
...||•🥀Happy Reading🥀•||...
..._____...
“Mian, bisa bantu aku?” Zishu mengalihkan tatapan matanya dari ponselnya.
“Katakan saja nona! Saya akan sebisa mungkin membantu,” sahut Mian cepat. Ia memang gadis yang seperti itu.
“Tolong nanti kamu ambilkan berkas hijau yang ada di ruangan kak Chen!” pinta Zishu tanpa merasa sungkan.
“Baik nona,” Mian mengangguk mengerti tanpa bertanya apa pun. “Apa ada lagi, nona?”
Zishu terdiam sejenak. Memikirkan apa yang di perlukannya untuk langkah awal penyelidikannya. “Apa kamu tahu dimana semua bahan pembangunan di beli?”
“Saya tahu, nona. Apa nona ingin ke sana?” tebak seperti mengerti yang di pikirkan Chen.
“Iya, aku ingin ke sana. Mungkin dari sana, aku bisa mendapat informasi tentang masalah di proyek. Serapat apa pun pelakunya menyembunyikan tindakannya, bukan mustahil untuk menemukannya. Terpenting adalah harus teliti,” ucap Zishu menatap lurus ke depan. Sebaliknya Mian menoleh ke arahnya.
“Nona benar tapi saya rasa, ini akan sedikit sulit. Tuan Chen sudah memerintahkan para anak buahnya datang ke sana dan mencari informasi itu. Namun tidak mendapat apa pun, nona. Di lihat dari semua itu, saya curiga pelakunya di bantu seseorang yang memiliki kekuasaan kuat. Tuan Chen juga berpikir seperti itu,” ungkap Mian akan kecurigaannya terhadap masalah ini.
“Begitu ya? Tampaknya memang akan sulit menyelidikinya. Hmmm tapi aku pasti bisa menemukan siapa pelaku sebenarnya,” Zishu berdehem ringan, ia merasa tertantang untuk menyelesaikan penyelidikannya.
“Ya semoga saja, nona. Masalah ini harus segera di selesaikan dan saya yakin, nona pasti bisa menyelesaikannya!” timpal Mian begitu yakin.
Entahlah mengapa ia bisa merasa yakin terhadap Zishu. Jelasnya ia tahu kalau sosok adik dari tuan Chen itu, memiliki sifat mendominasi. Tidak bisa di remehkan kemampuannya. Apalagi yang Mian tahu, Zishu memiliki kepintaran di atas rata-rata. Sudah seperti itu, hanya ada kemungkinan kecil masalah tidak dapat di selesaikan.
“Dan kamu harus membantuku juga,” balas Zishu tersenyum tipis.
“Pasti, nona!”
Setelahnya tidak terjadi lagi pembicaraan di dalam mobil. Zishu menatap ke arah luar jendela dan sibuk dengan pikirannya sendiri. Mian juga diam dengan matanya mengarah lurus ke depan. Dimana mobil terus melaju, menembus padatnya jalanan kota. Jalanan yang hampir tidak bisa di lewati karena kepadatannya. Seperti itulah setiap harinya, tiada hari tanpa kepadatan.
***
Di lokasi proyek
__ADS_1
“Silakan nona!” seru sopir membukakan pintu mobil samping untuk Zishu. Di sebelahnya sopir itu, sudah berdiri Mian.
“Terima kasih,”
Zishu melangkahkan kakinya keluar dari mobil. Matanya yang terlindungi kacamata hitamnya, sudah menatap bangunan hotel yang terbilang baru jadi sekitar 60 persen. Terlihat para pekerja yang tengah sibuk mengerjakan pekerjaan mereka masing-masing.
“Sama-sama, nona!” sopir itu sedikit menunduk hormat sesaat Zishu telah berjalan melewatinya.
“Kita berkeliling dulu, Mian. Aku ingin melihat semuanya,” ucap Zishu sebelum orang yang di sebutkan namanya itu berucap.
“Baik nona!” sahut Mian segera mengikuti Zishu yang berjalan lebih dulu di depannya.
Zishu dan Mian berjalan mendekati proyek bangunan, sedangkan sopir tadi hanya menunggu di mobil. Di sela berjalan, Zishu mengedarkan tatapannya ke arah proyek bangunan hotel itu. Ukurannya sangat besar dan menjulang tinggi. Sesuai dengan yang sudah di tentukan, hotel itu akan memiliki 10 lantai dan 300 buah kamar. Lengkap dengan ruangan tambahan lainnya dan fasilitasnya. Hotel yang di bangun ini berbintang lima serta akan sangat mewah. Tidak heran kalau biaya yang di keluarkan sangatlah fantastis.
“Apa bahan yang di gunakan, sudah di pastikan terbaik?” tanya Zishu seraya terus mengamati bangunan hotel di depan matanya. Sesekali ia mendongakkan kepalanya.
“Sudah nona. Saya pastikan kualitas bahannya terbaik. Sesuai permintaan tuan Chen,” jawab Mian.
“Baguslah. Bangunan seperti ini memang harus menggunakan bahan berkualitas terbaik. Andai bahan yang di gunakan berkualitas buruk, itu sangat membahayakan. Bisa saja sewaktu-waktu bangunan ini ambruk dan memakan banyak korban. Hal seperti itu harus di hindari,” ucap Zishu menoleh sekilas ke arah Mian.
“Ayo masuk!” ajak Zishu berjalan mengarah ke jalan masuk bangunan.
“Tunggu sebentar nona!” cegah Mian, sontak Zishu berhenti berjalan. “Kita harus pakai pelindung kepala terlebih dahulu, sebelum masuk nona,”
“Aku lupa itu,” celetuk Zishu melupakan hal itu. Mian tersenyum kecil seraya segera mengambil dua buah topi proyek yang terletak tidak jauh dari mereka. Dua topi itu tentu masih baru.
“Ini nona,” Mian menyerahkan salah satu dari topi pelindung itu.
“Terima kasih, Mian!” balas Zishu menerima helm itu dan langsung memakai Safety Helmet[Helm Pengaman] itu di kepalanya.
Mian mengangguk seraya memakai juga Safety Helmet itu di kepalanya. Usai memakainya, Zishu dan Mian lanjut berjalan masuk ke dalam proyek.
Beberapa pekerja yang sedang bekerja di lantai pertama, tidak sengaja melihat kedatangan Mian bersama seorang perempuan ke dalam bangunan proyek. Mereka tentu penasaran dan bertanya-tanya tentang siapa perempuan yang berjalan di depan Mian itu. Hingga salah satu pekerja mengenali Zishu dan memberitahukan bahwa perempuan itu adalah pimpinan sesungguhnya Yan Group. Para pekerja di buat terkejut akan hal itu. Lantas mereka berhenti bekerja dan segera menghampiri Zishu dan Mian.
“Selamat siang, bos!” sapa para pekerja tepat sebelum Zishu dan Mian berhenti di jalan masuk proyek.
__ADS_1
“Ya selamat siang. Bagaimana pekerjaan kalian hari ini?” Zishu bertanya seraya melepaskan kacamata hitamnya.
Sontak para pekerja bisa melihat kecantikan wajah Zishu sepenuhnya. Tanpa ada lagi yang menghalangi. Sungguh mereka mengakui bahwa rumor yang beredar tentang kecantikan pemimpin baru Yan Group memang benar.
“Seperti biasa, bos. Semua pekerjaan kami kerjakan dengan baik,” sahut salah satu pekerja.
“Baguslah. Pertahankan kinerja kalian. Jangan sampai terjadi kesalahan yang bisa merugikan saya atau pun kalian sendiri nantinya,” Zishu menekankan intonasi pada ucapannya.
Hal itu di lakukannya sebagai peringatan halus untuk para pekerja. Zishu belum tahu siapa pelaku dari Masalah proyeknya, jadi semuanya memang harus di curigai tanpa memperlihatkan kecurigaannya secara langsung.
“Kami mengerti, bos!” sahut para pekerja secara bersamaan.
“Good. Kalian bisa lanjut bekerja! Saya datang hanya untuk memantau sudah sampai mana proyek di kerjakan,” ucap Zishu pada para pekerja di hadapannya.
“Siap, bos!”
Para pekerja itu membubarkan diri dari hadapan Zishu dan kembali melanjutkan pekerjaan mereka yang sempat terhenti.
“Mari nona!” ajak Mian, Zishu mengangguk setuju.
Zishu lanjut berjalan mengelilingi dan melihat satu-persatu lantai bangunan. Di sertai penjelasan singkat dari Mian, sebagai pengawas proyek selama ini. Tidak hanya itu saja, terkadang Zishu memeriksa sendiri kualitas bahan bangunan yang gunakan. Sebagai lulusan dari jurusan arsitek, memeriksa dan menentukan kualitas bahan bangunan bukanlah hal yang sulit. Selain itu, Zishu juga memperbaiki hal yang menurutnya tidak sesuai di bangunan itu. Ia benar-benar menunjukkan kemampuan di bidang arsitek.
Para pekerja di buat kagum pada sosok pemimpin baru Yan Group itu. Selain cantik, kemampuannya di bidang arsitek tidaklah sembarangan. Mereka jadi semakin bersemangat bekerja jika di pantau sendiri oleh Zishu. Namun mengingat kata di pantau, para pekerja masih tidak mengerti.
Mengapa tidak ada pemberitahuan soal kedatangan Zishu? Apa mungkin ada masalah? Kalau pun ada, apa masalahnya?
Para pekerja sama sekali tidak mengetahui kalau ada pembengkakan biaya proyek. Masalah ini sengaja di tutupi oleh Chen. Hanya Mian, tuan Bowen dan tuan Ming yang mengetahuinya
..._____...
...Terima kasih sudah mampir ke cerita ini🌹...
...Jangan lupa tinggalkan jejak👣...
...[Like👍+Comment💬+Vote💌+Favorit❤️]...
__ADS_1