
Setelah sekolah berakhir, Tyler datang ke rumah sakit untuk mengunjungi Jack yang sedang di rawat. Jack merasa ada yang salah dari Tyler.
"Dia kenapa?" Tanya Jack pada Renan. Renan pun menghela nafasnya, lalu melirik kearah Tyler yang saat ini sedang fokus dengan ponselnya.
"Fia bikin ulah, gak tau dia ngomong apa sama Lana, dia dateng ke apartemen Tyler kemaren, dan sekarang Lana ilang." Ujar Renan.
"Tuh cewek bener - bener." Gumam Jack ikut geram.
"Tapi tadi di sekolah heboh, serius. Tyler ngedatengin kelasnya Fia dan dia buka aibnya Fia di depan temen - temen kelasnya Fia, wah... seru pokoknya, gue puas liat tuh cewek ke skak mat." Ujar Jack.
"Serius, lo?" Tanya Jack tidak percaya, dan Renan menganggukan kepalanya dengan mantap.
"Seratus rius juga gua jabanin." Ucap Renan. Jack tersenyum puas mendengarnya, dia juga rasanya gemas ingin mites makhluk bernama Safia itu.
"Ty, gue yakin Lana masih ada di Jakarta, anak - anak geng kita kan banyak, kita bisa minta cari Lana lewat mereka." Ujar Jack memberi usulan.
"Udah, tapi mereka gak nemuin Lana. Rumahnya juga kosong, semalem ibunya juga gak jualan kayak biasanya." Ujar Tyler.
"Apa jangan - jangan, Lana sama nyokapnya di apa - apain sama bokapnya Ty, bokapnya Lana kan kek setan." Ucap Renan.
"Lo jangan memperkeruh suasana dong, nyet! Udah tau lagi serius gini." Ujar Jack, menampol kepala Renan.
"Ya gue juga kan serius, njing. Bokapnya Lana emang psikopat, kok. Mana ada bokap yang mau ngebunuh anaknya. Udah mah dia pengedar, dia nyuruh bawahannya nusuk Lana juga, negatif banget hidupnya." Ujar Renan.
"Lah, bokap kita?? Emang bokap kita bener?" Ujar Jack dan Renan terdiam.
"Iya, juga." Gumam Renan, nenggaruk kepala dan Jack hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Cepet sembuh lo, Jack. Malam ini ada tanding balap, gue sendirian masa." Ujar Renan.
"Gue ikut tanding malem ini." Ujar Tyler, menimpali dan Renan menjadi sumringah sekarang.
"Serius??" Ujar Renan dengan senang.
"Hm." Sahut Tyler. Karena hanya dengan balap, Tyler bisa waras.
"Gue jenguk Luigi dulu, lo di sini aja sama Jack." Ujar Tyler, dan Renan mengacungkan dua jempolnya. Tyler bangun dari duduknya dan pergi dari rumah sakit.
__ADS_1
Sementara itu di tempat lain..
Lana yang sedang di cari - cari oleh Tyler rupanya dia pindah dengan ibunya. Dia masih berada di kota Jakarta, namun di Jakarta bagian lain yang bisa di katakan jauh dari rumah lamanya.
"Ma, ini rumah siapa?" Tanya Lana pada ibunya yang sedang menata barang - barangnya.
"Ini rumah bibi kamu, bibimu sekarang ada di Bandung, jadi mama menyewa rumah ini darinya." Ujar ibunya.
"Bibi? Sejak kapan aku punya bibi?" Ujar Lana mengernyit. Ibu Lana menghentikan aktivitasnya dan menatap Lana.
"Bibi dari papamu, adik papamu, nak. Mama kemarin terpaksa menghubungi dia, untuk meminta bantuan. Suami bibimu adalah seorang pengacara, mama kan butuh pengacara untuk mengurus perceraian mama. " Ujar ibu Lana.
Lana mengangguk - angguk mengerti, tapi satu yang dia tidak mengerti, adalah kenapa hidup mamanya ini sangat misterius. Seolah ada yang di tutupi, tapi Lana tidak pernah tahu apa yang terjadi.
"Tapi kok nyewa, ma? Bukannya kita sodara?" Tanya Lana, dan ibunya tersenyum.
"Sodara pun jangan berlaku seenaknya, sayang. Mereka mau membantu kasus perceraian mama saja, mama sudah senang dan berterimakasih, masa mama mau tinggal gratis di rumahnya." Ujar ibu Lana.
"Benar juga, ya udah.. aku bantu mama beberes aja." Ujar Lana.
"Kamu kenapa tidak sekolah? Tidak mudah mama memasukan kamu ke sekolahmu itu, nak." Ujar Ibu Lana.
'Sial, malah keinget kejadian memalukan itu.' Batin Lana. Tapi kini dia juga jadi teringat dengan Fia yang mengatakan bahwa Tyler dan Fia sering melakukan ( itu ) dia jadi malas sekarang.
"Aku tau, ma. Tapi sekolah lagi libur, jadi ngapain aku sekolah." Ujar Lana berbohong.
"Libur? Perasaan bukan musimnya liburan?" Ujar ibu Lana, dan Lana jadi kagok sendiri.
"Gak tau, aku mau beresin kamar aku ajah." Ujar Lana dan pergi dari depan ibunya.
Lana masuk kedalam kamar dan duduk menatap ponselnya, banyak panggilan masuk dari Tyler dan puluhan pesan darinya juga.
"Gimana gue mau ngomong ke dia nya? gue males berurusan sama ceweknya dan para fansnya, gue cuma pengen fokus sama pendidikan dengan tenang." Gumam Lana, akhirnya dia melempar ponselnya dan merebahkan dirinya di ranjang.
"Dah lah.. mending gue pindah sekolah lagi aja, tapi gak usah bilang mama. Lagian di sekolah itu juga gak bagus - bagus amat, gurunya pilih kasih." Gumam Lana, lalu memejamkan matanya.Tapi tiba - tiba dia menyadari sesuatu.
"Tapi kan sekolah perlu paraf orang tua, gimana caranya?? Hadeh!" Gumamnya lagi tambah frustasi.
__ADS_1
Dan singkat cerita, malam harinya Tyler dan Renan serta beberapa anak Black Puma ada di arena balap liar, Tyler hendak melakukan tanding dengan anak - anak lain seperti biasanya.
Dan tiba - tiba peserta misterius yang selalu meminjam motor itu datang di sana. Tyler terus menatap kearah gadis dengan masker dan topi itu hingga membuat Renan juga ikut menatap kearah Tyler memandang.
"Ty, lo penasaran sama tuh cewek, gak sih? Gue kok kayak pernah liat dia, tapi dimana gitu.." Ujar Renan.
"Gak tau." Ujar Tyler kemudian mengalihkan pandangamnya.
Dan ketika Tyler mengalihkan pandangannya, gadis itu menatap Tyler, tapi lalu dia berjalan pergi untuk mengambil motor yang akan dia pinjam.
" Get Ready!!!" Teriak suara seorang pria. Semua orang pun langsung bersiap ke barisan.
Gadis yang misterius itu tidak ada dalam barisan Tyler, tapi Tyler melirik kearahnya. 'Kenapa gue ngerasa kenal sama dia? Padahal gue gak pernah sekalipun omongan sama dia.' Batin Tyler.
Motor saling adu geberan, mereka semua saling pandang satu sama lain untuk memberi penghormatan.
"Set!!! Go!!" Motor pun melaju dengan kecepatan tinggi membelah jalanan.
Tyler selalu berada di paling depan, dan membuat yang lain kocar kacir mengejarnya. Tatapan Tyler langsung teralihkan ketika satu motor berhasil melewatinya, itu adalah gadis tadi.
'Menarik.' Batin Tyler, dan dia semakin menambah kecepatannya. Dan ketika Tyler berhasil menyusul motor gadis itu, tatapan keduanya bertemu, dan Tyler mengenali pemilik mata itu.
'Lana.' Batin Tyler. Tyler langsung memperlambat motornya dan membiarkan gadis itu menang.
Semua orang terperanga ketika melihat Tyler dengan sengaja mengurangi kecepatannya dan membiarkan peserta lain menang.
"Ty, kok Lo ngalah??" Ujar Renan, ketika menghampiri Tyler. Tapi Tyler tidak menghiraukannya, Tyler langsung membuka helmnya dan turun menghampiri gadis yang di pikirnya adalah Lana.
Tyler melihat gadis itu yang sedang membuka helmnya, dan Tyler langsung menarik tangan gadis itu hingga gadis itu terkejut dengan aksi tiba - tiba Tyler.
"Lana, ini lo kan?" Ujar Tyler. Renan terkejut ketika mendengar Tyler memanggil gadis itu dengan nama Lana.
"Lepas." Ujar gadis itu, tapi Tyler langsung membuka masker gadis itu dan benar, itu adalah Lana.
Ya, gadis itu adalah Lana, yang mencari uang tambahan dengan cara mengikuti balap liar, untuk membantu keuangan ibunya.
"Lo!!" Ujar Lana tapi Tyler langsung memeluknya, dan itu membuat semua orang lebih terkejut lagi.
__ADS_1
TO BE CONTINUED..