
... ||•🥀Happy Reading•||...
... _____...
Jam 6 sore
Sekitar jam 6 sore, barulah Chen, Jun, Lui, Enlai, Xuesi, Guan, Kang Dishi dan Liang menyudahi bermain basket. Keringat bercucuran dari wajah hingga tubuh mereka. Kaos yang di pakai mereka pun juga sudah basah karena keringat. Mereka bermain satu jam lebih dengan hasil akhir, di menangkan tim Chen. Menang atau kalah bukanlah masalah. Terpenting bagi mereka adalah kebersamaan.
“Kami pergi duluan! Sampai bertemu lagi,” pamit Enlai, Guan, Kang Dishi, Xuesi dan Liang, pergi lebih dulu. Meninggalkan Zishu, Chen, Jun dan Lui yang masih berada di depan gedung.
“Aku juga akan pergi sekarang. Jun, Chen dan nona Zishu, sampai bertemu lagi nanti!” Lui berpamitan pada ketiga orang yang di sebutkan namanya tadi.
“Ya, sampai bertemu lagi!” sahut Jun dan Chen secara bersamaan.
Sebelum pergi, Lui menyempatkan melirik sekilas ke arah Zishu. Sadar akan hal itu, Zishu berusaha terlihat tidak menyadarinya. Yah meski begitu, tidak dapat di ungkiri jika hatinya tetap merasa canggung akan tatapan Lui. Apalagi ia merasa kalau tatapan Lui itu berbeda dari tadi.
`Oh tidak, apa aku ketahuan lagi? Seharusnya aku tidak lagi memfotonya diam-diam. Ishh tapi mau bagaimana lagi? Tuan Lui ini membuatku ingin terus memfotonya,` batin Zishu
Ya Zishu kembali mengulangi hal yang sama. Ia diam-diam memfoto Lui saat tengah bermain basket tadi menggunakan ponselnya. Lui sangat keren saat bermain basket tadi, membuat Zishu tidak tahan untuk memfotonya.
“Little Baby!” panggil Jun membuat Zishu tersadar kembali. Di lihatnya Lui sudah masuk ke dalam sebuah mobil. Zishu yakin kalau itu mobilnya.
“Ada apa kak?” tanya Zishu beralih menatap Jun.
“Bagaimana kalau lusa nanti, kita rayakan kepulanganmu. Merayakannya di kediaman kak,” usul Jun membalas tatapan Zishu.
“Aku sih mau saja kak. Bagaimana denganmu kak Chen?” Zishu bertanya pada Chen yang berdiri di samping kanannya.
“Lusa? Kalau siang tidak bisa. Soalnya banyak rapat penting,” jawab Chen mengingat jadwalnya lusa nanti sangatlah padat dengan banyak rapat penting.
“Yah kalau siang pun aku juga sibuk di perusahaan. Makanya merayakannya malam hari,” celetuk Jun menatap kesal ke arah Chen.
“Aku bisa kalau malam,” sungut Chen tidak memedulikan tatapan kekesalan Jun padanya.
“Berarti sudah kita putuskan kalau lusa merayakan kepulanganmu. Nanti kakak akan kabari Lui dan yang lainnya untuk ikut bergabung,” ucap Jun sontak membuat Zishu terkejut.
“Kakak mengajak Lui juga?” tanya Zishu spontan membuat Chen dan Jun menatap ke arahnya dengan penuh selidik.
“Eh—Maksudku kakak mengajak Lui dan yang lainnya juga ya? Aku kira kita akan merayakannya bertiga saja,” sambungnya dengan cepat.
“Kalau bertiga tidak akan menyenangkan, Little Baby! Jadi kita ajak mereka saja,” jawab Jun santai.
__ADS_1
“Apa kamu keberatan kalau Jun mengajak mereka?” tanya Chen
“Tidak keberatan, kak! Mereka ikut juga lebih baik,” Zishu tersenyum terpaksa. Padahal nyatanya ia tidak ingin mereka ikut. Lebih tepatnya bukan mereka tapi Lui.
“Baguslah. Sekarang sebaiknya kita pulang!” ajak Jun sembari melihat ke arah jam tangannya.
“Kau tidak mau datang ke kediaman Yan dulu, Jun?” tanya Chen. Sudah lama Jun tidak datang ke kediaman Yan.
“Benar kak. Apa kakak tidak mau datang ke kediaman Yan untuk bertemu nenek? Nenek merindukanmu. Nenek menyuruhku untuk mengajak kakak mampir ke kediaman,” Zishu menyampaikan apa kata nenek tadi.
“Lain kali aku akan mampir ke sana. Malam ini tidak bisa karena ada urusan,” sahut Jun menolak dengan halus.
“Sampaikan pada nenek. Kalau kakak juga merindukannya,” sambungnya
“Ck urusan kau itu paling bertemu para pacarmu,” decak Chen asal. Biasanya Jun akan bertemu para pacarnya di saat malam hari. Di siang hari ia akan sibuk di perusahaannya.
“Kau ini nuduh sembarangan!” maki Jun langsung memukul keras lengan Chen.
“Heh memang itu juga kan kenyataannya?” cetus Chen sembari mengusap lengannya yang baru saja di pukul. Sakitnya lumayan terasa.
“Benarkah itu, kak?” tanya Zishu tersenyum jengkel.
“Hmmm kalau pun benar apa kata kak Chen. Itu juga tidak masalah tapi ingat! Kesepakatan kita sudah berlaku,” ucap Zishu sekaligus memperingatkan.
“Percaya pada kakak, Little Baby! Kakak sungguh ada urusan pekerjaan,” bujuk Jun setelah sempat menatap kesal Chen.
“Baiklah-baiklah aku percaya! Sekarang aku dan kak Chen akan pulang. Kakak juga pulanglah!” seru Zishu
“Syukurlah kalau kamu percaya. Baiklah hati-hati di jalan!”
“Oke,” singkat Zishu, sedangkan Chen tidak berucap lagi.
Zishu dan Chen berpisah dengan Jun di sana. Mereka masuk ke dalam mobil masing-masing. Kemudian mobil yang sekarang di kemudikan Chen, melaju ke arah berbeda. Berlawanan dengan arah mobil Jun melaju.
***
Seperti saat berangkat tadi, Zishu dan Chen sudah sampai di kediaman Yan utama setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit. Mereka berdua langsung pergi ke kamar masing-masing dan mandi lagi. Tubuh mereka berdua terasa lengket karena keringat. Sehingga harus mandi agar tubuh lebih nyaman dan segar.
Setelah selesai membersihkan diri, Zishu dan Chen pergi ke ruang keluarga. Di sana ada nyonya Jia Lee yang tengah asyik menonton acara kesukaannya.
“Sepertinya nenek sangat asyik menonton,” ucap Zishu sambil mendudukkan diri di sebelah nyonya Jia Lee.
__ADS_1
“Kalian sudah pulang?” tanya nyonya Jia Lee yang memang tidak mengetahui kepulangan Zishu dan Chen.
“Iya kami sudah pulang 30 menit yang lalu, nek!” jawab Chen duduk bersandar di sofa yang hanya muat satu orang. Nyonya Jia Lee mengangguk-angguk pelan.
“Apa kamu sudah bertemu dengan Jun?” nyonya Jia Lee bertanya pada Zishu.
“Iya aku sudah bertemu dengannya dan menyampaikan apa kata nenek. Katanya lain kali akan mampir ke sini. Kakak juga mengatakan kalau ia merindukan nenek.” Jawab Zishu apa adanya.
“Hmmm baiklah,” deham nyonya Jia Lee.
“Chen!” sambungnya memanggil Chen yang tengah menonton televisi.
“Ada apa nek?” tanya Chen langsung beralih menatap nyonya Jia Lee.
“Ulang tahun Zi`er sebentar lagi. Kita sudah harus mempersiapkannya. Di sini nenek ingin kamu ikut ambil bagian dalam mempersiapkan semuanya. Pastikan tidak ada masalah nantinya. Nenek mengandalkanmu untuk ini,” ucap nyonya Jia Lee
“Tanpa nenek minta pun, aku akan melakukan itu. Nenek tidak perlu khawatirkan apa pun! Acara Zishu akan berjalan dengan lancar. Tidak akan ku biarkan ada terjadi masalah nantinya. Ini janjiku padamu, nek!” Chen menatap serius ke arah nyonya Jia Lee.
Tatapannya memperlihatkan bahwa ia pasti akan menepati janjinya sekarang. Tidak—Bukan janjinya sekarang saja tapi juga janjinya pada tuan Jiang dulu.
“Nenek percaya padamu, Chen!” seru nyonya Jia Lee tersenyum. Selama ini Chen memang tidak pernah mengecewakannya.
“Kak, aku juga mempercayaimu! Jika ada kakak, aku yakin semuanya pasti baik-baik saja.” ucap Zishu tersenyum dan sangat yakin pada kakaknya itu.
“Aku tidak akan mengecewakan kalian,” sahut Chen dan di balas anggukan oleh kedua perempuan berbeda usia itu.
“Chen, mulai persiapan dari besok agar nantinya semua siap tepat waktu! Acara kali ini harus besar-besaran. Nenek tidak bermaksud berlebihan tapi ini adalah acara spesial Zi`er. Jadi nenek ingin merayakannya besar-besaran,” terlihat jelas nyonya Jia Lee sangat antusias mengadakan acara untuk Zishu.
“Baik, serahkan saja padaku!” jawab Chen tersenyum.
“ Kamu tidak keberatan kan dengan keinginan nenek, Zi`er?” nyonya Zishu bertanya pada Zishu, selaku pemilik acara nanti.
“Aku tidak keberatan kalau itu keinginan nenek,” sahut Zishu
... _____...
... Terima kasih sudah mampir ke cerita ini🌹...
... Jangan lupa tinggalkan jejak👣...
... [Like👍+Comment💬+Vote💌+Favorit❤]...
__ADS_1