
... ||•🥀Happy Reading•||...
... _____...
Dua hari kemudian
Malam hari, di kediaman Jun
“Selamat datang Little Baby!” Jun menyambut Zishu dan Chen yang baru saja tiba di kediamannya.
“Aku juga datang. Kenapa kau tidak menyambutku juga?” celetuk Chen. Salah satu tangannya di masukkan ke dalam saku celana yang di pakainya. Ia tengah memakai setelan santai berwarna kombinasi antara hijau muda-hitam.
“Ya selamat datang juga tuan Chen yang terhormat,” sambut Jun dengan nada sedikit menyindir.
“Aku tahu kau tidak berniat menyambutku,” Chen mendengus. “Punya teman, seperti lawan.”
“Kalau sudah tahu, baguslah.” balas Jun cuek bebek.
“Fuufft berhentilah berdebat. Sekarang ayo masuk!” Zishu terkekeh melihat tingkah kedua kakaknya itu.
“Oke, Little Baby. Silahkan masuk!” seru Jun mempersilahkan Zishu masuk.
Zishu—gadis yang menjadi alasan perayaan malam ini, menganggukkan kepalanya dan mulai berjalan masuk. Di kedua sampingnya ada Chen dan Jun yang berjalan sejajar dengannya. Terlihat seperti pengawal pribadinya.
“Little Baby!?” panggil Jun di tengah berjalan menuju taman belakang kediamannya. Dimana acara perayaan kepulangan Zishu, telah di siapkan di sana.
“Ya ada apa kak?” tanya Zishu menatap sekilas ke arah Jun. Kakinya pun terus melangkah berjalan.
“Sudah bertemu dengan Chunying?” pertanyaan Jun itu sukses membuat Zishu berhenti. “Belum?” tanyanya lagi.
“Zi`er belum bertemu dengannya,” jawab Chen, bukan Zishu. “Memangnya ada apa kau bertanya seperti itu?”
“Tidak apa-apa. Aku hanya bertanya saja,” tidak—bukan tanpa alasan Jun menanyakan itu. Hanya saja ia belum siap melukai hati Zishu dengan kebenaran.
“Aku tahu pasti kakak tidak sekedar ingin bertanya. Katakan saja yang sebenarnya, kak!” ucap Zishu setelah terdiam sesaat.
“Selama kamu pergi, kakak sering melihat Chunying bersama Feiyu. Mereka tidak terlihat seperti seorang teman biasa. Bisa di bilang mereka mempunyai hubungan spesial,” Jun berhati-hati dalam mengatakan itu.
“Oh ku kira apaan,” balasan Zishu yang singkat ini membuat Jun mengernyitkan dahinya. Seharusnya Zishu marah tapi kenapa reaksinya terlihat biasa saja.
“Kamu tidak marah?” tanya Jun dan di angguki pelan oleh Zishu. “Kamu sudah tahu tentang ini?”
“Kau telat memberitahu. Zi`er sudah tahu tentang ini dariku. Bahkan rencananya Zi`er akan membatalkan pertunangannya dengan Chunying itu. Laki-laki brengsek sepertinya, buat apa di pertahankan. Buang-buang waktu,” tukas Chen tanpa menatap ke arah Jun.
“Benarkah itu?” Jun memastikan apa yang di katakan Chen barusan.
“Benar. Aku akan membatalkan pertunangan kami,” sahut Zishu datar.
“Wah itu sangat bagus. Kamu memang tidak boleh mendapatkan suami seperti Chunying itu. Laki-laki brengsek yang tidak setia,” cecar Jun bernada kesal. Nyatanya ia tidak sadar diri.
__ADS_1
“Kau juga sama brengseknya. Sama-sama tidak setia,” sindir Chen langsung menyadarkan Jun.
Jleb
“Kalau bicara suka benar ye. Sekali-kali bisa tidak jangan membuatku sadar seperti ini,” sungut Jun.
“Kenyataannya memang seperti itu, kan? Kakak Jun itu juga sama brengseknya. Masuk kategori buaya berwujud manusia,” Zishu menatap sinis Jun. “Jadi kak Jun bercerminlah dulu. Sebelum bilang orang lain brengsek karena tidak setia,”
“Hhe mulai sekarang gak bakal lagi jadi buaya. Percaya deh sama kakak,” ucap Jun menggaruk tekuknya yang tidak gatal.
“Kita lihat saja nanti. Apakah perkataan kau bisa di percaya atau tidak,” Chen menatap tidak yakin ke arah Jun. “Benarkan, Zi`er?”
“Iya benar, kak!” sahut Zishu membenarkan.
“Baiklah, lupakan soal itu. Sekarang ayo lanjut berjalan. Mereka sudah menunggu,” ajak Jun, mengakhiri pembicaraan tadi. Zishu dan Chen mengangguk samar.
Mereka bertiga kembali melanjutkan berjalan menuju taman belakang. Dimana mereka—Lui beserta yang lainnya sudah berada di sana.
***
“Nona terlihat sangat cantik!” puji Liang ketika Zishu, Chen dan Jun sudah sampai di taman belakang.
“Tuan jangan memujiku berlebihan,” elak Zishu tersenyum. Berbeda dari biasanya—malam ini ia menggunakan Dress selutut berwarna merah dengan motif bunga.
“Tidak berlebihan kok. Aku bicara apa adanya,” bantah Liang.
“Sangat setuju!” jawab Enlai, Kang Dishi dan Guan secara bersamaan.
“Pujian mereka memang benar. Nona Zishu, kamu terlihat sangat cantik!” Lui tersenyum mengatakan itu. Entah kenapa—tapi dari semuanya, hanya pujian Lui yang membuat jantung Zishu berdecak jantung.
`Duh—ada apa dengan jantungku. Kenapa berdetak jantungku berdetak sangat kencang? Apa mungkin aku memiliki penyakit riwayat jantung. Tidak—itu tidak mungkin. Bagaimana bisa aku memiliki riwayat jantung hanya karena ucapannya. Sangat tidak masuk akal!` batin Zishu
“Terima kasih,” meski Zishu tidak suka terlalu di puji berlebihan tapi tetap mengatakan itu. Anggap saja sebagai bentuk menghargai pujian mereka.
“Sudahlah berhenti memujinya. Zi`er tidak menyukai terlalu di puji. Lebih baik kita mulai perayaannya,” ucap Chen yang sangat mengerti bagaimana sifat Zishu.
“Baiklah. Minumanmu, Little Baby!” seru Jun memberikan segelas minuman biasa tanpa soda atau pun beralkohol.
Zishu—Little Baby nya itu hanya suka minuman seperti itu. Sehingga Jun menyiapkan semua minuman yang tidak bersoda dan beralkohol. Hanya minuman biasa saja tapi rasanya tidak kalah menyegarkan untuk menemani perayaan malam ini.
“Terima kasih, kak!” ungkap Zishu. Ia menerima segelas minuman itu.
“Tunggu apa lagi sekarang? Mari kita bersulang untuk menyambut kepulangan nona Zishu!” ajak Guan mengangkat lebih dulu gelas minuman miliknya.
“Ya bersulang!” sahut semuanya secara bersamaan dan mengangkat gelas minuman masing-masing.
Layaknya acara perayaan biasanya, mereka semua bersulang gelas minuman sebagai pembuka. Kemudian barulah meminum minumannya. Acara berlanjut dengan memakan cemilan yang telah di siapkan, Bakar-bakar daging, mengobrol santai dan permainan.
“Sekarang giliran siapa lagi memutar botol?” tanya Kang Dishi pada semuanya yang duduk mengelilingi meja berbentuk lingkaran. Saat ini mereka semua sedang bermain putar botol—Truth Or Dare.
__ADS_1
“Bagaimana kalau nona Zishu saja?” jawab Lui menatap Zishu yang duduk berseberangan dengannya.
“Ha—aku?” beo Zishu menunjuk dirinya sendiri, seakan tidak percaya.
“Iya kamu,” sahut Lui tersenyum tipis lagi. Gadis yang di sebutnya ceroboh itu—tingkahnya sangat menggemaskan. “Bagaimana menurut kalian?”
“Benar. Sedari tadi nona Zishu belum memutar botol,” Enlai duduk bersandar di kursi dengan nyamannya.
“Kak Chen saja yang memutar botol,” tolak Zishu.
“Tidak—kamu saja,” Chen juga menolak
“Lakukan saja, Little Baby. Hanya memutar saja,” bujuk Jun pada Zishu yang duduk di sebelahnya.
“Hm baiklah,” deham Zishu tidak bisa menolak lagi.
Segera di putarnya botol yang berada di tengah meja. Botol mulai berputar cepat hingga perlahan melambat dan akhirnya berhenti—tepat mengarah ke Lui.
“Siapa yang mau bertanya padanya?” tanya Jun menatap ke arah semuanya.
“Biarkan aku saja!” jawab Xuesi antusias. “Kau pilih Truth Or Dare?”
“Truth” singkat Lui tanpa memikirkannya lagi.
“Baiklah. Apa dulu kau pernah menyukai seseorang?” Xuesi sudah menyiapkan pertanyaan itu sejak tadi. Lebih tepatnya—sejak dulu. Ia selama ini penasaran akan hal itu dan tidak terlalu percaya pada berita Lui selama ini. Sebelum ada bukti yang membenarkan hal itu. “Kau harus jujur. Aku tidak percaya dengan kabar kalau selama ini kau tidak mempunyai orang yang kau sukai,”
Pertanyaan yang di ajukan Xuesi ini, ikut membuat yang lain penasaran untuk mengetahuinya. Tanpa terkecuali Zishu sendiri. Ia tidak percaya kalau Lui tidak pernah mempunyai orang yang di sukainya—meski itu dulu.
“Ada tapi itu memang dulu. Sekarang sudah tidak lagi,” Lui menjawab dengan jujur. Tidak ada yang perlu di sembunyikannya untuk itu.
“Siapa?” tanya Xuesi lagi penasaran.
“Kalian juga tidak mengenalnya. Ku rasa aku sudah menjawab pertanyaanmu,” jawab Lui mematahkan rasa penasaran Xuesi dan yang lainnya—salah satunya Zishu.
`Kira-kira siapa orang yang di sukainya—ish kenapa aku jadi penasaran seperti ini. Siapa pun yang di sukainya, tuh juga bukan urusanku.` batin Zishu
“Yah kau tidak seru. Padahal kami ingin tahu siapa perempuan yang pernah di sukai seorang Lu Zeming,” decak Liang.
“Cukup aku yang tahu. Kalian tidak perlu,” balas Lui terkekeh.
... _____...
... Terima kasih sudah mampir ke cerita ini🌹...
... Jangan lupa tinggalkan jejak👣...
... [Like👍+Comment💬+Vote💌+Favorit❤]
...
__ADS_1