TYLER: Who Do You Think Am I?

TYLER: Who Do You Think Am I?
EPS. 7. Dia tidak masuk kelas.


__ADS_3

Esok harinya..


Tyler dan kawan - kawan datang dan tiba tiba Fia menghampiri Tyler. Fia jarang masuk sekolah setelah dia di jauhi oleh Tyler dan kawan - kawan, dan semua orang yang sebelumnya mendekati Fia kini jadi menjauhi Fia.


"Yah.. sundel bolong dateng." Gumam Renan hang selalu mengatai Fia sebagai sundel.


"Ty.." Panggil Fia. Wajah Tyler langsung malas dan dia membuang mukanya.


"Eh, cewek ulet bulu, ngapain lo kemari, huh?!" Ujar Renan.


"Ulet bulu - ulet bulu, elo tuh ulet bulu." Ujar Fia yang sewot. Fia mendekat kearah Tyler, tapi Tyler langsung menghindar dan mundur dua langkah.


"Ty, apa kita gak bisa jadi temen? Gue tau gue salah, tapi kan apa salahmya mantan jadi temen." Ujar Fia.


"Seharusnya lo berpikir sebelum lo ngomong gitu, masih bagus gue gak ngehancurin elo karena gue mandang kakak sepupu lo, Ernest." Ujar Tyler tegas.


Fia terkejut mendengar itu, Tyler ingin menghancurkannya? Padahal Tyler dulu selalu ber tutur kata lembut dan tidak pernah memasang wajah dingin padanya seperti sekarang.


"Ty lo tega sama gue?" Ujar Fia.


"Kenapa enggak? Emangnya lo siapa? Lo udah bukan apa - apa buat gue. Jadi jangan selalu pake alasan kita pernah pacaran untuk mendekati gue, paham?!" Ujar Tyler dan langsung berjalan pergi.


Renan, Jack dan Luigi terkejut mendengarnya, Tyler sudah memiliki kemajuan dan tidak lagi hanya diam saat Fia mendekat.


"Wihh.. itu baru ketua kita, ya gak?!" Ujar Jack pada Renan dan Luigi, dan mereka berdua mengangguk.


"Denger gak lo, udah bagus Tyler gak ngehancurin elo dengan menyebar kabar itu, baik - baik lo jadi cewek." Ujar Luigi.


"Jangan cuma bisa manfaatin hubungan di masalalu buat deketin temem kita. Hati bisa berubah, dan Tyler kita, sudah melupakan lo, cewek sundel." Ujar Renan dengan dingin.


Mereka bertiga pun pergi meninggalkan Fia yang kesal karena tidak berhasil mendekati Tyler lagi.


Sementara itu Tyler sudah duduk di kelas, dan tatapannya jestru teralihkan dengan bangku Lana yang kosong. Tak lama, ketiga temannya pun masuk dan memberi tepuk tangan untuk Tyler.


"Widihh.. Ty, dapet khodam baru dari mana lo, Ty? Bisa dengan tegas dan lantang menolak Fia." Ujar Renan.


Semua gadis yang mendengar itu langsung tersenyum senyum mendengarnya, status Tyler sudah jomblo dan sudah tidak ada Fia yang dulu selalu di perhatikan Tyler.


Chery adalah salah satu gadis yang tergila - gila dengan Tyler.


"Safia emang bego, padahal Tyler baik banget sama dia dan gak pernah ngelirik cewek lain, dia malah selingkuh." Ujar Chery dengan keras.

__ADS_1


Tyler dan kawan - kawan yang mendengar itu hanya tersenyum cuek dan sama sekali tidak menanggapi ucapan Chery. Chery yang melihat itu menjadi malu sendiri karena menimbrung percakapan Tyler dan kawan - kawannya.


Guru pun datang, tapi Tyler tidak melihat Lana yang masuk kelas.


'Apa dia tidak masuk sekolah? Cih, gue pikir dia bakal kuat menghadapi perundungan, sok - sokan mau negakin keadilan buat dirinya sendiri.' Batin Tyler.


"Cantik, murid baru itu gak masuk, ya?" Bisik Luigi pada gadis yang selalu dia goda.


"Aku kurang tahu." Ujar gadis itu, dan Luigi mengangguk - anggukan kepalanya.


Dan ternyata selama tiga hari berturut - turut Lana tidak masuk sekolah. Tyler terus menatap tempat duduk milik Lana, seperti saat ini dia sedang duduk sendirian di kelas, dan tatapannya adalah ke bangku Lana.


'Kemana dia? Apa dia pindah?' Batin Tyler, tanpa sadar ingin tahu tentang Lana.


Bahkan saat Tyler berada di jembatan yang biasa Lana lewati pun, Lana tidak terlihat sama sekali lewat seperti biasanya.


'Payah.' Batin Tyler, dan merebahkan kepalanya di meja. Tiba - tiba Luigi datang dan membawa sebotol minuman untuk Tyler.


"Ty, titipan lo nih." Ujar Luigi, dan Tyler kembali bangun.


"Thanks." Ujar Tyler, dan meneguk minuman yang di bawa Luigi.


"Hm, udah gak gitu sakit." Ujar Tyler. Semalam mereka berlima bersama Ernest kumpul, dan saat itu juga tidak tahu apa yang terjadi dengan Tyler, dia minum sangat banyak setelah dia pulang dari suatu tempat.


"Tar malem ada tanding, lo bisa?" Tanya Luigi. Dan dia melihat ke tangan Tyler yang masih tertempel perban dari empat hari yang lalu.


"Bisa, gue dateng ntar." Ujar Tyler.


"Lo perban apa gak bisa di ganti? Dekil dan udah lama banget, njir. Bukannya sembuh, yang ada lo infeksi ntar." Ujar Luigi.


Tyler pun menatap perban di tangannya, dia memang seakan enggan membuka perban itu, entah apa penyebabnya. Tyler tiba - tiba membuka perban itu begitu saja, dan terlihatlah lukanya yang sudah tidak begitu besar terlihat.


 


Malam harinya, Tyler dan yang lainnya sudah kumpul di arena balap.


"BRUM! BRUM! BRUM!" Tyler menggeber motor hitam besarnya, dan membuat teriakan heboh dari teman temannya.


" Ty, tuh si anak misterius yang tempo hari menang langsung cabut, dia balik lagi hari ini." Ujar Jack. Tyler pun menatap sosok bertubuh kecil yang sedang menggeber motornya juga.


"Itu bukannya motor geng sebelah? apa dia anak geng sebelah?" Tanya Tyler.

__ADS_1


"Nah, itu yang lucunya Ty. Dia balap tapi minjem motor orang, hasil hadiahnya di bagi dua sama yang punya motor." Ujar Jack. Dan Tyler menyunggingkan senyum dinginnya.


"Gak modal." Ujar Tyler.


Renan datang dan berbisik ke Jack. Jack yang mendengar apa yang di bisikan Renan pun terkejut.


"Serius lo??" Ujar Jack, Tyler dan Luigi jadi ikut penasaran.


"Apaan?" Tanya Luigi.


" Tuh, anak itu yang sok misterus banget. Dia sebenernya cewek, njir." Ujar Renan. Dan mereka semua terkejut mendengarnya.


" Gila, cewek?" Ujar Luigi, dan Renan mengangguk.


" Get Ready guys!!" Teriak seorang pria.


Motor peserta pun langsung bersiap dan berbaris di barisan mereka masing masing. Dan kebetulan Tyler bersebelahan dengan peserta yang misterius itu.


Bendera di kibarkan dan motor pun saling melaju dengan cepat membelah jalan. Seperti biasanya, peserta baru itu jalan di paling akhir, dan Tyler berada di barisan paling depan.


Dan rupanya, lagi lagi peserta itu selalu menjadi yang kedua setelah Tyler yang menduduki urutan pertama.


"Gue rasa tuh cewe bisa nyaingin Tyler sebenarnya, tapi dia sengaja jadi yang ke dua, kenapa dia gitu ya? Padahal kalo dia menang kan pasti dapet hadiah lebih banyak." Ujar Jack.


"Masa bodo, mungkin itu adalah salah satu penyebab kenapa ada kata - kata bahwa wanita itu sulit di mengerti." Sahut Luigi.


"Bener juga." Ujar Jack. Tyler pun menghampiri teman - temannya, tapi dia tidak melakukan selebrasi seperti biasanya, tapi menatap gadis misterus yang menyusulnya di barisan kedua.


"Kenapa lo Ty?" Tanya Luigi, karena Tyler menatap gadis yang menyusulnya dari barisan kedua itu.


"Gak apa - apa." Ujar Tyler.


Gadis misterius itu membuka helmnya, tapi wajahnya ternyata di tutup menggunakan masker dan rambut pendeknya di kucir setengah.


Memang tidak terlihat jika peserta itu seorang perempuan, karena jaman sekarang laki laki juga memanjangkan rambut dan menguncirnya setengah.


'Kenapa gue ngerasa dia gak asing.' Batin tyler.


Gadis itu pun langsung pergi setelah mengembalikan motor pada pemiliknya.


TO BE CONTINUED..

__ADS_1


__ADS_2