
...||•🥀Happy Reading🥀•||...
..._____...
Beberapa orang lainnya yang mendapat perintah Zishu tadi, juga langsung melakukannya. Mereka memeriksa bagian bangunan proyek yang lain untuk mencegah kejadian tadi terulang lagi. Semuanya di periksa menyeluruh, tanpa melewatkan satu pun bagian. Jika nantinya ada yang menunjukkan kemungkinan akan roboh, secepatnya harus segera di beri tanda dan di beritahukan pada Zishu. Langkah selanjutnya sesuai arahan darinya.
Sementara itu di tempat lain, tuan Bowen tengah menelepon tuan Houcun. Jika mengandalkan hartanya saja, hanya cukup mengganti kerugian perusahaan. Sedangkan biaya perawatan pekerja yang terluka juga perlu di bayar. Meski pun belum tahu berapa nominalnya. Selain itu, nantinya ia akan menggunakan sisa uang untuk kebutuhannya dan keluarganya. Daripada berbuat masalah lagi pada Zishu, lebih baik ia kehilangan semua harta. Asalkan Zishu memaafkannya dan tidak membawa masalah ini ke jalur hukum.
“Saya perlu sisa uang itu sekarang. Bisakah tuan memberikannya? Tugas saya sudah selesai,” ucap tuan Bowen usai teleponnya di angkat tuan Houcun.
[......................................]
“Bagaimana bisa tuan berkata seperti itu? Saya sudah menyelesaikan semuanya. Apa tuan ingin melanggar perjanjian?” tuan Bowen tampak kesal mendengar apa yang tuan Houcun katakan padanya.
Tuan Houcun menolak untuk memberikan sisa uang tuan Bowen. Dengan alibi bahwa tuan Bowen belum menyelesaikan tugasnya. Padahal sudah jelas bahwa tugas yang ia berikan pada tuan Bowen, selesai di kerjakan.
[.....................................]
“Kalau begitu berikan sisa uang saya dan urusan kita selesai!”
[.....................................]
“Tuan perlu bukti apa lagi? Saya sudah menyerahkan semuanya. Bukti itu sudah sesuai dengan tugas yang tuan berikan pada saya. Oh jangan-jangan tuan tidak punya cukup uang. Sampai sisa uang saya tidak di berikan. Kalau benar, katakan saja! Biar saya bongkar hal ini pada tuan Chen atau Presider Zishu sekalian,”
[...................................]
“Buat apa saya takut? Jadi silakan tuan ambil keputusan. Berikan sisa uang saya atau rahasia ini terbongkar sekarang juga!”
[...................................]
“Ini lebih baik, tuan! Rekening saya masih sama,”
Tut...
Tuan Houcun mematikan telepon secara sepihak. Paman dari Zishu itu merasa kesal karena tuan Bowen berani mengancamnya.
“Huh—Enak saja, sisa uangku tidak di berikan. Apa dia pikir aku melakukannya dengan tenang. Tidak sama sekali. Bahkan aku harus kehilangan semua hartaku hari ini karena tugasnya itu,” gerutu tuan Bowen seraya berjalan masuk ke mobilnya.
Kemudian tuan Bowen segera melajukan mobilnya menuju tempat pembelian aset tercepat. Ia harus berhasil menjual semua aset yang di milikinya dalam waktu 30 menit. Terbilang mustahil tapi mau bagaimana lagi? Demi menyelamatkan diri dari jeruji besi. Harta masih bisa di cari nanti.
***
Zishu tengah berdiri di antara beberapa orang yang tadi di perintahkannya untuk memeriksa semua bagian bangunan.
“Apa tidak ada lagi bagian lain yang memungkinkan roboh?” tanyanya, seraya menyentuh salah satu bagian dinding bangunan.
__ADS_1
“Tidak ada, Presider. Kami sudah memeriksanya. Namun pemeriksaan seperti ini juga belum tentu bisa memastikan keadaan dinding bangunan. Ini di karenakan bahan bangunan yang di gunakan telah di campur,” jawab salah satu dari beberapa orang itu.
Mendengar jawaban itu, Zishu tampak berpikir sesaat. “Hmmm—Begini saja, pekerjaan hari ini di hentikan dulu. Kita adakan metting untuk membahas semua ini,”
“Ya baiklah, nona!” sahut beberapa orang itu setuju. Metting memang adalah jalan terbaik untuk menemukan hasil akhir yang tepat.
“Kita metting dua jam dari sekarang, di restoran terdekat. Persiapkan semuanya! Terutama hal-hal penting yang menjadi topik pembahasan. Mengerti!?” Zishu sempat melirik sekilas jam tangannya. Lalu beralih menatap beberapa orang itu lagi.
Beberapa orang itu mengangguk setuju. Kemudian Zishu pergi dari sana. Tepatnya pergi berkeliling bangunan proyek. Ada beberapa hal yang perlu di periksanya sendiri. Bangunan proyek begitu besar, Zishu akan menghabiskan banyak waktu untuk memeriksanya. Ia tidak sendiri dalam hal itu. Ada Mian yang membantunya.
“Apa kau sudah mendapatkan rincian biaya perawatan pekerja?” tanya Zishu di sela mencatat bagian penting dari pemeriksaannya.
“Sudah, nona. Saya juga sudah mengirimnya pada tuan Bowen,” jawab Mian yang berdiri cukup berjarak dari Zishu.
Zishu mengangguk pelan. “Baguslah,”
“Ya, nona!” sahut Mian.
Tidak berselang lama dari berakhirnya pembicaraan Zishu dan Mian, tuan Bowen datang menghampiri mereka. Tampaknya laki-laki paruh baya itu telah berhasil menjual semua aset yang di milikinya, tepat waktu.
“Presider—Saya kembali!” seru tuan Bowen usai berdiri di hadapan Zishu.
Zishu yang sedari tadi fokus mencatat, langsung beralih menatapnya. “Bagaimana dengan uang ganti rugi dan biaya perawatan pekerja, tuan?”
Jujur saja, pertanyaan Zishu terdengar menjengkelkan di telinga tuan Bowen. Namun ia juga enggan protes pada perempuan yang notabenya adalah atasannya.
“Lakukanlah sekarang! Tuan Ming sedang pergi membeli bahan bangunan yang baru. Pasti perlu uang itu untuk membelinya,” titah Zishu tanpa basa-basi.
“Baik, Presider!”
Tuan Bowen segera melakukan perintah Zishu. Ia mentransfer uang ganti rugi dan biaya perawatan pekerja, sesuai dengan nominal yang tertera tadi. Sebelum menekan ikon transfer, tuan Bowen tampak menghela nafasnya secara kasar. Sungguh hari ini ia kehilangan hartanya dalam hitungan menit saja. Harta yang di dapatkannya setelah bekerja keras selama beberapa tahun.
‘Aku masih bisa mendapatkan hartaku kembali nanti. Sekarang hanya perlu menyelamatkan diri,' batin tuan Bowen
Setelah itu, tuan Bowen menekan ikon transfer dan uang yang ada di rekeningnya langsung kosong. Padahal isinya adalah uang hasil penjualan semua aset hartanya. Jumlah uangnya lebih dari 10M. Sangat banyak bukan?
“Uangnya sudah saya transfer. Jadi Presider mau memaafkan saya, bukan?” sambungnya usai mentransfer uang ke rekening tuan Ming.
Zishu tersenyum tipis padanya. “Ya, kenapa tidak? Tuan sudah membuktikan tanggung jawab tuan,”
Tuan Bowen menghela nafas lega. Akan tetapi, ia juga tidak lupa satu hal. Memastikan Zishu tidak membawa masalah yang di perbuatnya ke jalur hukum.
“Dan masalah ini berakhir di sini. Em—Maksud saya, Presider tidak akan membawa masalah ini ke jalur hukum kan?” tanya tuan Bowen memastikan.
Pertanyaannya ini justru mengundang kekehan pelan yang lolos dari bibir Zishu.
__ADS_1
“Kata siapa, tuan?”
Sontak dahi tuan Bowen mengerut tidak mengerti. “Maksudnya apa, Presider? Saya tidak mengerti,”
“Aku bertanya padamu, tuan. Kata siapa, aku tidak akan membawa masalah ini ke jalur hukum?” tanya Zishu balik.
“Bukankah memang seperti itu, Presider?” tuan Bowen tersentak. Mendengar pertanyaan Zishu, ia mulai berpikiran buruk.
“Hmmmph—Aku tidak mengatakannya seperti itu,” kilah Zishu di sela kekehannya. Kemudian raut wajahnya berubah datar seketika. Kekehannya juga tidak terdengar lagi.
“Aku memang memaafkan tuan tapi proses hukum tetap harus berjalan. Tuan pikir dengan ganti rugi saja, masalah ini berakhir—Tidak semudah itu. Masalah ini menyangkut urusan internal perusahaan. Selain itu karena masalah yang tuan perbuat, beberapa pekerja terluka. Beruntung hanya terluka. Kalau mereka tiada, bagaimana? Tuan telah membahayakan nyawa mereka. Rasanya tidak adil kalau aku tidak membawa masalah ini ke jalur hukum,” sambungnya bernada dingin.
Tuan Bowen tampak terkejut. Benar apa yang ia pikirkan tadi. “Presider, jangan bercanda dengan saya! Saya sudah menuruti perintah Anda,”
“Mian—Apa ucapanku tadi terdengar seperti sedang bercanda?” tanya Zishu beralih menatap Mian.
“Tidak, Presider!” jawab Mian cepat.
Zishu kembali menatap tuan Bowen. “Tuan dengar sendiri, kan? Aku sedang tidak bercanda,”
Bersamaan dengan ucapannya, dua orang polisi datang dan langsung menangkap tuan Bowen. Sebelumnya Zishu meminta Mian untuk menghubungi kepolisian terdekat.
“Bawa dia, pak!” perintah Zishu kepada kedua polisi itu.
“Silakan ikut kami ke kantor!” seru salah satu polisi.
“Lepaskan saya! Kalian tidak bisa menangkap saya,” berontak tuan Bowen yang tidak terima di tangkap.
“Kami punya surat penangkapan Anda. Jadi mohon kerja samanya, tuan!” cetus polisi itu.
“Presider, Anda tidak bisa seperti ini pada saya!” jerit tuan Bowen tapi Zishu tidak menghiraukannya.
Salah satu polisi segera membawa paksa tuan Bowen, tanpa memberinya kesempatan untuk berbicara lagi pada Zishu.
“Silahkan nona datang ke kantor untuk menyelesaikan laporan. Kami permisi dulu, nona!” polisi satunya berpamitan pada Zishu terlebih dahulu.
“Saya akan segera menyelesaikannya, pak! Terima kasih,” balas Zishu tersenyum tipis.
Polisi itu mengangguk, sebelum menyusul temannya yang telah membawa tuan Bowen pergi lebih dulu.
...______...
...Terima kasih sudah mampir ke cerita ini🌹...
...Jangan lupa tinggalkan jejak👣...
__ADS_1
...[Like👍+Comment💬+Vote💌+Favorit❤️]...