TYLER: Who Do You Think Am I?

TYLER: Who Do You Think Am I?
EPS. 37. Macarin orang random.


__ADS_3

Tanding balap pun di mulai, Lana sudah keluar ke arena balap dan sudah duduk di motornya yang sudah di perbaiki Angga.


"BRUM!! BRUM!!" Lana menggeber motornya dengan kencang karena dia sedang sangat kesal saat ini.


'Bisa - bisanya gue macarin orang random, mana gue gak kenal dia sama sekali.' Batin Lana dengan kesal.


'Aish Lanaaaa.. Beg* nya elo sih! kenapa coba, gak mastiin dulu kemaren. Mana tuh cowok mesum pula, baru jadian main minta cium aja.' Batin Lana menggerutu.


Lana sampai tidak menyadari Tyler sudah berada di sampingnya. Tyler tersenyum ketika melihat Lana yang terlihat sangat kesal.


"Jangan terlalu semangat, ntar kaya kemaren." Ujar Tyler dan itu mengejutkan Lana.


"Kok lo di sini!?" Ujar Lana dengan terkejut menatap Tyler.


"Terus di mana? Kan emang gue mau ikut tanding." Ujar Tyler, Lana menunduk berduka.


"Bisa gak jangan di deket gue?" Ujar Lana Tyler langsung menggeleng.


Lana yang melihat itu hanya bisa manyun sambil berkomat kamit seperti orang baca mantra.


'Anj*r nih anak, kalo bukan karena identitas gue, udah gue gibeng juga kepalanya.' Batin Lana.


"Baik - baik ya, jangan nyumpahin gue di dalem hati, atau gue kasih tau mereka ntar." Bisik Tyler, dan Lana hanya bisa melirik Tyler dengan tajam. Yang di lirik malah tersenyum dari balik maskernya.


'Lucu banget mukanya kalo lagi marah.' Batin Tyler.


"READY!!!! GO!!" Motor pun langsung melesat dengan indah. Para peserta itu saling kejar kejaran karena taruhan mereka malam ini akan di akumulasikan dengan kemarin.


Lana dengan semangat empat lima nya juga sudah melesat meninggalkan Tyler. 'Masa bodo kalo ni rem blong lagi, malam ini hadiahnya punya gue.' Batin Lana.


'Ni anak udah di bilangin jangan ngebut, masih aja ngebut, kepala batu.' Batin Tyler melihat Lana yang jauh melesat di depan.


"Jangan kenceng - kenceng, tar remnya blong lagi." Teriak Tyler pada Lana, tapi Lana justru menambah kecepatan.


"Dih, malah ngebut." Gumam Tyler. Balapan itu sangat meriah karena banyak orang orang yang datang ke sana untuk bertaruh.


"L! L! L!" Teriak semua orang, Tyler tersenyum melihat banyaknya pendukung Lana, dan dia langsung menyusul Lana.


"RAJA JALANAN!!!" Teriak seseorang yang mendukung Tyler.


'Ayo Lana, cepat.' Batin Lana. Dia sangat antusias karena hadiah hari ini sangat besar.


Tapi tiba - tiba ada satu motor yang mendahului Tyler dan Lana. Lana langsung terkejut ketika motor itu melesat di depannya.


'Weh! Anak mana nih, sial*n.. kok bisa nyalip gue.' Batin Lana. Lana langsung menambah kecepatan, tapi tetap dia kalah.


Di tambah lagi Tyler juga melesat meninggalkan Lana dan mengejar orang tadi. Lana yang melihat itu pun frustasi, dan semakin kalap menambah kecepatan.


"Gak bisa gue biarin, ini." Gumam Lana.

__ADS_1


Sementara Tyler dan pria tadi, mereka hampir sampai di garis finish setelah beberapa kali putaran. Di detik - detik terakhir, Tyler langsung menambah kecepatannya, dan dia menang.


Tyler pertama, pria tadi kedua dan Lana ketiga. Semua orang tampak bersorak untuk Raja jalanan yang adalah Tyler karena telah menang dalam balap kali ini.


'Si*l, katanya pacar gue, tapi gak mau ngalah dari gue.' Batin Lana kesal karena dia kalah.


Dan setelah balap berakhir, Lana langsung pergi keluar dari arena begitu saja, bahkan tanpa berpamitan dengan Angga atau Tyler.


"L, tunggu!" Teriak pria yang menduduki posisi kedua. Lana heran, mengapa pria itu memanggilnya, dia pun berhenti.


"Ada apa?" Tanya. Pria tadi membuka helmnya, dan Lana meranga ketika mengetahui saiapa dia.


'Kyle?? Jadi yang tadi nyalip gue dia? Aduh gawat, dia ngenalin gue gak, ya?' Batin Lana menjadi panik.


"Lo Lana kan? Gue udah tau kok, gak usah takut." Ujar Kyle dengan santai. Kyle lalu menyodorkan uang hasil balapnya pada Lana.


"Nih, lo butuh, kan? Gue pikir gue bisa juara satu, ternyata ada yang lebih hebat." Ujar Kyle sembari menyodorkan uang itu.


"Kenapa di kasih ke gue??" Tanya Lana heran.


"Gue tau lo lg butuh uang, kan? Sebenernya gue mau menang supaya dapet lebih banyak dan gue kasih ke lo, tapi gue cuma jadi yang kedua." Ujar Kyle.


"Gak usah, makasih." Ujar Lana dengan tegas.


Tyler melihat itu, dia tersenyum ketika melihat Lana menolak Kyle. Awalnya dia emosi ketika dia melihat Lana yang bercengkerama dengan Kyle, dia pikir Lana akan menerima begitu saja pemberian Kyle.


"Gak apa - apa, kalah itu resiko gue, lo gak perlu repot - repot bantuin gue." Ujar Lana, tetap menolak.


'Ni cowok bener - bener pinter ngambil jalur, gue yakin dia bakal ngelakuin apa yang dia lakuin ke mantannya Tyler kalo gue nerima tu duit. Ck, dia pikir gue belom tau ekornya kali.' Batin Lana kesal.


Saat Lana hampir saja membentak Kyle, tiba - tiba Tyler muncul dan merangkul pundak Lana lalu mengatakan..


"Pacar gue gak perlu orang lain yang merhatiin, gue masih mampu bantuin pacar gue sendiri." Ujar Tyler dengan tatapan tajamnya pada Kyle, namun Kyle juga tidak mengenali itu Tyler.


Lana tersenyum ketika melihat wajah Kyle yang terkejut, Lana malah semakin ingin memberi pelajaran pada Kyle agar dia tidak lagi mengganggunya.


"Lo siapa?" Tanya Kyle pada Tyler.


"Kenalin, pacar gue." Ujar Lana, Lana bahkan melingkarkan tangannya di pinggang Tyler, dan Kyle langsung mengernyit.


Tyler tersenyum melihat Lana yang berakting demikian, dia yakin Lana tidak akan mau di rangkul atau di peluk jika bukan karena kondisi seperti itu.


"Becanda? Lo di sekolah gak ada pacar." Ujar Kyle.


"Gue bukan dari sekolah yang sama sama kalian, dan emang gue sama Lana gak go publik, ya kan sayang?" Ujar Tyler, dan Lana mengangguk dengan mantap sembari menyengir.


'Kampret! Berani banget dia manggil gue sayang, awas lo dasar raja jalanan sialan.' Batin Lana.


"Kalo lo pacarnya Lana, kenapa Lo ngelawan Lana di pertandingan, harusnya lo ngalah dari Lana." Ujar Kyle.

__ADS_1


"Karena uang yang gue dapet, juga buat Lana." Ujar Tyler enteng.


"Ayo sayang, aku anter pulang." Ujar Tyler, dan Lana kembali mengangguk.


"Bye Kyle, gue pulang dulu." Ujar Lana, dan Kyle mengangguk.


Tapi meski mengsngguk, Kyle sangat kesal sekarang. Dia merasa kecolongan, karena dia yakin Lana tidak memiliki pacar.


"Dari mana munculnya tuh cowok, berani - beraninya dia nikung Lana dari gue." Gumam Kyle dengan marah.


"Gak bakal gue biarin Lana jatoh ke pelukan orang lain, Lana harus jadi milik gue, cuma Lana yang bisa bikin gue kayak gini." Batin Kyle.


Kembali pada Tyler dan Lana, mereka sampai di parkiran motor dan Lana sedang berusaha melepas rangkulan Tyler yang tidak mau lepas dari pundaknya.


"Lepas, woy! Udah jauh, dia gak bakal liat." Ujar Lana protes.


"Dia masih di belakang kita." Ujar Tyler, tapi akhirnya Lana menginjak kaki Tyler dengan keras.


"Duak!!" Sampai Tyler langsung melepas tangannya dari pundak Lana.


"Aduh! sakit, sayang." Ujar Tyler mengaduh.


"Sayang - sayang, mbah mu! Denger ya, perjanjiannya kan kita cuma pacaran, gak skinship. Dan lo tadi ngerangkul gue, itu udah pelanggaran namanya." Ujar Lana.


"Tapi kan lo juga ngerangkul gue balik, tadi." Ucap Tyler membela diri, dan Lana langsung gugup sekarang.


"Ya kan itu buat rekayasa." Ujar Lana membela diri.


"Ya udah, kan kita impas kan??" Ujar Tyler, dan Lana jadi diam sekarang.


'Bener juga.. kalo gak ada dia juga gue gak bakal mudah pergi dari Kyle si penjahat kelamin itu.' Batin Lana.


"Kasih gue kompensasi." Ujar Tyler tiba tiba, Lana langsung menatap Tyler.


"Kompensasi apaan?" Ujar Lana, sudah merasa tidak enak duluan.


"Papah gue ke motor gue, kan kaki gue sakit." Ujar Tyler, dan Lana langsung memutar matanya.


"Lo mah sama aja kaya si penjah*t kelamin noh, modus." Ujar Lana dengan malas.


"Penjah*t kelamin? Siapa?" Tanya Tyler heran.


"Cowok tadi, si Kyle." Ujar Lana spontan dan Tyler hampir terbahak mendengarnya.


'Bar - bar banget ngomongnya, emang Lananya gue.' Batin Tyler.


"Ayok, cepetan." Ujar Lana mengulurkan tangannya.


Tyler pun merangkul pundak Lana dan akhirnya mereka berjalan ke motor Tyler dengan Tyler yang menahan tawanya.

__ADS_1


TO BE CONTINUED..


__ADS_2