TYLER: Who Do You Think Am I?

TYLER: Who Do You Think Am I?
EPS. 40. Rencana jahat Kyle.


__ADS_3

Pada jam istirahat, Lana berjalan ke kantin dengan teman - temannya, tiba - tiba Kyle muncul di hadapan Lana dengan sebotol minuman yang dia genggam tadi pagi.


"Na, malem ini lo ada waktu gak? Gue butuh bantuan lo, nih." Ujar Kyle.


"Bantuan apa?" Tanya Lana, spontan.


"Gue gak gitu jago dalam bahasa Inggris, gue denger lo jago kan? Bisa bantuin gue gak?" Tanya Kyle.


Lana berpikir, malam ini memang dia tidak memiliki jadwal tanding, tapi dia biasanya masih datang ke arena untuk menonton balap di sana.


"Na, cabut duluan ya?" Ujar teman Lana, dan Lana mengangguk.


Teman - teman Lana langsung pergi meninggalkan Lana dan Kyle, karena mereka tahu Kyle sedang mengejar Lana.


"Oke, dimana?" Tanya Lana, tanpa curiga.


"Kita ketemu di depan sekolah aja abis pulang sekolah, tar gue ama lo bareng ke cafe." Ujar Kyle, Lana mengangguk.


"Oke." Sahut Lana, lalu kemudian dia langsung pergi begitu saja dari hadapan Kyle.


"Malem ini, lo harus jadi milik gue." Gumam Kyle ketika Lana pergi.


Saat Lana pergi, ponselnya bergetar, itu nomor baru yang sama sekali Lana tidak kenal. Meski dia tidak tahu, dia tetap mengangkatnya karena mungkin orang penting yang ingin mencarinya.


"Halo." Ujar Lana, ketika mengangkat panggilan itu.


"Kamu udah makan?" Tanya si penelepon, Lana bingung dia seperti mengenali suaranya tapi dia tidak bisa menebak. Ingatan Lana jelek sekali.


"Gue pacar lo, Asher." Ujar Tyler, dan Lana langsung..


" Ohh... Elo, kok tau nomor gue? Perasaan gue belom bagi nomor gue ke lo?" Ujar Lana heran.


"Iya dong, kan pacar." Ujar Tyler dan tanpa sadar Lana tersenyum mendengarnya.


"Gak ada jadwal tanding, kan? Abis pulang sekolah gue jemput, ya? Dimana sekolah lo?" Tanya Tyler pada Lana.


"Gue gak bisa, baru aja noh di ajakin ngajarin si penjahat kel*min belajar bareng." Ujar Lana, dan Tyler langsung terkejut mendengarnya.


"Tolak!" Ujar Tyler spontan, karena dia tahu kemana jurusan Kyle.


"Cuma belajar, dia bilang mau belajar bahasa Inggris, di cafe abis pulang sekolah." Ujar Lana.

__ADS_1


"Na.. tolak, ya.. Please, dengerin gue." Ujar Tyler dengan sangat pelan dan memohon.


"Yah, gimana ya, gue baru aja ninggalin orangnya, noh." Ujar Lana. Tyler menjadi makin khawatir sekarang, karena dia sangat mengenal Kyle, dia adalah pria bren*sek yang suka mainin cewek.


"Jam berapa lo kelar sekolah?" Tanya Tyler dengan serius.


"Empat tigapuluh, gue ada tambahan basket." Ujar Lana. Tyler tersenyum lega, karena jam pulang sekolahnya tidak bentrok dengan jam pulang sekolah Lana.


"Gue bakal samperin lo ke sekolah lo, sharelok alamat sekolah lo ke gue, sekarang." Ujar Tyler, Lana mengiyakan, lalu mengirim posisi sekolahnya pada Tyler.


"Ya udah, gue mau makan dulu ya? Laper." Ujar Lana pada Tyler, dan Tyler terkekeh mendengarnya.


"Ya udah, makan yang banyak ya, biar cepet tinggi." Ujar Tyler sambil terkekeh.


Lana hanya sewot dan berkomat kamit, tapi akhirnya panggilan itu di akhiri juga.


Tapi kemudian Lana menjadi bingung, kenapa dia bisa menurut saja ketika di suruh pacar dadakannya itu untuk mengirim lokasinya.


"Kok gue kayak udah akrab banget ya, ama nih orang. Gue ngerasa nyaman ngomong ama dia, dan suaranya.. kenapa suaranya mirip.." Gumam Lana menggantung sembari berpikir sangat keras.


"Oppa Taehyung?" Ujar Lana malah mengingat bias- nya.


"Ish.. mana mungkin seorang oppa Taehyung jadi pacar gue, bisa di gantung di pohon beringin gue, sama para ARMY." Gumam Lana, Lana tidak lagi mempermasalahkan nya lagi dan dia langsung pergi ke kantin karena perutnya sudah kelaparan sebab pagi tadi dia tidak sarapan.


"Kenapa Ty??" Tanya Jack. Luigi dan Renan juga ikut memperhatikan gerak - gerik Tyler.


"Gue cabut duluan, ada urusan. Sorry gak bisa balik bareng kalian." Ujar Tyler, ia langsung lompat begitu saja di meja lalu lari keluar dari kelas.


"Dih, Ty!! Lo kok ninggalin kita, Ty!" Teriak Renan ketika Tyler sudah menghilang di balik pintu kelas tanpa kembali menoleh.


"Udah biarin, Tyler kita udah mulai sibuk dengan urusan lainnya." Ujar Luigi, dan dia juga langsung membereskan tasnya.


Tyler sampai di parkiran dan langsung membawa motor Egi pergi dari halaman parkir sekolah. Tyler berencana menukar lebih dulu motornya sebelum dia datang ke sekolah Lana.


Dan setelah beberapa menit, dia pun sampai di bengkel dan terlihat Egi yang sedang sibuk mengotak atik motor pelanggan nya.


"Bang! motornya gue balikin." Teriak Tyler dan Egi mengacungkan jempolnya sembari menggoyangkan kepalanya karen musik koplo yang sedang dia putar begitu enak untuk berjoget.


" Ti - ati." Teriak Egi pada Tyler yang sudah mau pergi, dan Tyler mengangguk sembari tidak habis pikir dengan Egi, Tyler hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan random Egi, wajahnya seperti boy group K-pop tapi selera musiknya random. Kadang ke barat - baratan, kadang kaya sekarang ini.


Tyler langsung tancap gas dan melaju ke bagian lain dari kota Jakarta yang sangat padat dan ramai di jam - jam sore, ia akan menghampiri sekolah Lana.

__ADS_1


"Semoga gue gak telat sampe sana." Gumam Tyler sembari melesat dengan kecepatan tinggi.


Dan tak lama, Tyler pun sampai di sekolah Lana, dan sepertinya sudah banyak murid yang keluar dari gerbang sekolah. Tyler langsung menghubungi Lana berharap Lana masih berada di sekolah.


"Kok gak di angkat, apa jangan - jangan udah pergi?" Gumam Tyler, karena panggilannya pada Lana tidak langsung di angkat.


Tyler makin panik, dia melihat kesana kemari tapi tidak ada tanda - tanda keberadaan Lana.


"Nyari apa lo?" Ujar suara dari belakang Tyler. Tyler langsung berbalik dan terkejut melihat Lana sudah berada di belakangnya.


Tanpa aba - aba, Tyler langsung memeluk Lana begitu saja, hingga Lana terkejut dan tidak bisa berkata apa - apa.


"Gue pikir lo udah pergi sama dia." Gumam Tyler sembari memeluk Lana.


Lana terkejut sampai kagok dan tidak bisa berpikir dengan benar, Tapi ketika ia menyadari banyak yang menatap kearahnya, Lana langsung melepaskan diri dari pelukan Tyler.


"Gila lo? Ini tempat umum." Ujar Lana, dan Tyler baru sadar. Tyler tidak mengerti mengapa tiba - tiba dia memeluk Lana begitu saja.


"Sorry." Ujar Tyler pada Lana.


"Gue gak jadi pergi sama tuh anak." Ujar Lana akhirnya menjelaskan.


"Kenapa?" Tanya Tyler dengan heran.


"Karena gue udah tau niatnya dia ngajak gue belajar bareng, cuma mau modus doang." Ujar Lana, Tyler tersenyum di balik maskernya, dia senang Lana sudah tahu niat Kyle.


"Sukur deh, kalo gitu bisa dong kita jalan - jalan malem?" Tanya Tyler.


"Heemm.. ayok lah." Ujar Lana setelah beberapa saat berpikir. Tyler pun tersenyum ketika mendengar jawaban Lana.


"Gue ambil motor dulu." Ujar Lana, dan Tyler mengangguk. Lana kembali masuk kedalam parkiran lalu mengambil motornya, tak lama dia kembali menemui Tyler di depan gerbang sekolah.


"Yuk." Ujar Lana.


"Besok kan libur, gimana kalo lo ikut gue ke suatu tempat. Di sana ada pemandangan yang sangat bagus, gue jamin lo pasti suka." Ujar Tyler.


"Jauh gak? gue gak mau nginep, nyokap bisa ceramah panjang lebar, ntar." Ujar Lana, dan Tyler terkekeh.


"Enggak, kita pulang ntar." Ujar Tyler, dan Lana mengacungkan jempolnya. Tanpa sadar, Lana mudah sekali di ajak Tyler yang notabenenya baru dia kenal sekedar namanya saja.


Mereka berdua pun mengendarai motornya dan pergi dari sana.

__ADS_1


TO BE CONTINUED..


__ADS_2