
... ||•🥀Happy Reading🥀•||...
... _____...
“Aku tidak keberatan untuk berdamai. Tidak tahu dengannya,” balas Jun menatap ke arah Chunying.
“Ck hanya kali ini saja dan tidak akan ada lain kali!” Chunying terpaksa mau berdamai sebentar dengan Jun. Mengingat situasi acara Zishu yang di hadiri banyak orang penting.
“Yah kalau kalian mau berdamai sebentar seperti ini, kan enak jadinya. Jujur saja aku sangat malas melihat kalian berdua yang tidak mau berdamai. Selalu saja bermusuhan. Seperti anak kecil,” beber Kang Dishi yang langsung di timpali oleh Xuesi.
“Bukan seperti lagi tapi mereka berdua ini memang anak kecil,” sindir Xuesi dengan nada bercanda, membuat Chunying memicingkan matanya. Sedangkan Jun hanya menanggapinya biasa saja. “Lama-lama keluar juga bola matamu itu, Chunying. Aku cuma bercanda saja. Kau jangan baperan!”
“Xuesi jangan memulai lagi. Sebaiknya sekarang kita menikmati acara ini tanpa ada permusuhan,” ajak Chen pada semuanya. “Benarkan Zi`er?”
“Iya benar kak. Nikmatilah acaraku ini. Sia-sia aku mengundang kalian datang tapi tidak menikmatinya,” sahut Zishu membenarkan.
“Baiklah karena sudah di minta untuk menikmati acara ini. Bagaimana kalau kita berdansa!?” usul Liang bersemangat. Sama seperti respons yang di berikan dari Jun, Xuesi, Guan, Kang Dishi dan Enlai.
“Ide bagus. Acara seperti ini tanpa berdansa, rasanya ada yang kurang. Jadi ayolah kita berdansa!” ajak Enlai tidak kalah bersemangat seperti Liang.
“Yeah ayolah! Aku sudah lama tidak berdansa,” Guan merangkul pundak Xuesi.
“Dan aku sangat ingin berdansa malam ini,” Xuesi menimpali ucapan Guan.
“Aku juga sama seperti kalian. Berdansa malam ini boleh saja tapi kita tanya pendapat Little Baby dulu tentang ini,” ucap Jun menatap ke arah Zishu yang langsung mengerti.
“Berdansa juga tidak masalah,” balas Zishu setuju atas usulan dari Liang.
“Nona Zishu sudah setuju. Berarti kita tinggal cari pasangan dansa saja sekarang!” Liang tampak melihat ke arah sekitarnya. Mencari perempuan yang bisa di ajaknya untuk berdansa malam ini.
“Kalian saja yang mencari pasangan. Aku sudah punya pasangan,” Jun tersenyum lebar ke arah Zishu. Senyuman itu di salah artikan oleh Chunying.
“Zishu akan berdansa denganku. Kau cari pasangan lain!”sosor Chunying usai terdiam mendengarkan beberapa saat. Tatapannya sangat tajam ke arah Jun. Seperti ingin membunuh tanpa menyentuh.
“Siapa juga yang ingin berdansa dengan Little Baby. Tuh pacarku juga datang,” Jun menunjuk ke arah perempuan memakai gaun merah yang sedang minum, tidak jauh dari mereka. “Little Baby, tidak apa-apakan kalau kakak berdansa dengannya dulu?”
“Buat apa aku melarangmu, kak? Asal pacar kakak cuma itu saja,” jawab Zishu memperingatkan Jun secara tidak langsung, tentang janjinya beberapa hari lalu.
“Iya-iya tenang saja. Kakak sekarang hanya pacaran dengannya,” cicit Jun.
“Baguslah,”ungkap Zishu tampak sedikit puas.
__ADS_1
“Berarti nona Zishu berpasangan dengan Chunying, Jun dengan pacarnya dan tinggal kita yang belum punya pasangan. Ayo Chen, Enlai, Liang, Kang Dishi dan Guan, kita juga cari pasangan berdansa! Jangan takut tidak punya pasangan. Di sini banyak perempuan lajang,” Xuesi mengajak kelima sahabatnya yang belum mempunyai pasangan berdansa.
“Aku tidak ikut. Kalian saja yang berdansa!” tolak Chen tiba-tiba.
“Lah kenapa? Berdansa itu menyenangkan. Kau belum pernah saja mencobanya,” Liang sedikit tidak mengerti. Chen itu selalu saja menolak saat di ajak untuk berdansa. Padahal berdansa itu hal yang menyenangkan untuk di lakukan.
“Tidak apa-apa. Aku cuma kurang tertarik saja,” beber Chen terus terang.
“Kakak selalu saja begitu,” cetus Zishu spontan membuat Chen menggaruk-garuk tekuknya yang tidak gatal.
“Ya sudahlah. Mengajakmu sampai berkali-kali pun juga tetap sama saja hasilnya. Lebih baik aku mencari pasangan dansaku,” Xuesi beranjak pergi dari sana, sebelum mendapat balasan dari yang lain.
“Aku juga,” timpal Liang dan Kang Dishi bersamaan. Mereka berdua berjalan pergi dari sana dengan berlawanan arah.
“Ayo kita juga cari pasangan, Enlai!” seru Guan merangkul pundak Enlai.
“Yaaa,” singkat Enlai setuju. Ia dan Guan pun juga pergi menyusul yang lain untuk mencari pasangan berdansa.
“Aku jemput pacarku dulu!” kini Jun juga beranjak pergi. Menyisakan Zishu, Chunying dan Chen yang masih berdiri di sana.
“Kakak juga mau menghampiri pembawa acara,” Chen berpamitan pada Zishu dan mendapat balasan anggukan kepala darinya.
“Bisakah aku meminta sesuatu sayang!?” tanya Chunying, saat Chen sudah pergi.
“Meminta apa?” tanya Zishu dengan alisnya terangkat.
“Kalau nanti kita sudah menikah, jauhi si Jun itu. Dia selalu saja suka mengganggu kita. Sering mengambil kesempatan untuk dekat denganmu. Panggilannya padamu juga menyebalkan. Aku sangat tidak menyukainya. Kamu mau kan menuruti permintaanku ini?” Chunying meraih tangan Zishu dan memegangnya. Raut wajahnya memelas. Berharap Zishu mengabulkan permintaannya itu.
“Soal itu aku pikirkan nanti, kak!” jawab Zishu memaksakan senyumannya.
Ingin sekali rasanya ia menepis tangan Chunying tapi di tahannya. Sebelum membatalkan pertunangannya dengan Chunying, ia harus terus memerankan peranan tunangan yang tidak tahu apa-apa.
`Aku mana mau mengabulkan permintaanmu itu kak. Pernikahan kita juga akan segera ku batalkan,` batin Zishu
“Iya sayang. Aku sangat berharap kamu mau mengabulkan permintaanku. Ini demi kebaikan hubungan kita,” ucap Chunying tersenyum tipis.
`Kamu harus mau mengabulkan permintaanku agar peluangku untuk mengendalikanmu, menjadi sedikit lebih mudah. Jun dan Chen adalah dua orang yang merepotkan. Mereka berdua harus segera di singkirkan,` batin Chunying
“Aku tahu itu, kak!” balas Zishu cepat. Seolah tidak tahu apa yang di maksudkan Chunying sebenarnya.
`Dan sangat tahu,` batin Zishu.
__ADS_1
Pembicaraan antara Zishu dan Chunying terhenti, usai pembawa acara menyampaikan tentang dansa berpasangan. Bukan dansa seperti biasanya. Dansa malam ini di buat menarik oleh Chen. Dengan setiap kali musik berhenti, para pasangan yang ikut serta dalam berdansa harus bertukar pasangan. Tentunya dansa seperti itu di sambut antusias oleh semua orang. Banyak pasangan yang ikut berpartisipasi. Dari yang sudah berusia tua sampai muda
Semua pasangan sudah berdiri mengelilingi ruang tengah yang sudah di kosongkan untuk tempat berdansa.
“Sekarang semua pasangan bisa mengambil tempat untuk berdansa,” ucap pembawa acara kepada semua orang yang ada di sana.
Semua pasangan yang ikut berdansa mulai mengambil tempat di ruang tengah. Jun, Enlai, Xuesi, Liang, Guan dan Kang Dishi juga sudah mengambil tempat berdansa bersama pasangan mereka. Begitu pula Feiyu, Jie, Kai, Daiyu dan Yuei yang tidak ketinggalan untuk berpartisipasi berdansa. Mereka sudah mendapatkan pasangan masing-masing yang merupakan anak dari para pengusaha.
Lui yang sedari tadi hanya memperhatikan Zishu, juga di suruh ikut berdansa oleh nyonya Jia Lee. Ia pun dengan mudahnya mendapat pasangan berdansa. Di karenakan pengaruh serta ketampanan, siapa perempuan yang tidak mau berdansa dengannya. Lui sudah bergabung dengan yang lainnya bersama pasangan dansanya.
Apa yang di lakukan Lui tentu tidak luput dari perhatian Zishu. Mata indahnya seolah merasa tidak senang melihatnya. Hatinya juga seperti tidak rela melihat Lui—suaminya itu berdansa dengan perempuan lain.
`Kenapa aku merasa seperti ini?` batin Zishu
“Sayangku mau berdansa denganku!?” pertanyaan Chunying membuat Zishu berhenti menatap ke arah Lui.
Tatapannya sekarang mengarah ke Chunying yang mengulurkan tangan kanan ke arahnya. Tubuhnya pun sedikit membungkuk. Semua orang di sana, melihat apa yang di lakukan Chunying. Mereka iri melihat betapa romantisnya Chunying seperti itu. Namun tidak dengan Feiyu yang sangat kesal melihatnya, sedangkan Lui hanya menatap biasa.
`Heh haruskah Chunying melakukan itu!? Aku tidak menyukainya,` batin Feiyu
“Nona, ayo terima ajakan tuan Chunying! Acara ini tidak akan menyenangkan kalau nona tidak ikut berdansa,” seru pembawa acara pada Zishu yang belum memberikan jawabannya.
“Iya nona! Ikutlah berdansa,” timpal beberapa tamu yang di dominasi istri-istri para pengusaha.
“Bagaimana sayang?” tanya Chunying lagi pada Zishu.
“Iya,” jawab singkat Zishu sembari menerima uluran tangan Chunying.
Seketika keadaan kediaman keluarga Yan kembali terdengar suara tepuk tangan para tamu. Suara tepuk tangan itu mengiringi Zishu dan Chunying yang berjalan ke arah ruang tengah sambil bertepuk tangan. Mereka berdua mengambil tempat paling tengah dari pasangan lain.
“Baiklah karena semua pasangan sudah mengambil tempat. Kita mulai saja berdansanya!” bersamaan dengan berakhirnya ucapan pembawa acara, musik di nyalakan.
Alunan musik dansa pun sudah terdengar di kediaman keluarga Yan Utama. Para pasangan mulai berdansa di iringi alunan musik itu.
... _____...
... Terima kasih sudah mampir ke cerita🌹...
... Jangan lupa tinggalkan jejak👣...
... [Like👍+Comment💬+Vote💌+Favorit❤]...
__ADS_1