TYLER: Who Do You Think Am I?

TYLER: Who Do You Think Am I?
EPS. 13, LUIGI.


__ADS_3

Tyler sampai di sebuah jalan yang di katakan oleh penelepon sebelumnya, penelepon itu adalah salah satu anak black puma, oleh karenanya dia memiliki nomor Tyler.


"Bang." Ujar pria itu ketika melihat Tyler datang.


"Kenapa bisa gini?" Tanya Tyler dengan panik dan menepuk pipi Luigi. Tapi Luigi tidak menunjukan tanda tanda sadar sedikitpun.


"Gi, bangun Gi!" Ujar Tyler mencoba membangunkan Luigi.


"Gak tau bang, sekitar jam empat pagi gue liat dia dengan wajah panik, gue tanyain dia kenapa, dia bilang gak apa apa. Gue pikir dia sama lo jadi gue tinggal dia pergi."


(jeda)


"Gue baru balik lagi kemari setelah dapet telepon dari temen gue dari geng lain, dia bilang liat bang Luigi pingsan, jadi gue ke sini." Ujar pria itu.


"Bantuin gue boncengin dia, gue bawa dia ke rumah sakit aja." Ujar Tyler, dan pria itu mengangguk. Luigi di gotong dengan susah payah, tapi motor Tyler sangat sulit di boncengi orang pingsan.


"Pake motor gue aja, bang." Ujar pria itu, yang kebetulan motornya matic.


"Oke, ayo bantu gue." Tyler dan mereka menggendong Luigi naik ke atas motor matic milik anggota Tyler tadi, lalu mereka bonceng bertiga dan melaju ke rumah sakit.


Tyler meninggalkan motornya di jalan demi bisa mengantar Luigi ke rumah sakit, dia bahkan menyetir dengan kecepatan tinggi.


"Pak, tolong temen saya pak." Ujar Tyler.


"Kenapa temannya?" Tanya petugas rumah sakit dan memeriksa Luigi.


"Dia pingsan di jalan." Ujar Tyler.


"Mari bawa ke UGD." Ujar petugas tumah sakit dan Tyler langsung merebahkan Luigi di brankar rumah sakit.


Luigi di dorong masuk ke UGD dan di lakukan pemeriksaan. Tyler langsung mengurus administrasi dan anggotanya itu menunggu di depan UGD.


Tyler kemudian kembali setelah melakukan administrasi, dan terlihat dokter keluar dari UGD.


"Teman saya kenapa, Dok?" Tanya Tyler.


"Tidak ada luka apapun di tubuhnya, kami sedang melakukan tes lain. Sembari menunggu hasil tesnya keluar, teman kamu akan saya bawa ke ruang rawat karena dia dehidrasi parah." Ujar Dokter.


"Dehidrasi??" Gumam Tyler bingung, padahal Luigi adalah yang paling sering makan dan tidak pernah kurang minum.


Dokter mengangguk lalu perawat mendorong brankar Luigi dan memasuki ruang rawat.


"Saya akan kembali lagi kemari nanti setelah hasil lab keluar, jika kamu butuh bantuan atau temanmu sadar, panggil saja perawat, kami ada di luar." Ujar Dokter dan Tyler mengangguk.


"Terimakasih, Dok." Ujar Tyler, dan Dokter mengangguk.


"Bang, bukannya bang Luigi semalem ikut ke arena balap? Kok bisa ada di jalan?" Tanya anggota Tyler.


"Dia bilang punya urusan mendadak, dia pergi duluan sebelum gue dan yang lain cabut." Ujar Tyler, dan anggotanya mengangguk.


Setelah sekitar empat puluh menit berlalu, Luigi tidak kunjung sadar juga. Renan dan Jack juga sudah berada di ruangan Luigi dan menunggu Luigi bangun.


"Dia kenapa ya Jack? Gue gak pernah liat dia sakit atau denger dia ngeluh, dia selalu ceria dan paling tebar pesona dari pada kita bertiga, kok tiba - tiba begini?" Ujar Renan sembari menatap Luigi yang masih saja pucat.


"Gue juga bingung, semalem juga dia gak nunjukin tanda - tanda apapun." Ujar Jack.

__ADS_1


Terlihat Tyler melipat kedua tangannya di depan dada dan berdiri di ambang jendela. Dia juga bingung dengan apa yang terjadi dengan Luigi, sampai dia pingsan sangat lama.


Tiba - tiba pintu di buka, dan masuklah seorang Dokter yang membawa map, Dokter itu menunjukan wajah aneh dan memberikan hasil map pada Tyler.


"Teman saya kenapa dok?" Tanya Tyler.


"Temanmu mengonsumsi obat terlarang jenis g*nja.'' Ujar Dokter dan Tyler terkejut mendengarnya, begitu juga dengan Renan dan Jack yang ikut melongo mendengarnya.


''Ini hasil tesnya.'' Ujar Dokter dan memberikan map yang dia bawa pada Tyler. Tyler menerimanya dan membukanya, dia terdiam ketika melihat tulisan positif di bagian bawah.


Tyler kemudian menatap Luigi yang masih belum sadarkan diri, lalu menatap keuda temannya dengan tatapan bingung.


'' Temanmu harus di selidiki dan di rehabilitasi agar sembuh, dia masih memiliki peluang untuk sembuh.'' Ujar Dokter. Tyler pun menganggukkan kepalanya. Dokter kemudian pergi, dan Tyler langsung terduduk lemas di kursi.


''Gue kecolongan.'' Ujar Tyler, dan memegang kepalanya dengan kedua tangannya. Jack dan Renan pun ikut bingung menghadapi situasi seperti itu, mereka bukan pengonsumsi obat - obatan terlarang.


'' Tapi gue yakin Luigi gak mengunsumsi itu, Ty. Kita semua tahu Luigi seperti apa selama ini, dia bukan anak yang berpikiran pendek.'' Ujar Jack, dan Renan membenarkannya.


''Jack bener, atau mungkin ada yang ngejebak Luigi?'' Ujar Renan, dan Tyler langsung menatap Renan. Tiba tiba Luigi sadar dan dia menangis ketika melihat Tyler dan yang lain ada di sana.


''Ty.. hiks.. hiks.. bantu gue Ty.'' Ujar Luigi dengan terisak.


''Kenapa lo kayak gini, Gi? Lo melanggar peraturan geng kita.'' Ujar Tyler, tapi Luigi justru semakin terisak.


''Sorry, Ty.. tolong bantu gue Ty, hiks.. hiks.. please bantu gue, badan gue sakit.'' Tangis Luigi, tapi Tyler hanya diam tidak bergeming sedikitpun.


''Ren, Jack tolong bantu gue, please..'' Tangis Luigi pada Renan dan Jack. Luigi kemudian mencabut paksa jarum infus yang menancap di tangannya dan itu membuat Luigi berdarah.


''Gi! llo gila, tangan lo berdarah.'' Ujar Renan, Luigi lalu tersungkur di lantai karena dia kehilangan keseimbangan tubuhnya. Akhirnya Luigi memeluk kaki Tyler dan Renan yang berada di hadapannya.


''KALIAN TEMEN GUE APA BUKAN SI!! gue minta tolong kalian tapi kalian semua gak ada yang mau bantuin gue, hiks.. hiks..'' Tangis Luigi sambil berteriak.


''Karena lo temen kita, kita gak bakal lakuin apa yang lo minta, sorry Gi.'' Ujar Tyler, dan Luigi meraung raung di ruangan itu.


''Oke! gue bakal pergi dari kalian, kalian gak anggap gue temen lagi, kan? gue pergi aja!'' Ujar Luigi dan hendak bangun, tpi Tyler langsung mencengkeram kerah baju Luigi.


Tyler menatap Luigi dengan tatapan tajam menahan amarah, lalu berkata..


''Lo harus di rawat di pusat rehabilitasi.'' Ujar Tyler, dan Luigi menggelengkan kepalanya.


''GAK! gue gak mau.'' Ujar Luigi, sembari memberontak agar lepas dari tangan Tyler.


''Harus!'' Ujar Tyler.


''GAK MAU!!'' Teriak Luigi.


"LUIGI!!'' Bentak Tyler, dan Luigi menangis di lantai meraung - raung, Tyler menengadahkan kepalanya keatas dan menahan tangisnya. Jack dan Renan bahkan sudah ikut menangis saat melihat Luigi menangis bersimpuh di lantai.


"Denger gue Gi, lo harus di rawat, supaya lo sembuh." Ujar Tyler memeluk Luigi. Renan dan Jack juga sama, mereka ikut memeluk Luigi dan Tyler.


Beberapa hari setelahnya, entah siapa yang membocorkan kabar Luigi yang masuk ke pusat rehabilitasi, tiba - tiba di sekolah heboh dengan kabar Luigi yang mengonsumsi obat - obatan terlarang.


"Gue gak nyangka, padahal kan kak Luigi orangnya ceria dan lebih sering senyum, ternyata dia pecandu." Ujar beberapa murid di lingkungan sekolah.


Tyler, Jack dan Renan mendengar itu mereka jadi merasa sedih mendengar teman mereka di gunjingi orang.

__ADS_1


"Gue makin yakin, Luigi pasti di cekokin obat sama orang. Gak ada yang tahu tentang ini, tapi kabar Luigi menyebar, pasti ada yang ngerencanain sesuatu." Ujar Jack.


"Gue juga yakin, tapi masalahnya Luigi gak mau ngomong dan hanya terus ngamuk." Ujar Renan.


"Gue akan tanyain lagi sama Luigi, sampe dia ngaku." Ujar Tyler.


Tiba - tiba terlihat lampu siren polisi yang masuk ke halaman sekolah, ada sekitar enam mobil polisi yang masuk dan satu persatu polisi, turun dari mobil mereka.


"Kita mau di sidak?" Ujar Renan.


"Jangan khawatir, kita bukan pengonsumsi, ayo masuk kelas." Ujar Tyler, dan kedua temannya mengangguk.


Dan ternyata benar, dua orang polisi satu laki laki dan satu perempuan memasuki kelas dan bercengkerama dengan guru.


"Anak - anak, kita semua sudah dengar kabar bahwa Luigi masuk ke pusat rehabilitasi karena di temukan menjadi pecandu, bapak dan ibu polisi datang kemari untuk memeriksa kalian." Ujar guru.


Lana yang mendengar itu, langsung menengok kearah Tyler, dia belum dengar desas desus di sekolah.


"Tidak perlu takut, justru jika ada yang positif, bapak dan ibu polisi akan membantu kalian untuk sembuh, dengan di rehabilitasi. Silahkan pak, bu." Ujar Guru dan kedua polisi itu mengangguk.


"Mari semuanya ikut saya." Ujar Polisi laki - laki.


Semua anak di giring menuju ke toilet dan setiap satu anak di beri satu tempat penampungan urine yang tertulis nama mereka, mereka di suruh untuk menampung urine mereka di tempat itu.


Dan setelah selesai, semua orang kembali ke kelas, dan setelah jam pulang sekolah, hasil pemeriksaan di bacakan. Tyler, Renan dan Jack juga tidak terbukti positif, karena mereka memang bukan pemakai, dan para gadis di sana senang mendengarnya.


"Kak Tyler emang keren, dia gak positif meskipun di antara mereka kak Tyler yang paling pendiam." Ucap beberapa anak di sana.


Lana juga hanya berdiri biasa saja menatap Tyler, tatapan mereka bahkan bertemu ketika Tyler melihat kearah Lana.


"Ayo cabut." Ujar Tyler dan kedua teman ya mengangguk. Mereka hendak mengunjungi Luigi yang berada di pusat rehabilitasi pemakai nark*tika, sementara Lana pulang ke rumahnya sendiri.


Sesampainya di sana, mereka melihat Luigi yang sedang mengamuk dan di tangani oleh dokter, Tyler menjadi panik melihatnya.


"Kenapa dia masih sering ngamuk?" Gumam Renan sedih.


Setelah Luigi di bawa ke ruangan nya, Tyler dan yang lain langsung menyusul ke tempat dimana Luigi di bawa.


"Ty, Jack, Ren. Kalian dateng juga, tolong bantu gue, please.. Gue gak bisa berada di sini, disini menyiksa banget." Ujar Luigi.


"Gue butuh benda itu, please." Ujar Luigi lagi.


"Kasih tau gue dulu, siapa yang bikin lo kayak gini? Siapa yang ngajak lo make benda terlarang." Ujar Tyler.


"Ty, tolongin gue please." Ujar Luigi, dengan memohon.


"Gue punya benda itu." Wajah Luigi langsung senang mendengarnya.


"Mana? Bagi gue Ty, gue butuh banget." Ujar Luigi seperti kesetanan.


"Tapi kasih tahu gue dulu, siapa yang ngasih lo benda ini pertama kali?" Ucap Tyler.


Luigi tampak diam, tapi dia juga menahan kegelisahannya karena membutuhkan obat itu.


"Kyle." Ujar Luigi, dan wajah Tyler langsung menegang mendengarnya.

__ADS_1


TO BE CONTINUED...


__ADS_2