Turns Out My Mate

Turns Out My Mate
Eps 55. Pah, Aku sudah di sini!


__ADS_3

... ||•🥀Happy Reading🥀•||...


... _____...


Zishu dan Chen pergi ke perusahaan Yan Group menggunakan mobil yang sama, di kemudikan oleh Lin. Mobil melaju dengan kecepatan sedang menuju ke arah perusahaan. Menembus padatnya jalanan kota. Hingga berhasil mencapai perusahaan, setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit lebih.


Lin bergegas turun dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Zishu. Sedangkan Chen suda turun lebih dulu.


“Terima kasih, kak!” ungkap Zishu sembari berjalan turun dari mobil.


“Sama-sama, Nona!” sahut Lin tersenyum tipis.


Zishu berjalan menghampiri Chen. Ia menatap gedung pencakar langit di balik kacamata hitam yang melindungi matanya. Gedung pencakar langit itu merupakan pusat dari Yan Group. Terdiri dari 15 lantai dan karyawan berjumlah ratusan orang banyaknya.


“Mari masuk, Presider Zi`er!” ajak Chen bernada formal tapi juga sedikit menggoda Zishu.


“Baik, wakil Presiden Chen!” sahut Zishu tidak kalah formalnya. “Fuffft hhhaha,”


Zishu tergelak tawanya. Menurutnya terdengar lucu saat Chen memanggilnya Presiden.


“Silakan!” Chen menggeleng-gelengkan kepalanya, di sertai kekehan pelan. Ia mempersilahkan untuk Zishu berjalan lebih dulu.


Sontak tawa Zishu perlahan terhenti. Ia berusaha menetralkan sikapnya dengan menghela nafas. “Baiklah Kak,”


Kemudian Zishu berjalan menuju pintu masuk perusahaan Yan Group. Di ikuti Chen yang berjalan di sampingnya tapi tidak terlalu sejajar. Ini untuk ke sekian kalinya ia menginjakkan kaki di perusahaan papanya. Dimana dulu dirinya sering datang ke sini hanya untuk memberikan makan siang kepada papanya itu. Namun sekarang keadaannya sudah berubah 180 derajat dari sebelumnya. Ia datang bukan untuk memberikan makan siang tapi memimpin perusahaan.


***


Zishu berjalan masuk ke dalam perusahaan. Terlihat di sana ada banyak karyawan yang berkumpul dan berdiri rapi. Mereka langsung menyambut kedatangannya.


“Selamat datang, Presider!” sapa semua karyawan itu serentak menunduk hormat.


Tidak ada balasan keluar dari mulut Zishu. Presider baru Yan Group itu justru melepaskan kacamata hitamnya. Ia juga menyingkirkan helaian rambut yang mengganggu tatapannya. Senyuman manis mengembang di bibirnya. Bersamaan matanya menatap semua karyawan yang telah menyambut kedatangannya.


“Terima kasih,” ucap Zishu hangat. “Tapi bisakah kalian berhenti menunduk seperti itu? Saya berdiri di hadapan kalian, bukan di bawah!”

__ADS_1


Sontak permintaan Zishu itu membuat para karyawan ragu. Mereka ragu karena permintaan itu bertolak belakang dengan posisi mereka. Rasanya mereka tidak enak kalau bertatapan dengan pimpinan yang merupakan posisi tertinggi di perusahaan melebihi mereka.


“Kak?” Zishu melirik ke arah Chen, seperti memberi sebuah perintah padanya.


“Kalian tidak dengar apa kata Presider? Berhenti menunduk!” titah Chen spontan. Ia mengerti arti lirikan Zishu tadi.


Spontan para karyawan mengangkat kepala mereka dengan ragu-ragu. Namun keraguan mereka seolah tersingkirkan saat melihat senyuman manis Zishu. Dimana senyuman itu bisa meluluh lantahkan hati laki-laki atau pun perempuan. Begitu juga dengan tatapannya, memperlihatkan kehangatan.


“Ini baru bagus,” ucap Zishu tanpa memudarkan senyuman.


Astaga, itu benar-benar manis! Jerit para karyawan laki-laki.


“Saya senang bisa bertemu kalian hari ini. Semoga kita bisa bekerja sama dengan baik. Yah meski Di dalam sebuah perusahaan memang ada tingkatan posisi tapi saya harap, itu tidak membuat jarak bagi kita. Maksud saya kalian tidak perlu terlalu meninggikanku karena posisi Presider ini. Kita sama, bahkan mungkin ada yang seusia. Jadi saya sangat harapkan tidak ada hal yang menjadi jarak untuk kita. Hmmm dan satu hal lagi, di dalam mengerjakan pekerjaan perusahaan di butuhkan kerja sama. Jangan bekerja secara individu, itu bisa mempersulit diri sendiri. Mengerti?” sambungnya panjang lebar. Tetapi sangat di pahami oleh para karyawan.


“Kami mengerti, Presider!” sahut para karyawan menjadi sangat antusias.


Mereka yakin terhadap Zishu, hanya dari ucapannya. Dari sudut pandang mereka, Zishu memang masih muda tapi dari gaya ucapannya dan pola pikirnya sudah menunjukkan kedewasaannya. Usia memang tidak selalu harus menjadi patokan akan kedewasaan seseorang.


“Good All! Semangat bekerja semuanya!” seru Zishu memberikan semangat.


“Sekarang kalian bisa kembali bekerja!” perintah Zishu pada para karyawan itu.


“Baik, Presider!”


Para karyawan itu menunduk hormat lagi, sebelum membubarkan diri. Mereka kembali ke pekerjaan mereka masing-masing. Sementara itu, Zishu masih berdiri di tempat yang sama. Ia mengedarkan tatapan matanya. Mengarah ke para karyawan yang sudah mulai kembali bekerja. Sekaligus setiap sudut lantai pertama atau lobi perusahaan papanya.


“Sepertinya mereka senang akan kehadiranmu,” ucap Chen, berhasil membuyarkan tatapan Zishu.


“Aku mengharapkan itu, Kak!” balas Zishu masih tersenyum. “Aku ingin berkeliling. Boleh temani aku, Kak?”


“Sesuai keinginan Anda, Presider!”


Zishu dan Chen melanjutkan langkah mereka yang sempat terhenti. Mereka berdua menelusuri semua ruang di setiap lantai. Di sela itu juga, Chen memperkenalkan para karyawan pada Zishu. Ia juga menjelaskan secara singkat tentang pekerjaan mereka. Hal itu untuk mempermudah Zishu ke depannya.


Di depan ruang Presider

__ADS_1


Setelah selesai berkeliling, berkenalan dan mengetahui setiap pekerjaan para karyawannya, Zishu baru sampai di depan sebuah ruangan. Dimana ruangan itu dulunya milik papanya dan sekarang sudah menjadi miliknya.


“Silakan masuk, Presider! Ini ruangan Anda,” Chen membukakan pintu ruangan itu dan mempersilahkan Zishu untuk masuk.


Zishu mengangguk pelan. Sebelum kakinya mulai berjalan masuk. Ia mengedarkan tatapannya ke setiap sudut ruang itu. Setiap benda yang juga terdapat di sana pun, tidak luput dari tatapannya. Ruangannya sangat luas, tertata rapi dan bersih.


Kakinya terus berjalan, mengitari ruangan. Tangannya menyentuh satu-persatu benda. Meski begitu, Zishu belum berucap lagi. Sama halnya dengan Chen yang diam sambil mengekor di belakang Zishu. Ia tahu benar apa yang sedang di pikirkan majikan, sekaligus adiknya itu. Makanya ia memilih diam, sampai Zishu sendiri yang berucap.


“Ruangan ini tidak berubah. Sama seperti dulu,” ucap Zishu sembari meletakkan tas miliknya ke atas meja.


Kemudian tangannya menyentuh sebuah figura foto yang terletak di meja kerja papanya. Foto itu terdapat dirinya, tuan Jiang dan nyonya Mei beberapa tahun lalu.


“Ruangan ini memang sengaja tidak di ubah. Saya tahu Presider mempunyai banyak kenangan di sini,” sahut Chen formal.


“Iya benar,” Zishu menatap intens foto yang terdapat di figura itu. “Terima kasih, Kak!”


“Buat?”


“Terima kasih karena sudah membiarkan ruangan ini sama seperti dulu,” balas Zishu beralih menatap Chen, senyuman manisnya kembali mengembang.


“Tidak perlu berterima kasih. Ini memang sudah seharusnya,” Chen ikut tersenyum. “Sekarang kursi itu tidak akan kosong lagi,”


Selama ini kursi Presider yang selalu di duduki tuan Jiang, tidak pernah di duduki siapa pun. Termasuk Chen sendiri, pemimpin sementara perusahaan. Kursi itu telah kosong selama 3 tahun lebih. Chen tidak pernah mendudukinya. Jangankan mendudukinya, Chen juga jarang masuk ke ruangan Presider. Jika ia masuk, paling untuk memastikan sendiri ruangan itu tetap sama dan bersih. Chen ingin nantinya saat Zishu datang, dapat langsung menepati ruangan itu dan menduduki kursi milik tuan Jiang. Bisa di bilang, Zishu menjadi orang kedua yang menduduki kursi itu setelah papanya.


“Dulu papa yang duduk di kursi ini. Sekarang aku menggantikannya,” ucap Zishu memegang kursi kebesaran milik papanya.


Sebelum akhirnya ia mendudukkan dirinya. Matanya terpejam bersamaan dengan bersandar penuh kenyamanan di kursi itu. Yeah—Ia sedang mencoba mengingat bagaimana dulunya tuan Jiang duduk di kursi itu. Papanya itu duduk dengan luar biasa dan penuh kuasa. Namun tetap hangat pada siapa pun.


`Pa, Aku sudah di sini. Apa papa bisa melihatku? Aku duduk di kursi yang dulu di duduki papa,`


... _____...


... Terima kasih sudah mampir ke cerita ini🌹...


... Jangan lupa tinggalkan jejak👣...

__ADS_1


... [Like👍+Comment💬+Vote💌+Favorit❤]...


__ADS_2