Turns Out My Mate

Turns Out My Mate
Eps 33. Menerima


__ADS_3

... ||•🥀Happy Reading🥀•||...


... _____...


“Ini temanku, nek! Namanya Lu Zeming, panggil saja Lui. Nenek pasti mengenalnya kan?” ucap Chen memperkenalkan Lui yang baru saja berdiri tepat di sebelahnya. Sekarang nyonya Jia Lee bisa melihatnya.


“Lu Zeming? Tentu nenek mengenalnya,” sahut nyonya Jia Lee sembari menatap hangat Lui.


Semua orang mengenal Lui, tanpa terkecuali nyonya Jia Lee. Berita tentang Lui hampir setiap hari di lihatnya di televisi. Nyonya Jia Lee mengagumi Lui sebagai generasi yang memiliki segudang prestasi.


“Selamat malam, nyonya besar Yan! Senang bisa bertemu dengan nyonya,” sapa Lui dengan hangatnya. Ia mengulurkan tangannya ke arah nyonya Jia Lee.


“Selamat malam juga untukmu. Duduklah, Nak Lui!” ucap nyonya Jia Lee mempersilahkan Lui duduk di sofa yang ada di ruang keluarga.


“Terima kasih, nyonya!” tutur Lui tersenyum.


Sebelum mendudukkan dirinya di sofa berseberangan dengan Zishu dan nyonya Jia Lee. Chen juga sudah duduk di sebelahnya. Tatapan Chen tidak henti-hentinya mengarah ke Zishu. Seolah sedang meminta penjelasan.


`Ayolah kak! Jangan menatapku seperti itu,` batin Zishu


“Nak Lui tidak perlu seformal itu. Cukup panggil nenek saja sama seperti Zi`er dan Chen,” ucap nyonya Jia Lee ramah.


Sangat tampak kalau nenek Zishu itu menyambut hangat kedatangan Lui di kediamannya. Walau belum mengetahui maksud dari kedatangan Lui.


“Baik nek,” Lui tersenyum tipis. Ternyata sosok nyonya Jia Lee memang ramah, sama seperti yang selalu di dengarnya.


“Lui datang ke sini untuk membicarakan sesuatu dengan nenek. Sesuatu itu berhubungan dengan ucapanku yang tadi, nek!” ungkap Chen sembari tersenyum jahil ke arah Zishu.


`Ish Kakakkk!!` batin Zishu


“Benarkah itu? Memangnya apa yang ingin Nak Lui bicarakan?” tanya nyonya Jia Lee penasaran.


“Maksud kedatangan saya ke sini karena ada suatu hal yang ingin di sampaikan. Saya ingin melamar nona Zishu,” jawab Lui langsung pada intinya.

__ADS_1


Zishu yang di sebutkan namanya, hanya dapat memejamkan matanya. Tidak sanggup menghadapi nyonya Jia Lee sekarang.


“Melamar Zi`er!? Nak Lui tidak sedang bercanda kan?” tanya nyonya Jia Lee sangat terkejut. Namun detik kemudian, terlihat raut wajah bahagia. Sepertinya nyonya Jia Lee tidak keberatan atas lamaran Lui.


“Saya serius soal ini, nek. Izinkan saya untuk bisa mencintai, menjaga dan membahagiakan nona Zishu untuk selamanya! Saya tidak akan membuat nenek kecewa,” Lui meminta ijin pada nyonya Jia Lee dengan serius.


Zishu di buat melongo tidak percaya. Lui—seorang sepertinya bisa meminta ijin seperti itu? Padahal dengan kekuasaannya, bisa saja ia mendapatkan hal yang di inginkannya. Tanpa melakukan seperti itu.


`Aku tidak percaya ini!` batin Zishu


Berbeda halnya dengan nyonya Jia Lee dan Chen tampak bahagia mendengarnya.


`Dulu pernah nenek berharap kalau kamu bisa menikah dengan Lui. Sekarang tampaknya harapan itu akan jadi kenyataan. Nenek lebih suka kalau kamu menikah dengannya, Zi`er. Daripada dengan Chunying,` batin nyonya Jia Lee


`Aku mendukungmu, Lui! Zi`er memang jauh lebih cocok menikah dengan laki-laki baik sepertimu,` batin Chen


“Tapi nak Lui sudah tahu bukan kalau Zi`er sudah memiliki tunangan?” tanya nyonya Jia Lee.


“Saya sudah tahu semuanya, nek. Termasuk tentang perselingkuhannya. Jika saya tidak mengetahui itu, mana mungkin melamar nona Zishu. Saya tidak akan menjadi orang ketiga dalam hubungan orang lain. Terkecuali sudah ada alasan tepat yang membuat saya jadi orang ketiga,” jawab Lui membuat nyonya Jia Lee tersenyum puas.


“Bagaimana Zi`er? Apa kamu menerima lamaran dari Lui? Jangan pikirkan soal pertunanganmu dengan Chunying lagi. Secepatnya pertunanganmu akan di batalkan bukan?” lanjutnya


“Aku—” sentak Zishu masih bingung dalam memberikan keputusannya tentang ini.


`Terima atau tidak ya? Kalau ku tolak, sayang. Hmmm tapi tuan Lui ini sudah memberikan bukti keseriusannya padaku. Mungkin tidak salahnya aku menerimanya. Hufft semoga saja aku tidak menyesal dengan menerimanya,` batin Zishu


“Aku apa, Zi`er?” tanya Chen tersenyum lebar, ia tidak sabar menunggu jawaban dari Zishu. Berbeda dengan Lui yang terlihat santai.


Di terima atau tidak, terpenting baginya adalah sudah memberikan bukti yang di inginkan Zishu tadi. Terserah Zishu mau menerimanya atau tidak.


“Aku menerimanya,” cicit Zishu hampir tidak terdengar. Beruntungnya ruang keluarga sepi, jadi ucapan Zishu barusan masih dapat di dengar Lui, nyonya Jia Lee dan Chen.


“Benarkah kamu menerimanya, Zi`er?” tanya nyonya Jia Lee antusias.

__ADS_1


“Benar, nek!” jawab Zishu sembari berusaha menetralkan detak jantungnya yang terasa berdetak semakin kencang.


“Keputusan yang bagus, Zi`er! Kakak sangat mendukung hal ini. Nenek juga sama kan?” sorak Chen ikut berbahagia atas keputusan Zishu.


Sebelumnya di ruang tamu tadi, Lui sudah menjelaskan semuanya pada Chen. Penjelasannya sama seperti yang di ucapkannya pada Zishu saat di Wangfujing tadi. Dari situ Chen tidak terkejut lagi dan setuju atas lamaran Lui. Mengapa? Sebab Chen sangat mengenal sosok Lui. Ia adalah sosok yang sebisa mungkin akan selalu menepati ucapannya.


“Iya sama. Nenek sangat setuju kalau cucu perempuan yang manja ini, bisa menikah dengan Nak Lui.” ungkap nyonya Jia Lee tersenyum bahagia menatap Zishu dan Lui secara bergantian.


Zishu sekarang menunduk malu, sungguh ia tidak berani menatap Lui sekarang. Yah bagaimana tidak malu? Mereka baru beberapa hari kenal dan Lui sudah melamarnya. Ini terjadi sangat singkat!


“Selamat Lui! Kau akan menjadi adik iparku hhaha,” Chen tertawa renyah seraya menepuk pelan pundak Lui. Terlihat Lui hanya mengulum senyum bahagia.


“Iya menjadi adik iparmu kalau mereka menikah. Sekarang kita belum tahu kapan mereka akan menikah,” celetuk nyonya Jia Lee membuat Chen berhenti tertawa.


“Ucapan nenek ada benarnya juga,” sungut Chen mengangguk-anggukan kepalanya.


“Jadi kapan kalian akan menikah, nak Lui?” tanya nyonya Jia Lee langsung. Sepertinya sangat tidak sabaran untuk itu.


“Besok juga bisa, nek!” jawab Lui asal tapi cukup membuat Zishu memicingkan mata ke arahnya.


`Astaga! Tuan Lui ini kalau mau jawab, di pikir-pikir dulu dong. Masa nikah secepat itu` batin Zishu


“Ide yang bagus. Lebih cepat, lebih baik. Bagaimana menurutmu, Zi`er?” nyonya Jia Lee tidak keberatan kalau memang Zishu dan Lui menikah. Justru itu sangat bagus menurutnya.


“Tapi apa itu tidak terlalu cepat? Mak—sudku acara pernikahan banyak sekali persiapannya dan itu cukup memakan waktu. Kalau besok acaranya, waktu yang kita miliki sangat singkat untuk melakukan persiapan. Apa tidak sebaiknya kita mengatur waktu yang tepat untuk itu?” imbuh Zishu


“Besok adalah waktu yang tepat, Zi`er! Kamu dan Lui bisa menikah di catatan sipil terlebih dulu. Soal persiapannya bisa kakak atur semuanya,” Chen lebih dulu menjawab Zishu, di bandingkan Lui.


... _____...


... Terima kasih sudah mampir ke cerita ini🌹...


... Jangan lupa tinggalkan jejak👣...

__ADS_1


... [Like👍+Comment💬+Vote💌+Favorit❤]...


__ADS_2