TYLER: Who Do You Think Am I?

TYLER: Who Do You Think Am I?
EPS. 70. Lana di keluarkan dari sekolah.


__ADS_3

Hari hari berlalu..


Ujian kelulusan yang di tunggu - tunggu sudah semakin dekat, tinggal tiga hari lagi dan semua siswa dan siswi di sekolah akan menghadapi hari menegangkan itu.


Tapi Lana, dia tiba - tiba di panggil ke kantor kepala sekolah pagi ini. Lana tidak berpikiran apapun, karena selama dia sekolah di sana, dia tidak melakukan pelanggaran.


"Selamat pagi, pak." Sapa Lana dengan senyum ramah.


"Pagi, Lana." Sahut kepala sekolah.


Kepala sekolah terlihat sedikit aneh, tatapannya seperti tatapan mengasihani Lana, padahal Lana datang tidak dengan wajah yang sedih.


"Ada apa, pak?" Tanya Lana.


"Lana.. dengan berat hati, bapak harus memberikan ini padamu." Ujar kepala sekolah, dan menyodorkan sebuah amplop.


"Apa ini?" Tanya Lana, tapi kepala sekolah hanya memberi kode untuk Lana membukanya sendiri.


Lana membuka amplop itu, dan tatapannya langsung nanar tidak percaya.


"Saya di keluarin dari sekolah? Tapi saya salah apa, pak? Saya nggak bikin masalah selama saya sekolah di sini. Justru saya banyak prestasi." Ujar Lana.


"Saya tahu, Lana.. tapi itu permintaan dari pemilik sekolah ini." Ujar kepala sekolah.


"Pemilik sekolah? Siapa?" Tanya Lana.


"Tuan Rion Griffin, adalah pemilik sekolah ini yang baru." Ujar kepala sekolah.


Lana tertegun, Rion adalah ayah Tyler. Lana pun mengepalkan tangannya mendengar itu.


'Dia benar - benar menyerangku dengan kekuasaan.' Batin Lana.


"Tapi pak, masa saya di keluarin gitu aja? Kecuali saya membuat kesalahan fatal, itu saya masih bisa terima." Ujar Lana memelas.


"Maaf Lana, saya tidak berwenang." Ucap kepala sekolah.


"Tapi bentar lagi ujian, pak." Ujar Lana.


"Saya tau, tapi saya tidak berwenang. Saya minta maaf, Lana." Ujar kepala sekolah.


Sejujurnya kepala sekolah pun menyayangkan akan permintaan Rion yang mengeluarkan Lana dari sekolah begitu saja. Kepala sekolah tentu tidak tahu permasalahannya, dia hanya menjalankan tugasnya saja.


"Baik pak, terimakasih." Ujar Lana, lalu bangun dan keluar dari ruang kepala sekolah.


Lana berjalan dengan limbung, dan dengan mata berkaca - kaca. Kyle melihat itu dari ujung koridor, dan dia mengernyitkan keningnya.


Lana kemudian masuk kedalam kelasnya, dan mengambil tas sekolahnya. Semua teman - temannya pun heran karena Lana terlihat begitu murung.


"Na, lo kenapa?" Tanya teman Lana.


Lana menatap semua teman - temannya, dan air matanya menetes begitu saja.


"Na, lo kenapa?? Kok nangis.." Ujar temannya menjadi khawatir.


"Guys, thanks buat semua yang pernah kita lewati bareng selama beberapa bulan aku sekolah di sini." Ujar Lana mencoba mengendalikan dirinya.


"Mulai hari ini, gue nggak sekolah lagi di sekolah ini." Ujar Lana.


"Hah?? Maksud lo apa na?? Lo keluar?" Ujar temannya.


"Di keluarin." Sahut Lana.


"Kok gitu, kok bisa? Kan lo gak pernah bikin kenakalan atau hal yang melanggar norma sekolah." Ujar teman Lana.

__ADS_1


"Gue di keluarin." Sahut Lana.


"Alasannya??" Tanya temannya.


"Karena pemilik sekolah ini nggak suka sama gue." Ujar Lana.


"Ya ampun, gitu banget sih.." Ujar temannya.


" Kalian semua, kalo ketemu gue di jalan, jangan nyapa yah? Atau kalian bakal di persulit ntar." Ujar Lana.


Teman - teman Lana berkaca - kaca, lalu memeluk Lana. Lana hanya bisa pasrah, dia juga tidak mau mengemis pada Rion.


Singkat cerita, sore harinya Tyler datang ke sekolah Lana, dan Lana pun rupanya masih berada di sana, dia duduk di halte sekolah.


"Tumben udah nunggu di luar, be?" Tanya Tyler.


"Iya dong, aku udah kebelet pengen pulang." Ujar Lana, Tyler pun terkekeh.


"Ya udah, yok pulang." Ujar Tyler dan Lana mengangguk senang. Lana tidak menceritakan pada Tyler bahwa dirinya di keluarkan dari sekolah, dia akan merahasiakannya dari Tyler.


"Ty, besok.. jangan jemput aku, ya." Ujar Lana, ketika keduanya sudah dalam perjalanan pulang.


"Kenapa? Aku seneng jemput kamu, be." Ujar Tyler.


"Bentar lagi ujian, kamu fokus aja belajarnya.. aku bisa bawa motor sendiri, kok." Ujar Lana.


"Tapi be.."


"Please.. Aku juga kan gak mau ngerepotin kamu, waktu kamu bisa di pake buat belajar." Ujar Lana.


Tyler berpikir, mungkin Lana juga ingin menikmati suasana lain. Akhirnya dia mengiyakan permintaan Lana, tak lama keduanya pun sampai di rumah.


"Malem ini kamu nggak tanding kan?" Tanya Tyler.


"Mm.. kayaknya enggak, bang Angga gak ngabarin." Ujar Lana.


"Kamu come back?" Tanya Lana dengan tersenyum.


"Rencananya.. " Kekeh Tyler.


"Oke, ati - ati ya.." Ujar Lana, dan Tyler memgangguk.


Tanpa aba - aba, Lana mendekat kepada Tyler lalu memeluknya. Tyler sampai di buat bingung, karena tumben sekali Lana berinisiatif meluk di depan rumahnya.


"I love you, Ty." Ujar Lana. Tyler terlekeh mendengarnya.


"Aku gak bakal pergi selamanya, be.. Besok juga kita ketemu lagi." Ujar Tyler, dia tidak tahu saja hati Lana saat ini sedang sangat hancur.


"Takut kangen.." Ujar Lana dengan mata yang kemudian berkaca - kaca.


"Kok nangis?? Kamu kenapa?" Tanya Tyler.


"Enggak apa - apa, cuma gak kerasa bentar lagi ujian. Aku stres belajarnya." Ujar Lana sambil terkekeh dan menghapus air matanya.


"Ya udah, aku masuk ya.. kamu ati - ati, bye." Ujar Lana lalu berjalan masuk ke rumahnya.


"Be.." Panggil Tyler, Lana berbalik menatap Tyler sambil tersenyum.


"I love you, more.. semangat belajarnya calon dokter." Ujar Tyler menyemangati Lana. Lana pun tersenyum mendengarnya dan mengangguk.


"Makasih.." Ujar Lana.


Akhirnya Tyler pergi, dan ketika Tyler sudah tidak terlihat lagi, tangis Lana lana langsung pecah. Air matanya mengalir deras dan dia bahkan sampai duduk di teras rumahnya.

__ADS_1


"Hiks.. Hiks.. Hiks.." Ia menangis tersedu - sedu sendirian.


Waktu berlalu, Tyler sampai di markasnya dan terkejut ketika mendapati markasnya berantakan dan ke tiga temannya babak belur.


"Gi! Ren! Jack! Kalian kenapa? Apa yang terjadi!?" Tanya Tyler, langsung membantu satu persatu temannya.


"Orang - orangnya bokap lo dateng tadi, mereka langsung nyerang kita bertiga saat setelah kita pulang dari sekolah." Ujar Renan.


Luigi mengalami luka yang parah, bibir dan hidungnya berdarah - darah dan kondisinya nyaris pingsan. Tyler tentu terkejut mendengarnya.


"Apa?!" Ujar Tyler.


"Luigi paling banyak di hajar, Ty. Markas kita ancur semua." Ujar Jack. Tyler langsung emosi mendengarnya.


"Kalian tunggu sini, ntar anak - anak Black puma bakal dateng." Ujar Tyler dan langsung bangun.


"Ty lo mau kemana?!!" Tanya Renan.


"Rumah Rion." Ujar Tyler. Jack dan Renan pun terkejut mendengarnya.


"Jangan Ty!" Teriak Jack, tapi percuma, Tyler sudah langsung melesat pergi dengan motornya.


Tyler mengemudi dengan kecepatan tinggi, dan tak lama dia pun sampai di rumah Rion. Penjaga pintu langsung membuka gerbang ketika tahu Tyler datang, dan Tyler langsung bergegas masuk kedalam rumahnya itu.


"RION!!!" Teriak Tyler menggelegar, pelayan rumah sampai terkejut mendengar betapa kerasnya suara Tyler.


"Keluar lo, bren*sek!" Teriak Tyler lagi.


"Kenapa kamu berteriak - teriak?" Ujar suara Rion yang muncul dari atas lantai dua, Rion berdiri di ujung tangga.


"Apa - apaan lo nyuruh anak buah lo ngerusak markas gue dan mukulin temen- temen gue huh?!" Ujar Tyler berapi api.


"Putra Rion Griffin tidak pantas berteman dengan gelandangan seperti mereka." Ujar Rion. Tyler langsung terbahak mendengarnya.


"Apa lo bilang? Putra Rion Griffin? Siapa??? Gue? Sejak kapan gue hadi anak lo?" Ujar Tyler. Ekspresinya yang semula terbahak kini kembali menjadi dingin.


"Dan mereka bukan gelandangan, mereka adalah keluarga gue. Mereka adalah orang - orang yang selalu ada buat gue dan suport gue ketika lo berulang kali bikin dunia gue ancur, Rion Griffin!!" Ujar Tyler.


"Sekali lagi lo nyentuh mereka, gue gak bakal tinggal diem." Ujar Tyler lagi.


"Apa yang bisa kamu lakukan tanpa kekuasaan?? Kau mau melindungi mereka?? Maka aku akan menyerang mereka lagi." Ujar Rion, sambil menuruni anak tangga, dan kini dia berdiri tepat di depan Tyler.


"RION!!" Bentak Tyler.


"Pacarmu juga sudah aku keluarkan dari sekolahnya." Ujar Rion dan Tyler tertegun mendengarnya.


"Kamu rerkejut?? Sepertinya dia tidak menceritakannya padamu. Ck! Cinta monyet yang luar biasa." Ujar Rion meremehkan.


Tyler hendak menyerang Rion, tapi anak buah Rion sangat cekatan dan langsung menahan tangan Tyler.


"Aku menenuminya beberapa hari lalu, aku memintanya untuk meninggalkanmu, tapi dia bilang dia akan mempertahankan cintanya padamu. Jadi aku memberinya pelajaran, dengan mengeluarkannya dari sekolah." Ujar Rion.


Tyler tertegun, Lana tidak menceritakan apapun bahwa Rion sudah menemui Lana.


"Aku mematahkan jalannya menuju cita - citanya, dia bisa apa sekarang?? jika dia masih keras kepala, maka aku juga tidak keberatan untuk membuat ibunya celaka." Ujar Rion.


"RIONN!!" Bentak Tyler dengan berkaca - kaca.


"Dengar Tyler, semakin kamu keras kepala, maka semakin banyak orang yang akan tersakiti karenamu. Pilihannya hanya mudah, kamu kembali kerumah ini sebagai Tyler Griffin, atau aku akan menyakiti mereka semua yang dekat denganmu." Ujar Rion lalu dia berbalik pergi dan kembali naik ke atas.


Tyler meneteskan air matanya, kemudian dia keluar dari rumah Rion dengan hati yang semakin hancur. Temannya, cintanya.. atau egonya.. Tyler benar - benar seperti di tengah - tengah labirin saat ini.


Kemanapun dia melangkah, jalan keluarnya hanya satu, Rion..

__ADS_1


"AAARRGGHHH!!!!" Teriak Tyler ketika sudah berada di atas motornya.


TO BE CONTINUED..


__ADS_2