Turns Out My Mate

Turns Out My Mate
Eps 29. Salah Tingkah


__ADS_3

...||•🥀Happy Reading🥀•||...


..._____...


Zishu dan Lui sampai di Wangfujing setelah memakan waktu tempuh perjalanan sekitar 20 menit lebih. Mereka berdua memarkirkan mobil tidak jauh dari lokasi Wangfujing.


“Pak Wu, bisa menunggu saya atau berjalan-jalan di sekitar sini. Saya hanya sebentar,” ucap Lui pada sopir pribadinya. Meski ia seorang majikan tapi tetap berlaku sopan pada sopirnya lebih tua darinya.


“Baik tuan,” sahut pria paruh baya yang di panggil pak Wu oleh Lui.


Pak Wu segera turun dari mobil dan membukakan pintu untuk majikannya. Lui turun dari mobilnya. Ia berjalan menghampiri Zishu yang sudah menunggunya.


“Bagaimana menurutmu, nona?” tanya Lui pada Zishu yang tengah menatap kagum Wangfujing.


Wangfujing sendiri merupakan pusat perbelanjaan populer di Distrik Dongcheng. Dengan panjang jalanan sekitar 1,8 Km. Di sini menjadi salah satu kawasan jalanan tersibuk karena banyak wisatawan berdatangan. Para wisatawan bisa menemukan barang dengan merek Gucci, Prada, Hermes, dan masih banyak lagi. Banyak juga barang dengan merek tapi cukup murah harganya. Seperti Uniqlo, ZARA, H&M, dan lainnya.


Di Wangfujing juga terdapat aneka Mall, toko-toko dan Store, hingga toko buku. Terdapat juga berbagai macam kedai makanan dan minuman, serta suvenir yang keren. Saat malam hari, terlihat keindahan di sana. Ya—keindahan yang berasal dari lampion-lampion khas China. Lampu-lampu itu menambah indahnya Wangfujing dengan cahaya yang di hasilnya. Alhasil Wangfujing sangat indah di malam hari. Banyak orang atau wisatawan yang membawa pasangan mereka ke sini. Katanya Wangfujing cukup romantis untuk berjalan dengan pasangan.


“Sangat indah. Cahaya dari lampion-lampion inilah yang membuat tempat ini indah,” jawab Zishu berdecak kagum dengan tempat di depan matanya. Ia hanya mengingat sedikit tempat ini dan kenangannya datang bersama orang tuanya.


“Nona memang benar. Ayo kita berjalan ke sana!” ajak Lui menatap sekilas ke arah Zishu.


“Oke” singkat Zishu menyetujui.


Zishu dan Chen langsung berjalan masuk ke dalam keramaian Wangfujing. Orang-orang yang ada di sana di dominasi orang lokal dan para wisatawan Mancanegara. Mereka datang mungkin untuk sekedar jalan-jalan atau ada yang ingin di beli.


“Kita hanya jalan-jalan di sini atau tuan mau membeli sesuatu?” tanya Zishu sembari berjalan berdampingan dengan Lui.


Orang-orang yang berada di Wangfujing tidak menyadari keberadaan Zishu dan Lui. Itu sangatlah bagus. Jadi mereka berdua bisa berjalan-jalan di sana dengan tenang.


“Keduanya. Saya mau membeli makanan di sini. Nona mau juga?” tawar Lui melirik ke arah Zishu yang berjalan di sampingnya.


“Serius tuan ingin membeli makanan di sini?” bukannya menjawab, Zishu justru bertanya dengan nada tidak percaya.


“Memangnya ada yang salah dengan itu?” tanya Lui balik. Alisnya terangkat.

__ADS_1


“Tidak—tidak ada yang salah. Aku hanya terkejut,” jawab Zishu cepat.


“Terkejut karena apa?” Lui berucap tanpa menatap Zishu. Ia fokus pada jalanan Wangfujing yang ramai.


“Terkejut karena ternyata tuan berbeda,” sahut Zishu jujur. “Biasanya para pengusaha seperti tuan, lebih suka membeli makanan mahal dan di restoran mewah. Lah—tuan malah ingin membeli makanan di kedai seperti ini. Makanya aku terkejut,”


“Harga dan tempat tidak menjamin rasa makanan itu sendiri. Buktinya makanan di sini tidak kalah enak dan saya sudah pernah mencobanya,” ucap Lui bersamaan dengan langkahnya berhenti tepat di depan sebuah kedai makanan.


“Nona mau tidak? Biar saya belikan sekalian,” lanjutnya menawarkan lagi.


“Boleh deh,” jawab Zishu cukup penasaran untuk mencoba makanan di kedai ini. Keluarganya kaya tapi ia juga gemar mencoba makanan di jalanan, bukan hanya di restoran.


“Tunggulah di sini! Saya akan membelikannya untuk nona,” perintah Lui


“Baik” singkat Zishu mengangguk samar.


Lui segera berjalan masuk ke kedai. Zishu mendudukkan dirinya di salah satu kursi yang ada di depan kedai itu. Ia bermain dengan ponselnya sambil menunggu Lui. Tidak ada yang penting di lakukannya di ponselnya. Hanya membalas pesan dari Chen, juga Jun. Selebihnya, ia menarik-ulur berada media sosial medianya.


Beberapa kemudian


Zishu berhenti bermain dengan ponselnya. Ia menatap makanan yang di belikan Lui padanya. Dari bentuknya terlihat unik dan rasa penasaran Zishu untuk mencobanya bertambah.


“Kenapa hanya di tatap? Makanan ini bersih kok. Ini merupakan menu favorit di kedai ini,” lanjutnya sembari mendudukkan diri di kursi yang berhadapan Zishu. Meja berukuran kecil menjadi penengah di antara mereka.


“Aku tahu kalau makanan ini bersih dari tampilannya. Aku hanya suka melihat tampilannya yang unik seperti ini. Kira-kira bagaimana rasanya, ya?”cicit Zishu mengalihkan tatapannya ke arah Lui.


“Makanlah dan saya yakin nona menyukainya,” ucap Lui membalas tatapan Zishu, di sertai senyuman.


Sontak Zishu langsung mengalihkan tatapannya. Tidak bagus untuknya kalau berada tatapan dengan Lui. Laki-laki itu memesona dan Zishu semakin mengaguminya. Dari wajahnya, prestasinya hingga kesederhanaannya.


`Aku tidak bisa beradu tatapan dengannya. Bisa-bisa aku semakin terpesona,` batin Zishu


“Aku—aku akan memakannya sekarang. Tuan juga makanlah,” gagap Zishu salah tingkah. Ia segera memakan makanan miliknya. Berusaha menutupi rasa canggungnya.


“Makan bersama makanan nona?” tanya Lui dengan alisnya terangkat. Ia sedang menggoda Zishu.

__ADS_1


“Bukan—bukan seperti itu, tuan. Maksudku makanlah makanan punya tuan,” kilah Zishu makin di buat salah tingkah oleh Lui. Pipinya sedikit memerah.


`Apa-apaan tuan Lui ini! Tidak tahu apa kalau ucapannya barusan membuatku semakin salah tingkah. Zishu, kamu ini tidak bisa seperti ini. Jangan sampai gara-gara mengaguminya, kamu jadi salah tingkah karenanya.` batin Zishu


`Fuufft sepertinya gadis ini sedang salah tingkah. Apa hanya karena ucapanku tadi? Sangat lucu,` batin Lui


“Hmmpph saya tau itu. Tadi saya hanya bercanda saja,” Lui terkekeh. Tidak menyangka jika reaksi Zishu akan begitu.


“Ahaha—baguslah, tuan.” tawa Zishu terdengar sumbang. Rasa canggung menyelimuti dirinya.


“Sekarang makanlah!” perintah Lui. Ia mengerti kecanggungan yang sedang di rasakan Zishu.


Zishu mengangguk samar dan mulai memakan makanannya. Ia berusaha menghilangkan kecanggungannya dengan fokus makan. Lui juga sudah mulai memakan makanannya. Tidak mau membuat Zishu semakin merasa canggung karenanya. Walau sebenarnya ia merasa lucu melihat kecanggungan Zishu.


***


“Sekarang mau ke mana?” tanya Zishu sesudah dari kedai makanan tadi.


“Nona maunya ke mana?” tanya Lui balik.


“Aku bertanya, malah di tanya balik. Tadi kan tuan yang mengajakku ke sini. Jadi aku hanya mengikuti tuan ke mana ingin pergi,”celetuk Zishu.


“Fuufft sekarang saya mau jalan-jalan berkeliling di sini. Kalau ada sesuatu yang menarik di sini, saya akan membelinya.” Lui benar-benar suka melihat Zishu yang menurutnya lucu dan menggemaskan.


“Kalau begitu ayo jalan!” seru Zishu berjalan lebih dulu dari Lui.


Lui tidak membalas dan segera menyusulnya. Menyejajarkan langkah kaki mereka. Sehingga mereka berdua terlihat berjalan berdampingan lagi. Mereka beerlihat romantis berjalan bawah lampion-lampion yang indah.


..._____...


...Terima kasih sudah mampir ke cerita ini🌹...


...Jangan lupa tinggalkan jejak👣...


...[Like👍+Comment💬+Vote💌+Favorit❤]...

__ADS_1


__ADS_2