Turns Out My Mate

Turns Out My Mate
Eps 16. Little Baby


__ADS_3

... ||•🥀Happy Reading🥀•||...


... _____...


30 menit kemudian


Setelah menempuh waktu setengah jam, akhirnya mobil yang di kemudikan Zishu berhenti tepat di depan sebuah gedung. Di dalam gedung itulah terdapat lapangan basket yang biasanya tempat Chen bermain basket. Di sana juga terdapat banyak area permainan bola. Baik bola kecil maupun bola besar. Sehingga gedung itu tidak pernah sepi. Orang-orang yang datang ke sana, rata-rata kalangan menengah hingga atas.


“Di dalam sana aman kan, kak?” tanya Zishu sebelum turun dari mobil.


“Sangat aman. Lapangannya berada di ruang tertutup. Setiap sore di hari weekend, lapangan itu hanya khusus di pakai kami. Tidak ada yang boleh masuk selain kami,” jawab Chen sembari melepaskan sabuk pengaman yang terpasang di tubuhnya.


“Pasti teman-teman kakak juga orang berpengaruh. Sehingga bisa di bilang kalian jadi tamu VVIP setiap weekend. Benar kan?” Zishu juga melepaskan sabuk pengamannya.


“Iya, itu benar! Bahkan ada teman kakak yang mendapat pengusaha terbaik di China dalam beberapa tahun belakangan.” ungkap Chen yang tentu membuat Zishu terkejut. Ternyata lingkup pertemanan kakaknya sudah luas. Sampai bisa berteman dengan pengusaha terbaik selama beberapa tahun ini.


“Kakak berteman dengan tuan Lu Zeming?” Zishu bertanya untuk memastikannya.


“Kamu benar! Lu Zeming lah yang kakak maksudkan. Kamu juga tidak mungkin tidak mengetahui orang yang menjadi pengusaha terbaik di China,” timpal Chen


“Ya aku tahu namanya tapi tidak dengan orangnya. Namanya sangat populer di kalangan pengusaha. Sayangnya aku tidak terlalu penasaran untuk mengetahui seperti apa orangnya,” beber Zishu dengan santainya.


“Nanti kamu akan tahu di dalam. Sekarang ayo turun!” ajak Chen sembari menatap Zishu yang tengah sibuk memakai masker.


“Baiklah, kak!” sahut Zishu singkat.


Masker sudah terpasang dan tidak akan ada orang yang mengenalinya. Ia bergegas turun dari mobil, bersamaan dengan Chen. Kemudian mereka berdua berjalan masuk ke dalam gedung dan langsung menuju ke ruang yang terdapat lapangan basket. Beruntungnya ruang yang ingin di tuju berada di lantai 2. Sehingga hanya memerlukan beberapa menit untuk sampai ke sana, menggunakan lift.


Ketika lift sudah sampai di lantai 2, Zishu dan Chen berjalan keluar. Mereka berdua terus berjalan sampai akhirnya mencapai ruang yang di tuju. Di depan ruangan sudah terdapat seorang laki-lak berseragam biru. Laki-laki itu tidak lain adalah bertugas untuk berjaga di depan pintu. Pintu langsung di bukakan oleh laki-laki itu dan mempersilahkan Chen serta Zishu masuk. Mereka berdua langsung masuk tanpa banyak bicara.


Sesampainya di dalam, hal yang pertama kali di lihat oleh Zishu adalah Jun. Sepertinya Jun tengah sibuk bersiap sebelum bermain basket. Namun sambil berbicara dengan beberapa laki-laki yang mungkin saja seusianya. Keberadaan Zishu belum di ketahui oleh siapa pun di sana. Chen pun juga tidak buka suara, ia hanya berdiri diam di samping Zishu.


“Apa kalian tahu? Perempuan benar-benar merepotkan,” keluh Jun masih belum menyadari kedatangan Zishu.


“Aku sampai di buat pusing setiap hari. Para perempuan itu sangat merepotkan dan banyak maunya. Aku tidak mengerti kenapa ada manusia yang merepotkan seperti perempuan,” sambungnya mengatakan keluhannya pada beberapa laki-laki yang pastinya itu adalah temannya dan Chen.


“Oh benarkah begitu? Perempuan benar-benar merepotkan, termasuk aku?” tanya Zishu datar tapi cukup terdengar keras.

__ADS_1


Pertanyaan yang di ajukan Zishu secara tiba-tiba, sontak membuat Jun langsung menatap ke arahnya. Begitu juga dengan beberapa laki-laki lainnya. Namun di antara beberapa laki-laki itu, ada satu orang yang membuat Zishu terkejut. Ia berusaha tetap tenang di tengah kegugupannya.


`Kenapa harus bertemu lagi!? Tenang Zishu, jangan panik. Bersikap seperti biasa saja, oke!?` batin Zishu


“Little Baby!!!” seru Jun terkejut akan kedatangan Zishu.


Yah Zishu memang masih memakai masker tapi tidak membuat Jun tidak mengenalinya. Walau sudah 3 tahun tidak bertemu secara langsung.


Panggilan Little Baby terdengar lebay tapi itu adalah panggilan kesayangan Jun pada Zishu. Panggilan itu memang sengaja di buat dan di peruntukkan padanya. Namun tidak ada maksud lain dari panggilan itu. Meski Jun seorang playboy tetapi tidak ada niatnya untuk mendapatkan Zishu. Ia tulus menyayangi Zishu yang sudah di anggap seperti adiknya sendiri.


“Ini benar kamu, bukan?” lanjutnya memastikan tapi tetap berdiri di tempatnya.


“Kalau bukan aku, siapa lagi?” tanya Zishu balik. Ia melepaskan maskernya sehingga membuat beberapa laki-laki yang ada di sana dapat melihat wajahnya.


Siapa yang tidak akan merasa terpesona dengan kecantikan Zishu. Tidak hanya cantik tapi ia juga manis. Hanya saja teman-teman Chen yang berada di sana tidak mengenalinya, terkecuali Jun.


“Ternyata gadis itu lagi,” gumam pelan seorang laki-laki yang tidak hentinya menatap Zishu. Terlihat senyum tipis di bibirnya.


“Astaga, kapan kamu kembali? Kenapa tidak memberitahu kakak?” Jun bertanya sembari berjalan menghampiri Zishu.


“Memberitahumu juga tidak ada gunanya. Kau kan sibuk dengan para pacarmu itu,” sindir Chen yang sudah berdiri tepat di samping Zishu.


“Aku tidak memberitahu atas permintaan Little Baby mu ini! Iya kan, Zi`er?” beber Chen tidak peduli akan kekesalan Jun padanya.


“Benarkah itu, Little Baby?” tanya Jun tidak percaya. Saat ini ia sudah hampir sampai di hadapan Zishu.


“Iya, itu benar! Lagian ku rasa, kakak juga tidak merindukanku. Yah wajar saja sih, kan kakak punya banyak pacar. Setiap hari harus berurusan dengan pacar berbeda. Sampai membuat kakak merasa perempuan itu merepotkan. Sebenarnya di sini, bukan perempuan yang salah tapi kakak!” cetus Zishu bersamaan dengan jarinya menunjuk ke arah Jun.


“Hei kata siapa kakak tidak merindukanmu? Selama ini kakak sangat merindukanmu,” bantah Jun cepat.


“Oh benarkah?” tanya Zishu pura-pura tidak percaya.


“Kapan kakak pernah berbohong padamu? Kakak ini laki-laki yang jujur,” ucap Jun memasang raut wajah tanpa dosa. Nyatanya ia sering berbohong pada para pacarnya.


“Benarkah begitu?” tanya Zishu lagi dengan senyum terpaksa.


“Iya benar! Kamu percaya kan?” tanya Jun balik, ketika sudah sampai tepat di hadapan Zishu.

__ADS_1


“Iya percaya. Percaya kalau ucapan kakak tadi itu bo—hong!” seru Zishu bersedekap dada. Tanpa di duga, ia tiba-tiba menginjak kuat kaki kanan Jun.


“Aww—kenapa menginjak kaki kakak, Little Baby?” ringis Jun merasa sakit pada kakinya yang di injak Zishu.


“Kakak tanya kenapa—Hmmm?” Zishu semakin menambah kuat injakannya.


“Awww—Sudah hentikan! Kamu menginjak kaki kakak terlalu kuat,” pinta Jun di tengah ringisannya. Injakan Zishu benar-benar sangat kuat. Tidak sebanding dengan ukuran tubuhnya.


Padahal bisa saja ia melepaskan sendiri kakinya dari Zishu tapi itu tidak di lakukannya. Jun membiarkan Zishu melakukan itu sebab itulah salah satu hal yang di rindukannya.


“Bagaimana kalau aku tidak mau?” tanya Zishu tidak akan mudah untuk melepaskan Jun. Sekali-kali harus ia beri pelajaran menyakitkan pada kakak Playboy nya itu.


“Ayolah Little Baby! Apa kamu tidak merasa kasihan pada kakak?” Jun memasang raut wajah memelas agar Zishu mau berhenti.


“Tidak,” singkat Zishu.


“Chen, cepat bantu aku!” pinta Jun pada Chen yang sedari tadi hanya diam memperhatikan.


“Tidak, aku tidak mau membantumu. Kau rasakan saja dulu!” tolak Chen mentah-mentah. Ia justru tersenyum melihat Jun mendapat pelajaran dari Zishu.


“Oh Shittt! Kenapa kau sangat tega padaku, Chen!?” decak Jun menatap kesal Chen.


“Biarkan saja kak Chen tega! Siapa suruh membuatku kesal dengan kelakuan kakak yang playboy. Dari dulu sampai sekarang tidak berubah. Kakak tidak merasa kasihan dengan para perempuan ya? Mereka juga punya hati. Tidak bisa selalu di permainkan oleh kakak. Kalau mau berhubungan, pilih salah satu dari mereka. Jangan memilih semuanya!” cecar Zishu mengungkapkan kekesalannya.


“Kalau bisa semuanya, kenapa harus memilih salah satunya?” canda Jun dengan spontan.


“Kakak!!!” seru Zishu melototkan matanya, mendengar ucapan Jun barusan. Bahkan ia semakin kuat menginjak kaki Jun.


“Awww—Ampun, kakak sudah salah! Kakak akan menuruti ucapanmu setelah ini. Tolong hentikan injakanmu dulu, Little Baby!” pinta Jun lagi. Raut wajahnya tambah memelas tapi bisakah itu membuat Zishu luluh? Oh tentu tidak!


“Aku tidak percaya padamu, kak! Berkali-kali kakak mengatakan akan menuruti ucapanku. Nyatanya selalu saja tidak di tepati,” sindir Zishu masih dengan bersedekap dada.


Interaksi Zishu dan Jun, tidak lepas dari tatapan semua orang yang ada di sana. Chen tertawa puas dalam hatinya melihat Jun si playboy, di beri pelajaran oleh Zishu. Begitu juga dengan teman-teman Chen lainnya. Mereka tidak menyangka kalau Jun si Playboy mampu di buat tidak berkutik oleh gadis yang baru saja datang.


... _____...


... Terima kasih sudah mampir ke cerita ini🌹...

__ADS_1


... Jangan lupa tinggalkan jejak👣...


... [Like👍+Comment💬+Vote💌+Favorit❤]...


__ADS_2