
Lana terduduk lemas di tanah, apa yang dia takutkan terjadi juga. Tyler kembali di tangkap oleh ajudan ayahnya. Ia menangis dengan sesak dan pilu sendirian, sampai tiba - tiba sebuah mobil datang di depan rumah itu.
"Hiks.. Hiks.. Hiks.."
"Na, Astaga! Lo kemana aja sih?! Di hubungin susah banget." Ujar Kyle yang masih belum tahu Lana sedang menangis.
Kyle tertegun ketika melihat bahu Lana terguncang dan Lana memeluk kakinya. Kyle pun langsung menghampiri Lana dan berjongkok di depan Lana.
"Na, lo kenapa?" Tanya Kyle.
Lana mendongak dan Kyle terkejut melihat sudut bibir Lana berdarah.
"Siapa yang ngelakuin ini ke lo?!" Tanyanya dengan khawatir sekaligus marah.
"Kyle.." Gumam Lana, lalu Kyle langsung memeluk Lana.
Kyle juga terkejut ketika melihat pintu rumah Lana di patoki kayu besar. Dia yakin sudah terjadi sesuatu di sana sebelumnya, apalagi ibu Lana juga membawa koper dan tas seperti orang yang hendak pindah.
Singkat cerita, setelah Lana tenang dari tangisnya, Kyle mulai mengobati sudut bibir lana dengan P3K, kini keduanya berada di dalam mobil Kyle.
"Kita harus beli kompres buat pipi lo, pipi lo bengkak. Siapa sebenernya yang ngelakuin ini, Na?" Tanya Kyle sekali lagi sambil tangannya sibuk memberi salep lebam di area sudut bibir Lana.
"Bokapnya Tyler." Ujar Lana akhirnya.
Kyle tertegun tentu saja, tapi dia juga menjadi marah sekarang. Lana menceritakan semuanya pada Kyle bahwa sebelumnya Tyler berhasil kabur bersamanya, tapi kemudian Tyler di tangkap lagi.
'Berani banget tuh orang nyakitin Lana.' Batin Kyle kesal.
"Kenapa lo nelponin gue dari pagi?" Tanya Lana.
Kyle kembali teringat dengan tujuannya datang mencari Lana, dia sampai lupa gara - gara melihat Lana menangis.
"Oh, gue sampe lupa, Ini tentang nyokap lo." Ujar Kyle.
"Kenapa nyokap gue?" Tanya Lana terkejut.
" Itu... lo ikut gue aja dulu." Ujar Kyle.
Akhirnya Kyle membawa Lana pergi dari sana, dia belum menceritakan apapun pada Lana. Sampai akhirnya keduanya tiba di rumah sakit, perasaan Lana sudah tidak enak ketika Kyle membawanya ke rumah sakit.
Mereka menyusuri lorong rumah sakit dan tibalah mereka di sebuah ruang rawat inap, Kyle membukanya dan Lana langsung menangis melihat siapa yang terbaring di brankar rumah sakit.
"Mama." Gumamnya sambil menutup mulutnya.
"Kenapa nyokap gue, Kyle?" Tanya Lana.
"Gue gak ngerti apa yang udah terjadi sama nyokap lo, tapi gue nemuin dia pingsan di jalan yang gak jauh dari rumah kalian. Gue nyoba ngehubungin lo dari sejak nyokap lo masuk UGD tapi lo gak bisa di hubungin." Ujar Kyle menjelaskan.
Lana terisak menyesal, karena saat itu Tyler mengatakan untuk tidak mengangkat panggilan dari Kyle. Sampai dia benar - benar mengabaikannya walau itu hanya pesan dari Kyle.
__ADS_1
"Maa.. Maafin Lana." Gumam Lana dan menciumi tangan ibunya itu sambil menangis.
Sial sekali hidupnya hari ini, Tyler di tangkap oleh Rion, dan sekarang ibunya masuk rumah sakit. Tapi Lana jadi tahu bahwa Rion tidak main - main dengan ucapannya, Rion bahkan sudah menyita tempat tinggalnya dan entah apa lagi yang akan Rion lakukan.
"Na, udah malem. Lo istirahat aja nemenin nyokap lo di sini, gue balik dulu." Ujar Kyle.
"Hm, Thanks Kyle, udah nyelamatin nyokap gue." Ujar Lana.
"No worries, gue pulang dulu." Ujar Kyle, lalu pergi dari sana, meninggalkan Lana yang masih menangis menciumi tangan ibunya.
Tapi nyatanya Kyle tidak benar - benar pulang, ketika Kyle berada di loby, dia mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang.
"Pa, aku dalam kesulitan, bisakah papa pinjamkan aku sekitar lima belas orang bodyguard papa?" Tanya nya.
"Ya, aku dalam masalah besar, tapi papa jangan khawatir, aku baik baik aja. Suruh mereka datang ke alamat yang akan aku berikan." Ucapnya lagi.
"Makasih pa, lima belas aja, jangan banyak - banyak." Ujar Kyle lalu panggilan di akhiri, Kyle pun pergi dari sana.
Sementara itu di kediaman Rion, Tyler sedang membabi buta menghajar pria yang sudah menampar Lana. Anak buah Rion itu tentu tidak berani melawan dengan kekuatan penuh, dia hanya bisa menghindar untuk melindungi dirinya saja.
"BUGH!! BUGH!" Tyler menghajar wajah pria itu berulang kali sampai berdarah - darah.
Rion keluar ke halaman, dia terkejut melihat betapa burutalnya Tyler saat ini. Tyler berhenti dan langsung menatap tajam Rion yang saat ini berdiri tak jauh dari dirinya.
"Lo nyuruh anak buah lo buat nyita tempat tinggal Lana, huh?!" Teriak Tyler pada Rion.
"Itu adalah konsekuensi untuknya, dia sudah membawa lari kamu." Ujar Rion dengan santai.
"Yang ada elo yang nyulik gue dan nyekap gue di sini! Lo denger, gue patuh sama lo karena lo gak nyakitin Lana, tapi sekarang lo udah nyakitin dia, jadi jangan harap gue patuh." Ujar Tyler, lalu kembali memukuli anak buah Rion yang berada di sana.
"BUGH! BRAK!"
"BUGH! DUAGH!"
Sekitar lima anak buah Rion terkapar tidak berdaya karena Tyler tidak sedikitpun menaruh rasa belas kasihan pada mereka, Di pikiran Tyler masih terngiang jelas bagaimana anak buah Rion menampar Lana, sementara dirinya tidak bisa melakukan apapun.
'Gue gak berguna, gue bahkan gak bisa ngelindungin Lana.' Batin Tyler.
"TYLER." Teriak Rion.
Tapi Tyler tidak peduli dan terus membabi buta menghajar orang - orang di sana. Sampai ketika Tyler hendak menghantamkan pot tanaman ke kepala anak buah Rion, Rion langsung meminta anak buahnya yang lain untuk menangkap Tyler.
"Tangkap dia!" Titah Rion pada anak buahnya.
Anak buah Rion maju serempak mencoba menangkap Tyler, dan dengan susah payah mereka akhirnya berhasil menangkap Tyler. Tyler pun memberontak, dia benar - benar menggila.
"LEPAS!! Ban*sat kalian! Beraninya kalian nyakitin Lana! Gue bakal bunuh kalian satu persatu pake tangan gue sendiri!" Teriak Tyler sambil memberontak.
Sayangnya dua anak buah Rion yang berbadan besar sudah menahan tangan Tyler, jadi Tyler tidak bisa melakukan apapun meski memberontak.
__ADS_1
"Bawa dia masuk! Kurung dia di kamarnya dan jangan beri dia makan." Titah Rion.
Tapi tiba - tiba, terdengar deru motor di luar dan penjaga gerbang langsung di lumpuhkan. Pintu gerbang terbuka dan munculah pria - pria yang juga berbsdsn besar maju mendekat kearah Rion.
Anak buah Rion langsung dengan sigap berdiri di depan dan menghadang melindungi tuan mereka.
"Siapa kalian!? Berani sekali masuk kedalam rumahku!" Ujar Rion.
Kemudian sebuah motor masuk kedalam, pengemudi sepeda motor itu kemudian membuka helmnya dan terlihatlah wajah yang tak asing bagi Rion dan Tyler.
"Kyle??" Ujar Rion.
Ya, Kyle.. Dia datang membawa lima belas bodyguard khusus milik ayahnya dan datang ke tempat Rion.
"Lo di tangkep?? Cih, payah." Ujar Kyle pada Tyler, Tyler hanya bisa mendengus kesal melihat musuhnya itu meledek.
"Gue dateng mau bantuin lo, bisa gak masang mukanya yang ramahan dikit." Ujar Kyle, dan Tyler mengernyit bingung mendengarnya.
"Bac*t!" Gumam Tyler tidak percaya. Kyle pun hanya bisa mengangkat kedua bahunya melihat Tyler gidak mempercayainya.
"Lo jadi orang tua egois banget si? kenapa lo gak mati aja" Ujar Kyle pada Rion.
Rion terkejut tak jauh berbeda dengan Rion, Tyler juga terkejut mendengar ucapan Kyle. Tidak sedikitpun Tyler menyangka bahwa Kyle akan mengucapkan itu.
"Apa - apaan kamu Kyle?" Tanya Rion.
"Serang." Titah Kyle, dan anak buahnya langsung maju melawan anak buah Rion. Asisten Rion langsung mengamankan Rion dengan membawa Rion masuk.
Kyle sendiri langsung menghampiri orang yang menahan tangan Tyler, dia langsung menendang dan satu diantara dua anak buah Rion melepaskan cekalannya dari tangan Tyler. Tyler pun langsung menghajar sisanya.
"Lo cabut aja, Lana ada di rumah sakit. Sisain sisanya ke gue." Ujar Kyle.
"Lo.."
"Tar aja nanyanya, Lana butuh Lo." Ujar Kyle, dan Tyler mengangguk. Tyler pun berlari pergi.
"TYLER!" Teriak Rion.
"Eit! Masih ada gue di sini, lo mau kemana?" Ujar Kyle menghadang Rion.
"Kyle, saya sudah tidak memiliki hubungan apa - apa lagi dengan ibumu, untuk apa kamu ikut campur urusan keluarga saya?" Ujar Rion.
"Lo ngekang anak lo kayak gitu supaya dia ngerasaain apa yang lo rasain waktu lo muda dulu?? Lo mau balas dendam sama anak lo sendiri?" Ujar Kyle, dan Rion tertegun.
"Kamu tidak akan pernah tahu apa yang orang tua lakukan untuk kebaikan anak - anaknya." Ujar Rion.
"Kebaikan anaknya?? Apa kebaikan yang lo maksud adalah yang sekarang lo lakuin ke anak lo??" Ujar Kyle.
"Se enggaknya bokap gue masih punya otak, gak gila kayak elo." Ujar Kyle lagi.
__ADS_1
Rion terdiam, lalu kemudian Kyle menarik anak buahnya pergi dari sana. Rion mengepalkan tangannya melihat kekacauan yang terjadi.
TO BE CONTINUED..