
Tyler memukul udara ketika melihat Lana yang justru pergi dengan Kyle.
"Bren*sek! Dia pasti memutar balikan fakta dan ngomong yang enggak - enggak ke Lana. Awas lo, Kyle.. gue gak bakal biarin Lana jatoh ke tangan lo." Gumam Tyler.
Tapi Tyler tidak langsung mengejar, karena dia tahu Lana tidak akan mendengarkannya sekarang. Ponselnya berdering, dan itu panggilan dari Luigi.
"Ya, Gi." Sahutnya, Luigi memberi tahu Tyler bahwa ada motor baru yang di kirim ke ruko.
"Ya, itu punya gue. Gue ganti motor, gue balik sekarang." Ujar Tyler dan mengantongi kembali ponselnya.
Sementara itu, Lana membonceng Kyle tapi tatapannya kosong. Dia masih memikirkan dirinya yang di jadikan bahan taruhan oleh Asher dan Tyler.
'Kenapa dia mau taruhan buat dapetin gue? Apa di mata dia gue ini barang murahan? Tapi kenapa dia juga gak dateng, akhirnya?' Batin Lana.
Yang Lana pikirkan Justru Tyler, dia marah pada Asher tapi juga tidak habis pikir dengan Tyler yang ikut bertaruh untuk mendapatkan satu malam dengan dirinya.
'Gue bukan cewek murahan.' Batin Lana.
Kyle tersenyum melihat Lana yang bertengkar dengan pacarnya, dia pikir mungkin dia bisa masuk di saat - saat ini. Dia tidak tahu saja bahwa Lana sudah tahu keburukannya.
"Kyle, tolong turunin gue di halte aja." Ujar Lana, Kyle tentu terkejut mendengarnya.
"Kenapa? Lo gak mau ilangin sterss lu dulu? Gue tau tempat yang menyenangkan." Ujar Kyle.
"Gak perlu, thanks.. gue turun di sini aja." Ujar Lana singkat.
'Sial, padahal gue mau bawa dia ke rumah gue. Oke lah.. jangan buru - buru, saat ini di mata dia gue adalah cowok baik - baik, jadi jangan gegabah.' Batin Kyle.
Kyle menepi di halte dan Lana pun turun dari motor Kyle.
"Thanks, ya?" Ujar Lana pada Kyle, dan Kyle mengangguk.
"Ati - ati, ya? Gue balik dulu.. bye Lana." Ujar Kyle dengan wajah sangat manis.
"Hm, bye." Sahut Lana, Kyle pun pergi dari sana. Sementara Lana langsung masuk kedalam bus ketika bus datang.
Dan singkat cerita.. di tempat lain, Tyler pulang ke rukonya menggunakan ojek online, Luigi dan yang lainnya sampai bingung karena Tyler tidak menggunakan motornya.
"Motor lo kemana, Ty?" Tanya Luigi ketika Tyler sudah sampai di depan ruko.
"Gue jual, buat beli ini." Ujar Tyler sembari menepuk motor putih barunya.
"Tumben lo gak milih warna item? Biasanya lo selalu make apapun dengan warna item?" Tanya Jack.
"Pengen merubah gaya hidup, supaya hidup gue sedikit berwarna." Cengir Tyler, yang lain hanya bisa geleng - geleng saja.
"Kenapa lo gak dateng semalem, Ty? Ada cowoknya Lana yang jadiin Lana taruhan, bren*sek banget tuh anak." Ujar Renan.
__ADS_1
"Iya, bisa - bisanya jadiin Lana bahan taruhan." Ujar Jack.
Tyler yang mendengarnya ingin sekali tertawa, tapi dia tahan. 'Yang kalian bilang brengsek, ada di depan kalian sekarang.' Batin Tyler.
"Yuk, keliling pake motor baru." Ajak Tyler mengalihkan pembicaraan.
"Widihhh.... Ayok kalo itu mah." Ujar Renan dengan antusias.
'Kenapa Tyler kayak gak peduli waktu Renan bilang Lana jadi bahan taruhan, apa dia emang udah gak suka lagi sama Lana?' Batin Luigi heran.
Mereka semua langsung bersiap untuk keliling bersama, hingga tiba - tiba ponsel Tyler berbunyi. Sebuah notifikasi masuk kedalam ponsel Tyler, dan Tyler mengernyitkan keningnya.
'Lana??' Batin Tyler, Ia membalik ponselnya dan itu benar ponsel miliknya, bukan Asher.
'Kok dia ngajak gue ketemuan? Apa dia salah kirim pesan?' Batin Tyler bingung.
Lana menuliskan 'Ayo ketemu, gue perlu ngomong sama lo' Tapi tidak menyebut nama siapapun dalam pesannya.
"Kenapa Ty?" Tanya Renan.
"Sorry, gue gak jadi keliling bareng kalian, gue mesti pergi." Ujar Tyler, dan langsung bergegas pergi.
"Makin kesini, Tyler makin sibuk sama hidupnya dia, apa dia bisa balik ke kita sebagai ketua geng kita nantinya?" Gumam Renan.
"Lo mikir apa sih, Ren. Tyler cuma manusia, kalo dia sibuk sama hidupnya ya wajar, dan kalo dia gak bisa jadi ketua geng kita lagi, ya udah.. Tapi sampe kapanpun gue gak mengakui ketua lain, kalo bukan Tyler." Ujar Luigi, dan kembali masuk kedalam
Tyler membuka jaketnya dan hanya menggunakan kaos biasa, jaketnya ia masukan kedalam jok motor, lalu dia pergi dari sana.
Singkat cerita, Tyler sampai di sebuah taman. Tyler melihat kesana kemari mencari keberadaan Lana, tapi dia tidak melihatnya. Dia tidak melihat Lana yang sedang berdiri di tengah kerumunan dan menatap dirinya.
"Kenapa jantung gue.. sakit." Gumam Lana, ketika melihat Tyler. Tidak tahu mengapa, Lana juga berkaca - kaca ketika melihat Tyler.
"Tapi gue juga kangen dia." Gumam Lana lagi.
Hingga akhirnya Tyler melihat Lana berdiri, dan dia langsung berlari menghampiri Lana. Tyler menjadi kaku sendiri, dia tidak tahu harus berkata apa, karena saat ini ia menemui Lana dengan identitasnya sendiri, sebagai Tyler.
"Hai, udah lama banget gak ketemu, apa kabar?" Tanya Lana pada Tyler sembari menyodorkan tangannya.
Tyler tersenyum lalu menyambut uluran tangan Lana. "Gue baik, gimana sama lo?" Tanya Tyler.
"Baik juga. Gue mau nanya ke lo, apa maksudnya lo jadiin gue bahan taruhan balap? Lo mikir apa si Ty, tentang gue? Lo masih mikir kalo gue cewek murahan?" Ujar Lan langsung menyerang Tyler dengan pertanyaan.
Tyler tentu langsung menggelengkan kepalanya.
"Gue gak mikir gitu, dan gak pernah mikir gitu." Ujar Tyler dengan tenang.
"Kyle bilang ke gue, bahwa lo, dia dan.. dan Asher jadiin gue taruhan buat dapetin satu malem sama gue, lo pikir.."
__ADS_1
"Lo percaya??" Potong Tyler, Lana terdiam.
"Gue gak pernah gitu, Na. Gue bahkan masih merasa bersalah dengan tuduhan gue waktu itu sama lo. Kyle yang bilang sendiri bahwa jika dia kalah, lo bakal jadi milik dia semalam, bukan gue." Ujar Tyler menjelaskan.
Lana tertunduk, perasaannya bercampur aduk sekarang. Harusnya dia ingat bahwa Kyle adalah penjahat wanita. Tyler meraih tangan Lana dan menggenggamnya.
"Gue kangen sama lo, Na." Ujar Tyler, dan Lana langsung menatap mata Tyler.
"Gue minta maaf, atas semua kesalahan gue. Gue gak ikut bertaruh, semalem. Tapi karena gue gak ada di sana, Luigi yang maju mewakili gue." Ujar Tyler.
"Kalo lo ada di sana, lo bakal ikut??" Ujar Lana.
"Jelas gue bakal ikut, gue gak rela lo di rebutin orang. Lo adalah Lana, bukan barang taruhan." Ujar Tyler, tanpa sadar, Lana senang mendengar jawaban Tyler.
"Tapi cowok lo.. dia ngajak taruhan Kyle, supaya Kyle gak deketin lo dan ganggu lo lagi. Dia gak jadiin lo taruhan seperti yang Kyle bilang ke elo." Ujar Tyler. Lana terdiam, dia sudah salah sangka pada Asher.
"Selamat ya, lo udah bahagia dan baik - baik aja." Ujar Tyler, dan Lana langsung berdebar. Rasanya bukan seperti itu, dia merasa dadanya begitu sesak ketika Tyler berucap demikian.
'Kenapa gue malah sedih saat Tyler bilang selamat? Kenapa rasanya gue malah gak rela dia bilang gitu.' Batin Lana.
Tiba - tiba hujan deras turun begitu saja sore itu, memang masih sekitar jam lima sore, tapi jadi sangat gelap karena mendung. Tyler menggandeng tangan Lana dan mencari tempat berteduh, tapi hanya ada pepohonan di sana.
Tyler menghimpit Lana antara tubuhnya dengan Pohon dan berusaha melindungi Lana dari air hujan. Lana makin berdebar karena mereka sangat dekat, begitu juga dengan Tyler.
"Yah, badanmu tetep basah." Ujar Tyler, mencairkan suasana.
"Ujannya turun gak bilang - bilang." Ucap Tyler lagi, dan Lana terkekeh karenanya.
Lana bisa mencium aroma tubuh Tyler karena dia berada di depan dada Tyler, bahkan Lana bisa merasakan suhu tubuh Tyler yang hangat karena mereka benar benar menempel.
Tyler menunduk menatap Lana yang tatapannya seperti orang gelisah, hingga akhirnya tatapan Lana bertemu dengan Tyler.
Dan entah setan mana yang mampir di kuping mereka, Tyler mendekatkan bibirnya pada Lana dan mencium Lana. Lana sempat terkejut, tapi debaran di hatinya benar - benar semakin kencang hingga dia diam saja.
Tyler semakin memperdalam ciumannya karena Lana tidak menolak, Lana juga menyambut ciuman Tyler, tapi tiba - tiba Lana mendorong tubuh Tyler.
"S-sorry Ty." Ucap Lana sambil menggelengkan kepalanya, lalu berlalu pergi.
Tyler juga jadi merutuki kebodohannya sendiri yang tidak bisa mengendalikan dirinya.
"Tyler, lo bodoh!" Gumam Tyler ketika melihat Lana pergi.
"Na, tunggu.." Teriak Tyler, tapi Lana berlari ke pinggir jalan dan langsung masuk ke angkutan umum.
"Sial.." Gumam Tyler, merutuki dirinya.
TO BE CONTINUED..
__ADS_1