TYLER: Who Do You Think Am I?

TYLER: Who Do You Think Am I?
EPS. 18. Berangkat sekolah bareng.


__ADS_3

Keesokan harinya, Lana sudah siap dengan seragam baru yang di belikan oleh Renan.


"Udah siap?" Tanya Tyler, dan Lana mengacungkan dua jempolnya, Tyler tersenyum melihat itu, entah mengapa Lana selalu berhasil membuat senyum Tyler merekah.


"Lo manis kalo lagi senyum." Ujar Lana, dan itu membuat telinga Tyler merah.


"Gak usah ngada - ngada, ayo buru." Ujar Tyler langsung berjalan meninggalkan Lana, dia salah tingkah.


"Lah, malah di tinggal." Gumam Lana dan akhirnya dia menyusul Tyler.


"Renan masuk, kan? Gue belom sempet bilang makasih karena dia udah beli seragam buat gue." Ujar Lana, Tyler sedikit tidak rela mendengarnya.


"Yang nyuruh dia tuh gue, harusnya lo makasihnya sama gue." Ujar Tyler, sembari menekan tombol lift untuk turun ke parkiran motornya.


"Tapi kan yang maju dia, dia sampe di ceramahi dulu sama bu belimbing." Ujar Lana.


"Belimbing?" Tanya Tyler bingung.


"Ya, belimbing. Guru pembimbing yang pilih kasih itu." Ujar Lana, dan Tyler hampir terbahak mendengarnya.


Ya, Renan yang kemarin bolos justru datang ke sekolah untuk membelikan Lana seragam baru, alhasil dia mendapatkan siraman rohani dari guru pembimbing.


"Sembarang ngasih julukan, ati - ati kalo ketahuan sama tuh orang, lo bisa jadi temen tiang bendera lagi.'' Ujar Tyler, dan Lana tertawa mendengarnya.


Mereka sampai di parkiran motor Tyler dan Tyler langsung naik ke atas motornya sembari menggunakan helm.


''Ayo, ngapa lo malah bengong?" Ujar Tyler. Lana terlihat seperti ragu - ragu ketika akan naik di boncengan Tyler.


"Gue naik angkutan umum aja, ya?" Ujar Lana, Tyler mengernyit bingung mendengarnya.


"Kenapa?" Tanya Tyler. Gadis lain berlomba - lomba untuk membonceng di motor Tyler, Lana yang di ajak Tyler dengan secara langsung malah menolak.


"Gue takut ntar di sekolah langsung heboh kalo gue dateng bareng lo, lo kan terkenal seantero sekolah dan banyak cewek yang naksir sama lo, gue naik bus aja lah." Ujar Lana.


"Gak! ikut gue." Ujar Tyler, dan membuka helm baru yang dia siapkan untuk Lana.


"Tapi Ty, ntar gue di keroyok satu sekolahan, kan gak lucu.'' Ujar Lana kembali menolak, tapi Tyler turun dari motornya dan langsung memakaikan helm di kepala Lana.


"Bawel, naik atau gue angkat lo ke atas motor gue." Ujar Tyler, dan Lana hanya bisa manyun saja.


"Tsk, pemaksaan." Ujar Lana, tapi akhirnya dia naik juga ke atas motor Tyler.


Akhirnya mereka pun pergi dari apartemen Tyler, dan rupanya di pinggiran jalan raya dekat gedung apartemen itu sudah ada Renan dan Jack yang menunggu mereka untuk berangkat bareng.


"Ren, thanks seragamnya." Ujar Lana, dan renan mengacungkan jempolnya.


"Santai, lo temen gue sekarang." Ujar Renan, dan akhirnya mereka berempat pergi ke sekolahan.


Tapi Lana benar - benar tidak mau sampai anak - anak di sekolah tahu bahwa dia datang dengan Tyler, dia kukuh minta di turunkan di pinggir jalan.


"Stop! Stop! Stop! Gue di sini aja." Ujar Lana memukuli pundak Tyler, Tyler pun menghentikan motornya.


"Lah, kok?? Bentar lagi nyampe Na." Ujar Jack. Lana turun dari motor Tyler lalu membuka helmnya.

__ADS_1


"Gue masih pengen hidup tenang tanpa gangguan fans nya Tyler, cari aman aja." Ujar Lana, Jack dan Renan terkekeh mendengarnya, tapi Tyler tidak, dia hanya diam mode kulkas.


"Gak seru." Ujar Tyler dan kini Lana yang terkekeh. Lana pun berlari kecil sembari melambaikan tangannya.


"Jangan lari, luka lo ntar kebuka." Ujar Tyler, Renan dan Jack saling tampol - tampolan bahu mendengar itu.


"Bye.." Teriak Lana, lalu hilang di tikungan. Tyler dan yang lainnya pun kembali jalan masuk ke pekarangan sekolah.


Setelah sampai di kelas, Tyler melihat Lana yang sudah duduk di kelas dan sedang di gunjingi teman sekelas seperti biasanya. Tanpa aba - aba Tyler mengacak rambut Lana lalu duduk, dan itu di lihat oleh teman melas mereka yang saat ini saling menutup mulut karena terkejut.


"Ish!" Lana mendesis pada Tyler, dan Tyler terkekeh melihatnya. Kekehan itu berhasil membuat satu kelas kian makin heboh.


"Tyler nyentuh kepala Lana, dan dia.. dia terkekeh sama Lana tadi? Omg.." Gumam teman Chery.


Singkat cerita, setelah pulang sekolah, Lana berjalan keluar gerbang sekolah menuju pengkolan yang pagi tadi dia turun, dan di sana sudah ada Tyler, Jack dan Renan.


"Ty, gue mau pulang ke rumah nyokap gue dulu, ya? Gue pengen liat keadaan nyokap." Ujar Lana, setelah berdiri di depan Tyler.


"Ayo gue anter." Ujar Tyler, dan Lana langsung melambaikan kedua tangannya.


"Jangan, gue naik angkutan umum aja." Ujar Lana.


"Lo yakin?" Tanya Tyler, dan Lana mengangguk - anggukan kepalanya.


"Ya udah, ati - ati. Kabarin gue kalo butuh bantuan." Ujar Tyler.


"Sip, bye.. ati - ati di jalan, kalian semua." Ujar Lana lalu berlari pergi.


Lana langsung menghampiri halte bus dan kebetulan tak lama bus pun datang, Lana pun pergi. Tyler dan yang lainnya pun juga pergi dari sana mereka kembali ke markas mereka.


"Mama." Panggil Lana pada ibunya ketika sampai di rumah.


"Lana, sayang.. kamu baik - baik saja nak?" Ujar ibu Lana dan langsung menangis memeluk Lana.


"Lana gak baik - baik aja ma, pria bren*sek itu nyuruh orang buat mbunuh Lana, Lana di tusuk." Ujar Lana, Lana lalu membuka seragam sekolahnya dan menunjukan luka tusukan di perutnya, ibunya langsung menangis dengan histeris melihat itu.


"Sudah seperti ini, ma. Apa mama masih gak mau ninggalin dia?" Tanya Lana.


"Mama akan menceraikan pria itu, nak. Mama janji, mama tidak rela anak mama di sakiti terus menerus." Ujar ibu Lana. Lana tersenyum senang mendengarnya.


"Tapi Lana gak bisa tinggal sama mama dulu untuk sementara, dia pasti masih nyari Lana, kan?" Ujar Lana, dan ibunya mengangguk.


"Lana kangen sama mama." Ujar Lana, dan mereka kembali berpelukan.


Sementara itu, Tyler dan teman - temannya mengunjungi Luigi. Luigi senang ketika teman - temannya datang, mereka tidak pernah melupakan Luigi di sana.


"Ty, Jack, Ren, kalian akhirnya dateng juga." Ujar Luigi dengan senang.


"Kan kita sekolah, dodol." Ujar Renan, mereka pun berpelukan. Tyler senang melihat Luigi yang sudah semakin baik dan kembali ceria.


"Gimana? Udah siap pulang belom?" Tanya Tyler, dan Luigi mengacungkan dua jempolnya.


"Beberapa hari lagi gue keluar." Ujar Luigi dengan semangat dan bangga.

__ADS_1


Mereka pun menghabiskan waktu sebentar untuk saling mengobrol, hingga setelah jam kunjungan habis, Tyler dan yang lainnya pun pulang.


"Baik - baik lo, besok kita kesini lagi." Ujar Tyler, dan Luigi tersenyum. Mereka semua pun pergi dari pusat rehabilitasi.


Tyler kembali ke apartemen, sementara Jack dan Renan pulang ke markas mereka, ruko. Saat Tyler sampai di apartemennya, ternyata Lana sudah berada di sana.


Lana sedang membersihkan apartemen itu, hingga tubuhnya penuh dengan keringat.


"Ngapain lo, Na? Biarin aja, tar gue panggil jasa bersih - bersih." Ujar Tyler ketika melihat Lana sedang mengepel lantai.


"Gak usah, gue juga bisa bersihin ini, lagian dikit lagi kelar. Oiya, di meja ada martabak kalo lo doyan." Ujar Lana, dan melanjutkan aktivitas ngepel nya.


"Gimana nyokap lo?" Tanya Tyler, sembari masuk ke dapur dan mencuci tangannya.


"Dia baik - baik aja. Gimana Luigi?" Tanya Lana, sembari membereskan alat pelnya, karena dia sudah selesai.


"Dia juga semakin baik, beberapa hari lagi dia keluar." Ujar Tyler sembari memakan martabak yang Lana beli dan mengangguk - anggukan kepalanya karena merasa martabak itu enak.


"Itu bagus, kita bisa rayain kembalinya dia nanti." Ujar Lana, dan mencuci tangannya.


"Hmm, ngomong - ngomong martabaknya enak." Ujar Tyler, dan Lana terkekeh.


"Berarti bisa di beli lagi nanti." Ujar Lana, dan dia pun mengambil martabak itu juga, mereka makan martabak bersama.


Tapi yang di prediksi tidak selalu sesuai dengan kenyataan nya. Luigi yang sore tadi baik - baik saja, malam harinya justru kembali menggila.


Tyler di hubungi pihak pusat rehabilitasi yang memberi tahu Tyler bahwa Luigi kembali hilang kesadaran seperti pertama kali di temukan, ada yang memberi Luigi obat terlarang itu lagi.


"Ban*sat!! Jack, Ren, Nest, ayo datengin markasnya Kyle, gue harus bikin perhitungan sama dia." Ujar Tyler, saat ini mereka berada di depan gedung pusat rehabilitasi.


Mereka semua pun akhirnya berangkat ke markas Kyle, tanpa Lana. Sesampainya di sana, Tyler langsung membabi buta memukuli Kyle yang kebetulan sedang pesta miras dengan kelompok gengnya.


"Ban*sat lo! Mati aja lo, bren*sek!" Ujar Tyler sembari memukuli wajah Kyle berkali kali hingga berdarah - darah.


Renan, Jack dan Ernest pun memukuli semua anak geng Kyle hingga beberapa terkapar tidak sadarkan diri, dan tiba tiba sebuah suara tembakan terdengar.


"DOR!"


"Jack!!" Teriak Tyler yang melihat Jak tertembak di bagian kakinya. Dan tiba tiba sirene polisi terlihat berdatanga ke tempat itu.


"Cabut! Cabut!" Teriak anak buah Kyle yang masih ada.


"Jack, ayo gue bantu." Ujar Tyler, hendak memapah Jack.


"Nggak Ty, cepet kalian kabur aja." Ujar Jack sembari menahan sakitnya.


"Ren! Cepat bawa Tyler, cepet!" Ujar Jack sembari menahan sakitnya.


Gemuruh suara langkah kaki polisi semakin mendekat, Renan pun terpaksa menarik Tyler untuk pergi dari sana.


"Jack!" Teriak Tyler, tapi Renan tetap menarik Tyler, dan saat itu juga polis tiba dan meringkus Jack, Kyle dan beberapa anak geng Kyle yang babak belur.


Jack berteriak kesakitan ketika seorang polisi membawanya dengan kasar. Tyler, Renan dan Ernest pun menangis melihat Jack di bawa pergi.

__ADS_1


'Ban*sat!!' Batin Tyler dengan kesal.


TO BE CONTINUED..


__ADS_2