TYLER: Who Do You Think Am I?

TYLER: Who Do You Think Am I?
EPS. 8. Meminta keadilan.


__ADS_3

Suasana pagi di sekolah sangat ramai, Tyler dan kawan kawannya berjalan bagai boy group dari Korea dan semua gadis saling berbisik kegirangan ketika melihat mereka lewat.


"Tyler makin hari makin ganteng, kya!" Ujar seorang siswi.


Para siswi di sana benar - benar mengidolakan Tyler, walau Tyler sangat dingin dan irit bicara. Hingga tibalah empat sekawan itu di kelas, Tyler langsung merebahkan kepalanya di meja.


"Dih, ni anak malah molor." Ujar Jack.


"Bangunin gue kalo guru udah dateng." Ujar Tyler menatap Jack, tapi perhatiannya teralihkan dengan Lana yang rupanya masuk kelas hari ini.


Lana terlihat datang dengan seragam lengkap yang masih bersih, namun wajah dan penampilannya berantakan. Wajahnya lebam dan ada luka di sudut bibirnya, juga rambutnya terpotong tidak rata.


Semua orang di kelas juga memperhatikan itu, tapi Lana cuek saja dan tidak peduli dengan tatapan teman kelasnya.


"Lihat dia, rambutnya aneh banget." Ujar teman Chery. Semua orang kecuali Tyler dan kawan kawannya menggunjingi Lana.


"Gila, siapa yang ngebuli dia sampe seperti itu?" Gumam Renan.


Entah mengapa Tyler terpaku dan dadanya kembali berdesir menatap Lana dengan kondisi seperti itu. Dia yang sebelumnya mau tidur pun tidak jadi, hingga akhirnya guru datang.


"Bu, Lana sepertinya habis berkelahi." Ujar Chery, dan Lana langsung menatap kearah Chery yang saat ini tersenyum puas.


"Lana, silahkan ikut saya ke kantor, ketua kelas, pimpin kelas selama saya belum kembali." Ujar Guru. Lana mengepalkan tangannya lalu berdiri.


"Saya keberatan, saya tidak berkelahi, kenapa saya di panggil ke kantor?" Ujar Lana, membela diri.


"Sekali lihat saja sudah kelihatan bahwa kamu itu baru saja berkelahi, cepat ke kantor." Ujar Guru.


Lana akhirnya berjalan mengikuti gurunya dari belakang. Bahkan dari belakang, Lengan Lana terlihat lebam dan terdapat luka yang di perban di tangan kanan nya.


"Gila tuh guru, bener bener gak adil sama murid baru." Ujar Jack. Dan Tyler tanpa sadar mengeraskan rahangnya.


Setelah beberapa menit, guru itu terlihat kembali, tapi tidak dengan Lana. Tyler melihat ke lapangan bendera juga tidak melihat keberadaan Lana di sana.


'Kemana dia.' Batin Tyler.


Pelajaran di mulai dan Lana tidak kembali, bahkan sampai jam istirahat tiba. Setelah bunyi bel istirahat, Lana muncul dengan tubuh yang kumal dan berkeringat sangat banyak.


"Gila, ada gembel dari mana ini." Ujar teman Chery.

__ADS_1


"Ewww.. smell so bad." Ujar Chery.


Tyler juga melihat itu, dia sangat terkejut dengan Lana yang berpenampilan seperti kuli bangunan.


Lana menatap Chery, tapi dia tidak melakukan apapun dan hanya berdiri menatap Chery seorang.


"Apa lo liat - liat gue? Menjijikan banget si lo." Ujar Chery.


Lana kemudian melihat semua teman di kelasnya yang saat ini menatap dia dengan tagapan aneh dan juga jijik, hingga tatapannya bertemu dengan Tyler yang satu satunya menatap dirinya tanpa ekspresi.


Tyler menatap Lana benar - benar tidak berkedip, dan hanya diam. Tatapan keduanya bertemu lumayan lama hingga sebuah suara mengalihkan perhatian Lana.


"Keluar ish! Bau banget tau gak lo!" Ujar teman Chery, dan melempar Lana dengan gumpalan kertas.


"Iya, kayak berasa lagi di tengah pasar, jijik banget." Ujar yang lain.


Lana kemudiaan mengambil tasnya dan pergi dari kelas itu begitu saja, tanpa mengatakan apapaun.


"Hahaha, dia pergi juga. Orang miskin kaya dia gak pantes ada di kelas kita."Ujar Chery.


"Lo tau gak, gue liat dia jualan ayam bakar dan sea food di pinggir jalan semalem, gak heran kita selalu nyium bau aneh dari dia." Ujar teman Chery.


"Bau kemiskinan, hahaha." Tawa Chery sumbang. Tiba - tiba Tyler bangun dari duduknya dengan kasar, dan itu menghentikan tawa Chery dan kawan kawannya.


Luigi, Jack dan Renan ternganga mendengarnya, Tyler mewakili Lana yang di hina tadi. Chery dan kawan kawannya pun demikian, mereka terkejut dengan Tyler yang tiba - tiba bicara seperti itu.


"Gue yakin seratus persen, Tyler kenal tuh cewe. Kalo gak, gak mungkin dia bantu tuh cewe ngomong." Ujar Jack, langsung menggebrak meja.


"Ayo, cabut. Tar kena racun mulut berbisa." Ujar Renan menyindir Chery. Chery yang di sindir hanya bisa diam.


Dan hingga akhirnya jam istirahat habis sampai sekolah selesai, Lana tidak kembali masuk ke lelas. Setelah sekolah selesai, Tyler langsung bangun dan berjalan dengan langkah lebarnya.


"Ty, woi! Mau kemana lo?!" Teriak Jack, tapi tidak di gubris Tyler. Tyler keluar dan Jack serta yang lain langsung berlari mencari Tyler.


Rupanya Tyler muncul dari ruang olah raga dan membawa tongkat baseball, dan dia langsung masuk begitu saja kedalam ruang guru pembimbing yang saat itu juga ada kepala sekolah di dalamnya.


"Gi! Tyler Gi! Dia masuk ke ruang guru." Ujar Jack dengan panik.


Sementara di dalam ruang guru, Tyler menatap dengan tajam guru prmbimbing sekaligus kepala sekolah yang ada di sana.

__ADS_1


"Apa - apaan kamu Tyler, dimana sopan santunmu!" Ujar Guru pembimbing. Tapi Tyler tidak menjawab dan justru memukul lemari dengan tingkat baseball hingga lemari itu pecah.


"KYA!!" Teriak guru pembimbing ketakutan.


"Tyler! Apa - apaan kamu?!" Ujar kepala sekolah.


"Saya muak dengan kalian yang selalu membedakan kasta murid di sini. Tidak bisakah kalian bersikap adil dan sama antara anak orang kaya dengan orang miskin?!" Ujar Tyler dengan lantang.


"Apa maksudmu?" Tanya kepala sekolah.


"Anak anda!! Apa karena dia anak anda jadi dia bisa berbuat semaunya di sekolah ini!!? Apa karena dia anak anda, jadi dia bisa merundung murid lain di sekolah ini!!?"


( Jeda )


"Mereka! Murid murid yang memiliki mimpi untuk bersekolah di sini menjadi kehilangan harapannya gara - gara anak anda!" Teriak Tyler.


Kepala sekolah terkejut mendengar bahwa Tyler bisa bicara dengan nada sebegitu kerasnya.


"Taruh rasa hormatmu ketika berbicara dengan guru, Tyler." Ujar kepala sekolah.


"Dia tidak pantas mendapatkan hormat. Dia bahkan merendahkan siswi dan merundungnya seperti yang anak anda lakukan." Ujar Tyler.


"TYLER!!" Teriak guru, dan saat itu juga Tyler memukul lemari kaca yang berisi piala.


"PRANG!!" semuanya pecah berantakan.


"Jika kalian tidak bisa menjadi guru dan kepala sekolah yang baik, aku tidak keberatan mengganti kalian." Ujar Tyler.


"Kamu pikir siapa dirimu ingin mengganti kami?" Ujar kepala sekolah.


"Griffin, adalah nama belakangku. Seharusnya kalian tahu itu nama siapa, bukan." Ujar Tyler, dan Tyler langsung berlalu pergi meninggalkan guru dan kepala sekolah yang saat ini berwajah pias.


"BRAK!!" Tyler membuka pintu ruang guru pembimbing dengan kasar, lalu melemparkan begitu saja tongkat baseballnya di saksikan semua orang termasuk Fia dan Chery.


"Ty, lo ngapain?" Tanya Luigi, tapi Tyler hanya menatap tajam ke arah Chery, dan membuang mukanya.


"Cabut!" Ujar Tyler, dan semua temannya pun mengangguk dan pergi dari sana.


Semua orang yang menyaksikan kemarahan Tyler menjadi ikut ngeri, Tyler bahkan dengan berani menghancurkan ruang guru pembimbing.

__ADS_1


'Kenapa dengan Tyler.' Batin Fia yang melihat wajah Tyler begitu emosi.


TO BE CONTINUED..


__ADS_2