TYLER: Who Do You Think Am I?

TYLER: Who Do You Think Am I?
EPS. 22. Pembalap misterius itu adalah Lana.


__ADS_3

Tyler memeluk Lana, dan Lana tertegun karenanya, sampai dia hanya bisa terbengong.


"Lo kemana? Kenapa pergi dari apartemen dan gak bisa di hubungin?" Tanya Tyler. Lana ingin membalas pelukan Tyler tapi dia kembali teringat dengan perkataan Fia.


Lana langsung melepaskan pelukan Tyler dan mendorongnya, kemudian menatap Tyler.


"Gue pindah." Ujar Lana singkat, Tyler tertegun mendengar nada bicara Lana yang datar.


"Kemana? Kasih tau gue alamat lo yang baru." Ujar Tyler dengan antusias, Tapi Lana justru menggelengkan kepalanya.


"Gak, gue gak mau ngasih tau lo. Sorry Ty, Pertemanan kita sampai di sini." Ujar Lana dan Tyler terkejut mendengarnya.


"Apa maksud lo, Na?" Tanya Tyler dengan tatapan bingung.


"Gue gak mau lagi berurusan sama lo, cewek lo, dan fans - fans lo. Gue udah punya sayap, dan gue bakal pergi dari tempat yang bikin gue sengsara." Ujar Lana menatap mata Tyler.


"Apa gue bikin lo sengsara?? Kita baik - baik aja kemaren, dan tiba tiba lo bilang pertemanan kita sampe di sini?" Tanya Tyler, dan Lana terdiam. Lana tidak bisa mengatakan iya, karena nyatanya Tyler tidak membuatnya sengsara.


Tapi apa yang di katakan mantan Tyler benar - benar mengganggunya, Lana tidak mengerti mengapa dia merasa sangat terganggu dengan hal itu. Terlebih, Lana benci pria bren*sek.


"Na, jawab gue, apa gue bikin lo sengsara?" Tanya Tyler sekali lagi, tapi Lana tetap diam. Tyler tiba - tiba mengangguk - anggukan kepalanya sendiri.


"I see.. lo sama aja kayak mereka. Cewek semua nya sama, bren*sek!" Ujar Tyler karena Lana hanya diam, tapi Lana jadi menatap Tyler dengan tatapan tajam sekarang.


"Apa - apaan lo ngatain gue bren*sek?! Gak salah ngomong lo? Harusnya gue yang ngomong gitu ke elo, tau gak!" Ujar Lana tersulut emosi.


"Mantan lo dateng ke apartemen lo, dia nyamperin gue dan ngomong ke gue bahwa lo sama dia sering having s*x di sana, apa lo gak bren*sek?!" Ujar Lana lagi, dan Tyler terkejut mendengarnya.


"Gak semua cewek itu sama, asal lo tau! Mereka punya pemikiran dan prinsip mereka berbeda - beda. Jangan lo benci semua cewek cuma gara - gara satu perempuan udah bikin hidup lo ancur, Ty." Ujar Lana dengan emosi yang menyala - nyala.


(Jeda)


"Lo pun udah ngancurin masa depan mantan lo, kan? Jadi gak usah merasa jadi yang paling tersakiti di sini! Ngaca dulu sebelum lo ngomong." Ujar Lana, lalu berbalik pergi dari sana.

__ADS_1


Hening.. Tyler, Renan dan semua orang di sana tertegun dengan apa yang di ucapkan oleh Lana. Tapi kemudian Tyler langsung mengeraskan rahangnya dan mengepalkan tangannya, lalu berteriak.


"SAFIA!!!" Teriak Tyler, dan kebetulan Fia ada di sana dengan pria yang terakhir kali datang dengannya.


Fia ketakutan dan pias karena Tyler benar - benar terlihat sangat marah saat ini. Tyler langsung menghampiri Fia dan menariknya keluar dari persembunyiannya.


"Apa maksud lo ngomong ke Lana kalo gue sering having s*x sama lo, huh?! Gue gak pernah sekalipun memiliki pikiran itu, apalagi nyentuh lo!" Ujar Tyler dengan marah. Fia terlihat takut, tapi akhirnya memberanikan diri untuk bicara.


"G- gue gak mau ada cewek lain yang deket sama lo selain gue, Ty." Ujar Fia, dan Tyler mengeraskan rahangnya mendengar itu. Tidak cuma Tyler, Renan pun ikut geram dengan Fia.


" What the h*ll!!" Gumam Tyler.


"Jadi siapa yang boleh deket sama gue? Elo, iya?! Lo yang merusak diri lo sendiri, dan lo ngomong ke Lana bahwa gue ngerusak lo, are you kidding me!?" Ujar Tyler, geram.


"Dulu gue menjaga lo seperti gue menjaga hal yang sangat berharga buat gue, gue gak sekalipun berkeinginan untuk melewati batasan itu, dan lo sendiri yang tiba - tiba ngerusak diri lo sendiri. Dan sekarang lo berkoar - koar ke orang lain bahwa gue yang udah ngerusak lo?? Lu gila?!" Ujar Tyler dengan geram.


"Jangan pernah muncul di hidup gue lagi, Safia. Dulu lo berharga buat gue, tapi sekarang, lo bukan apa - apa buat gue. Dan jangan pernah ganggu Lana, kalo sampe itu terjadi, gue gak akan segan - segan lagi sama lo." Ujar Tyler, lalu pergi dari sana.


Renan juga melontarkan tatapan tajam pada Fia, dia tersenyum mengejek lalu pergi menyusul Tyler. Pria yang bersama Fia tiba tiba memutar tubuh Fia dengan kasar.


"Ya! kenapa!? Lo gak ada apa - apa nya sama Tyler." Ujar Fia melawan dengan menatap pria itu dengan tajam juga. Pria itu pun langsung tersulut emosi.


"Oh.. ngelawan? Oke, ayo ikut gue! Biar gue kasih lo pelajaran." Ujar pria itu dan menyeret Fia, Fia pun meronta dan memberontak.


"Gak! Gue gak mau ikut lo, lepas!" Teriak Fia, tapi pria itu tetap menariknya pergi. Dan tidak ada seorang pun yang mau menolong Fia di sana.


Pria itu memaksa Fia masuk ke mobilnya, dan langsung merobek baju Fia. Di tambah Fia mengenakan rok jeans yang sangat pendek, itu semakin mempermudah pria itu melakukan aksinya.


"Lepas, bren*sek!! Gue gak mau!" Teriak Fia, tapi pria itu terus memaksa Fia, bahkan sudah menel*njangi bagian atas tubuh Fia.


"Lepas!!" Teriak Fia, dan sebuah tamparan mendarat di pipi Fia.


"PLAK!!" Fia kesakitan tapi pria itu terus saja melanjutkan aksinya. Saat Fia hendak keluar pun, mobil itu langsung terkunci dengan sendirinya karena pria itu memegang kunci mobilnya.

__ADS_1


"Jangan harap lo bisa lari, bit*h." Ujar pria itu, sembari membuka celananya sendiri. Fia berteriak histeris, tapi tidak ada yang berani mendekat.


"Akh!! Sakit!" Pekik Fia.


Pria itu memberikan pelajaran untuk Fia, berupa gempuran kenikmatan. Dia membalik tubuh Fia, dan langsung menghujam Fia dari belakang, Fia merasa kesakitan karena mereka melakukannya tanpa pemanasan, Fia pun menangis.


"Kalo menurut lo gue gak ada apa - apanya dibanding Tyler, harus nya lo diem - diem aja jadi ceweknya, jangan jadi cewek nakal." Ujar pria itu di sela - sela aktivitasnya sembari mengerang.


"Hmm.. Ah.. Fu*k!"


"Lo yang nakal, terus lo masih bersihkukuh buat tetep sama Tyler, lalu bandingin gue sama dia, nyadar dong bit*h, lo tuh terlalu kotor untuk memilih hal baik." Ujar pria itu lagi.


Fia yang kesakitan pun tidak bisa lagi meronta, dan rasa sakit di awal itu lama - lama menjadi kenikmatan. Fia berusaha melepas penyatuannya dengan pria itu ketika dia merasa pria itu hampir sampai pada puncaknya, tapi pria itu menjambak rambut Fia sangat kencang.


"Jangan keluarin di dalem, bren*sek!!" Teriak Fia, tapi terlambat. Pria itu dengan senyum smirknya, mengeluarkan semua isinya di dalam inti Fia, Fia semakin terisak sekarang.


"Nikmat, kan?? Itu kan yang lo cari? Lo udah menemukannya. Jangan sok jual mahal sama gue, lo tuh cuma toilet tempat buang sp*rma." Ujar pria itu dengan kasar, dan Fia cuma bisa terisak.


Setelah mengatakan itu, pria itu mencabut miliknya dan langsung membuka kotak bungkus rokok, lalu menyalakannya. Dia bahkan menyemburkan asap rokoknya pada Fia yang sedang menangis.


Itu karma yang Fia dapat karena rasa penasarannya dengaan rasa kenikmatan surga dunia, sesuai yang dia cari, bahkan Tuhan memberikannya banyak pria sekaligus, untuk menghukumnya.


Pria itu pindah ke depan, dan memanggil teman - temannya.


"Buat kalian, antri satu - satu." Ujarnya menunjuk Fia. Fia tertegun dan ketakutan ketika melihat banyaknya teman Kyle yang datang.


Sementara itu Tyler mengendari motornya dan berkeliling di sepanjang jalan mencari Lana. Renan juga ikut mencari dengan berpencar ke jalan lain, tapi Lana tidak ada di manapun.


'Please, Na. Maaf in gue.' Batin Tyler menyesal telah menyebut Lana cewek bren*sek.


Tyler tidak menemukan Lana dimanapun begitu juga dengan Renan yang akhirnya bertemu dengan Tyler di pinggir jalan.


"Gimana Ty? Ketemu?" Tanya Renan, dan Tyler menggelengkan kepalanya. Renan ikut sedih juga melihat Tyler yang menjadi pendiam lagi.

__ADS_1


"Gue bego dan gue yang salah. Lana pasti marah banget sama gue." Ujar Tyler dengan wajah datarnya, tapi Renan tahu Tyler sedang sangat terluka sekarang.


TO BE CONTINUED..


__ADS_2