
Lana menatap Tyler yang saat ini pandangannya menjadi tidak bisa di artikan.
'Jadi Lana suka sama gue?' Batin Tyler masih tidak menyangka.
"Sorry, Asher." Ujar Lana, dan itu menyadarkan Tyler dari lamunannya.
"Gue gak tau mulainya dari kapan, intinya gue gak mau bikin lo sakit. Tentang identitas gue.. terserah lo, kalo lo mau bongkar ke semua orang juga gak apa - apa, itu hak lo." Ujar Lana lagi.
Tyler mengangguk - angguk mengerti, padahal di hatinya saat ini sedang sangat berbunga karena mengetahui bahwa Lana juga menyukainya.
"Thanks buat pengertiannya, dan bye.." Ujar Lana, melepas tangannya dari tangan Asher/Tyler.
Tyler meraih kembali tangan Lana, lalu memeluk Lana dari belakang hingga Lana terkejut.
"Thanks, Na.. udah hadir di hidup gue." Ucap Asher/Tyler, lalu tak lama dia melepaskan pelukannya dari Lana, lalu langsung naik ke atas motornya dan pergi begitu saja meninggalkan Lana.
Lana yang melihat Asher pergi dengan terburu - buru menjadi kian merasa bersalah.
"Apa dia patah hati gara - gara gue?? Sorry, Asher.. gue juga bingung.." Gumam Lana menjadi sendu.
Padahal Tyler saat ini sedang tersenyum dan berbunga, ia terburu - buru pergi dari Lana adalah untuk merubah penampilannya agar menjadi dirinya sendiri, menjadi Tyler.
"Makasih, Na.." Gumamnya sambil tersenyum mengendarai motornya.
Tyler melaju ke bengkel Egi, setelah sampai, Tyler langsung masuk kedalam sembari berlarian dengan buru - buru sampai membuat Egi yang sedang asik berkutat di kolong motor langsung melihat kearah Tyler.
"Kenapa lo?" Tanya Egi pada Tyler yang tampak bingung saat ini.
"Mana jaket lo? Gue pinjem dong." Ujar Tyler dan Egi mengernyit bingung.
"Ya di lemari lah, gimana ni anak."
"Gue pinjem dulu." Ujar Tyler dan langsung membuka lemari Egi lalu mengambil jaket milik Egi.
"Pinjem bang, bye." Teriak Tyler kembali pergi, tapi kali ini dia memakai motornya sendiri.
Egi sampai menggaruk kepalanya melihat Tyler yang berlari dengan buru - buru. "Dih, kenapa sih tuh anak, dateng dan pergi kayak jelangkung." Gumam Egi.
Tyler mengeluarkan ponselnya, lalu menghubungi Lana.
"Halo.." Tyler mengernyit bingung karena yang mengangkat ponsel Lana adalah suara laki - laki.
"Siapa lo, mana Lana!?" Tanya Tyler dengan emosi.
__ADS_1
"Bang, ini pacarnya kecelakaan, saya yang nolongin dia." Ujar pria itu, Tyler langsung tertegun mendengarnya.
"A-apa? Terus sekarang dia dimana?" Tanya Tyler dengan khawatir.
"Ini lg menuju ke rumah sakit, bang. Ini masih di dalem ambulan." Ujar pria itu.
"R-rumah sakit mana?" Tanya Tyler dengan gugup.
"Rumah sakit sahabat, bang." Sahut pria tadi.
"Oke, gue kesana, tolong jaga dia bentar." Ujar Tyler dan panggilan pun di akhiri.
Seperti kehilangan sebagian nyawanya, ia menjadi sangat lemas dan linglung. Dia langsung menyalakan motor dan menuju ke rumah sakit.
'Lo gak boleh kenapa - kenapa, Na.' Batin Tyler sembari membelah jalanan menuju ke rumah sakit.
Singkat cerita, akhirnya Tyler sampai di rumah sakit. Dia menghubungi nomor Lana lagi dan pria yang menolong Lana kembali mengangkatnya.
"Halo, gue di loby bang, di resepsionis." Ujar pria itu dan Tyler langsung masuk.
"Gimana keadaan nya?" Tanya Tyler dengan panik ketika akhirnya bertemu dengan pria yang menolong Lana.
"Dokternya belom keluar, tadi langsung di bawa masuk ke dalem." Sahutnya sembari berjalan menuju ke ruang UGD dimana Lana saat ini sedang di tangani.
"Makasih banyak, ya? Lo udah nolong dia, gue harus gimana balesnya?" Tanya Tyler.
"Gak perlu bang, gue nolong atas dasar kemanusiaan. Kalo gitu gue pamit ya bang, semoga kakaknya baik - baik aja." Ujar pria itu, sembari mengulurkan tangannya.
"Thanks banget, bro." Ujar Tyler, lalu menyambut tangan pria itu. Pria itu pun pergi dari sana dan kini hanya Tyler yang menunggu Lana.
Cukup lama Lana berada di dalam, dokter juga sangat sibuk mondar - mandir keluar masuk dari dalam ruangan itu. Hingga akhirnya Dokter sudah keluar dan terlihat Lana yang terbaring tak sadarkan diri di brankar, Tyler benar - benar takut terjadi sesuatu pada Lana saat ini.
"Kamu??" Tanya Dokter.
"Pacarnya, Dok. Gimana keadaannya?" Tanya Tyler.
"Dia mengalami cedera di beberapa bagian tubuh, paling parah di kaki. Tapi sudah di tangani." Ucap sang dokter, Tyler bernafas lega mendengarnya.
"Pacarmu akan di pindah ke ruang perawatan." Ujar Dokter dan Tyler mengangguk.
Tak lama Lana di dorong keluar menggunakan brankar, pakaiannya juga sudah di ubah menjadi pakaian rumah sakit. Tyler pun mengikuti kemana Lana akan di bawa hingga naik lift dan masuk kedalam sebuah ruangan.
"Maaf, apa mas nya bisa isi data diri pasiennya dulu?" Tanya seorang perawat.
__ADS_1
"Bisa." Ucap Tyler dan mulai mengurus apa yang perawat itu berikan pada Tyler.
Singkat cerita, akhirnya semua proses sudah selesai, dokter dan perawat pun sudah pergi dan kini hanya tinggal Tyler dan Lana, yang masih belum sadar.
"Lo bakal baik - baik aja, kan Na?" Gumamnya pada Lana yang masih belum sadar.
'Gue teledor, kalo aja gue gak langsung pergi tadi, lo pasti bakal baik - baik aja.' Batin Tyler menyesali dirinya sendiri yang pergi meninggalkan Lana di jembatan.
Karena hari sudah larut, Tyler akhirnya merebahkan diri di sofa rumah sakit, ia menunggu Lana di sana. Tyler tertidur di sofa sembari memandangi Lana.
Ke esokan harinya...
Sekitar jam lima pagi, Lana siuman dan perlahan membuka matanya. Pemandangan pertama yang dia lihat adalah lampu dan atap rumah sakit yang terang.
'Dimana gue?' Batin Lana, ketika ia menggerakan tubuhnya, seketika ia merasakan sakit di seluruh anggota tubuhnya.
"Aakh!!!" Pekiknya ketika merasakan sakit yang teramat sangat di bagian kakinya.
Tyler terbangun ketika mendengar suara Lana yang kesakitan, ia langsung bangun dari tidurnya dan menghampiri Lana.
"Na, lo udah bangun? Lo butuh sesuatu?" Tanya Tyler. Lana terkejut karena melihat Tyler berada di hadapannya saat ini.
'Apa gue mimpi?' Batinnya mengira dirinya saat ini sedang bermimpi.
Tyler menjadi khawatir karena Lana hanya diam saja dan tidak berkata apapun. Tyler pun melambai - lambaikan tangannya di depan wajah Lana.
"Na, lo gap papa??" Tanya Tyler, dan Lana berkedip.
"Lo Tyler??" Tanya Lana memastikan dirinya tidak sedang berhalusinasi. Tapi Tyler yang mendengar itu justru jadi khawatir, ia mengira Lana hilang ingatan.
"Iya, gue Tyler. Na, lo gak ilang ingatan kan?" Tanya Tyler dengan pandangan takut - takut dan menyentuh pipi Lana.
"Eng- Enggak, gue gak ilang ingatan." Sahut Lana dengan gugup, karena Tyler menyentuh pipinya.
"Sukurlah, ini masih pagi lo istirahat aja lagi. Atau lo pengen minum?" Tanya Tyler penuh dengan perhatian, Lana pun mengangguk.
"Gue aus." Ujar Lana, dan Tyler langsung mengambil sebotol air mineral lalu membukanya. Tyler menaruh sedotan dan membantu Lana untuk minum.
"Gue takut banget pas denger lo kecelakaan, gue takut terjadi apa - apa sama lo." Ujar Tyler tiba - tiba, dan itu membuat Lana makin berdebar.
DEG! DEG! DEG!..
TO BE CONTINUED..
__ADS_1