TYLER: Who Do You Think Am I?

TYLER: Who Do You Think Am I?
EPS. 74. Ke Egoisan.


__ADS_3

Lana selesai mengerjakan soal ujian, dan kini sudah waktunya dia pulang. Lana berjalan ke parkiran, dan di sana dia bertemu Kyle yang juga hendak pulang.


"Na." Panggil Kyle, Lana pun menatap kearah Kyle.


"Sorry." Ucap Kyle tiba - tiba.


Lana melihat cuaca, lalu kembali melihat Kyle dengan heran.


"Lo kesamber gledek?" Ujar Lana, dan Kyle tersenyum mendengarnya.


"Anggep aja gitu, tapi serius.. gue minta maaf udah pernah bikin lo hampir celaka." Ujar Kyle.


"Lupain aja." Sahut Lana singkat dan naik keatas motornya. Kyle tidak puas dengan jawaban Lana, dia langsung berdiri di depan motor Lana.


"Tapi lo bisa jangan nyuekin gue, kan? Meski kita gak deket, tapi gue pengen kaya dulu." Ujar Kyle.


"Nggak ada yang nyuekin elo." Sahut Lana.


"Lo nyuekin gue, Na.. Meskipun dulu lo gak deket sama gue, seenggaknya lo ramah, tapi sekarang lo dingin banget." Ujar Kyle.


Lana menghela nafas, makhluk di depannya ini kenapa sangat egois.


"Gue bakal lakuin apapun, supaya lo bisa maafin gue." Ujar Kyle.


"Stop berusaha nyakitin Tyler." Ujar Lana spontan.


Kyle tertegun, apapun di mata Lana adalah tentang Tyler.


"Nggak bisa kan?? Ya udah." Ujar Lana, dan menyalakan mesin motornya, tapi Kyle langsung mematikannya kembali.


"Oke.." Ujar Kyle. Kini Lana yang tertegun.


"Kita temen sekarang?" Tanya Kyle, sambil mengulurkan tangannya.


Lana sedikit ragu, tapi dia juga tidak suka menjadi santapan pemandanngan yang di saksikan teman sekolahnya, akhirnya dia menjabat tangan Kyle.


"Thanks, Na." Ujar Kyle.


"Kalo gitu minggir, gue mau pulang." Ujar Lana, Kyle pun dengan patuh menyingkir dari depan motor Lana. Lana langsung melesat pergi dari parkiran sekolah.


"Gue nurunin ego gue, demi lo Na.." Gumam Kyle, sambil menatap Lana yang melesat pergi.


"Dan ngomong - ngomong, gue juga gak ngeliat Tyler beberapa hari ini, apa mereka berantem?" Gumam Kyle.


Malam harinya..


Rion datang ke sebuah restoran dengan asistennya, dan secara kebetulan dia bertemu dengan mantan istrinya, Karisma.


Karisma menggandeng pria yang entah apa status diantara mereka, dan Rion melihat itu sambil tersenyum mencibir.


"Makin bebas saja dia." Gumam Rion.


Mereka ternyata duduk bersebelahan hanya bersekat bilik yang menutupi keprivasian mereka saja.


Dan tak lama Francis datang dengan wajah yang memancarkan kebahagiaan, karena dia akan bertemu dengan calon suaminya.


"Sayang." Sapa Francis pada Rion. Mereka ciuman pipi ke pipi, lalu Francis pun duduk.

__ADS_1


Francis tidak tahu bahwa di meja sebelah ada Karisma, begitu juga Rion. Rion tidak tahu bahwa meja mereka bersebelahan.


"Kamu udah lama sampe?" Tanya Francis.


"Belum begitu lama, ayo duduk." Ujar Rion. Francis pun duduk dengan anggun dan tidak mau lepas dari tangan Rion.


"Kapan kamu mau umumin tanggal pernikahan kita ke publik, sayang? Pernikahan kita udah deket loh. Aku selalu di tanyain temen - temen aku, karena dari kamu belum ada kepastian." Ujar Francis.


"Justru itu, aku ingin membicarakannya sekarang." Ujar Rion. Mendengar itu, Francis langsung berbinar.


"Sepertinya pernikahan kita harus di undur, sayang." Ujar Rion, dan Francis langsung pudar.


"Kenapa?" Tanya Francis.


"Aku sedang dalam tahap pendekatan lebih dulu dengan putraku." Ujar Rion, Francis tentu mengernyit bingung.


"Putra?? Apa maksudmu putra? kamu memiliki putra dari wanita lain yang aku tidak tahu!?" Tanya Francis langsung marah.


"Bukan, sayang.. dia putraku bersama mantan istriku." Ujar Rion, Francis semakin bingung.


Bahkan di meja sebelah, Karisma ikut terkejut mendengarnya. Dan entah mengapa terlihat guratan kesenduan dari wajah Karisma, namun dia masih tetap merespon pria yang sejak tadi berbicara dengannya.


"Bukannya kamu bilang kamu bahkan tidak tahu dia anak siapa? Kenapa sekarang kamu mengakuinya sebagai putra?" Ujar Francis.


"Golongan darah kami sama." Ujar Rion, Francis tersenyum mencebik mendengarnya.


"Sayang, jaman sekarang semua sudah canggih, apapun bisa di palsukan termasuk tes golongan darah." Ujar Francis.


"Apa mantan istrimu yang memberimu keterangan itu? Masih punya muka dia mendekatimu? Dia pasti mau memeras uang darimu." Ujar Francis lagi.


"Aku bahkan tidak pernah bertemu dengannya lagi setelah kami bercerai." Jelas Rion.


"Itu asli, karena dia yang mendonorkan darahnya padaku saat aku mengalami kecelakaan beberapa waktu lalu." Ujar Rion. Mendengar itu, Francis menggelengkan kepalanya.


"Itu pasti sengaja dan di rekayasa, sayang! Berani banget dia nyelakain kamu dan membuat sekenario seolah dialah pahlawannya." Ujar Francis.


"Justru anakmu yang mencelakaiku, asal kamu tahu itu." Ujar Rion kesal. Entah mengapa dia kesal ketika Tyler di katai merekayasa kecelakaan nya.


"Anakku?? Kyle?? Nggak mungkin." Ujar Francis tidak percaya.


"Dia menyuruh anak - anak geng motornya untuk menghadang mobilku dan mengeroyok aku sampai aku kecelakaan." Ujar Rion.


"Nggak mungkin, meskipun Kyle tidak menyukaimu, tapi Kyle nggak mungkin melakukan hal itu." Ujar Francis, kukuh.


"Nyatanya begitu." Sahut Rion.


"Atau mungkin itu ulah anak itu ( Tyler ), Dia membuat semua sekenarionya, anak geng motor itu juga pasti teman temannya, mereka kan berandalan." Ketus Francis.


"Anak itu yang kamu maksud siapa? Dia punya nama, Tyler namanya." Ujar Rion kesal.


"Kok kamu jadi bela dia?! Aku yakin itu, sayang!" Ujar Francis kukuh.


"Buktinya semua ada padaku, kalo kamu nggak percaya ya sudah, intinya pernikahan kita di undur." Ujar Rion.


"Aku nggak mau! Kalo gitu kita nggak usah menikah sekalian!" Ancam Francis.


"Bisakah kamu tidak egois, Francis?" Ujar Rion.

__ADS_1


"Egois?? Aku?? Kalo aku egois, aku nggak mungkin nunggu kamu sampe kamu cerai dari Karisma! Aku bahkan menikah dengan pria yang sama sekali tidak aku cintai, demi siapa?? Demi kamu! Sekarang kamu bilang aku egois??" Ujar Francis, berapi api.


"Kamu juga memiliki putra dengannya." Ujar Rion.


"Kamu pikir itu rencanaku? Aku tidak berencana memiliki anak dengannya, tapi itu terjadi begitu saja, itu kecelakaan!" Ujar Francis.


"MAMA!!" Teriak suara yang begitu menggelegar.


Francis melihat ke asal suara, dan dia melihat putranya, Kyle. Kyle terlihat seperti marah, tapi juga berkaca - kaca. Nafasnya memburu sekaan dia sangat - sangat kecewa sekarang.


Semua orang di sana menatap kearah keributan itu, hingga para karyawan restoran langsung mengamankan dengan cara membubarkan pengunjung. Beruntung itu adalah restoran milik ayah Kyle.


"K- Kyle.." Gumam Francis dan dia mencoba menghampiri Kyle.


"Jadi aku yang salah karena aku udah lahir ke dunia ini, ma?! Aku yang salah karena kalian berdua jadi terpisah, ma?!" Ujar Kyle.


"Kyle, sayang.. bukan begitu maksud mama, nak." Ujar Francis.


"Aku mendengarnya, aku nggak tuli ma!!" Teriak Kyle, dia sangat kecewa dengan ibunya itu.


Dan di saat itu, Karisma lewat di hadapan Francis dengan menggandeng pasangannya. Melihat itu Francis langsung menyerang Karisma dan langsung melayangkan sebuah tamparan.


"PLAK!!"


"Hey!! Are you crazy, or what!!?" Ucap pasangan Karisma, dia pria bule.


"Aku udah tau, pasti kamu sengaja kan?! Kamu sengaja merencanakan semua ini dan sekarang kamu dateng kesini buat nonton pernikahanku yang di undur!?" Teriak Francis.


Karisma hanya tersenyum mengejek mendengarnya, dia bahkan tidak peduli dengan hidup orang lain, apa lagi hidup Karisma.


"Ini wanita anggun yang katamu sangat bisa menjaga martabat dan harga dirinya, Rion?? Wanita yang katamu sangat lemah lembut dan sangat sopan santun, yang paling kau cintai??" Ujar Karisma pada Rion.


"Hahahah.." Tawa Karisma pecah.


"Ku beritahu kau satu hal, Rion. Sifat manusia itu bisa berubah seiring berjalannya waktu, kau yakin kau masih mencintai orang yang sama??" Ujar Karisma dengan senyum mengejek.


"Diam kau! Kau tidak memiliki hak bicara di sini!" Bentak Francis.


"See.. Dulu kamu mencintai Francis yang masih sopan, manis, lemah lembut dan terhormat, Francis yang masih muda dan hanya tahu dia mencintaimu. Sementara Francis yang di depanmu ini, adalah Francis dewasa yang sudah mengalami pahit manisnya hidup, mereka tidak sama." Ujar Karisma.


"Ku beri kau saran, Rion.. Jangan stuck di satu tempat, berpikirlah menggunakan akal dan logika yang luas." Ujar Karisma, lalu menggandeng tangan kekasihnya.


"Let's get out of here, beb." Ujar Karisma, dan mekenggang pergi dengan kekasih bulenya itu.


"Kau tidak salah, nak. Setidaknya ayahmu menginginkan kehadiranmu." Ujar Karisma pada Kyle, sebelum benar - benar pergi.


Rion menatap Francis, entah mengapa yang di katakan oleh Karisma itu seperti benar adanya.. Francis memang sudah tidak sama lagi.


"Kita butuh waktu untuk merenung, Francis." Ujar Rion, lalu melangkah pergi dari sana.


"Rion! Kamu gak bisa terus menggantungku seperti ini! Rion!!" Teriak Francis, namun Rion masih teyap saja pergi.


Kyle yang melihat ibunya seperti itu pun juga memilih untuk pergi, seperti di iris - iris rasanya.


"Kyle, denger mama, sayang.. Kyle.." Panggil Francis, tapi Kyle juga tetap pergi.


"HARRGHH!!!" Teriak Francis sambil mengamuk di restoran itu.

__ADS_1


TO BE CONTINUED..


__ADS_2