Turns Out My Mate

Turns Out My Mate
Eps 53. Tidak bisa


__ADS_3

...||•🥀Happy Reading🥀•||...


..._____...


Usai sarapan, semua orang tidak ada yang beranjak dari meja makan. Keheningan sempat terjadi beberapa saat, hingga akhirnya tuan Bi`an membuka suaranya.


“Kamu tidak berpikir mengajak paman untuk bergabung dengan Yan Group, Zishu? Siapa tahu kamu butuh bantuan kami,” pertanyaan tuan Bi`an sukses membuat Zishu berhenti meminum minumannya.


“Ya benar. Kami ini saudara dari papamu. Bergabungnya kami di Yan Group, bisa membantumu. Apa kamu sama sekali tidak memikirkan hal itu?” timpal tuan Houcun bernada serius.


Sebelum menjawab pertanyaan kedua pamannya, Zishu sempat beradu tatapan dengan Chen dan nyonya Jia Lee. Tatapan yang sulit di artikan bagi semua anggota keluarga Yan bagian.


“Mungkin saja Yan Group akan terbantu, kalau kalian berdua bergabung. Namun ibu rasa, Zishu sangat mampu mengurusnya sendiri. Ada Chen juga yang membantu,” Zishu belum memberikan jawabannya, melainkan nyonya Jia Lee.


“Tapi kan tidak salahnya kalau kami ikut bergabung, Bu! Kami berhak akan Yan Group,” balas tuan Houcun tampak keras akan keinginannya.


Baik tuan Houcun atau tuan Bi`an sudah memikirkannya matang-matang. Mereka harus bisa masuk ke dalam Yan Group. Kemudian perlahan menguasainya. Begitulah rencana mereka.


“Apa ibu tidak mau kami bergabung dengan Yan Group?” tanya tuan Bi`an menatap penuh selidik ke arah ibunya.


“Bukan tidak mau tapi ibu yakin, Zishu bisa mengurusnya sendiri. Terlebih lagi, sekarang Zishu sudah resmi menduduki jabatan pemimpin Yan Group dan harus di beri kesempatan untuk membuktikan bahwa dirinya layak untuk jabatan itu. Kalian mengerti kan?” nyonya Jia Lee sebisa mungkin menjaga ucapannya. Tidak mungkin juga memberitahukan secara langsung, kalau dirinya tidak menginginkan kedua anaknya itu bergabung dengan Yan Group.


“Aku mengerti itu, Bu! Kami hanya ingin membantu Zishu,” sahut tuan Bi`an berusaha menjaga nada bicaranya. Padahal dalam hatinya sudah terbakar suasana tidak baik.


“Lihatlah kedua pamanmu ini, Zishu! Mereka sudah ingin membantumu. Tidakkah kamu berpikir untuk mengajak mereka bergabung dengan Yan Group?”kini giliran nyonya Liena yang berucap.


“Aku berpikir untuk hal itu tapi...” ucap Zishu sengaja menggantung ucapannya.


“Tapi apa?” tanya Feiyu menatap datar ke arah adik sepupunya itu.


“Iya tapi apa, Kak? Kamu membuat kami penasaran,” celetuk Daiyu di sela mengunyah Sandwich miliknya.

__ADS_1


“Tapi kalau di pikir-pikir kembali, hal itu tidak perlu di lakukan. Paman tidak perlu terlalu repot. Aku bisa mengurus perusahaan, di bantu kak Chen. Benarkan kak?” Zishu melirik sekilas ke arah Chen yang sedari tadi belum mengeluarkan suara.


“Iya benar. Tuan Bi`an dan tuan Houcun tidak perlu khawatir. Zi`er mampu untuk mengurus perusahaan,” sahut Chen tersenyum tipis.


Percaya atau tidak, ucapan keduanya membuat kekesalan memuncak di rasakan tuan Bi`an dan tuan Houcun. Nyonya Liena dan Feiyu pun juga merasakan kekesalan yang sama.


“Apa maksudmu mengatakan itu, Zishu? Kamu benar-benar tidak menghargai kami sebagai pamanmu?” tanya tuan Houcun memendam kekesalan memuncak.


“Pah tenanglah! Zi`er pasti tidak bermaksud seperti itu,” bujuk nyonya Rou pada suaminya itu. Wanita paruh baya itu tahu jelas kalau suaminya sedang kesal.


“Hmmm,” tuan Houcun berdehem berat. Berusaha menenangkan kekesalannya sendiri.


“Kami tidak masalah kalau di buat repot karena membantumu. Apa kamu yakin bisa mengurus perusahaan tanpa bantuan kami? Kami sudah berniat baik tapi kamu justru seperti tidak menghargainya sama sekali. Kamu benar-benar membuat paman kecewa!” cecar tuan Bi`an dengan rahangnya yang mengeras.


“Kamu membuat kami kecewa, Zishu! Pamanmu sudah berniat baik tapi ucapanmu seperti itu sangat kasar,” maki nyonya Liena.


“Jangan kamu pikir dengan mendapatkan jabatan itu, kamu bisa berucap kasar seperti itu. Kamu lupa kalau papa dan paman saudara dari papamu? Mereka berniat membantumu karena mengingat hubungan keluarga. Lalu beginikah sikapmu?” tatapan Feiyu kepada Zishu berubah menjadi tajam.


“Kalian jangan salah paham! Maksudku tadi...” Zishu belum sempat menyelesaikan ucapannya, tuan Bi`an sudah memotongnya lebih dulu.


“Jangan salah paham apanya? Sudah jelas di sini, kalau kamu tidak menghargai niat kami!” cetus tuan Bi`an.


“Cukup! Dengarkan apa kata Zi`er dulu. Jangan ada yang menyelanya!” tegur nyonya Jia Lee tegas pada semua anggota keluarga Yan bagian.


Sekali nyonya Jia Lee memberikan teguran, siapa pun tidak akan berani melawannya. Seperti itulah yang terjadi pada anggota Yan bagian sekarang. Mereka diam dengan kekesalan masing-masing.


“Nenek benar. Biarkan Zishu menyelesaikan ucapannya terlebih dulu. Biar semuanya jelas,” Kai yang sedari tadi menyimak, sekarang membuka suaranya. “Lanjutkan ucapanmu tadi!”


“Maksudku tadi, paman Bi`an dan paman Hou memiliki perusahaan sendiri. Bukankah akan tidak bagus jika perusahaan paman tidak terurus hanya karena bergabung di perusahaanku? Aku tidak keberatan kalau paman ingin bergabung. Namun aku juga tidak mau membuat perusahaan paman tidak terurus, hanya karena bergabung di perusahaanku. Hal itu yang tidak ku inginkan. Bukannya aku tidak menghargai niat paman atau pun berucap kasar. Ku harap paman mengerti,” jelas Zishu akan ucapannya yang di salah paham oleh anggota keluarga Yan bagian.


“Hmmm kami bisa membagi waktu untuk itu. Tidak perlu mengkhawatirkan hal itu,” sahut tuan Hou.

__ADS_1


“Tidak semudah itu, Tuan Hou! Bergabung berarti akan lebih banyak menghabiskan waktu dan tenaga di perusahaan Yan Group. Jadi ucapan Zi`er tidak ada yang salah. Zi`er memikirkan tentang nasib perusahaan kalian nantinya,” balas Chen bernada formal.


“Jika itu masalahnya, satukan saja perusahaan kami dengan Yan Group. Selesai bukan?” begitu mudahnya tuan Bi`an mengucapkan itu. Dirinya lupa kalau perusahaannya dan tuan Houcun bergerak di bidang berbeda dari Yan Group.


“Benar. Satukan saja,” timpal tuan Hou setuju dengan usulan tuan Bi`an.


“Tidak bisa di satukan, paman! Perusahaan kalian bergerak di bidang berbeda dari perusahaanku,” sanggah Zishu.


Ia sudah tahu kalau kedua pamannya itu akan berusaha keras untuk bisa bergabung dengan Yan Group.


“Kenapa tidak bisa? Apalagi maksudmu kali ini?” tanya nyonya Liena.


“Maksudnya itu perusahaan tidak bisa di satukan karena berbeda bidang, Mah! Padahal setahuku bisa. Mungkin adik sepupu memang tidak ingin mengajak papa dan paman bergabung,” sindir Feiyu secara terang-terangan.


“Iya memang bisa tapi untuk sekarang, Yan Group tidak memiliki berencana menambah perusahaan yang bergerak di bidang baru. Yan Group sudah bergerak di banyak bidang,” sahut Chen yang sudah memimpin Yan Group selama beberapa tahun belakangan. Sehingga ia tahu jelas tentang semua itu.


“Kalian sudah mendapatkan jawaban. Ibu tahu niat kalian baik tapi Zi`er pasti bisa mengurus perusahaan papanya. Biarkan Zi`er membuktikan kemampuannya. Jika nantinya ia mengalami kesulitan, ia pasti meminta bantuan kalian. Benarkan, Zi`er?” nyonya Jia Lee menatap ke arah Zishu.


“Iya benar, Nek! Sekarang aku ingin berusaha sendiri,” sahut Zishu.


“Baiklah. Setidaknya kami sudah berniat membantu keponakan kami,”


Pada akhirnya tuan Bi`an sudah tidak bisa memaksakan keinginannya dan tuan Houcun untuk hari ini.


“Aku pergi ke perusahaan sekarang!” sambungnya seraya beranjak dari kursinya.


..._____...


...Terima kasih sudah mampir ke cerita ini🌹...


...Jangan lupa tinggalkan jejak👣...

__ADS_1


...[Like👍+Comment💬+Vote💌+Favorit❤]...


__ADS_2