Turns Out My Mate

Turns Out My Mate
Eps 40. Jun Vs Chunying


__ADS_3

... ||•🥀Happy Reading🥀•||...


... _____...


“Mohon perhatiannya semuanya!” seru Chen berdiri di dekat nyonya Jia Lee. Di tangannya mikrofon yang baru saja di ambilnya dari pembawa acara malam ini.


Semua tamu menatap ke arah tengah ruang, dimana keluarga besar Yan berdiri. Pemilik acara malam ini—Zishu juga sudah berdiri dengan tampil cantik mempesona dan elegan.


“Terima kasih. Sebelumnya saya mewakili keluarga besar Yan berterima kasih kepada para tamu yang sudah berkenan hadir malam ini. Kehadiran kalian menjadi suatu kehormatan bagi kami. Terutama bagi pemilik acara ini sendiri—Zishu,” ucap Chen menyambut kedatangan semua tamu.


“Suatu kehormatan juga untuk kami tuan Chen. Bisa menjadi bagian dalam acara besar nona Zishu,” sahut seorang pria paruh baya memakai setelan jas maroon. Mewakili para tamu lainnya.


“Iya benar!” timpal para tamu lainnya membenarkan.


“Kalau begitu kami turut senang mendengarnya tuan-tuan dan nyonya-nyonya. Sepertinya itu saja sambutan dari saya mewakili keluarga besar Yan. Selanjutnya biar pemilik dari acara ini yang memberikan sambutan singkatnya pada kalian,” Chen berucap dengan sopannya.


Matanya yang tadi menatap para tamu, kini beralih ke Zishu. Seolah tatapannya berupa isyarat, Zishu menganggukkan kepalanya. Usai tatapan sekilas itu, Chen menghampiri Zishu dan memberikan mikrofon tadi padanya. Para tamu pun bertepuk tangan untuk Zishu—pemilik acara.


“Selamat malam semuanya! Senang bisa bertemu Anda semua malam ini,” sapa Zishu ramah pada semua orang yang telah menjadi tamu pada acaranya malam ini.


“Yaaa selamat malam nona Zishu!” sahut para tamu bersamaan.


“Saya juga mengucapkan terima kasih pada kalian yang telah bersedia berhadir malam ini. Kehadiran kalian menjadi suatu kehormatan untuk diri saya pribadi. Saya berharap kalian bisa menikmati acara ini dengan senyaman mungkin,” Zishu tersenyum manis. percaya saja, semua laki-laki lajang yang ada di sana langsung di buat terpesona.


“Pasti nona,” para tamu membalas dengan cepat. Mereka memang sangat antusias untuk acara Zishu.


Yeah ini di karenakan pengaruh tuan Jiang tetap ada, meski orangnya sudah tidak ada. Zishu yang identitasnya sebagai anak tunggal dari tuan Jiang, tentu menuruni pengaruhnya. Mereka berharap bahwa Zishu akan seperti tuan Jiang atau bahkan melebihinya. Baik dalam pengaruhnya, kekuasaannya atau kedudukannya di Beijing.


“Ini saja sambutan dari saya dan selamat menikmati acara ini sampai selesai,” Zishu mengakhiri sambutannya dan menyerahkan kembali mikrofon tadi ke Chen.


Suara tepuk tangan para tamu kembali terdengar. Bersamaan dengan itu acara ulang tahun, sekaligus peresmian Zishu sebagai pemimpin Yan Group di mulai. Pembawa acara yang di tugaskan untuk memadu acara malam ini, memulai tugasnya. Rangkaian demi rangkaian acara berlangsung. Para tamu sangat menikmatinya sebab acara ini di siapkan dengan sempurna. Menyediakan berbagai macam hidangan dan hiburan, layaknya sebuah pesta yang berlangsung dengan mewah. Para tamu sibuk bercengkerama satu sama lain, sambil menikmati acara. Sekaligus menjalin hubungan kerja sama satu sama lain. Kesempatan seperti ini tentu tidak akan di sia-siakan. Begitu juga dengan keluarga Yan bagian yang tengah sibuk mencari kolega bisnis mereka.

__ADS_1


“Bagaimana kak???” tanya Zishu pelan pada Chen yang berdiri di sebelahnya. Saat ini ia dan Chen tengah berdiri tidak jauh dari pembawa acara.


“Anak buah kita sudah memantau pergerakan mereka dua hari yang lalu dan itu sangat mencurigakan. Kakak belum bisa memastikan pergerakan mereka itu akan membuat suatu kejadian seperti apa malam ini. Kamu perlu hati-hati malam ini sebab yang mungkin akan terjadi nanti, tidaklah baik!” jawab Chen seraya meminum minuman miliknya. Matanya terus mengekor ke mana pun tuan Bi`an dan tuan Huocun pergi. Ia tidak bisa lengah sedikit pun. Takutnya hal yang di khawatirkannya terjadi.


“Aku tahu itu kak. Tidak mungkin mereka akan berdiam diri saja melihat aku memimpin perusahaan papa mulai hari ini. Setidaknya mereka menundaku untuk itu. Lalu memikirkan cara untuk menyingkirkan kakak lagi,” Zishu menatap datar kedua pamannya.


“Intinya kita harus berhati-hati, terutama kamu!” seru Chen pelan tapi tegas.


“Iya kak,” singkat Zishu mengerti.


Mata indah Zishu berhenti menatap datar ke arah kedua pamannya. Di saat para tamu terdengar antusias melihat kedatangan orang yang memiliki pengaruh besar dalam dunia bisnis di Beijing—Lui. Datang dengan tampan dan coolnya memakai setelan jas biru. Rambut pendek berponinya selalu menambah ketampanannya. Belum lagi senyumannya yang selalu di perlihatkan pada orang. Benar-benar definisi laki-laki tampan mempesona.


“Ehemmm suami udah datang nih,” Chen berdehem ringan, di sela menggoda Zishu.


“Ck apaan sih kak!” decak Zishu, mengerucutkan bibirnya.


“Pasti sekarang di dalam hatimu sedang berbunga-bunga. Jelas dong ya, tuh suami tampannya datang. Pakai bawa bunga segala pula,” goda Chen lagi sambil bersedekap dada dan tersenyum lebar memperlihatkan deretan gigi putihnya. Sekilas matanya menatap jahil ke arah Zishu. Beruntungnya Chen hanya bersuara pelan dan ruangan pun cukup ramai, sehingga hanya Zishu yang mendengarnya.


“Ish kakak!” desis Zishu langsung mencubit pinggang Chen. Sampai kakaknya itu meringis pelan.


“Habisnya kakak......” Zishu belum sempat menyelesaikan ucapannya karena Chunying datang bergabung.


“Apa yang sedang kalian bicarakan? Sepertinya sangat seru,” timbrung Chunying yang baru saja tiba di hadapan Zishu dan Chen.


“Kami sedang bicara santai saja,” balas Chen ramah seperti biasanya. Ia tidak pernah memperlihatkan ketidaksukaannya pada Chunying.


“Benarkah? Kalau begitu tidak apa-apa kan, aku ikut bergabung?”vtanya Chunying pada Zishu dan Chen.


“Tidak apa-apa,” jawab Zishu masih menatap Lui tapi hanya sekilas saja.


“Kami juga mau bergabung!” seru Jun tiba-tiba sembari berjalan bersama Enlai, Liang, Kang Dishi, Xuesi dan Guan.

__ADS_1


Chunying menatap tidak senang Jun. Ia memang tidak pernah suka dengannya. Menurutnya Jun sangat mengganggu.


“Tidak perlu seperti itu menatapku. Aku tahu, aku tampan!” celetuk Jun dengan percaya dirinya.


“Cih kau terlalu percaya diri!” umpat Chunying kesal.


“Sayang bisakah tidak menerimanya bergabung di sini? Aku sangat tidak menyukainya,” lanjutnya bertanya pada Zishu.


“Tidak bisa—benarkan Little Baby?” sahut Jun tersenyum sinis ke arah Chunying.


“Apa hakmu menjawab pertanyaanku? Aku sedang bertanya pada tunanganku, bukan dirimu!” cetus Chunying tidak kalah sinis.


“Aku punya hak untuk menjawab pertanyaan siapa pun, terutama kau!” Jun menunjuk Chunying tanpa ragu. “Heh malam ini kau masih bisa menyebut Little Baby sebagai tunanganmu tapi tidak tahu nanti. Takutnya sebutan itu berubah menjadi M-A-N-T-A-N T-U-N-A-N-G-A-N!”


Jun mengeja sekaligus menekankan kalimat terakhir di ucapannya, sebagai bentuk peringatan secara langsung pada Chunying. Bahwa nantinya pertunangannya dan Zishu akan di batalkan. Sehingga Zishu tidak lagi menjadi tunangannya, melainkan mantan tunangan.


“Apa maksudmu!!?” dari raut wajahnya, terlihat jelas sekarang Chunying merasa kesal.


“Bukan apa-apa. Aku hanya memperingatkanmu,” balas Jun santai. Ia senang membuat Chunying merasa kesal dengan ucapannya.


“Simpan saja peringatan itu untuk dirimu sendiri! Aku tidak butuh sama sekali,”tukas Chunying berusaha meredam kekesalannya. Mengingat acara Zishu di hadiri banyak pengusaha berpengaruh, ia tidak bisa merusak citra dirinya sendiri.


“Oke cukup kalian berdua! Masalah sekecil ini jangan di buat besar. Kak Jun beserta yang lainnya bisa bergabung,” Zishu menghentikan pembicaraan Jun dan Chunying yang semakin memanas. “Dan ku harap kak Chunying mau mengesampingkan sebentar rasa tidak suka terhadap kak Jun. Ini acaraku dan aku ingin semuanya bisa menikmatinya bersama,”


“Nah sudah dengarkan apa kata nona Zishu? Bisakah kalian berdamai sebentar untuk malam ini saja? Kita sedang merayakan hari besar nona Zishu. Masa kalian mengacaukannya seperti ini,” timpal Xuesi datar. Ia merasa malas kalau harus melihat pertengkaran antara Jun dan Chunying di setiap kali bertemu.


... _____...


... Terima kasih sudah mampir ke cerita ini🌹...


... Jangan lupa tinggalkan jejak👣...

__ADS_1


... [Like👍+Comment💬+Vote💌+Favorit❤]


...


__ADS_2