
...||•🥀Happy Reading🥀•||...
..._____...
“Mau bicara apa?” tanya Chen semakin penasaran.
“Aku mau melamar nona Zishu,” jawab Lui langsung pada intinya.
“Apa!? Melamar?” pekik Chen memicingkan matanya. Sungguh ia terkejut mendengar hal ini dari Lui. Seperti bukan seorang Lui yang selama ini kenalnya.
“Heeum,” deham Lui seraya mengangguk pelan.
“Kau tidak sedang bercanda kan?” desak Chen memastikan.
“Buat apa aku bercanda. Aku serius, Chen!” seru Lui mempertegas ucapannya.
“Aku tidak percaya ini. Zishu sudah mempunyai tunangan dan kau tahu itu kan?” Chen menatap serius ke arah Lui yang masih tetap terlihat santai seperti tadi.
“Ya aku tahu. Tunangan yang berselingkuh dengan kakak sepupu dari nona Zishu,” timpal Lui, kembali membuat Chen terkejut.
“Kau tahu dari mana?” tanya Chen dengan raut terkejutnya.
Selama ini perselingkuhan Chunying dan Feiyu hanya di ketahui olehnya. Siapa sangka ada beberapa orang yang juga mengetahuinya.
“Beberapa orang sudah mengetahuinya. Termasuk aku sendiri,” jawab Lui apa adanya.
“Lalu kau mau melamar Zishu hanya karena itu?” tebak Chen asal. Kalau benar tebakannya salah, tidak akan di biarkannya Zishu mau menerima ajakan menikah dari Lui.
“Tidak begitu. Dengarkanlah penjelasanku dulu. Jangan asal tebak sembarangan!” celetuk Lui, langsung membuat Chen terkekeh.
“Baik-baik, aku dengarkan. Jelaskanlah sekarang!” sungut Chen. Terlihat jika ia sekarang tidak seserius tadi. Hanya saja rasa keterkejutannya masih ada.
“Begini—” Lui mulai menjelaskan apa yang perlu di beritahukan pada Chen.
__ADS_1
***
Ruang Keluarga
Zishu sudah sampai di ruang keluarga sekitar beberapa menit lalu. Sebelum terjadi pembicaraan yang hangat antara Zishu, tuan Bi`an dan tuan Huo. Sekarang tidak lagi hangat, melainkan pembicaraan yang terbilang dingin.
“Bukan kami bermaksud seperti yang kamu pikirkan, Zishu. Kami hanya ingin kamu memimpin perusahaan keluarga kita di usia yang dewasa. Sehingga nantinya posisimu sebagai pemimpin akan kokoh. Kalau di usiamu sekarang, pasti nantinya banyak orang yang meragukan kemampuanmu,” jelas tuan Bi`an berusaha meyakinkan Zishu.
“Benar apa katanya, ponakan. Kamu sendiri juga sudah dengarkan banyak orang yang tidak setuju? Alasannya terutama usiamu dan sisanya karena kamu adalah perempuan. Oleh sebab itulah untuk beberapa tahun ke depan, biarkan kami yang memimpin perusahaan Yan. Sampai kamu berusia dewasa agar posisimu kokoh saat memimpin perusahaan. Orang di luaran sana tidak akan bisa membuatmu mundur. Pikirkanlah ini, Zishu! Kami hanya ingin yang terbaik untukmu,” tuan Huocun ikut menimpali ucapan kakaknya.
Ya pembicaraan dingin yang sedang terjadi di sebabkan oleh kedua paman Zishu. Seperti yang sudah di perkirakan Chen, mereka berdua menginginkan Zishu untuk menunda menjadi pemimpin perusahaan. Dengan alasan usianya yang masih terbilang muda dan jenis kelaminnya sebagai perempuan. Kemudian memanfaatkan hal ini untuk mendorong diri mereka agar bisa menggantikan Zishu.
“Memangnya aku peduli dengan kata orang-orang di luar sana? Tidak sama sekali, paman!” seru Zishu sinis pada kedua pamannya. Ia tidak takut untuk seperti itu.
“Banyak pemimpin yang memimpin perusahaan di usia terbilang muda. Tidak hanya laki-laki tapi juga perempuan. Mereka semua berhasil sukses dengan kemampuan yang di miliki. Dari sini di lihat jelas kalau usia dan jenis kelamin, tidak bisa di jadikan batasan untuk seseorang bisa memulai kariernya. Terlebih lagi, orang-orang di luaran sana tidak bisa ikut campur dalam urusan bersifat pribadi ini. Terserah mereka mau berkata apa tapi aku tetap akan menjalankan wasiat papa,” lanjutnya.
“Ponakan, jangan keras kepala seperti ini. Kalau kamu bersikeras menjalankan wasiat kakak sekarang, takutnya perusahaan bisa mengalami masalah. Akan buruk kalau sampai itu terjadi,” tegas tuan Huocun membuat Zishu tertawa remeh.
“Haha itu tidak akan terjadi. Asalkan tidak ada yang ingin berbuat masalah denganku secara diam-diam,” bukan tawa lepas yang lolos dari mulut Zishu. Melainkan tawa remeh yang di ikuti tatapan sinisnya.
`Sekarang bagaimana? Zishu sulit untuk di yakinkan,` batin tuan Huo
`Sial!!! Kenapa sulit sekali meyakinkan Zishu? Kalau begini aku bisa gagal untuk memimpin perusahaan kakak. Tidak--aku tidak akan biarkan itu terjadi!` batin tuan Bi`an
“Ponakan—” belum sempat tuan Bi`an berucap lagi, nyonya Jia Lee menyelanya.
“Zi`er sudah memberikan keputusannya. Kalian tidak bisa mengubahnya lagi. Jadi ibu rasa, kalian sudah cukup mengerti!” sela nyonya Jia Lee tegas pada kedua putranya.
“Baiklah, Bu. Kami mengerti,” sahut tuan Bi`an dan tuan Huo bersamaan, bernada hangat. Berbeda dengan tatapan yang mereka berdua perlihatkan. Di sana terlihat kekesalan sebab gagal meyakinkan Zishu.
“Kalau begitu kami pulang dulu. Tidak ada yang ingin kita bicarakan lagi kan? ” lanjut tuan Huo, di angguki oleh tuan Bi`an.
“Baiklah paman Bi`an dan paman Huo. Jangan lupa untuk datang ke acaraku besok. Aku menunggu kedatangan kalian,”ucap Zishu tersenyum tipis.
__ADS_1
“Pasti kami datang,” singkat tuan Bi`an.
“Baguslah. Ibu tidak ingin kalau kalian tidak datang besok,” nyonya Jia Lee menghangat.
“Ibu tenang saja. Kami pulang dulu, Bu!” pamit tuan Huo sembari beranjak berdiri, di ikuti tuan Bi`an. Nyonya Jia Lee menganggukkan kepalanya.
“Hati-hati di jalan, paman!” Zishu ikut berdiri. Hanya nyonya Jia Lee yang masih duduk.
“Dan maaf aku tidak bisa mengantar ke depan. Aku harus membantu nenek pergi ke kamar sekarang,” lanjutnya
“Tidak apa-apa, Zishu!” sahut tuan Huo sebelum akhirnya berjalan pergi dari ruang keluarga bersama tuan Bi`an.
Mereka berdua di antar salah satu pelayan kediaman Yan Utama. Itu tanpa perintah apa pun dari Zishu. Hal itu di karenakan para pelayan di kediaman sudah di ajarkan untuk mengantarkan tamu, baik saat datang atau pergi.
“Nenek benar-benar berharap kalau kedua pamanmu itu tidak melakukan sesuatu yang buruk nanti,” harap nyonya Jia Lee ketika kedua putranya sudah pergi. Raut wajah nyonya Jia Lee jelas memperlihatkan kekhawatiran yang di rasakannya.
“Nenek tidak perlu khawatir tentang itu. Nenek hanya perlu menjaga kesehatan nenek, oke!” Zishu tersenyum manis, bersamaan dengan duduk kembali dan merangkul neneknya itu.
Zishu tidak ingin nyonya Jia Lee mengkhawatirkan apa pun yang bisa membuat kesehatannya terganggu. Berharap senyuman dan rangkulannya ini bisa membuat nyonya Jia Lee tenang..
“Nenek hanya khawatir kalau mereka berbuat sesuatu buruk padamu. Nenek tidak ingin itu terjadi. Kamu tahu itu kan?” ucap nyonya Jia Lee sembari mengusap lembut pipi Zishu.
Sebelum Zishu berucap, tiba-tiba Chen datang ke ruang keluarga. Ia berucap lebih dulu daripada Zishu. “Nenek tidak perlu khawatir itu. Ada aku yang akan memastikan Zishu baik-baik saja. Lagian aku juga dapat bantuan dari seseorang untuk itu,”
Seketika Zishu tersadar sesuatu. Detak jantungnya tiba-tiba berdetak tidak beraturan. Ia menggigit bibir bawahnya sembari berani menatap ke arah Chen. Tidak jauh di belakang Chen terdapat Lui yang berdiri dengan senyuman khasnya.
`Oh tidak, aku melupakannya! Bagaimana sekarang?` batin Zishu
“Seseorang? Siapa Chen?” tanya nyonya Jia Lee belum melihat keberadaan Lui.
..._____...
...Terima kasih sudah mampir ke cerita ini🌹...
__ADS_1
...Jangan lupa tinggalkan jejak👣...
...[Like👍+Comment💬+Vote💌+Favorit❤]...