TYLER: Who Do You Think Am I?

TYLER: Who Do You Think Am I?
EPS. 43. Taruhan.


__ADS_3

Tyler mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi dan dia datang ke arena balap yang biasa ia dan yang lainnya tanding balap liar.


Sebelumnya dia mendapatkan pesan dari Luigi yang mengatakan Kyle menantang Tyler untuk duel balap.


Tyler masih menyimpan dendam dengan Kyle, karena Kyle sudah membuat Luigi terseret obat - obatan, tapi dia lupa bahwa saat ini dirinya menggunakan motor kuningnya. Saking buru - burunya dia, dia sampai tidak ingat bahwa saat ini dia sedang menjadi Asher.


"Siapa tuh? Orang baru, ya?" Bisik anak - anak geng motor di sana.


'Sial, gue lupa gue lagi jadi Asher.' Batin Tyler.


Semua orang memperhatikan dirinya yang datang dengan motor kuning dan helm yang sama kuning juga.


"Raja jalanan!! Weh, raja jalanan dateng ke sini." Ujar seorang yang pernah menonton pertandingan Tyler di arena balap Angga.


Luigi, Renan, Jack dan Ernest juga menatap Tyler, tapi mereka tidak mengenali Tyler.


"Mana si Tyler, kok dia belom datang juga." Gumam Renan, karena dia melihat Kyle yang sudah besar kepala karena Tyler tidak kunjung muncul.


"Coba lo telepon." Ujar Jack, dan Renan mengangguk.


Ponsel Tyler bergetar di dalam saku jaket Tyler, tapi Tyler tidak mengangkatnya, ia hanya bisa menatap ke empat sahabatnya yang sedang kebingungan itu.


'Sorry, guys. Gue belom mau kalian tahu gue nyamar.' Batin Tyler.


"Lo pacarnya Lana, kan? Lo berani dateng kesini?" Ujar Kyle yang menghampiri Tyler.


"Kenapa emang, gak boleh?" Tanya Tyler dan Kyle terkekeh mendengarnya.


"Boleh aja bro, boleh banget malah. Gue malah pengen minta bantuan lo, buat manas - manasin ketua Black Puma, si Tyler." Ujar Kyle, dia tidak menyadari bahwa yang dia ajak bicara adalah Tyler sendiri.


"Siapa Tyler?" Tanya Tyler, berpura - pura.


"Cowok yang juga pernah deket sama cewek lo, tapi cewek lo memilih pergi dan pindah sekolah." Ujar Kyle dengan senyum smirknya.


"Oke." Sahut Tyler begitu saja, Kyle tersenyum senang, karena menurutnya.. musuhnya musuh, adalah teman.


"Woi! Mana Tyler, gak berani dateng, dia? Lagi datang bulan, ya!? Hahaha." Ujar Kyle meledek Luigi dan yang lainnya.


"Shut your fu*king mouth, bit*h!" Ujar Renan, menjadi marah.

__ADS_1


"Buktinya dia gak berani dateng." Ujar Kyle semakin memperkeruh suasana.


Tyler tentu tidak mau teman - temannya di pojokan, dia harus mengalihkan perhatian Kyle.


"Gue nantang lo." Ujar Tyler tiba - tiba. Kyle terdiam dan melirik kearah Tyler.


"Lo bilang apa, tadi?" Tanya Kyle.


"Gue nantangin lo, buat balap sama gue." Ujar Tyler, Kyle tersenyum smirk mendengarnya.


"Oke, apa taruhannya?" Tanya Kyle dengan melipat kedua tangannya.


"Jauhin cewek gue." Ujar Tyler langsung, yang dia maksud adalah Lana.


"Hm, menarik. Tapi kalo lo kalah, cewek lo harus tidur sama gue, semal.. ugh!!" Tyler langsung memberikan bogeman mentah di wajah Kyle sebelum Kyle selesai mengucapkan kata - katanya.


"Jaga mulut lo, bren*sek!" Ujar Tyler emosi.


Kyle tersenyum karena mendapatkan bogeman, lalu dia hendak membalas, tapi dia mengurungkan niatnya.


"Lana harusnya jadi punya gue, atas dasar apa lo yang baru dateng langsung ngambil dia gitu aja dari gue, huh!?" Ucap Kyle.


"Tapi karena lo ngasih tantangan, gue yakin gue bakal menang, dan lo.. bakal nyesel udah nantangin gue." Ujar Kyle.


Akhirnya, malam itu duel yang harusnya di lakukan oleh Kyle dengan Tyler, di ganti menjadi duel antara Kyle dengan Asher yang juga adalah Tyler.


Luigi yang emosi karena Lana di jadikan bahan taruhan terus mencoba menghubungi Tyler, tapi tak kunjung tersambung.


"Sh¡t!! Tyler kemana, si! Di hubungin susah banget, mana tu dua orang bren*sek ngejadiin Lana sebagai taruhan, pula." Ujar Luigi kebakaran jenggot.


"Udah lah, Gi. Lagian tu cowok juga bilang bahwa dia pacarnya Lana, mungkin emang dia pacarnya Lana. Tyler mau gak mau harus terima, Lana udah punya cowok." Ujar Ernest.


"Gak, gue gak bakalan biarin terjadi apapun sama Lana. Lana cuma punya Tyler, gue harus ikut duel." Ujar Luigi dan berjalan maju.


"Gue ikut!" Ujar Luigi, Tyler dan Kyle terkejut melihat Luigi yang maju untuk ikut berduel.


"Woy! Lo kan cuma bawahannya Tyler, lo ngapain ikutan? Atau lo juga suka ya, sama Lana?" Ujar Kyle.


"Lana ceweknya Tyler, dan gue gak bakal biarin kalian berdua menang." Ujar Luigi, Tyler tersenyum di balik maskernya, Luigi tetap memikirkan dirinya.

__ADS_1


"Cih! gue kasih tau, Lana udah ngakuin sendiri ni anak sebagai cowoknya, Tyler udah masalalu." Ujar Kyle menunjuk Tyler. Luigi menatap kearah Tyler dengan tatapan yang sama sinisnya dengan Kyle.


"Kalo lo beneran cowoknya Lana, gak seharusnya lo jadiin Lana sebagai taruhan. Asal lo tau, Temen gue lebih baik dari lo, dia gak bakal jadi in Lana sebagai bahan taruhan." Ujar Luigi.


'Iya gue tau, tapi sorry Gi, gue harus nantangin Kyle, supaya dia gak macem - macem sama Lana. Makasih banget lo selalu suport gue, meskipun gue gak ada.' Batin Tyler.


"Terus mana Tyler nya? Dia aja kucing - kucingan sama gue." Ucap Kyle.


Tyler menatap Kyle sekilas, lalu bilang..


"Mendingan lo fokus sama gue, lawan lo sekarang gue. Inget, kalo lo kalah, jangan deket - deket sama Lana." Ujar Tyler pada Kyle.


"Kalo lo kalah, Lana punya gue malem ini." Ujar Kyle.


"Kalo kalian kalah, Kalian berdua jauhin Lana, dan lo.. putusin Lana." Ujar Luigi pada Tyler.


Geberan suara motor saling beradu, tidak ada satupun dari mereka yang menyadari bahwa Asher adalah Tyler. Ketika bendera di kibarkan, ketiga motor itu langsung melesat dengan kecepatan tinggi.


Kyle memimpin di posisi pertama dan dia tertawa sombong meledek Tyler dan Luigi. Tapi kesombongannya tidak bertahan lama, karena Tyler tiba - tiba menyusul dengan kecepatan tinggi.


"Gak! Dia gak boleh menang, kenapa dia bisa melesat dengan lincah di jalanan ini, ini wilayah biasa gue balap." Gumam Kyle.


'Gue gak bakal biarin lo menang.' Batin Luigi dan menancap gas lebih tinggi, dia mendahului Kyle dan mengejar Tyler.


"Sial!" Gumam Kyle, ketika Luigi menyalipnya. Dia tentu masih belum bisa lupa dengan duel balapnya dengan Luigi, yang membuatnya kehilangan sebuah mobil.


Tapi mau secepat apapun Luigi dan Kyle, Tyler memimpin jalan saat ini, dan jarak mereka lumayan jauh. Dan akhirnya pertandingan di menangkan oleh Tyler, Luigi kedua dan Kyle, ketiga.


"Raja jalanan..." Teriak seorang penggemar Tyler.


"Dengerin!! Mulai hari ini, kalian semua jadi saksi, Kyle harus ngejauhin cewek gue." Teriak Tyler, dan semua orang bersorak - sorai. Kyle langsung pergi dengan marah, karena dia kalah dari Tyler dan Luigi.


Sementara Luigi, dia langsung menghampiri Renan, Jack dan Ernest. Wajahnya terlihat sangat kecewa karena dia tidak berhasil membantu Tyler.


"Gue gagal, gak bisa bantuin Tyler mempertahanin Lana." Ujarnya.


"Lo udah berusaha, bro. Tyler bakal dapetin Lana dengan caranya sendiri." Ujar Jack, lalu menepuk bahu Luigi.


Tyler melesat pergi setelah memenangkan pertandingan itu, dia tidak bisa lama - lama melihat wajah kecewa teman - temannya itu.

__ADS_1


"Sepertinya gue harus beli motor baru, gue gak mau identitas gue kebongkar lebih dulu." Gumam Tyler.


TO BE CONTINUED..


__ADS_2