TYLER: Who Do You Think Am I?

TYLER: Who Do You Think Am I?
EPS. 39. Back to school.


__ADS_3

Setelah sudah di dalam markasnya, semua orang duduk dan bersila menghadap Tyler saat ini, mereka seakan siap untuk menyerang Tyler dengan berbagai pertanyaan.


"Ngapain kalian semua ngeliatin gue kayak gitu?" Tanya Tyler dengan heran. Sementara yang di tanya malah saling berbisik namun masih menatap Tyler dengan tatapan aneh.


"Dia Tyler bukan si, Gi?" Bisik Renan pada Luigi, Luigi pun langsung menapol kepala Renan hingga Renan mengaduh.


"Adeh! Napa harus nampol si, Gi?" Ujar Renan protes, sembari mengusap usap kepalanya.


"Lagian lo aneh - aneh, ya jelas ini Tyler lah, siapa lagi?" Ujar Luigi.


Yang waras memang selalu Luigi seorang. Tyler yang melihat itu pun terkekeh kecil. Dan itu berhasil membuat ke empat temannya itu menjadi heran lagi.


"Ty, lo baik - baik aja, kan?" Tanya Jack, dan Tyler mengangguk dengan mantap.


"Ini gue, Tyler. Gak usah pada heran dan berekspresi aneh - aneh lah, gue pergi lagi nih." Ujar Tyler dan keempatnya langsung panik.


"Ya jangan! Lo gak tau sepinya dunia ini gak ada elo." Ujar Ernest langsung sigap bangun.


"Hahaha." Tawa Tyler kembali lepas. Sungguh ke empat temannya itu benar - benar terkejut melihat Tyler yang hilang beberapa hari itu, kini muncul menjadi Tyler yang ceria.


"Huaaaa...." Ke empat - empatnya menangis di tempat dan membuat Tyler diam tanpa kata dengan mulut meranga.


"Kalian pada kenapa sih?! Malah nangis.." Ujar Tyler heran.


"Ty, akhirnya lo udah bisa ketawa lagi. Gue terharu banget Ty.." Ujar Luigi hendak memeluk Tyler, namun langsung di tepis oleh Tyler.


"Weh! Ngawur lo, jangan peluk - peluk juga ege!" Ujar Tyler menghindar.


"Yah, gak mau di peluk, ya udah deh." Ujar Luigi, dia berbalik dan memeluk Renan yang juga menangis.


"Pfft!! Geli tau gak sih, liat kalian pada pelukan kaya teletubies gitu." Ujar Tyler.


"Ayo party." Ujar Tyler lagi, dan seketika ke empatnya langsung semangat lagi.


"Hayyokk..." Ujar Luigi yang paling antusias.


Akhirnya mereka berbagi tugas, Ernest dan Luigi keluar lagi untuk membeli beer ekstra serta makanan ringan untuk menemani party mereka. Jack dan Renan membersihkan tempat yang sebelumnya sudah buat rusuh oleh mereka.


"Tapi Ty, lo pake motor siapa?" Tanya Jack, setelah selesai membuang kulit - kulit kacang ke tong sampah.


"Punya bang Egi." Sahut Tyler singkat, sembari meminum beer dari botol yang tersisa.

__ADS_1


"Jadi lo selama ini di tempat bang Egi?" Tanya Jack, dan Tyler mengangguk.


"Udah, gak usah iri.. yang penting kan Tyler udah balik ke sini, dia gak lupa sama elo." Ujar Renan menyidir, Jack yang mendengar itu langsung saja menampol Renan.


"Gue gibeng juga, lo." Ujar Jack, dan Renan terkekeh.


"Ada yang mojok - mojokin gue mulu, Ty.. gara - gara lo pergi gak pamit. Dia sampe.."


"Diem gak lo!!" Ujar Jack memotong ucapan Renan. Renan makin terbahak di buatnya. Tyler hanya bisa nyengir sambil geleng geleng kepala.


"Mana nih, si monyet dua. Lama amat beli beer doang." Ujar Jack, mengalihkan pembicaraan.


"Jiahhh.. dia malu, langsung ngubah pembicaraan." Ujar Renan kembali meledek. Jack langsung memiting Renan dan memberi serangan maut berupa di ketekin.


"Njir! Bau banget keteknya, berapa taun lo gak mandi, sial*n." Ujar Renan meronta - ronta sembari berusaha menutup hidung. Tyler terbahak melihatnya.


"Udah si, berantem mulu. Tar jodoh loh, kalian." Ujar Tyler, dan Jack langsung melepaskan pitingannya dari Renan.


"Najis." Ucap Renan dan Jack bersamaan. Tyler menggelengkan kepalanya melihat itu.


Tak lama Ernest dan Luigi pulang membawa banyak sekali makanan ringan dan bir, mereka akan menghabiskan malam itu dengan berparty.


"Tos buat Tyler yang udah balik seperti dulu." Teriak Luigi. Semua mengangangkat tangan mereka dan melakukan tos.


"Thanks, guys." Ujar Tyler. Malam itu mereka habiskan dengan banyak mengobrol sembari minum. Tapi Tyler tidak memberi tahu teman - temannya itu, apa yang sudah dia lalui selama beberapa hari hilang ini.


Dia juga tidak memberi tahu mereka bahwa Ia sudah berpacaran dengan Lana, dengan identitas lain.


Keesokan harinya..


Tyler dan yang lainnya sudah siap dengan seragam sekolah. Luigi yang bahkan hendak keluar dari sekolah pun di larang oleh Tyler, dan harus terus lanjut sekolah.


"Ty, gue malu.. Tar satu sekolahan pada ngatain gue pecandu." Ujar Luigi.


"Kalo ada yang berani, bogeman gue siap melayang." Ujar Tyler menunjukan kepalan tinjunya, Luigi terkekeh tapi tetap saja hatinya ragu.


"Percaya sama gue, gak bakal ada yang berani ngomongin lo. Dan kalo ada, gue bakal samperin orangnya." Ujar Tyler. Renan dan Jack merangkul Luigi dari kanan dan kiri Luigi, lalu berkata..


"Kita juga bakal hajar siapapun yang berani ngehina lo." Ujar Renan dan Jack bersamaan. Luigi tersenyum, lalu kemudian dia mengangguk.


"Okelah, ayok." Ujar Luigi akhirnya. Dan mereka pun langsung keluar dan menaiki motor mereka. Tyler membawa motor Egi le sekolahnya.

__ADS_1


"Eh, tunggu! Kita masih bau bir gak nih?" Ujar Renan tiba - tiba.


"Makan permen juga ilang." Sahut Jack, dan Renan mengangguk. Akhirnya mereka pun pergi kesekolah mereka..


Singkat cerita, akhirnya mereka sampai di sekolah, dan semua orang kembali antusias ketika melihat pangeran incaran mereka yaitu Tyler kembali masuk ke sekolah.


Tak seperti biasanya, Tyler kali ini sudah berekspresi walau hanya tersenyum - senyum karena melihat kelakuan teman - temannya.


"Tyler masuk." Ujar satu orang gadis, lalu berlari menghampiri gadis lainnya.


"Cher! Tyler masuk." Ujar teman Chery. Chery langsung antusias dan bangun dari duduknya untuk menyambut datangnya Tyler.


"Eh, Luigi juga masuk, akhirnya Luigi balik lagi." Ujar gadis yang mengidolakan Luigi.


Semua gadis berkerumun di depan sekolah, Tyler dan ketiga temannya berjalan menuju loby sekolah dengan cool nya, hingga membuat banyak gadis terpesona.


"Selamat datang kembali Luigi." Ujar seorang gadis yang mendahului Chery yang akan mengucapkan sesuatu pada Tyler.


Luigi terkejut mendengar ada yang menyambutnya datang ke sekolah, dan itu adalah gadis yang selalu dia sapa tiap pagi ketika masuk kelas.


"Thanks, cantik." Ujar Luigi dengan senyum tengil seperti biasanya. Dan tiba - tiba gadis itu memeluk Luigi, sembari mengatakan.


"Terimakasih sudah sembuh, tidak perlu berkecil hati, kami semua adalah temanmu." Ujarnya. Luigi sungguh terharu, dia senyum tapi semberi berkaca - kaca.


"Ya, Luigi.. kami semua adalah temanmu juga." Ujar yang lainnya. Satu persatu teman kelas Luigi memberi pelukan dukungan untuk Luigi, ada yang hanya ber tos, ada juga yang merangkul Luigi.


Tyler tersenyum melihat sambutan hangat dari semua teman di sekolah itu yang mengenal Luigi. Mereka tidak mengucilkan apalagi menggunjingi Luigi, mereka semua menyambut Luigi dengan tangan terbuka.


"Thanks, Guys.." Ujar Luigi dengan terharu.


"Apa gue bilang, banyak yang sayang ama lo." Ujar Renan, dan Luigi mengangguk. Mereka pun masuk kedalam kelas.


Sementara itu di sekolah lain, Lana datang ke sekolahnya dengan terburu - buru karena dia bangun kesiangan.


"Mampus, jangan telat - jangan telat please.." Gumamnya sembari berlari menuju ke kelasnya.


"Lana." Terak Kyle memanggil Lana, tapi Lana tidak dengar dan terus lari.


" Gue harus dapetin lo, Na. Apapun caranya." Gumam Kyle dengan senyum smirknya, dan menatap botol minuman yang dia bawa.


TO BE CONTINUED..

__ADS_1


__ADS_2