TYLER: Who Do You Think Am I?

TYLER: Who Do You Think Am I?
EPS. 34. Tendangan maut.


__ADS_3

Lana langsung menarik tangan Tyler dan pergi dari sana begitu saja hingga mereka lumayan jauh dari area balap tadi. Tyler yang lilnglung itu menurut saja saat di tarik oleh Lana.


"Lo, lo denger gue bilang apa barusan?" Ujar Lana pada Tyler.


Tapi Lana belum tahu bahwa itu adalah Tyler, karena Tyler masih menggunakan helm dan masker yang menutupi setengah wajahnya.


"Hm." Sahut Tyler mengangguk. Lana langsung pias, dan Tyler nyaris tertawa melihat wajah Lana yang saat ini terlihat sangat lucu.


Penampilan Lana tidak banyak berubah setelah sebulan tidak bertemu, hanya saja dia tidak lagi terlihat penuh luka seperti dulu.


"Lo denger apa?" Tanya Lana, dan Tyler berdehem.


"Intinya gue denger, dan gue liat semuanya." Ujar Tyler, dan Lana langsung berjongkok lemas.


"Gue mohon, lo jangan kasih tau siapapun tentang ini, please.." Ujar Lana memohon dengan mengatupkan kedua tangannya.


Tyler hampir terbahak dari balik maskernya, melihat Lana yang sampai memohon seperti itu padanya. Tapi jika Lana tahu itu Tyler, kira - kira apakah Lana akan melakukan hal yang sama?


"Gue ngalah deh, pertandingan tadi lo yang menang aja, gue bilang bang Angga ntar. Tapi, please.. rahasiain identitas gue, ya?" Ujar Lana lagi.


Tiba - tiba muncul ide gila di kepala Tyler, dan dia menganggukkan kepalanya. Lana tersenyum mendengar itu, sampai senyumnya yang baru terbit itu langsung hilang ketika Tyler mengatakan sesuatu.


"Tapi ada sarat lainnya, lho" Ujar Tyler, senyum Lana langsung pudar mendengar itu.


"Apaan?" Tanya Lana, dan Tyler ikut berjongkok di depan Lana. Tyler mendekatkan wajahnya kearah Lana, hingga Lana jatuh terduduk karena mundur - mundur.


Tyler semakin dekat dan semakin dekat, hingga tiba - tiba. "DUAK!!" Lana menendang Tyler hingga Tyler mundur kebelakang.


"Akh!!" Tyler kesakitan karena Lana menendang pangkal pahanya.


"Lo gila, ya?!" Teriak Tyler menahan rasa sakitnya.


"Lo yang gila! Mau ngapain lo tadi, huh?! Denger baik - baik ya! Gue bukan orang yang seperti itu! Lo mo aduin ke orang - orang silahkan, gue gak peduli. Bren*sek!" Ujar Lana lalu bangun dan langsung pergi dari hadapan Tyler.


Tyler masih mengaduh kesakitan tapi kemudian dia tersenyum, karena apa yang dia pikirkan tentang Lana, tidak benar - benar terjadi.


"Hampir aja lo nuduh Lana lagi, Ty. Dia emang beda, jangan samain dia sama cewek lain." Gumam Tyler.


"Tapi kenapa dia harus nyamar jadi cowok?" Gumam Tyler lagi, lalu dia bangun dari duduknya.


"Sshh.. tuh anak nendang nya gak pake perasaan, sakit banget." Gumam Tyler dan berjalan dengan sedikit aneh kembali ke motornya.


Sementara Lana, dia kembali mengambil motornya lalu langsung pergi dari sana. Ya, Lana berhasil membeli motor sendiri, tapi motor yang dia gunakan untuk balap, adalah motor Angga.


"Kenapa gue harus ketemu sama cowok mesum kayak dia, awas aja kalo dia besok macem - macem ke gue, gue tandang dia sampe mati." Gumam Lana, lalu pergi dari sana.

__ADS_1


Singkat cerita, Tyler kembali ke apartemennya. Dia meletakan helmnya di tempat helm, lalu dia merebahkan dirinya di sofa.


"Luigi sama yang lainnya pasti nyari in gue, tapi kalo gue ngehubungin mereka, mereka pasti bakal ikutan pusing ngadepin gue. Biarin deh, gue gak mau mereka repot gara - gara gue." Gumam Tyler.


Padahal tanpa Tyler tahu, ke empat temannya itu sangat mengkhawatirkan dirinya. Tyler kemudian memejamkan matanya dan tidur.


Singkat cerita, Lana berada di sekolahnya saat ini. Dia sedang berjalan di lorong sekolah dan tiba tiba dia melihat Fia di sana seperti sedang mencari seseorang.


"Ngapain mantannya Tyler ada di sini?" Gumam Lana, dengan tatapan bingung.


Fia kemudian melihat Lana, dan keheranan karena Lana menggunakan seragam dari sekolah itu.


"Elo? Kok lo ada di sini?" Tanya Fia pada Lana dangan tatapan sinis.


"Harusnya gue yang nanya gitu, gak? Ngapain lo di sekolah gue?" Tanya Lana balik, dan Fia mengernyitkan keningnya.


"Lo pindah ke sini?" Tanya Fia.


"Kenapa? Gak boleh? Apa ada mantan lo lagi, di sini?" Ujar Lana, dan Fia menjadi marah.


"Gara - gara lo, Tyler ngumbar aib gue, dan gue jadi di celakain sama orang - orang sampe masuk rumah sakit tau gak!? Sementara lo enak - enak aja pergi dan keluar dari sekolah." Ujar Fia dengan marah.


"Lah, kan lo yang nyuruh buat gue ngejauhin mantan lo. Gue tuh sekolah mau belajar, bukan mau rebutan cowok, ya gue pindah lah." Ujar Lana santai.


"Tapi gara - gara lo, Tyler makin benci sama gue!" Teriak Fia.


Nafas Fia memburu, dan dia sudah siap menyerang Lana. Fia melayangkan tangannya hendak memukul Lana, tapi seseorang menangkap tangan Fia.


"Ada apa ini? Lana, lo gak apa - apa?" Yang rupanya adalah Kyle. Fia menjadi terkejut karena melihat Kyle.


Memang tujuannya datang ke sekolah itu adalah untuk mencari Kyle, tapi dia tidak menyangka Kyle mengenal Lana dan peduli padanya.


"Fia? Ngapain lo di sini?" Tanya Kyle yang menatap Fia dengan heran. Tatapan Kyle sangat tajam pada Fia, tidak seperti saat terakhir kali Kyle bertemu Fia.


"Kyle, lo kenal dia?" Tanya Fia menunjuk Lana. Tapi bukannya menjawab, Kyle justru menarik Lana untuk berdiri di belakangnya, seakan Kyle melindungi Lana.


"Lo apain Lana?" Tanya Kyle dengan tatapan tajam pada Fia.


"Gue gak apa - apain dia kok, tanya aja orangnya." Ujar Fia.


"Gue liat sendiri lo mau mukul dia." Ujar Kyle.


"Karena dia duluan yang bikin gue kesel. Tapi kenapa lo ngebelain dia? Lo ada affair sama dia?" Ujar Fia.


"What the h*ll!" Ujar Lana tidak habis pikir dengan Fia. Dulu Tyler, sekarang dia di tuduh dengan Kyle.

__ADS_1


"Lo denger ya Lana, Kyle itu cowok gue." Ujar Fia, dan Lana hanya bisa mengernyitkan keningnya.


"Lo tuh jadi cewek plin - plan ya? Baru tadi lo bilang ke gue, gara - gara gue lo di benci mantan lo. Sekarang lo bilang makhluk di depan gue ini cowok lo, jadi pacar lo ada berapa?" Ujar Lana, dan itu membuat Fia makin kesal.


"Lo!!" Ujar Fia hendak menyerang Lana, tapi di halangi oleh Kyle.


"Cukup Fia! Gue udah gak ada hubungan apa - apa lagi sama lo." Ujar Kyle, dan Fia tertegun.


"Kyle! Kok lo gitu? Kan lo yang bilang ke gue bahwa lo cinta sama gue." Ujar Fia marah.


"Sekarang udah enggak." Ujar Kyle dengan santai.


"Gak, lo gak bisa gini in gue, gue hamil." Ujar Fia, dan Lana meranga mendengarnya.


"Wow! Sorry, kayak nya gue gak seharusnya ada di sini, deh." Ujar Lana, dan melangkah mundur hendak pergi.


"Gak, Na! Dia bohong, jangan dengerin dia." Ujar Kyle mencoba menahan Lana.


"Stop! Lo kelarin masalah yang lo bikin, usia kita masih remaja, dan gak seharusnya lo melakukan hal sejauh itu sama pacar lo, apalagi sampe dia hamil." Ujar Lana, lalu langsung pergi.


Kyle langsung menarik tangan Fia hingga ke belakang sekolah, lalu menghempaskan Fia begitu saja.


"Fi! Lo apa - apaan sih!!" Bentak Kyle.


"Gue gak mau lo deket - deket sama dia, Kyle. Status kita bahkan masih pacaran." Ujar Fia, dan Kyle justru tertawa remeh mendengarnya.


"Pacaran?? Dalam mimpi lo?" Ujar Kyle, dan Fia tertegun.


"Gue kasih tau lo Fi, gue deketin lo cuma buat bikin Tyler marah dan dan kalah. Gue gak ada perasaan apapun ke lo, jadi jangan berharap lebih." Ujar Kyle dan Fia tertegun mendengarnya.


"Lo manfaatin gue, Kyle??" Ujar Fia dengan tatapan berkaca - kaca.


"Ya, gue cuma manfaatin lo doang, buat bikin Tyler marah dan hancur." Ujar Kyle.


"Tapi lo udah ngerebut ke virginan gue, sialan!" Ujar Fia dengan marah.


"Ya bukan salah gue lah, kan elo juga gak nolak waktu gue ajakin gituan. Dan kalo lo emang cewek baik - baik, lo pasti bisa jaga diri lo. Padahal Tyler sangat menjaga lo, tapi dasarnya lo tuh l*nte, jadi mau aja gue ajak gituan." Ujar Kyle dengan nada tajam.


"Lo bahkan kecanduan dan ngelakuin gituan sama cowok lain selain gue, kan? Lo pikir gue gak tau? " Ujar Kyle, dan Fia menjadi diam.


"Dan lo bilang lo apa tadi? Hamil?? Tau gak bapak dari anak lo yang mana? Gue yakin cowok - cowok yang ngegilir lo waktu itu pada keluar di dalem semua." Ujar Kyle tersenyum remeh.


"Dan satu lagi, mereka semua adalah anak buah gue. Jadi lo gak usah macem - macem sama gue, kalo lo gak mau ngerasain apa yang terjadi sama lo sebulan lalu, faham??" Ujar Kyle, sambil menepuk pipi Fia lalu pergi meninggalkan Fia sendirian.


'Gila.' Batin Lana, yang mendengarkan percakapan mereka dari sudut lain. Tapi Lana jadi tahu satu kebenaran, Tyler tidak melakukan hal kotor yang Fia bilang padanya waktu itu.

__ADS_1


TO BE CONTINUED..


__ADS_2