Turns Out My Mate

Turns Out My Mate
Eps 25. The Place


__ADS_3

...||•🥀Happy Reading•||...


..._____...


Beberapa hari kemudian


Berita kepulangan Zishu sudah tersebar luas. Orang-orang membicarakannya yang sebentar lagi akan mengadakan acara ulang tahun meriah. Bersamaan dengan resminya ia sebagai pemimpin perusahaan Yan Group baru. Tentu hal itu menjadi topik pembicaraan hangat di kalangan orang-orang. Terutama para keluarga berpengaruh, orang-orang kalangan atas dan para pengusaha Beijing.


Zishu—gadis yang akan menjabat sebagai pemimpin perusahaan Yan Group di usianya 19 tahun, mendapat pro dan kontra dari banyak orang. Ada yang setuju dengan surat wasiat tuan Jiang. Namun ada juga yang tidak setuju karena meragukan Zishu. Ya—mereka ragu dengan Zishu yang baru saja lulus kuliah dan belum berpengalaman.


Di tambah lagi dengan ia sebagai seorang perempuan—potensinya dalam berhasil memimpin perusahaan, mungkin tidak sebagus laki-laki dalam memimpin perusahaan.


Sayangnya bukan Zishu namanya, kalau mendengarkan pendapat mereka. Ini dirinya dan hidupnya. Cukup lakukan apa yang di inginkannya. Tidak perlu mendengar apa kata mereka yang tidak akan pernah ada habisnya.


Terlebih lagi, bukan dirinya yang mau menggantikan papanya untuk memimpin perusahaan Yan Group. Melainkan surat wasiat dari papanya. Dari sini jelas bahwa tuan Jiang—papanya mempercayakan perusahaan ke tangannya dan Zishu tidak akan mengecewakannya.


Sekali pun nantinya gagal, ia akan berusaha terus sampai berhasil. Di yakininya satu hal, jarang ada kemenangan yang bisa di dapatkan tanpa kegagalan. So, semuanya pasti mengalami kegagalan. Akan tetapi kembali lagi pada diri sendiri. Mau berhenti di kegagalan itu atau terus berusaha sampai berhasil nanti.


***


“Tadi saat kamu pergi, tuan Bi`an dan tuan Huocun datang ke sini. Mereka berkata merindukanmu. Makanya datang ke sini untuk menemuimu,” ungkap Chen pada Zishu yang tengah meminum jus mangga kesukaannya di teras kediaman. Sekarang sudah masuk awal musim panas. Sangat cocok meminum jus atau minuman yang menyegarkan lainnya di musim ini.


“Lalu?” tanya Zishu melirik sekilas ke arah Chen. Ia tetap menikmati jus mangga miliknya.


“Nenek mengatakan kalau kamu sedang pergi. Mereka menunggumu. Cukup lama mereka menunggumu dan akhirnya memilih pulang. Mereka akan ke sini lagi nanti malam,” jawab Chen seperti yang terjadi tadi.


Kedua paman Zishu memang datang ke kediaman keluarga Utama. Mereka berkata merindukan keponakannya. Namun siapa yang akan percaya dengan itu? Zishu, oh tidak mungkin. Apalagi Chen yang sudah tahu ada maksud lain dari mereka.


Nyonya Jia Lee? Juga sama tidak percaya. Sebagai ibu tentu tahu bagaimana sifat anak-anaknya. Nyonya Jia Lee meyakini kalau kedua putranya itu sebenarnya tidak merindukan Zishu. Pasti ada maksud lain yang berhubungan dengan surat wasiat dari putra sulungnya.


“Aku tidak percaya itu, kak. Mereka datang mencariku pastinya karena sebuah alasan yang berhubungan dengan surat wasiat papa. Bisa saja nanti mereka ingin memintaku menunda memimpin perusahaan karena usiaku masih terlalu muda. Terus selanjutnya mempercayakan perusahaan pada salah satu dari mereka untuk sementara waktu. Selama ini memang itu bukan yang mereka lakukan? Ingin menggantikan memimpin perusahaan papa,” ucap Zishu datar.

__ADS_1


“Kemungkinan besar seperti itu. Kalau kamu menolak mereka, pasti nantinya akan terjadi sesuatu. Sesuatu yang bisa menyingkirkanmu. Kakak sudah merasakan itu. Beruntungnya mereka tidak berhasil menyingkirkan kakak,” sahut Chen yakin akan hal itu.


Segala rencana hingga trik kotor dari kedua paman Zishu telah di rasakannya. Sehingga ia tidak ragu dalam menebak apa yang akan di lakukan mereka. Apabila Zishu menolak apa yang di inginkan oleh mereka.


“Kakak hebat bisa bertahan sampai saat ini. Hmmm tapi aku meminta maaf atas apa yang di perbuat mereka pada kakak. Aku juga tidak mengerti. Bagaimana keserakahan bisa menguasai pikiran dan hati mereka,” Zishu memijat pelan pelipisnya. Kepalanya tidak sakit. Hanya pusing memikirkan keserakahan kedua pamannya itu.


“Kamu tidak perlu minta maaf, Zi`er. Di sini tuan Bi`an dan tuan Huocun lah yang salah. Mereka terlalu gila dalam keserakahan yang suatu hari bisa menghancurkan,”dalih Chen. Kedua tangannya menopang dagunya.


“Benar. Di saat keserakahan itu menghancurkan, mungkin mereka akan tersadar. Aku sangat berharap akan hal itu,”harap Zishu dengan tulus. Tatapannya yang kosong mengarah ke depan.“Yah walau bagaimana pun mereka adalah pamanku. Adik dari papa ku. Aku tentu mengharapkan mereka kembali ke jalan yang benar. Tidak di perbudak akan keserakahan lagi,”


“Kakak juga mengharapkan yang sama. Semoga saja mereka bisa tersadar nantinya. Bahwa keserakahan hanya akan membawa kehancuran,” balas Chen.


Terlepas dari bagaimana sikap tuan Bi`an dan tuan Huocun selama ini, ia sudah memaafkan. Berharap kedua adik dari tuan majikannya—tuan Jiang itu bisa tersadar.


“Iya semoga saja, kak!” sahut Zishu tanpa mengalihkan tatapannya.


“Sekarang sudah jam berapa kak? Ponselku ada di kamarku. Jadi tidak bisa melihat jam,”lanjutnya.


“Aku mau pergi, kak.” Zishu mengalihkan tatapannya ke arah Chen.


“Pergi ke mana?” tanya Chen lagi.


“Kak Chunying mengajakku bertemu di The Place, sekitar setengah jam lagi.” jawab Zishu dengan malas.


Ya—ia sebenarnya malas bertemu Chunying. Namun untuk saat ini, ia harus memerankan perannya sebagai tunangan yang tergila-gila pada Chunying. Sebelum memberikan kejutan luar biasa, sekaligus membatalkan pertunangan mereka.


“Nona Feiyu pasti ikut juga kan?”tebak Chen asal. Ia sudah tahu itu.


“Jelaslah. Mana mungkin kakak Feiyu itu membiarkanku dengan kak Chunying bertemu berduaan. Takut kalau akhirnya kak Chunying kembali padaku dan mengakhiri hubungan mereka. Secara kan aku udah lebih cantik dari sebelumnya. Pede dikit gak apa-apa kan? Hihihi,”Zishu menertawakan ucapannya sendiri yang di rasanya terlalu pede. Kenyataannya ia memang jauh lebih cantik dari sebelumnya. Mungkin karena menginjak usia dewasa.


“Hahaha itu mungkin saja terjadi. Kamu memang jauh lebih cantik dan kakak mengakui itu,” tawa Chen pecah. Tidak terbayangkan olehnya bagaimana reaksi Chunying dan Feiyu saat bertemu dengan Zishu untuk pertama kalinya.

__ADS_1


“Hhehe kakak bisa saja,” kekeh Zishu. “Ya sudah, kak. Sekarang aku ke kamar dulu, mau siap-siap!”


“Oke deh. Tampil dengan cantik sempurna dan perlihatkan pada Chunying. Kalau tunangannya jauh lebih cantik daripada selingkuhannya,”ucap Chen tersenyum lebar.


“Haha beres boss!” sahut Zishu mengedipkan matanya. Sebelum ia berjalan pergi meninggalkan Chen yang masih duduk di teras.


“Chunying—kau pasti akan menyesal. Berkhianat dari Zishu dan berselingkuh dengan nona Feiyu,” gumam Chen pelan. Ia menatap Zishu sudah berjalan masuk ke kediaman.


***


“Dimana?” tanya Zishu di telepon. Ia baru saja turun dari mobilnya yang sudah terparkir rapi di parkiran The Place.


Zishu mengemudikan mobilnya sendiri ke sana. Padahal tadi kak Shilin menawarkan diri untuk mengantarnya tapi ia menolaknya.


“[..................]”


“Em baiklah. Aku sedang berjalan ke sana, kak.” ucap Zishu sembari mengunci otomatis mobilnya.


“[..................]”


“Iya, kak!” sahutnya bersamaan dengan mulai berjalan masuk ke dalam The Place.


The Place sendiri merupakan komposisi dua bangunan dengan layar LED terbesar Se-Asia yang terletak di antara dua bangunan itu. Di sana tersedia juga tempat berbelanja dan restoran mewah. Sehingga baik orang-orang Beijing atau pun Wisatawan bisa menikmatinya.


..._____...


...Terima kasih sudah mampir ke cerita ini🌹...


...Jangan lupa tinggalkan jejak👣...


...[Like👍+Comment💬+Vote💌+Favorit❤]...

__ADS_1


__ADS_2