
Tyler menatap mata Lana yang saat ini sebenarnya juga sudah ada api gairah di sana. Hanya saja Lana masih mempertahankan kewarasannya.
..."Can i, Na??" Tanya Tyler, menyebut nama Lana....
..."Gimana kalo aku hamil kaya Fia?" Ujar Lana dengan tatapan mata khawatir....
Dia juga penasaran dengan naluri liarnya yang bangkit, tapi dia masih memikirkan masa depannya juga.
..."Aku bakal tanggung jawab kalo itu terjadi." Sahut Tyler, lalu kembali mencium leher Lana sampai nafas Lana tersenggal - senggal....
..."Kita masih muda, Ty.." Gumam Lana, masih kukuh mempertahankan kewarasannya....
Seketika Tyler tersadar, Lana benar, mereka masih muda. Dan lagi dirinya pun belum memiliki usaha apapun untuk menghidupi Lana jika sampai Lana benar - benar sampai hamil.
..."Maaf, be.." Ujar Tyler lalu bangkit dari posisinya....
Tapi entah mengapa, ada rasa tidak rela di hati Lana ketika Tyler menyudahi aksinya. Dia penasaran, tapi juga takut di saat yang bersamaan.
Lana pun bangun dan duduk, ia tidak sadar bahwa dua kancing bajunya sudah terbuka karena tangan jail Tyler.
..."Aku cinta kamu, be. Aku akan jaga kamu sampe aku mampu buat nikahin kamu nanti." Ucap Tyler kemudian mengusap kepala Lana....
..."Aku mandi dulu, ya?" Ujar Tyler dan Lana mengangguk....
Kali ini Tyler benar - benar pergi, dan Lana sendiri kini justru seperti penasaran. Ia menyentuh jantungnya yang berdebar begitu kerasnya sejak tadi.
...'Sialan, kenapa aku makin penasaran.' Batinnya....
..."Jangan nakal, Na." Gumam Lana pada dirinya sendiri....
Di dalam kamar mandi sendiri, Tyler masih mengguyur tubuhnya dengan air yang mengalir membasahi tubuhnya. Tibuhnya yang atletis itu terlihat sangat menggoda di bawah guyuran shower.
...'Bisa - bisanya lo mau ngerusak Lana, Ty. Kenapa sekarang lo gak bisa ngendaliin diri lo sendiri, padahal waktu sama Fia lo sama sekali gak tertarik buat nyentuh dia.' Batin Tyler bermonolog....
Ia meatikan shower, lalu terlihat mengusap wajahnya dan menyugar rambutnya ke belakang.
...'Mending lo fokus buat ngumpulin duit, supaya bisa nikahin Lana. Masa bodo sama umur, gue gak mau kehilangan Lana lagi.' Batinnya lagi....
Tyler memakai handuk sebatas pinggang, lalu dia berjalan keluar dari kamar mandi. Tapi pada saat ia melihat Lana yang duduk di meja belajarnya sambil tampak sedang menulis, ia tertegun.
..."You call me up upon the waters, The great unknown where feet may fail.. And there I find you in the mistery, In oceans deep, my Faith will stand."...
Tyler bisa mendengar sepenggalan nada yang sedang Lana nyanyikan, ia pun mendekat kearah Lana, dan melihat apa yang sedang Lana tulis.
Rupanya Lana hanya sedang menggambar sesosok laki - laki yang sedang berdiri membelakanginya, tapi Tyler tahu bahwa itu adalah gambar dirinya.
..."Hm, bagus juga." Gumam Lana, dia masih tidak menyadari Tyler sedang tersenyum - senyum berdiri di belakangnya....
Hingga setetes air dari rambut Tyler yang basah jatuh di tangannya, Lana baru terkejut dan mendongak ke atas.
..."Astaga!"...
Lana terjingkat terkejut melihat Tyler yang bertelanjang dada berdiri di belakangnya.
Lana langsung menutup matanya melihat itu, sementara Tyler terkekeh melihat Lana yang malu.
__ADS_1
..."Tyler mesum!! Pake baju dulu!" Ujar Lana....
..."Apa? Aku anggak mesum, kok." Ujar Tyler....
..."Pake baju, Ty.. Astaga." Ujar Lana, masih menutup matanya....
Tapi Tyler tak mengindahkan ucapan Lana, dia justru malah ingin semakin menjahili Lana.
..."Udah, be.."...
Ujar Tyler, Lana pun perlahan membuka matanya, tapi dia kemudian menutupnya kembali karena ternyata Tyler masih belum pakai baju.
..."Tyler!" Teriak Lana, dan Tyler terbahak....
Tyler senang menjahili Lana, tanpa dia pikir panjang bahwa handuk di pinggangnya itu bisa saja terlepas dari tubuhnya.
..."Liat aku, be.." Ucap Tyler....
..."Enggak!"...
Ujar Lana, dan Tyler sampai tidak berhenti terkekeh. Tyler tidak tahu saja jantung dan darah Lana sudah berdesir tidak karuan saat ini.
..."Oke.. Oke.. Aku pake baju." Ujar Tyler, akhirnya....
Tyler pun berjalan menuju lemari pakaiannya, lalu dia memakai pakaian santai.
..."Jangan ngintip, ya.." Ujar Tyler, dan Lana hanya bisa berkomat kamit....
..."Aku jitak juga kamu." Ujar Lana dan Tyler kembali terkekeh....
Tyler sudah berpakaian lengkap, tapi dia masih ingin menjahili Lana. Dia kembali berjalan menghampiri Lana lalu menyentuh kedua tangan Lana.
..."Enggak! Cepetan pake baju, atau aku pulang aja." Ujar Lana mengancam....
..."Ya sudah, coba kamu pergi dari sini, tapi aku masih akan tetap berdiri di depan kamu." Ujar Tyler.....
..."What the.." Gumam Lana....
..."Oke! Aku mau pulang aja, kamu mesum!" Celetuk Lana, Tyler sungguh ingin terbahak mendengarnya....
Lana mulai meraba - raba sekitar, dan berjalan mencoba mencari pintu keluar kamar Tyler.
...'Nyesel aku masuk ke sini, kok Tyler bisa mesum begitu. Gak tau apa jantung gue gak sekuat itu.' Batin Lana menggerutu....
...'Kalo jantung gue lompat, gimana.' Batin Lana lagi....
Lana melangkah tidak tentu arah, dan malah berjalan menuju kearah ranjang. Tyler yang melihat itu masih hanya menahan senyum sambil melipat kedua tangannya.
Dia pun berjalan kearah ranjang dan duduk di tepian ranjangnya, menunggu Lana sampai.
..."Ty.. Kamu beneran gak mau pake baju?" Ujar Lana memelas, karena menjadi orang buta bukan keinginan nya....
..."Hm.."...
Sahut Tyler singkat. Tyler sangat ingin terbahak, tapi dia tahan sampai tubuhnya berguncang hebat dengan hidung yang kembang kempis.
__ADS_1
..."Jahat!" Celetuk Lana, lalu melanjutkan langkahnya....
Hingga dua langkah kemudian, tangan Tyler meraih pinggang Lana dan menariknya jatuh ke atas tubuhnya di ranjang.
..."KYAA!!!"...
Lana berteriak. Tyler kemudian memeluk erat tubuh Lana yang berada di atasnya.
..."Ty, lepas, gak!" Ujar Lana....
..."Nggak mau." Ujar Tyler....
..."Kamu udah pake baju?" Tanya Lana karena tangannya tidak menyentuh kulit tubuh Tyler, tapi kaos....
..."Kamu maunya aku nggak pake?" Tanya Tyler balik....
Lana perlahan membuka matanya dan Ia melihat wajah Tyler yang sedang meringis menatapnya. Dan rupanya benar, Tyler sudah berpakaian.
..."Ish! Hahat banget si! Ngerjain aku." Ujar Lana memukul dada Tyler....
..."Adeh!! Sakit, be.. pukulnya gak bisa pake sayang, apa?" Ujar Tyler meringis....
..."Aku gibeng mau?" Ucap Lana dan Tyler terkekeh....
..."Bar - bar banget pacar aku. Masa aku mau di gibeng, sih." Ujar Tyler....
..."Lagian iseng banget, awas!" Lana sewot sekarang....
..."Maaf, be.. jangan ngambek dong." Bujuk Tyler....
..."Ya udah awas!" Ujar Lana, dan meronta hendak bangun dari atas tubuh Tyler....
..."Nggak mau, nanti kamu pergi." Ujar Tyler, semakin memeluk erat tubuh Lana....
..."Enggak.. awas dulu, aku susah kalo gini." Ujar Lana....
..."Gini aja, kamu capek, kan? Bobo aja di sini, kita butuh istirahat." Ujar Tyler....
..."Ya tapi kita tidur kayak gini posisinya?" Lana protes....
..."Nggak apa - apa, gini aja, aku suka." Ujar Tyler, Lana hanya bisa menghela nafasnya saja....
Dia sudah seperti guling yang Tyler peluk di atas tubuh Tyler. Untuk beberapa saat Lana masih diam berada di atas tubuh Tyler, Lana bahkan bisa mendengar detak jantung Tyler yang perlahan mulai teratur.
..."Ty..." Panggil Lana, tapi Tyler hanya diam, namun pelukannya erat di tubuh Lana....
..."Dih, masa cepet banget tidur." Gumam Lana....
Lana melihat wajah damai Tyler, ia pun tersenyum. Banyak hal terjadi hari ini, dan Lana yakin Tyler masih menyembunyikan kesakitannya sendiri di dalam hatinya.
...'Kamu hebat Ty, cuma orang tua yang bodoh dan tidak bersukur yang menyia - nyiakan kamu.' Batin Lana....
..."Selamat tidur, Ty.. I love you." Gumam Lana....
Lana tidak berani banyak bergerak, dia pun lembali merebahkan kepalanya di dada bidang Tyler dan kembali mendengarkan detak jantung Tyler yang damai, yang akhirnya mengantar Lana juga ke alam mimpi menyusul Tyler.
__ADS_1
Betapa lelahnya hidup, jika kita melewatinya tanpa bersukur. Luka di hati yang akan selalu meranga kembali ketika mengingat semua kepahitan yang terjadi di hidup kita, bisa menjadi motifasi diri. Asal kita mencoba berdamai dengan keadaan dan diri kita sendiri.
TO BE CONTINUED..