu tidak pernah berubah. Tetap sama seperti dulu. Akan berhenti marah kalau di traktir belanja atau di beri uang. Hehe tapi aku akan membuatmu panas kembali,` batin Zishu.
Zishu, Feiyu dan Chunying segera berjalan menuju tempat belanja. Sepanjang jalan, Zishu begitu menempel pada Chunying. Tangannya bergelayut manja di lengan kekar tunangannya yang nantinya akan jadi mantannya. Canda tawa dan saling melemparkan rayuan terdengar dari mereka berdua. Feiyu tentu merasa panas kembali. Seharusnya ia yang seperti itu dengan Chunying, bukan Zishu. Namun sekarang ia harus menahan dirinya. Tidak boleh membuat Zishu tahu tentang hubungannya dengan Chunying.
..._____...
...Terima kasih sudah mampir ke cerita ini🌹...
...Jangan lupa tinggalkan jejak👣...
__ADS_1
...[Like👍+Comment💬+Vote💌+Favorit❤]...