TYLER: Who Do You Think Am I?

TYLER: Who Do You Think Am I?
EPS. 68. Tat○ tanda kepemilikan.


__ADS_3

Tyler yang sudah pergi dari rumah ayahnya itu, kini dia berdiri di depan sekolah Lana. Dia tidak datang ke sekolahnya sendiri dan justru kembali ke sekolah Lana dengan tangan yang masih berdarah - darah.


Hingga jam istirahat Lana tiba, beberapa murid tampak berbisik membicarakan Tyler yang terlihat menyedihkan tapi juga tidak mau di bantu sama sekali.


"Apa gue liat hantu? Tapi masa ada hantu siang - siang gini, mana hantunya cakep banget." Ujar salah seorang siswi yang lewat.


Lana mendengar itu, tapi dia tidak sama sekali penasaran. Hingga salah satu temannya berlarian menghampiri Lana.


"Na!" Teriak teman Lana dari jauh.


"Lo kenapa?" Tanya Lana terkekeh.


"Cowok lo, dia ada di depan sekolah dan tangannya berdarah - darah, kaya abis kecelakaan." Ujar teman Lana. Lana langsung tertegun dan langusng berlari keluar dari kantin.


Lana yang lari dengan sekencang angin topan itu berhenti ketika melihat Tyler yang memang tampak menyedihkan, dia terus menunduk melihat ke bawah dan tidak terlihat dimana motornya.


"Ty." Panggil Lana, dan Tyler mendongak menatap Lana kemudian tersenyum.


Lana mendekat dengan jantung berdebar, melihat banyaknya darah dari tangan Tyler. Tanpa aba - aba lagi, Tyler langsung memeluk Lana seakan mereka sudah lama tidak bertemu.


"Aku kangen kamu, be.." Ujar Tyler dalam peluknya.


Singkat cerita, kini Lana membawa Tyler ke apotek terdekat. Lana datang membawa seperangkat obat dan kain perban untuk Tyler lalu duduk di depan Tyler yang masih saja tersenyum - senyum dari tadi.


"Kamu kenapa??" Tanya Lana sekali lagi, sejak dari depan sekolah, Tyler masih belum mau memberitahu dirinya apa yang sebenarnya sudah terjadi.


"Rion, mencoba menangkap aku lagi." Ujar Tyler akhirnya, Lana pun langsung terkejut mendengarnya.


"Apa!?" Lana terkejut.


"Mau ngapain lagi dia, mau ambil darah kamu lagi?" Tanya Lana dengan nada emosi.


"Enggak, mau nahan aku." Sahut Tyler, dan Lana tertegun.


"Nahan kamu? Kenapa??" Tanya Lana.


"Karena dia tau aku anak kandungnya." Ujar Tyler, lalu menggenggam tangan Lana.


"Aku minta sama kamu, be.. apapun yang terjadi nanti, jangan nyerah sama hubungan kita, ya? Aku punya perasaan nggak enak tentang kedepannya." Ujar Tyler, lebih dulu mewanti - wanti.


Lana menatap mata Tyler, dia melihat keresahan dan ketalutan luar biasa dari pancaran mata Tyler. Lana pun membalas genggaman tangan Tyler dan mengangguk.


"Aku nggak bakal kemana - mana, aku akan tetep sama kamu." Ujar Lana.


Apakah yang Tyler minta itu suatu hal yang egois? Dia mencintai Lana, tentu tidak mau kehilangan Lana juga. Tapi bagaimana dengan ancaman dari ayahnya???


Singkat cerita, akhirnya Lana tidak kembali ke sekolah dan justru membolos. Tyler dan Lana berjalan - jalan bergandengan tangan di taman, sampai Tyler melihat sebuah tempat pembuatan tat○.


"Kamu suka tat○ nggak be?" Tanya Tyler.


"Mm.. suka, karena itu sebagian dari art." Ujar Lana.


"Mau nggak pasang tat○ sama aku?" Tanya Tyler.

__ADS_1


"Sakit nggak ya?" Tanya Lana. Meski suka dengan tat○, tapi Lana tidak pernah di tat○, dan tentu saja tidak tahu sesakit apa rasanya.


"Sejujurnya aku juga belum pernah, kita coba buat bareng?" Ajak Tyler.


"Tapi kita kan masih sekolah?" Tanya Lana.


"Buat di tempat yang tersembunyi." Bisik Tyler, dan Lana terkekeh.


"Okelah.." Ujar Lana, akhirnya mereka berdua pun masuk kedalam tempa pembuatan tat○ itu.


"Halo, wellcome." Ujar seorang wanita yang berbadan penuh tat○. Sudah pasti dia adalah seniman si pembuat tat○.


"Kak, kami mau bikin tat○." Ujar Tyler.


"Kalian? Kalian masih sekolah, kan?" Tanya Seniman tat○ itu.


"Ya." Sahut Lana.


"Kalo ketahuan guru gimana? Bisa di hukum loh." Ujar seniman tat○.


"Kita mau bikin di tempat tersembunyi." Ujar Tyler.


"Yakin???" Tanya seniman itu memastikan. Tyler dan Lana sama - sama mengangguk.


"Okay, silahkan." Ujar seniman itu.


Tyler lebih dulu, duduk di kursi yang nyaman. Seorang seniman tat○ pria pun datang untuk membuatkan Tyler tat○.


"Mau buat tat○ apa, kak?" Tanya seniman tat○ pria.


"Lagi bucin - buncinnya, ya? Tapi gue make sure dulu, yakin nggak? Karena selain sakit waktu bikin, ngehapusnya juga lebih sakit, loh" Ujar seniman tat○ itu.


"Gue nggak bakal hapus, sampe kapanpun." Ujar Tyler mantap.


Seniman tat○ itu hanya bisa mengangguk sambil tersenyum.


"Kalian masih muda, hati dan perasaan masih bisa berubah. Mengambil langkah apapun harus di pikirkan lagi, karena nyesel itu datengnya di akhir." Ujar seniman itu lagi.


"Gue nggak bakal berubah, bang." Tandas Tyler.


"Okelah.. mau selebar apa?" Tanya seniman itu.


"Di punggung bagian kanan, bang." Ujar Tyler. Seniman itu pun mengangguk, dan Tyler membuka pakaiannya.


"Badan lo bagus, padahal masih SMA. Rajin olah raga, ya?" Tanya seniman, dan Tyler hanya mengangguk.


Tyler membuka galeri fotonya, dan mencari foto Lana yang menurutnya paling manis dan paling cantik, kemudian dia berikan pada seniman tat○ itu.


Tyler telungkup, dan seniman tat○ itu pun langsung memulai aksinya untuk membuat tat○ wajah Lana di punggung kanan Tyler.


Sementara itu, Lana sendiri kini ikut tulungkup karena dia juga akan di pasangi tat○ oleh seniman wanita.


"Kamu tat○ apa?" Tanya seniman wanita itu.

__ADS_1


"Tyler.." Gumam Lana.


"Tyler? Jadi nama pacarmu Tyler?" Tanya seniman wanita itu, Lana pun mengangguk.


"Lebih baik jangan, nggak baik." Ujar seniman itu.


"Kenapa?" Tanya Lana, dia tidak tahu menahu tentang tat○.


"Kalo kamu ingin mengenang orang yang udah meninggal, maka boleh kamu pasang tat○ nama orang tersebut. Tapi jika orangnya masih hidup, maka jangan, karena itu sama saja mendoakannya mati." Ujar seniman, Lana pun terkejut.


"Kalo gitu jangan." Ujar Lana, seniman itu pun terkekeh.


"Ku buatkan bunga mawar saja, mau? Dengan kata - kata buatanmu." Ujar seniman itu.


"Ya, boleh.." Ujar Lana.


Keduanya pun di tat○ bersamaan, tapi tat○ milik Lana tidak sebesar milik Tyler, bagaimanapun Lana hanya membuat bunga mawar dengan tulisan Happines is you, di bawahnya.


Sementara milik Tyler, adalah wajah Lana dengan sayap indah di sisi kanan dan kirinya.


"Wah, kamu nggak sakit, Ty?" Tanya Lana ketika melihat tato Tyler yang lumayan lebar dan hampir memenuhi separuh punggung kanan Tyler.


"Enggak." Ujar Tyler sambil tersenyum manis.


Singkat cerita, keduanya pun kini pulang ke rumah Lana. Ibu Lana masih berada di kantin karena hari masih siang, Lana pun duduk di sofa dengan Tyler.


"Aku belum liat tat○ kamu." Ujar Tyler dan Lana tertegun.


"Hah? Kamu mau liat?" Tanya Lana, dan Tyler mengangguk.


"Ta- tapi tat○nya ada di bagian bahu." Ujar Lana.


Jika Tyler ingin melihatnya, otomatis Lana harus membuka bajunya.


"Aku nggak bakal macem - macem kok, kan udah janji." Ujar Tyler tersenyum.


"Oke.." Ujar Lana, Lana berbalik, lalu membuka kancing bajunya.


Tyler menarik kebawah setengah baju Lana dan dia tersenyum ketika melihat indahnya tat○ di bahu kanan Lana. Tyler mendekat kemudian mencium bahu Lana, hingga darah Lana langsung berdesir di buatnya.


"Happines is you??" Tanya Tyler ketika membaca tulisan di tat○ Lana.


"It's You." Sahut Lana.


Tyler tersenyum dan kembali mencium bahu Lana, sungguh Lana berdebar dan darahnya berdesir hebat. Antara merinding dan ada gejolak aneh yang muncul dalam dirinya.


"Indah.. " Ujar Tyler. Tyler pun menaikkan kembali baju Lana agar imannya tidak goyah.


Setelah mengancing bajunya, Lana kembali berbalik menatap Tyler. Tyler kemudian mengec*p bibir Lana.


"Aku pulang dulu, ya? Aku takut kalo aku di sini berdua sama kamu, setannya pada jail." Ujar Tyler, dan Lana terkekeh seketika.


Tyler pun pergi dari rumah Lana, Lana sendiri tersenyum - senyum sendiri saat ini, dia masih tidak menyangka sudah membuat hal paling nekat dengan membuat tat○ di tubuhnya.

__ADS_1


"Aku harap tidak akan terjadi hal huruk seperti yang kamu takutkan, Ty.. Karena sejujurnya aku juga takut." Gumam Lana.


...TO BE CONTINUED.....


__ADS_2