Turns Out My Mate

Turns Out My Mate
Eps 57. Zishu Gugup


__ADS_3

... ||•🥀Happy Reading🥀•||...


... _____...


Para Dewan Divisi menunduk hormat pada Zishu dan Chen. Sebelum beranjak pergi dari ruang metting. Meninggalkan kedua pimpinan perusahaan yang masih duduk.


“Tadi malam Lui menginap ya?” tanya Chen usai para Dewan Divisi. Sontak Zishu tercekat, mendengar pertanyaan itu.


“Ba—bagaimana kakak tahu”


“Kami tidak sengaja bertemu saat pagi tadi,” jawab Chen terus terang. “Kakak tebak, kalian telah menghabiskan malam bersama. Benarkan?”


Pertanyaan Chen jelas terdengar penuh selidik tapi sebenarnya tengah menggoda Zishu.


“Ka—kata siapa?” Zishu tergagap, raut wajahnya tegang. Ia seperti seorang anak yang sedang di interogasi orang tuanya.


“Kata kakak. Kalian benar menghabiskan malam bersama, bukan? Ngaku hayo!” desak Chen di sertai senyuman usilnya.


“Kami memang menghabiskan malam bersama ta—tapi tidak melakukan apa-apa. Ia hanya memintaku menemuinya di taman rahasia dan memberiku hadiah. Terlepas dari itu, a—apa aku tega membiarkannya kembali pada jam itu? Tidak, Kak. Oleh karena itu aku menawarinya untuk menginap,” jelas Zishu cepat dan masih tergagap akibat kegugupannya. Pikirannya kalut karena pertanyaan Chen yang terdengar absurd di telinganya.


“Benarkah?”


“I—iya benar, Kak!” sahut Zishu cepat.


“Ha-ha-ha!” seketika Chen tertawa lepas. Zishu mengernyitkan dahinya, sedikit bingung.


“Apa ada yang lucu, Kak?” tanyanya.


“Ada, kamu!” jawab Chen spontan, seraya memberhentikan tawanya. Di ganti menjadi kekehan pelan.


“Aku? Kenapa?” tunjuk Zishu pada dirinya sendiri. Ia sungguh tidak mengerti.


“Kamu lucu saat gugup seperti tadi. Aku hanya bertanya soal kalian menghabiskan malam bersama. Hasilnya kamu gugup menjawabnya karena takut salah. Padahal aku tidak masalah tentang apa yang kalian lakukan tadi malam. Kalian sudah menikah dan menghabiskan malam bersama seharusnya di lakukan. Jadi tidak perlu merasa gugup seperti itu! Kamu terlihat lucu. Sungguh, Zi`er!” Chen menggeleng-gelengkan kepalanya, di sela terkekeh pelan.


“Ish, Kakak!” pekik Zishu merasa gereget. Bahkan ia sampai mencubit pinggang Chen.


“Aww,” ringis Chen kalau pinggangnya di cubit. “Sakit, Zi`er!”


“Aku tidak peduli. Siapa suruh kakak menertawakanku. Aku tadi menjelaskan karena tidak ingin kakak berpikiran yang tidak-tidak tentangku dan Lui,” Zishu berucap ketus dan kedua tangannya di lipat di dada.


“Memangnya kenapa kalau kakak berpikiran seperti itu? Tidak ada yang salah juga dengan itu,”


“Kakakkk!” seru Zishu sedikit meninggikan nada suaranya. Kedua mata melotot tajam ke arah Chen.

__ADS_1


“Iya-iya, kakak tidak akan berucap soal itu lagi. Jangan di cubit lagi!” spontan nyali Chen menciut. Ia paling tidak bisa kalau melihat tatapan tajam dari Zishu.


“Hmmm aku akan cubit lagi kalau kakak mengulanginya,” deham Zishu ringan. Menetralkan kegugupan yang sempat di rasakannya.


“Janji,” singkat Chen tapi jelas.


“Nice,”


“Baiklah lupakan soal itu! Kakak memerlukan bantuanmu. Apa bisa?”Chen mengganti topik pembahasan dalam waktu beberapa detik.


“Katakan, Kak!” perintah Zishu yang tidak lagi melotot tajam pada Chen.


“Sore nanti ada metting dengan Lui untuk membahas kerja sama sebuah proyek,”


“Lalu?” sela Zishu penasaran.


“Masalahnya tidak bisa. Kakak lupa memberitahumu, kalau kakak harus pergi ke Changsha” ucap Chen.


“Terus kakak ingin aku menggantikan kakak dalam jadwal ini?” tanya Zishu menyimpulkan ucapan Chen.


“Tepat sekali!” jawab Chen tersenyum semringah.


“Jadwal metting dengan Lui, cuma kamu yang bisa menggantikan. Mengingat hubungan kalian sekarang. Anggap saja sebagai waktu untuk kalian melakukan pendekatan sekaligus,” sambungnya.


“Soal itu tidak perlu kamu pikirkan. Kakak akan berikan berkas proyek kerja sama dengan Lui. Kamu bisa mempelajarinya lebih dulu,” ucap Chen memecah permasalahan Zishu.


“Em baiklah. Aku akan menggantikan kakak,” hanya itu saja yang keluar dari mulut Zishu sebagai balasan. “Apa ada lagi?”


“Masih ada. Besok gantikan kakak memantau proyek pembangunan hotel yang ada di Shanghai! Kamu hanya sehari di sana dan kembali lusa,” sahut Chen mengingat padatnya jadwal dalam minggu ini yang telah di atur sebelum kepulangan Zishu.


“Sepertinya jadwal kakak sangat padat,” sungut Zishu yang langsung di benarkan oleh Chen.


“Benar, sangat padat. Yeah—Beruntungnya sudah ada kamu di sini sebagai pimpinan utama. Jadi semua jadwal bisa terlaksana tepat waktu,” tampak sekali Chen bernafas lega. Setidaknya jadwalnya tidak akan terlalu padat.


“Fuffft baiklah, Kak! Aku tidak masalah menggantikan kakak,” Zishu terkekeh pelan.


“Hmmm tapi bicara soal jadwal, kakak sudah menyiapkan calon sekretaris untukmu. Jika mau, kamu bisa mewawancaranya sendiri. Bagaimana?” ucap Chen hampir lupa memberitahukan itu.


“Iya boleh,” singkat Zishu setuju.


“Nanti kakak hubungi orangnya. Sekarang sudah waktunya makan siang. Kita pergi makan siang dulu!” ajak Chen, melirik sekilas ke arah jam tangannya.


Zishu mengangguk setuju. Kemudian ia dan Chen beranjak berdiri. Berjalan pergi keluar dari ruangan metting.

__ADS_1


“Makan di ruangan, kantin atau restoran?” Chen bertanya di sela berjalan.


“Kantin,”


Tidak ada balasan lagi dari Chen. Keduanya terus berjalan sampai masuk ke dalam lift. Lift bergerak turun menuju lantai dasar. Perlu beberapa menit hingga lift terbuka kembali, tepat di lantai dasar. Zishu berjalan keluar lebih dulu, di iringi Chen. Lantai dasar tampak sedikit sepi sebab semua karyawan sedang pergi makan siang. Namun masih ada beberapa karyawan yang menetap di sana. Menyantap makanan yang sepertinya sengaja mereka bawa sendiri atau memesan. Melihat Zishu dan Chen, para karyawan itu menyempatkan menyapa keduanya. Lalu di balas balik dengan anggukan pelan kepala Zishu.


Kantin Perusahaan


“Siang, Presider, Walpres!” sapa para karyawan menghentikan kegiatan makan siang mereka, ketika melihat kedatangan Zishu dan Chen.


[Note: Walpres singkatan dari Wakil Presider]


Para karyawan perusahaan Yan Group sudah tahu dari Dewan Divisi masing-masing, bahwa Chen menjabat menjadi Wakil Presider mulai sekarang.


“Siang juga!” sahut Zishu dan Chen, tidak sengaja bersamaan.


“Lanjutkan makan kalian!” sambung Chen mewakili Zishu.


“Baik,”


Para karyawan dengan sungkan melanjutkan makan siang mereka. Sebaliknya Zishu dan Chen tengah berjalan menuju ke arah meja kosong, tepat di dekat jendela.


“Mau pesan apa?” tanya Chen pada Zishu yang baru saja duduk. Sedangkan ia masih berdiri.


“Menu terfavorit di sini saja, Kak!” jawab Zishu asal. Ia bingung sebab belum tahu di kantin ini, ada apa saja menunya.


“Minumannya jus atau apa?”


“Cokelat vanilla dingin. Apa ada di sini?” Zishu rasa cukup enak meminum susu vanilla dingin pada siang hari begini.


“Ada. Itu saja kan? Tidak ada tambahan lain,” Chen menanyakan kembali, sebelum pergi memesan.


“Iya itu saja,”


“Oke tunggu sebentar!” seru Chen dan Zishu mengangguk.


Chen bergegas pergi dari hadapan Zishu. Ia pergi menuju meja tempat memesan. Di sana banyak karyawan yang juga sedang menunggu pesanan mereka.


... ______...


... Terima kasih sudah mampir ke cerita ini🌹...


... Jangan lupa tinggalkan jejak👣...

__ADS_1


...[Like👍+Comment💬+Vote💌+Favorit❤]...


__ADS_2