
...||•🥀Happy Reading🥀•||...
..._____ ...
Sebelum acara malam ini benar-benar berakhir, para tamu memberikan hadiah mereka pada Zishu. Berbagai macam hadiah di berikan. Ukurannya pun bermacam-macam dan tentunya mahal harganya. Tidak heran kalau Zishu mendapatkan berbagai macam hadiah mahal, para tamunya juga di dominasi kalangan atas semua.
“Sekarang mari bersulang untuk Zishu, mengakhiri acara malam ini!” seru Juan mengangkat gelas minuman miliknya.
“Yeah bersulang!” sahut para tamu yang ada di ruangan itu, tanpa terkecuali.
Para tamu mengangkat gelas mereka dan bersulang untuk Zishu. Kemudian meminum sampai habis minuman di gelas yang mereka pegang. Zishu sebagai tuan acara malam ini, juga tidak ketinggalan untuk minum. Namun hanya meminum minuman tidak bersoda.
***
Setelah bersulang minuman, acara ulang tahun Zishu dan peresmian jabatannya benar-benar berakhir. Para tamu sudah pulang satu-persatu. Hingga menyisakan kedua keluarga bagian Yan dan Chunying berserta orang tuanya. Ada juga Lui, Jun, Enlai, Kang Dishi, Guan, Liang, dan Xuesi yang belum pulang.
“Kami pulang dulu, Little Baby!” pamit Jun bersama teman-temannya pada Zishu.
“Gak mau menginap aja kak?” tanya Zishu.
“Lain kali aja. Gak mungkin kakak menginap di sini kalau ada mereka,” jawab Jun pelan, melirik ke arah keluarga bagian Yan.
Tidak banyak orang yang tahu kalau Jun tidak menyukai keluarga Yan bagian. Ia mempunyai banyak alasan untuk itu. Termasuk saat tahu, bagaimana liciknya mereka untuk menyingkirkan Chen dari kedudukan pemimpin Yan Group. Makanya tidak heran kalau Jun enggan untuk berdekatan dengan keluarga Yan bagian.
“Owh baiklah kak. Aku mengerti,” Zishu mengangguk mengerti.
“Kalau nona kangen padaku, tau kan nomorku yang mana? Aku selalu menunggu telepon nona,” canda Xuesi sedikit menggoda Zishu. Sontak mendapatkan pukulan dari Jun di lengannya.
Plak
“Aww—Kenapa kau memukulku?” Xuesi meringis pelan, seraya mengusap lengannya.
“Pelajaran untukmu. Jangan coba-coba menggodanya lagi!”seru Jun memperingatkan Xuesi.
“Tadi aku hanya bercanda saja. Apa harus kau memukulku heh!?” desis Xuesi merasa jengkel.
“Harus. Kau memang pantas mendapatkan itu!” sahut Jun santai membuat Xuesi menatap kesal ke arahnya. Sebaliknya Zishu, Enlai, Kang Dishi, Guan dan Liang tertawa kecil.
“Kau—” Xuesi sudah ingin mengeluarkan sumpah serapahnya tapi di sela oleh Liang.
“Sudahlah Xuesi, tidak perlu memperpanjang ini lagi. Sebaiknya kita pulang!” seru Liang merangkul pundak Xuesi.
“Hmmm baiklah,” deham Xuesi berusaha meredakan kekesalannya.
“Ya sudah kami pulang dulu, nona! Sekali lagi selamat ulang tahun dan jabatan barunya!” ungkap Guan mewakili teman-temannya.
__ADS_1
“Selamat datang di dunia bisnis dan semoga nona Zishu sukses!” seru Kang Dishi.
“Kami berharap nona bisa sukses memimpin Yan Group,” timpal Enlai.
“Dengan masuknya nona, saya yakin akan menjadi warna baru di dunia bisnis. Secara kan orang-orang sangat lama menantikan hari ini. Hari di mana nona resmi menjabat menjadi pemimpin Yan Group,” ucap Liang tersenyum penuh keyakinan.
“Ya benar. Aku setuju dengan ucapanmu itu”timpal Xuesi menyetujui ucapan Liang. “Dan aku ucapkan selamat datang di dunia bisnis untuk nona Zishu!”
“Terima kasih banyak semuanya. Aku akan berusaha keras dalam hal ini,” balas Zishu tersenyum.
“Selamat malam, Little Baby. Kalau ada apa-apa langsung telepon kakak. Oke!?” Jun memeluk Zishu sebentar.
“Oke kak,” singkat Zishu sambil membalas pelukan Jun.
Usai pelukan sebentar dengan Zishu, Jun pergi menemui Chen. Di sana ada Lui yang berbicara dengan Chen, sejak tadi. Enlai, Liang, Kang Dishi, Guan dan Xuesi juga ikut menghampiri keduanya.
Tinggallah Zishu yang masih berdiri di tempat tadi. Sebelum tiba-tiba Chunying datang menghampirinya.
“Sayang!”panggilnya.
“Ada apa kak?” tanya Zishu tersenyum paksa.
“Ini hadiah untukmu. Semoga kamu menyukainya. Maaf aku tidak memberikannya tadi,”jawab Chunying seraya mengeluarkan sebuah kotak kecil terbungkus sempurna dan indah pastinya.
“Terima kasih, Kak!” ungkap Zishu menerima hadiah itu.
“Ah—Tidak ada yang berbeda denganku, Kak. Aku penasaran tapi nanti saja membukanya. Sekarang aku ingin berbicara dengan kakak dulu,” ucap Zishu tetap tenang.
“Begitukah? Hmmm tapi maafkan kakak. Sepertinya lain kali saja kita lanjut berbicara. Kakak harus pulang sekarang untuk beristirahat. Besok jam 9 pagi, kakak mau berangkat ke Hongkong. Ada pekerjaan di sana. Kamu tidak marah kan?” tampak raut wajah bersalah di perlihatkan Chunying.
“Aku tidak marah, Kak. Santai saja,” balas Zishu tersenyum tipis.
`Buat apa juga aku marah. Justru aku senang kalau kakak pergi. Kalau bisa jangan lagi muncul di hadapanku,` batin Zishu
“Sekali lagi maaf ya, Sayang! Nanti sehabis aku pulang dari Hongkong, ada banyak waktu untuk kita bicara. Kan sebentar lagi kita menikah,” Chunying meraih tangan Zishu dan memegangnya.
“Tidak perlu minta maaf, Kak. Iya benar ya. Rasanya sudah tidak sabar hehe,” kekeh Zishu pelan. Memperlihatkan raut pura-pura bahagianya.
`Tidak sabar ingin mempermalukanmu,` batin Zishu
“Sama, aku juga tidak sabar!” timpal Chunying tersenyum. “Ya sudah, sekarang aku pulang dulu ya!”
Chunying mencium pelan tangan Zishu yang sedari tadi pegangnya.
Sebenarnya Zishu sangat enggan membiarkan tangannya di cium Chunying tapi mau bagaimana lagi? Saat ini ia harus bersabar dalam memerankan perannya.
__ADS_1
“Iya baiklah, Kak. Hati-hati di jalan!” seru Zishu.
“Pasti sayangku! Aku pamit dengan semuanya dulu,” Chunying berhenti mencium tangan Zishu dan melepaskannya.
“Iya kak,” singkat Zishu
Sebelum pergi dari hadapan Zishu, Chunying sempat mencium pucuk kepalanya. Zishu pun terpaksa tersenyum. Seolah ia bahagia menerima perlakuan itu.
“Selamat malam, Sayang!”
“Selamat malam juga, kak!”sahut Zishu.
Chunying pun pergi dari hadapan Zishu. Ia pergi menemui nyonya Jia Lee yang tengah berbicara dengan orang tuanya. Chunying berpamitan pada nyonya Jia Lee dan kedua keluarga Yan bagian. Sedangkan orang tuanya sudah berpamitan dengan semuanya.
“Kami pulang dulu, putriku!” pamit tuan Zhuting pada Zishu. Laki-laki paruh baya itu memeluk hangat Zishu yang sudah di anggap putrinya itu.
“Hati-hati di jalan, Pah!” Zishu membalas pelukan hangat yang di dapatkannya.
“Iya putriku,” balas tuan Zhuting seraya menyudahi pelukannya dan mengelus lembut pucuk kepala Zishu.
“Mama gak di peluk juga?” tanya nyonya Mye lagi. Wanita paruh baya itu memang suka sekali merasa iri dengan suaminya. Yeah suaminya itu selalu di peluk Zishu lebih dulu daripada dirinya.
“Hhehe nih mama di peluk juga kok,” Zishu terkekeh. Ia segera memeluk nyonya Mye. “Mama jaga kesehatan ya! Pulang langsung istirahat dan minum obat. Awas kalo enggak!”
“Iya-iya, mama bakal nurutin apa katamu. Putri mama sangat cerewet seperti biasanya,” sungut nyonya Mye, membalas pelukan Zishu.
“Bagus mah,” ucap Zishu menyudahi pelukannya.
“Baiklah, kalau begitu kami pulang dulu. Kamu jaga kesehatan juga, Oke!?” seru nyonya Mye.
“Oke mah,”
Tuan Zhuting dan nyonya Mye pun berjalan pergi dari hadapan Zishu. Pasangan paruh baya itu pergi keluar lebih dulu dari kediaman Yan utama dan menunggu Chunying di mobil. Chunying masih berpamitan dengan kedua keluarga Yan bagian. Tepatnya berpamitan lama dengan keluarga Feiyu.
“Aku pulang dulu!” pamit Chunying pada keluarga Feiyu.
“Hati-hati di jalan, Nak Chunying!” tuan Bi`an menepuk pundak Chunying.
“Siap om!”sahut Chunying tersenyum lebar.
Chunying sempat melirik sekilas ke arah Feiyu, sebelum akhirnya pergi menyusul orang tuanya.
... _____...
... Terima kasih sudah mampir ke cerita ini🌹...
__ADS_1
... Jangan lupa tinggalkan jejak👣...
... [Like👍+Comment💬+Vote💌+Favorit❤]...