TYLER: Who Do You Think Am I?

TYLER: Who Do You Think Am I?
EPS. 11. TATAPAN TYLER.


__ADS_3

Libur berakhir dan kini saatnya kembali ke sekolah. Tyler dan kawan - kawan sudah sampai di sekolah, dan seperti biasanya, ada gadis yang memberanikan diri mendekat kearah Tyler dan kawan - kawan.


" K- kak Tyler, ini buat kakak." Ujar gadis itu. Tyler hanya menatap kotak bekal berwarna biru muda yang di sodorkan gadis itu tanpa berkata apa apa.


"Yah.. bakal ada hati yang patah lagi, nih." Ucap Renan.


Karena semua orang juga tahu, Tyler tidak semudah itu di dekati. Tapi rupanya tidak, Tyler menerima kotak bekal itu, guys.. dan gadis manis itu langsung tersenyum senang.


"Semoga kak Tyler suka, bye kak." Ujarnya dengan senyum manis dan berlari pergi.


Ketiga teman Tyler sampai meranga melihatnya, Tyler menerima kotak bekal dari gadis random?


"Seriously?? gue gak salah liat?" Ujar Luigi.


Tyler melirik sekilas di sudut koridor, dia melihat Fia yang sedang menatapnya tadi, jadilah dia menerima kotak bekal dari gadis tadi.


"Ayo." Ujar Tyler dan kembali berjalan. Tapi tiba - tiba mereka di hadang kembali dengan seorang gadis. Tapi gadis ini bukan gadis penggemar Tyler, melainkan Lana.


"Minggir anak baru, kita mau lewat." Ujar Luigi. Tapi Lana tidak mendengarnya, dan Justru maju menghampiri Tyler.


Jack dengan sigap mendorong Lana karena dia tahu Tyler tidak suka di dekati perempuan, dan karena dorongan Jack, Lana sampai terhuyung hampir jatuh.


Namun dengan sigap Tyler menahan lengan Lana dan memegang pinggang Lana. Jack, Luigi dan Renan meranga melihatnya, itu sama dengan Tyler memeluk Lana secara tidak langsung.


"Berdiri yang bener." Ujar Tyler, dan Renan langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


"Lepas!" Ujar Lana, dan akhirnya Tyler melepaskan tangannya dari tubuh Lana.


"Ada apa?" Tanya Tyler, dan itu semakin membuat Jack kejang kejang.


Lana tidak mengatakan apapun tapi dia mengeluarkan amplop cokelat besar dari tasnya dan memberikannya pada Tyler. Setelah mengembalikan itu, Lana pun pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun.


"Oh my gosh." Ujar Renan.


"Ty, ini lo bukan si?!" Ujar Jack menyentuh kening Tyler.


"Terus lo pikir gue siapa, setan?" Ujar Tyler.


Jack, Luigi dan Renan semuanya menggelengkan kepala mereka. Pasalnya tidak pernah Tyler bertanya lebih dulu pada gadis lain, ya kecuali Fia dan itupun dulu, setengah tahun yang lalu.


Dan hari ini, mereka melihat tatapan lembut Tyler lagi, dan itu di tunjukan pada Lana.


"Nih, buat kalian aja." Ujar Tyler memberikan kotak bekal yang sebelumnya dia terima dari gadis random.

__ADS_1


"Eih, langsung balik ke mode kulkas." Ujar Jack.


Mereka semua pun masuk kedalam kelas, dan saat di dalam kelas, Tyler sesekali menatap Lana yang sedang fokus dengan pelajaran.


'Ada luka baru lagi, apa dia di rundung lagi?' Batin Tyler, ketika melihat pelipis kanan Lana di perban.


'Kenapa dia juga gak nerima uang dari gue?' Batin Tyler lagi.


Renan dan Luigi rupanya memperhatikan Tyler yang sesekali menatap ke arah Lana, padahal di sebelah Tyler ada Jack, tapi Tyler tidak tanggung tanggung menoleh kearah Lana.


"Gue yakin banget, mereka saling kenal. Kalo gak, mana mungkin Tyler mau deket - deket tuh cewek, iya gak?" Bisik Renan pada Luigi.


"Tapi mereka kenal dimana? Kan selama ini kita selalu bareng Tyler." Sahut Luigi juga berbisik.


"Entah mereka kenal dimana, tapi Tyler jadi punya kemajuan, lo ngrasa gak si?" Ujar Renan berbisik.


"Iya sih.. Tyler jadi gak sedingin tembok seenggaknya." Ujar Luigi kembali berbisik.


" Luigi, Renan.. kalian lebah, ya?" Ujar guru, Renan dan Luigi pun hanya bisa menyengir kuda.


"Ehehehe.." Tawa mereka berdua yang segaring kulit kacang panggang.


Sementara Lana, dia merasa sedikit aneh karena dia tidak di rundung lagi atau di persulit guru pembimbing. Padahal hari ini dia juga babak belur seperti habis tawuran.


'Tumben mereka gak ngerundung gue, dan tuh guru juga no komen sama penampilan gue.' Batin Lana sembari me atap papan tulis, tapi dia juga mencuri pandang menengok ke arah Chery dan kawan kawannya.


'Bodo amat lah, bagus kalo mereka gak mempersulit gue, gue bisa belajar dengan fokus.' Batin Lana lagi dengan senang.


Hingga akhirnya, sekolah berakhir pun Chery hanya menatap Lana dengan sinis, tapi tidak melakukan apapun pada Lana. Lana menjadi heran sendiri sekarang.


'Kenapa dengan mereka?' Batin Lana, tapi akhirnya dia pergi saja dari sekolah dan naik bus umum.


 Singkat cerita, malam harinya, Tyler dan yang lainnya sampai di tempat mereka biasa balap. Dan peserta gadis misterius rupanya tidak ada di sana malam ini.


"Brum! Brum! Brum!" Suara geberan motor yang baru datang, dan rupanya itu adalah peserta yang kalah taruhan beberapa hari lalu.


Siulan terdengar dan tawa sumbang seakan sombong juga terdengar. Rupanya dia datang dengan mantan Tyler, Fia.


Fia terlihat semakin hari semakin rusak, cara berpakaiannya, penampilannya, sangat jauh berbeda dengan Fia yang dulu masih menjadi kekasih Tyler. Fia yang sekarang terlihat seperti wanita murahan.


"Najis, makin kesini tuh cewek makin kesono." Ujar Luigi, Jack dan Renan terkekeh mendengarnya.


"Kesono kemana, Gi?" Tanya Jack.

__ADS_1


"Gila, liat aja penampilannya." Ujar Luigi dengan kesal. Terlihat Fia yang berciuman dengan pria itu di atas motor dengan sangat rakus.


Jack dan Luigi menjadi emosi melihatnya, mereka seakan sengaja mempertunjukan pada Tyler bahwa mantan Tyler saat ini bersama mereka.


"Emang dasar salome." Ujar Jack. Dan tiba tiba pria yang memboncengkan Fia berteriak memanggil Tyler.


"Woi, Tyler! Liat gue bawa siapa." Ujar pria itu. Tapi Tyler hanya menyunggingkan senyum smirknya lalu melengos pergi.


"Lo pergi, kenapa? Lo cemburu liat mantan lo sama gue? Hahaha." Ujar pria itu sembari menyombongkan diri.


Tyler menghentikan langkahnya dan berbalik menatap pria itu. Jack dan Luigi langsung bersiap kalau - kalau Tyler tiba tiba mengamuk, tapi rupanya tidak.


Tyler menunjukan wajah datar dan biasa saja, bahkan tiba - tiba dia tersenyum remeh melihat Fia di belakang pria itu.


" Cemburu?? Come on.. siapa yang mau dengan barang rusak dan bekas. Cuma orang tol*l yang bangga dan berkoar - koar ketika mendapatkan barang bekas." Ujar Tyler dengan nada santai namun dalam.


Terlihat Fia yang menjadi emosi saat ini, pria itu juga sangat emosi karena dirinya di katai barang rusak dan kekas.


"Apa maksud lo ngatain gue barang bekas, dan rusak Ty?!" Ujar Fia, turun dari motor.


"Nyatanya lo bekas pria lain, dan rusak." Ujar Tyler dengan nada dingin.


"Gini cara lo memperlakukan orang yang pernah ada di hidup lo Ty? Semudah itu lo ngehina gue." Ujar Fia.


"Buat apa gue baik sama penghianat?" Ujar Tyler, dan Fia menjadi marah.


Luigi, Renan dan Jack benar - benar mendapat kejutan dari respon Tyler pada Fia. Benar - benar di luar dugaan.


"Lo bren*sek, Tyler." Ujar Fia.


"Sebren*sek - bren*seknya gue, gue gak pernah nyentuh lo atau ngerusak elo. Gue ngejaga elo semampu yang gue bisa karena dulu lo adalah orang spesial bagi gue."


( Jeda )


"Tapi nyatanya itu aja gak cukup buat lo, dan lo lebih milih merusak diri lo sendiri. Safia, lo udah bukan apa - apa bagi gue, jadi jangan pernah membawa hubungan di masalalu di setiap percakapan." Ujar Tyler dengan mantap.


Tyler langsung berbalik badan dan pergi setelah mengatakan itu, sementara Fia, dia menjadi emosi dan mengepalkan tangannya saat ini.


Niatnya adalah kembali menarik perhatian Tyler dengan cara dia datang dengan pria lain dan bermesraan dengan pria itu, dia ingin membuat Tyler cemburu, tapi ternyata Tyler justru menganggapnya wanita rusak.


"Safia, inget dengan janji lo, malem ini lo milik gue setelah balap." Ujar pria tadi, dan mengecup pundak Fia, lalu pergi.


'Sial, ternyata Tyler beneran udah lupain gue. Apa segampang itu dia move on dari gue? Padahal dia gak gampang deket dengan cewek karena dia benci cewek.' Batin Fia.

__ADS_1


'Gue udah relain tubuh gue buat bayar supaya Tyler cemburu, ternyata dia memang gak ada rasa lagi sama gue. Gak! Gue harus tetep berusaha dapetin Tyler, apapun caranya. Cuma Tyler yang bener - bener tajir.' Batin Fia.


TO BE CONTINUED..


__ADS_2