
... ||•🥀Happy Reading🥀•||...
... _____...
Awalnya Lui diam, membiarkan bibir Zishu bersentuhan dengan bibirnya. Hingga hasratnya menuntut lebih, membuatnya mengubah kecupan itu menjadi sebuah ciuman. Tangan kirinya menekan tekuk Zishu, memperdalam ciumannya. Zishu masih dalam keadaan terkejut, makanya tidak membalas. Di tambah lagi, ia tidak pernah berciuman. Termasuk saat bersama Chunying pun, tidak pernah sekali pun. Bisa di bilang ini ciuman pertamanya.
Perlahan Zishu menyingkirkan rasa terkejutnya dan mulai membalas ciuman Lui, meski masih kaku. Kedua matanya terpejam dan melingkarkan kedua tangannya di leher Lui. Menikmati ciuman pertamanya dengan laki-laki yang baru menjadi suaminya itu hari ini.
Lui merasa senang Zishu membalas ciumannya. Kemudian ciumannya semakin di perdalamnya. Ia pun turut menikmati ciuman yang berlangsung beberapa menit itu. Sampai akhirnya ia menyudahi ciuman itu karena merasa pasokan oksigen Zishu hampir habis, begitu juga dengannya. Setelah ciuman itu berakhir, keduanya masih beradu tatapan.
“I—tu... Apa ada hal lain lagi?” gagap Zishu, langsung memalingkan wajahnya. Ia juga menjauhkan tangannya dari leher Lui. Pipinya terasa memerah menahan malu akan ciuman tadi.
`Bodoh! Kenapa aku harus ikut menikmati ciuman tadi? Argh malu sekali!` batin Zishu
“Fuffft,” Lui tertawa kecil, tak tahan melihat tingkah menggemaskan Zishu yang sedang malu-malu. “Kamu sangat menggemaskan!”
Lui mengacak-acak rambut Zishu, saking gemasnya. Tindakannya itu tidak mampu membuat Zishu melihat ke arahnya lagi.
“A—ku bertanya serius. Kalau tidak ada lagi, aku kembali ke kamarku!” seru Zishu masih tergagap. Rasa malu tidak bisa di ungkirinya dan ingin sekali ia bersembunyi di bawah selimut saat ini.
“Iya tidak ada lagi,” sahut Lui bernada hangat. Tawanya juga sudah terhenti. “Sekarang kembalilah ke kamarmu dan beristirahat dengan baik. Maaf mengganggu tidurmu, Sayang!”
“Iya,” Zishu beranjak dari duduknya tapi belum berniat pergi.
“Ada apa, Sayang?” tanya Lui heran.
“Bagaimana denganmu?” tanya Zishu balik. Kali ini ia kembali menatap Lui. Menyingkirkan rasa malunya sejenak.
“Aku juga pulang. Lagian jarak kediaman kita tidak terlalu jauh,” jawab Lui mengerti pertanyaan Zishu.
“Tidak mau menginap saja?” tawar Zishu spontan. Hatinya mendorong ia untuk menawarkan itu.
“Maksudku—Ini sudah hampir jam 3. Kamu pasti belum ada istirahat, bukan? Jadi ku pikir sebaiknya kamu menginap saja di sini. Besok pagi baru kembali,” sambungnya, menjelaskan tawarannya barusan.
“Kalau kamu tidak keberatan,” balas Lui yang tentu tidak akan menolak tawaran itu.
“Em baiklah. Ikutlah denganku!” ajak Zishu, langsung di angguki Lui.
Zishu dan Lui berjalan pergi dari taman rahasia itu. Tidak lupa pula, Zishu membawa novel tadi.
Keduanya berjalan keluar dari taman rahasia. Lanjut memasuki kediaman Yan Utama yang sepi. Lampu di kediaman pun hanya ada beberapa yang di nyalakan. Meski begitu, Zishu juga tampak waspada. Takutnya ada salah satu anggota keluarga Yan bagian yang melihatnya dengan Lui. Ia juga memberitahukan soal keberadaan keluarga Yan bagian pada Lui.
***
Di kamar Zishu
__ADS_1
Sesampainya di kamar Zishu, Lui menelusuri setiap sudutnya. Dapat di simpulkannya bahwa Zishu tipe gadis yang menyukai interior sederhana.
“Apa ada yang salah dengan kamarku?” tanya Zishu membuat Lui berhenti menelusuri.
“Tidak, Sayang!” jawab Lui cepat, seraya menghampiri Zishu yang sudah duduk di tepi ranjang.
“Begitu ya?” sungut Zishu menatap ke arah Lui.“Mau ganti baju? Aku sudah membuat bajumu basah,”
“Tidak perlu. Aku juga tidak bawa baju lain,” Lui mendudukkan dirinya di samping Zishu.
“Tunggu sebentar!” seru Zishu beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah ruang pakaiannya. Lui hanya duduk diam, menunggu Zishu kembali.
Tidak berselang lama, Zishu kembali sambil membawa kaos hitam di tangannya.
“Ini pakailah!”titah Zishu menyerahkan kaos hitam itu. Jelas sekali kalau kaos itu untuk laki-laki dan itu membuat Lui mengernyitkan dahinya.
“Aku membeli beberapa baju di Inggris untuk di berikan pada kak Chen dan yang satu ini belum sempat ku berikan. Jadi jangan salah paham,” sambungnya. Seolah tidak ingin membuat kesalahpahaman bagi Lui.
“Ku kira milik Chunying,” ucap Lui tersenyum tipis.
“Baju yang seharusnya miliknya, sudah ku berikan pada kak Chen. Tidak mungkin aku menyimpannya,” celetuk Zishu datar. “Pakailah! Ku rasa kaos ini akan pas di tubuhmu,”
Zishu memberikan kaos hitam tadi. Lui langsung menerimanya.
“Kamar mandinya dimana?” tanya Lui, usai menerima kaos itu.
“Baiklah, aku ganti pakaian dulu. Sekaligus cuci muka,”
Zishu menganggukkan kepalanya. Setelahnya Lui berjalan pergi ke kamar mandi. Meninggalkan Zishu yang tampak bernafas lega. Ia lega sebab sedari tadi harus menahan rasa malunya. Siapa pun pasti akan merasa malu sepertinya, setelah berciuman. Apalagi ciuman itu adalah yang pertama. Masih terasa sangat kaku.
`Arghh benar-benar memalukan!` batin Zishu
Zishu terus merutuki hal yang terasa memalukan untuknya. Hingga Lui keluar dari kamar mandi dengan kaos hitam yang sudah melekat di tubuhnya.
“Sedang apa, Sayang?” pertanyaan itu menyadarkan Zishu.
“Ti—dak apa-apa,” Zishu langsung menatap Lui yang sudah berada di hadapannya.
Kaos hitam tadi melekat sempurna di tubuh Lui. Memperlihatkan bentuk otot bagian dadanya. Zishu tentu merasa takjub melihat itu.
`Ciptaan yang sempurna!` batin Zishu
“Ayo tidur, Sayang!” ajak Lui membuyarkan tatapan Zishu.
“Eh—Iya,” sentak Zishu tergagap kembali, efek salah tingkah. Lui tertawa dalam hatinya terhadap tingkah Zishu seperti itu.
__ADS_1
`Fuffft... Selalu saja sangat menggemaskan!` batin Lui
Zishu bergegas naik ke atas ranjang dan berbaring. Ia menarik selimutnya, sampai menutupi dadanya. Selain tadi ciuman pertamanya, ini juga pertama kalinya ia akan tidur dengan laki-laki. Makanya perasaan gugup juga menghampirinya. Sebaliknya Lui justru tersenyum samar. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya, sambil beranjak naik ke atas ranjang. Kemudian ikut membaringkan tubuhnya di sebelah Zishu yang sudah berbaring membelakanginya.
“Sayang!” panggil Lui lembut. Matanya menatap punggung istrinya itu.
“A—pa?” tanya Zishu tanpa berbalik badan. Ia menggigit bibir bawahnya. Menahan gugup, sekaligus takut. Mengingat mereka sudah suami-istri, dirinya takut Lui ingin meminta haknya.
“Berbaliklah! Aku tidak akan meminta hakku, sebelum kamu sendiri yang mau memberikannya. Jadi jangan takut,” Lui seperti tahu apa yang sedang di pikirkan Zishu.
Mendengar itu, Zishu ragu untuk berbalik. Namun bukankah tidak baik kalau ia seperti itu. Lui sekarang suaminya dan harus di hormatinya.
Zishu berbalik badan, menghadap ke arah Lui.
“Aku ingin mengucapkan selamat ulang tahun untukmu, Sayang! Semoga apa pun yang kamu inginkan menjadi kenyataan,” ucap Lui mengelus kepala Zishu. “Selamat juga atas jabatanmu. Kamu pasti akan bisa membuat Yan Group semakin sukses,”
“Terima kasih,” ungkap Zishu tersenyum canggung.
“Sama-sama, Sayang. Sekarang tidurlah dan jangan memikirkan apa pun!” seru Lui.
“Em—Itu,” Zishu ingin mengucapkan sesuatu tapi ragu masih menyelimutnya.
“Apa Sayang?”
“Peluk boleh?” tanya Zishu ragu dan takut kalau Lui menolaknya.
“Hhha aku kira apa. Mendekatlah, Sayang!” titah Lui di sela tawa ringannya.
Zishu menggeser tubuhnya, mendekat ke arah Lui. Entah dari mana di dapatkan keberanian itu, ia memeluknya. Padahal sedari tadi rasa malu, ragu dan takut tidak hilang dari hatinya. Tetapi hatinya juga mendorongnya untuk memeluk Lui.
Lui memiringkan tubuhnya. Tangan kirinya sebagai bantal untuk Zishu. Sedangkan tangan kirinya memeluk tubuh istrinya itu. Tidak ada lagi jarak tubuh mereka berdua. Zishu bisa mencium aroma maskulin dari tubuh Lui. Aroma yang sangat mudah memenuhi indra penciumnya. Begitu juga dengan Lui yang bisa mencium aroma tubuh Zishu kembali. Aroma yang telah menjadi candu untuknya.
“Good Night My Wife!” Lui mencium kening dan pucuk kepala Zishu.
“Good Night to,” balas Zishu pelan.
Matanya perlahan terpejam. Usai menemukan posisi yang nyaman dalam pelukan Lui. Tak berselang, ia benar-benar terlelap. Lui dapat mendengar hembusan nafasnya yang mulai teratur.
“Sepertinya kamu sangat lelah. Tidur nyenyak, Sayang!” gumam pelan Lui, seraya mencium kembali pucuk kepala Zishu.
Kemudian barulah ia memejamkan matanya. Terlelap dengan keadaan berpelukan.
... _____...
...... Terima kasih sudah mampir ke cerita ini🌹......
__ADS_1
... Jangan lupa tinggalkan jejak👣...
... [Like👍+Comment💬+Vote💌+Favorit❤]...