
Dan akhirnya mereka semua merayakan kebersamaan mereka kembali, Black puma berkumpul kembali dengan Tyler.
Tyler tidak menceritakan apapun kejadian yang sudah dia alami, Luigi dan yang lain pun juga tidak memaksa Tyler untuk bercerita. Bagi teman - teman Tyler, melihat bahwa Tyler baik - baik saja pun sudah bagus, karena mereka tahu Tyler seperti apa.
"Cheers.." Ujar Tyler
Mereka semua mengangkat gelas bersamaan, dan menenggak minuman di tangan mereka. Hingga malam kian larut, mereka masih belum menyudahi pesta mereka, Lana sudah tertidur karena dia mabuk, dia memutuskan untuk minum minuman beralkohol pertama kali dengan Tyler hari ini.
" Njir, lo makin cakep aja Ty. Gue ampe hampir gak ngenalin elo tadi." Ujar Renan dengan setengah sadar.
"Iya, apalagi pakean lo kemeja formal, woah.. Sangat Carismatic, keren." Ujar Jack menimpali sambil mengacungkan dua jempolnya.
Tyler hanya bisa terkekeh dan menggelengkan kepalanya sambil tangannya mengusap - usap kepala Lana yang tertidur di pangkuannya.
"Mulai sekarang, anak - anak surung ngekost di sini aja, gue berutang jasa sama pemilik kost ini." Ujar Tyler.
"Gampang itu mah, siap." Sahut Luigi.
"Gue bawa Lana masuk dulu, kasian dia. Kalian juga istirahat, jangan lanjut." Ujar Tyler, dan teman - temannya hanya menyengir misterius.
Sementara itu di tempat lain..
Rion mengepalkan kuat tangannya, dia masih geram karena anak buahnya masih belum juga menemukan Tyler, saat ini dirinya berada di dalam mobil, dan terparkir di depan rumah Lana.
Dia menunggu di sana, karena dia pikir mungkin Tyler alan pulang ke rumah Lana, tapi nyatanya bahkan sampai hari hampir pagi, Tyler tidak juga datang.
"Besok, buat ibunya Lana kehilangan semuamya. Tempat usaha, tempat tinggal, semuanya. Putrinya berani membawa putraku kabur, berani sekali dia." Ujar Rion pada asistennya.
"Baik, tuan." Sahut asistennya, mobil pun melaju pergi.
Dan kembali lagi ke sisi Tyler dan Lana..
Tyler sedang memandangi wajah gadis yang sangat dia rindukan selama dua bulan itu. Seakan dia tidak akan melihat Lana lagi besok, dia bahkan sampai tidak berkedip dan terus tersenyum.
Dua bulan bukan waktu sebentar, selama dua bulan itu dia hidup di bawah kendali Rion dengan Lana sebagai ancamannya. Tyler harus patuh pada setiap kata Rion, dia belajar banyak hal, dan tidak sedikitpun memberontak.
Dia hanya terus bersikap dingin pada ayahnya itu, karena dia makin membencinya atas apa yang sudah Rion lakukan padanya.
"I miss you so bad, Lana.." Gumamnya, lalu mengusap lembut pipi Lana.
Ketika dia sudah merasa mengantuk, dia pun mendekap Lana kedalam pelukannya.
Keesokan harinya..
Lana terbangun ketika mendengar suara petir menggelegar. Ia merasakan hembusan nafas menerpa wajahnya, dengan kepala pusing berdenyut, dia membuka matanya, dan dia melihat wajah tampan yang sedang terlelap tidur memeluknya.
"Ughh.." Kepala Lana berdenyut.
Wajah yang sangat dia rindukan selama dua bulan itu, kini berada di hadapannya. Meski kini Tyler lebih kurus, tapi dia makin tampan, Lana tersenyum melihat betapa tampan kekasihnya itu.
Tangannya terulur dan mengusap pipi Tyler dengan lembut, sampai yang punya pipi pun terbangun karena usapan Lana yang membuatnya geli.
__ADS_1
"Morning." Sapa Lana, dan Tyler tersenyum.
Tyler semakin mendekap erat Lana kedalam pelukannya, lalu mengecup kening Lana.
"Morning, be." Sahut Tyler dengan suara serak yang ngebas, khas pria bangun tidur.
"Aku masih mikir ini mimpi, apa aku lagi mimpi??" Tanya Lana.
"Enggak, sayang.. Kamu gak lagi mimpi, aku beneran lagi sama kamu." Sahut Tyler.
"Aku takut ini cuma mimpi, karena pas aku bangun nanti, aku pasti bakal ngerasa sesek lagi.." Gumam Lana.
"Ini nyata, sayang." Ujar Tyler, dia berulang kali memanggil Lana sayang.
Jantung mereka berdua berdebar, Tyler sedikit melerai pelukannya, lalu mencium bibir Lana. Lana juga menyambut ciuman manis itu dengan kerinduan yang dalam.
"Mh.." Lenguh Lana, di sela - sela ciumannya.
Ciuman yang awalnya hanya ciuman lembut, berubah menjadi panas seiring mereka berpagut. Bahkan tangan Tyler sudah menelusup ke balik baju Lana, dan menyentuh perut Lana.
"Tyler.." Gumam Lana, ketiak Tyler menelusup ke lehernya.
"Just kissing, be.." Ujar Tyler. Walau sebenarnya ada sesuatu yang memberontak dalam dirinya.
"I want more.." Sahut Lana, Tyler sejenak tertegun.
"What??" Tanya Tyler.
"Aku mau lebih, berikan aku rasa itu.." Gumam Lana. Tyler tahu apa maksud Lana, karena tatapan Lana sangat lain sekarang.
"Nope, aku sadar, sangat sadar." Ujar Lana, mengalungkan tangannya di leher Tyler. Tapi tatapan Tyler menjadi tidak tega.
"Tapi kita belum nikah, sayang. Aku udah janji sama kamu dan diri aku sendiri, bahwa aku nggak akan melakukan itu sama kamu sebelum kita menikah" Ujar Tyler.
"Who care, aku udah lulus sekolah, dan aku.." Ujar Lana menggantung. Tyler melihat kesenduan di mata Lana, seperti ada ledakan emosi yang akan membuncah.
"Kamu kenapa?" Tanya Tyler.
"Aku.. aku takut aku nggak bisa ketemu kamu lagi nanti. Kamu udah kabur sekali, kalo kamu ketangkap lagi nanti, pasti kamu akan semakin di jaga ketat." Ujar Lana.
Tyler tertegun, sampai sejauh itu pikiran Lana. Tyler bisa pastikan sampai kapanpun dia akan mencintai Lana, meski Rion menentang hubungan mereka, Tyler tidak perduli. Dia hanya mau Lana, Lana, dan Lana seorang saja.
"Kamu ragu sama cinta kita?" Tanya Tyler, Lana menggeleng.
"Sama sekali enggak, aku percaya kita bisa berjuang. Tapi aku nggak tau apa yang akan terjadi kedepannya. Please.. aku mohon." Ujar Lana kembali ke topik awal.
Lana kembali menempelkan bibirnya pada bibir Tyler. Sejujurnya Tyler pun sudah berkobar saat ini, dia hanya masih memikirkan masa depan Lana dan janji yang sudah dia buat.
"It will hurt you.." Ujar Tyler, ketika sejenak melepas ciumannya.
"Aku tahu.." Ujar Lana.
__ADS_1
"Aku tanya sekali lagi, kamu sungguh menginginkannya?" Tanya Tyler, mencoba memberi Lana kesempatan mengurungkan niatnya.
"Hm.." Lana mengangguk.
Tapi Kini Tyler yang ragu, dia takut nanti Lana hamil dan dia tidak berada di sisi Lana.
"Tyler.." Panggil Lana dengan suara lembutnya.
"Kamu yakin, be? Aku takut nanti.."
"Aku yakin dan aku mau." Ujar Lana meyakinkan Tyler sekali lagi.
Tyler menatap manik mata Lana, dan tatapannya jatuh pada bibir Lana yang kissable itu. Tyler mencium lembut bibir Lana, dan dia kembali On sekarang.
Tangannya mulai menjalar keseluruh tubuh Lana dan berhenti di bagian dua bukit Lana yang sejak tadi membusung tersenggal - senggal.
"I love you so bad, Lana.." Bisik Tyler di telinga Lana.
Tyler membuka pakaian Lana, dan pakaiananya sendiri tentunya, entah sejak kapan keduanya sudah tidak berpakaian di balik selimut.
Tyler sedang menikmati kedua bukit milik Lana , sementara Lana menikmati apa yang Tyler lakukan kepadanya, sambil meremas rambut Tyler.
"Aku mulai?" Tanya Tyler, ketika sudah merasakan milik Lana yang basah. Lana hanya bisa mengangguk pasrah.
Tyler pun memposisikan adik juniornya dirinya diantara kedua kaki Lana, dan perlahan dia mendorongnya masuk.
"AKH!!" Pekik Lana, sampai dia meremas lengan Tyler dengan kuat.
"Sakit, sayang? Maaf ya.. Apa kita batalin saja?" Tanya Tyler khawatir.
"No, lanjutin aja." Ujar Lana.
"Tapi kamu kesakitan." Ujar Tyler.
"Aku nggak apa - apa, lanjutin aja." Ujar Lana, Tyler pun mengangguk.
Tyler kembali mencium bibir Lana, untuk membuat Lana rileks. Dan bersamaan dengan itu, dia mencoba mendorong miliknya sedikit demi sedikit memasuki Lana.
Lana mencengkeram erat bahu Tyler dan bahkan dia menggigit bibir Tyler, sebelum akhirnya dia menggigit bahu Tyler. Matanya mengalir air mata, karena rasa sakit yang dia rasakan di bawah sana.
Sampai akhirnya milik Tyler masuk sempurna dan dia merasakan ada yang mengalir dari milik Lana, darah.
"You okay??" Tanya Tyler, yang melihat lana menangis.
"Sakit." Sahut Lana.
"Aku akan gerak pelan - pelan, hm? Kalo aku cuma diem, kamu akan lebih sakit." Ujar Tyler, dan lana mengangguk.
Akhirnya Tyler menggerakan miliknya perlahan tapi pasti. Dan benar, rasa sakit yang sebelumnya begitu mendera, berganti dengan rasa nikmat yang tidak pernah Lana dan Tyler rasakan.
Keduanya saling berbagi keringat bersama pagi itu, Tyler meninggalkan tanda kepemilikannya di tubuh Lana, namun di bagian yang tidaka akan terlihat oleh mata. Sangat manis, di dukung cuaca yang sedang hujan di luar, keduanya makin sahdu saja saling menikmati pergulatan manis itu.
__ADS_1
Sampai akhirnya mereka berdua sama - sama mencapai puncak, dan Tyler menyemaikan benihnya di dalam milik Lana. Dan setelah mereka lelah, mereka kembali tidur, saling berpelukan tanpa menggunakan apapun.
...TO BE CONTINUED......